
Azam melebarkan matanya karena ada Andi di dekat sana, dia menutup kembali pintunya dan segera bersembunyi di ruangan lain yang terlihat kosong dan gelap.
"Sial, aku terlalu fokus dengan uang." Azam berkata dengan kesal di dalam hatinya karena dia terlalu fokus pada imbalan dari Hendri.
[Itulah sebabnya orang tidak boleh serakah akan uang karena itu akan merugikan diri sendiri.] Sistem malah mengatakan sesuatu yang membuat Azam tambah kesal.
Tapi pada saat ini pintu rumah terbuka dan seorang pria dewasa yang berumur sekitar 30 tahunan masuk ke dalam rumah. Orang itu adalah Andi, pekerja di toko perhiasan milik Hendri.
"Hm, dari penampilan, dia tidak terlihat seperti orang jahat." Azam mengintip dari celah pintu dan melihat penampilan Andi secara langsung.
Andi memiliki penampilan seperti orang jujur pada umumnya. Orang akan salah paham dan tidak tahu kalau sebenarnya Andi adalah seorang pelaku kejahatan yang cukup buruk.
Azam tidak tahu apa yang membuat Andi melakukan kejahatan, tapi dia juga tidak peduli karena tugasnya hanyalah mencari kalung zamrud, pelaku, atau petunjuk terkait masalah ini.
Masalah hukuman apa yang akan diterima oleh Andi itu urusan polisi dan hakim. Azam tidak bisa dan tidak mau ikut campur ke dalam masalah yang ada kaitannya dengan hukum karena itu sangat merepotkan.
"Mari lihat apakah ada sesuatu yang aneh. Jika tidak, yasudah aku pergi saja," batin Azam.
...----------------...
"Hah... Lelah sekali, aku tidak menyangka kalau polisinya bakal memberi pertanyaan yang sangat banyak." Andi melepas jaket dan melemparnya ke sembarang tempat, lalu dia berkata dengan suara kesal.
Andi baru saja kembali dari kantor polisi karena dia habis ditanyai oleh petugas polisi terkait kejadian hilangnya kalung zamrud milik toko perhiasan Hendri yang sedang dikirimkan olehnya.
"Sekarang aku juga tidak bisa beraksi, bakal dicurigai lagi aku kalau melakukan sesuatu lagi, ah sial." Andi mendecakkan lidahnya dan berkata dengan nada kesal karena dia tidak bisa melakukan pencurian lagi.
Andi adalah seorang pencuri dan pencopet. Barang yang dia ambil biasanya adalah barang yang tidak terlalu berharga agar korban tidak melapor ke polisi.
__ADS_1
Karena jika itu adalah barang yang sangat berharga atau penting, maka korban akan langsung melapor ke polisi dan Andi bisa hidup dalam pengejaran polisi kalau dia mengambilnya.
Tapi alasan Andi mengambil kalung zamrud milik toko tempat dia bekerja adalah karena untuk membayar hutang. Dia punya hutang yang banyak karena selalu bermain game judi online yang ada di ponselnya atau biasa disebut dengan slot.
"Tapi kalungnya mahal sekali, aku jadi ada uang lebih untuk bertaruh di slot lagi nanti, hahaha!" Andi tertawa terbahak-bahak, kemudian dia mengambil pakaian dari kamarnya dan pergi ke kamar mandi.
...----------------...
Sementara itu, Azam memiliki senyum di wajahnya karena dia mendapatkan bukti baru lagi. Beruntung kameranya belum dia matikan sehingga perkataan Andi bisa direkam dengan jelas olehnya.
"Ternyata untuk slot, ckckck. Slot ini memang parasit bagi kehidupan." Azam mendecakkan lidahnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Slot itu judi online yang marak dimainkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Banyak anak muda yang memainkan ini juga bahkan ada yang masih di bawah umur.
Pemerintah sendiri sudah memblokir banyak slot online, tapi bagaikan parasit yang terus merambat ke inang lain, slot online terus-menerus bermunculan dan memakan banyak korban.
Karena tidak ada hal lain yang perlu dilakukan di sana, Azam berniat untuk pergi. Dia membuka pintu kamar dan berjalan dengan hati-hati menuju pintu keluar.
Tapi mungkin karena Azam sedang bernasib sial, Andi keluar dari kamar mandi dan melihat kalau ada orang asing di dalam rumahnya yang hendak keluar.
"Siapa kamu!?" Andi berteriak dengan suara keras karena dia sangat terkejut dengan kehadiran Azam.
"Malangnya nasibku," pikir Azam dengan sedih. Tapi dia segera menutupi wajahnya, dia membuka pintu dan langsung berlari dengan sangat cepat.
Andi membelalakkan matanya, dia juga berlari dan mengejar Azam. "Maling! Tolong, ada maling! Tolong!" Andi berteriak dengan keras agar para tetangganya bisa mendengar suaranya.
"Maling!? Di mana!?" Orang-orang yang sedang bersantai di dalam rumah segera keluar dan melihat kalau Andi si tetangga mereka sedang mengejar seorang pemuda yang mencurigakan.
__ADS_1
"Pak! Bu! Itu malingnya!" Andi tersenyum, dia berteriak sambil menunjuk ke arah Azam yang sedang berlari dengan sangat cepat sampai mengejutkannya.
"Kejar!!" Orang-orang yang mendengar perkataan Andi segera mengejar Azam terlepas dari mereka memakai alas kaki atau tidak, yang penting kejar dulu.
"Oh sial. Sistem, pindai rute jalan yang tercepat agar bisa kabur dari sini." Azam memberi perintah kepada Sistem setelah melihat kalau ada banyak orang yang mengejarnya.
[Tentu saja tidak bisa dilakukan, dasar Host aneh.] Sistem tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh Azam karena Azam masih level dua.
Azam mendecakkan lidahnya, tapi dia juga tidak terlalu peduli. Dia sangat bersyukur karena tadi dia mengamati lingkungan sekitar dengan seksama sehingga dia sudah hafal dengan tata letak perkampungan ini.
Sambil berlari dengan sekuat tenaga, Azam mencari sebuah jalan kecil yang sulit untuk dilewati oleh banyak orang. Saat menemukannya, dia langsung berlari ke sana.
"Kekeke, ayo kejar aku kalai bisa!" Azam berteriak dengan keras mencoba memprovokasi para warga yang sedang mengejarnya.
Dia berhasil melewati rintangan di sepanjang jalan dengan sangat mudah karena selain tubuhnya yang sudah diperkuat, pengendalian atas tubuhnya juga menjadi lebih mahir.
Rintangan yang dimaksud itu seperti toko yang memiliki banyak barang, mobil pickup yang membawa kayu yang menghalangi, ibu-ibu sedang menjemur pakaian, anak-anak yang bermain, dan masih banyak lagi.
Meskipun begitu, tidak seperti di film-film di mana tokoh utama akan menghalangi jalan orang yang mengejarnya dengan cara membuang barang-barang di sekitar.
Azam hanya berlari melewati rintangan tersebut tanpa berbuat kekacauan atau membuat orang kesal. Malahan orang-orang yang mengejarnya lah yang membuat orang lain di sekitar kesal karena berlari dalam kelompok.
Kemudian setelah beberapa menit berlari, Azam akhirnya keluar dari perkampungan dan selamat dari kejaran pada warga.
"Hahaha, hari ini sangat mengasikkan!" Azam tertawa terbahak-bahak yang membuat orang lain di sekitarnya melihat ke arahnya dengan tatapan aneh.
Karena urusannya sudah selesai, Azam memutuskan untuk pergi ke toko perhiasan Brijaya untuk menyerahkan bukti kalau Andi adalah pelaku dari pencurian kalung zamrud milik tokonya.
__ADS_1
Azam pergi ke sana dengan ojek online dan kebetulan sekali kalau tukang ojeknya adalah orang yang sama dengan yang sebelumnya mengantar Azam ke perkampungan itu.