Sistem Pemindai

Sistem Pemindai
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan


__ADS_3

Azam sekarang sedang mengenakan kemeja berwarna hitam, celana panjang hitam, sepatu kulit hitam, dan kacamata hitam. Semua yang dipakai serba hitam karena dia sedang menjadi penjaga.


Meskipun sebenarnya Azam tidak ingin mengenakan pakaian ini karena terlalu mencolok. Tapi Sandra memintanya karena akan ada masalah jika Azam terlihat seperti orang asing di lokasi syuting.


Azam berjaga di perbatasan antara lokasi syuting dengan area pengunjung Setu Babakan. Dari sana dia bisa melihat ada beberapa artis terkenal yang sedang melakukan syuting.


Meskipun mereka terkenal, tapi Azam hanya tahu namanya saja. Karena dia tidak pernah mengikuti berita entertainment karena berita-berita nya tidak ada yang bagus.


Kebanyakan berita di entertainment adalah skandal, pujian yang berlebihan, kehidupan sehari-hari artis, dan masih banyak lagi yang bagi Azam itu tidak ada gunanya untuk dia tahu.


"Jadi penjaga membosankan juga. Tapi mau gimana lagi, ini pekerjaanku." Azam ingin menghela napas tapi tidak bisa karena seorang penjaga tidak boleh melakukan itu.


Tapi pada saat Azam bosan dan melamun, terdengar suara dari Sistem yang membuatnya sangat bersemangat sampai dia hampir tidak bisa menekan semangatnya.


[Selamat, Host naik ke level 3 karena telah menyelesaikan masalah yang sangat besar dan menggunakan Sistem Pemindai dengan maksimal.]


[Jarak pemindaian bertambah menjadi 25 meter dari Host. Fitur pencarian barang berharga menjadi dua kali dalam seminggu, dan ada hadiah satu kali gacha skill tingkat tinggi.]


"Gacha skill tingkat tinggi!?" Yang menjadi fokus adalah hal ini. Azam ingin segera melakukan gacha tapi berpikir kalau dia sedang banyak tugas sehingga dia memutuskan untuk melakukannya saat ada kesempatan.


Kemudian selanjutnya adalah fitur pencarian barang berharga bisa menjadi dua kali per minggu yang mana ini sangat menguntungkan Azam karena barang berharga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.


Pada saat Azam fokus dengan peningkatan level, ada seorang pria tampan tapi gayanya mirip dengan wanita berjalan menghampiri Azam.


Pria itu berkata, "Kamu yang di sana, jangan melamun, ikuti aku." Kemudian pria itu pergi tanpa menunggu jawaban dari Azam.


Azam tertegun karena ada pria aneh yang meminta dirinya untuk ikut. Dia merasa merinding karena takut akan diapa-apakan, tapi pada akhirnya Ida mengikuti pria aneh tersebut.

__ADS_1


"Anu, kita mau ke mana ya?" tanya Azam dengan ragu-ragu karena dia sama sekali tidak mengenal pria aneh tersebut.


"Sampai." Pria aneh itu berkata. Mereka ada di dekat tenda terbuka di mana ada banyak artis yang cukup terkenal sedang beristirahat karena adegan syuting mereka sudah selesai.


"Ah, kamu penjaga di sini kan?" tanya salah satu pria yang terlihat masih muda dengan pakaian dan riasan wajah yang memperindah tampilannya.


"Ya, saya." Azam menganggukkan kepalanya dan berkata dengan sopan karena dia memang seorang penjaga di lokasi syuting ini.


"Bagus. Tolong ambilkan tas warna biru muda di mobilku, ini kuncinya." Pria muda itu berkata kepada Azam sambil melempar sebuah kunci.


Azam menangkapnya dengan mudah dan melihat kalau itu adalah kunci mobil yang cukup mahal. Azam mengangguk tanpa bertanya lagi dan dia segera pergi ke area parkir yang cukup jauh.


Azam menuju area parkir dengan susah payah karena dia harus melewati kerumunan orang yang berdesak-desakan demi melihat idola mereka di lokasi syuting.


"Para artis sedang bersantai sementara penggemar sedang kacau, ada-ada saja." Azam tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa daya dengan kenyataan itu.


"Apakah ini? Tas birunya." Azam melihat ada tas berwarna biru muda di kursi belakang mobil. Jadi dia mengambilnya dan hendak keluar dari sana sebelum dia melihat ada pakaian wanita yang berantakan.


Azam mengangkat alisnya karena yang memintanya untuk membawa tas biru adalah artis pria muda, bukan wanita. Dan jika artis itu punya manajer, manajernya pasti tidak akan meninggalkan pakaian di dalam mobil dalam keadaan seperti ini.


Apalagi, meskipun Azam tidak memiliki indera penciuman yang tajam, dia bisa mencium aroma yang aneh. Dia merasa pernah mencium aroma ini di suatu tempat, tapi dia lupa.


"Ah, ini aroma saat orang habis berhubungan." Azam mengingatnya karena dia pernah mencium aroma ini saat menyelidiki Vanu.


Azam menyeringai, karena berpikir kalau seorang artis juga melakukan hal seperti itu. Tapi, dia segera menjadi serius karena berpikir kalau artis pria itu bisa saja terkena skandal dan hal ini akan berdampak buruk bagi film yang dibintanginya.


Apalagi bos sementaranya, Sandra, adalah investor sekaligus mensponsori film ini dengan kosmetik Yanna. Sandra akan mengalami banyak kerugian jika hal ini sampai diketahui publik.

__ADS_1


"Sial, banyak masalah. Aku tidak akan mendapat uang kalau filmnya hancur gara-gara masalah ini!" Azam mengutuk artis pria itu karena melakukan hal seperti ini di dalam mobil.


Jadi, Azam memotret kondisi dalam mobil milik artis pria itu, kemudian dia keluar dan mengunci pintu. "Semoga saja tidak ada masalah yang terjadi," batin Azam, kemudian dia kembali ke lokasi syuting.


Alasan Azam mengambil foto adalah karena dia akan menunjukkan hal yang dilakukan oleh artis pria itu kepada Sandra dan biar Sandra yang memutuskan sisanya terkait masalah ini.


Saat Azam kembali, dia segera memberikan tas biru muda dengan kunci mobil kepada artis pria yang bernama Gian. Setelah itu dia kembali ke posisi jaga karena Sandra sedang sibuk.


Dia juga tidak ingin mengganggu Sandra sekarang jadi dia akan memberitahu kepadanya nanti saja. Meskipun alasan sebenarnya adalah karena dia ingin bersantai terlebih dahulu.


Karena Azam sudah lelah dengan pekerjaan dari Deva dan sekarang dia sedang melakukan pekerjaan dari Sandra. Itulah mengapa Azam cukup senang saat ditempatkan di sini yang hanya bertugas mengawasi.


Sore harinya, saat syuting hampir selesai, Azam dipanggil oleh Sandra untuk datang ke tendanya. Azam berpikir kalau Sandra sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia segera pergi ke tenda Sandra.


"Halo, Bos!" kata Azam dengan senyum cerah yang membuat Sandra tertegun karena Azam memanggilnya dengan sebutan 'bos'.


Sandra memegangi dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu dia berkata, "Terserah kamu saja. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini?"


"Lancar jaya, tidak ada masalah. Eh, tapi ada sesuatu yang perlu aku beritahu." Azam tersenyum, tapi kemudian dia berkata dengan serius karena ingat tentang foto yang dia ambil.


"Oh? Ada apa?" Sandra mengangkat alisnya dan berpikir kalau ada masalah yang mengganggu Azam, jadi dia penasaran dengan ini.


"Lihatlah ini." Azam menyodorkan ponselnya ke arah Sandra yang duduk di seberangnya. Layar ponselnya menampilkan beberapa foto yang Azam ambil di mobil Gian.


"Apa ini?" Sandra mengambil ponsel Azam, lalu dia menggerakkan jari ibunya untuk menggeser foto yang ditampilkan.


Azam segera menjelaskan apa yang dia lihat di mobil Gian dan apa yang dia pikirkan. Raut wajah Sandra berubah menjadi serius saat mendengar perkataan Azam.

__ADS_1


__ADS_2