Sistem Pemindai

Sistem Pemindai
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra


__ADS_3

Di hari yang sama, pada saat siang hari tepatnya saat jam istirahat.


Azam sedang duduk di bawah naungan pohon rimbun untuk berteduh karena suhu udaranya sangat panas. Karena sedang beristirahat, Azam memutuskan untuk makan siang sambil mencari berita di ponselnya.


Kebetulan sekali dia melihat berita yang dipublikasikan oleh Fiota Grup tentang Yasir dan Agus. Azam tersenyum penuh arti karena tahu kalau ada beberapa informasi yang disembunyikan.


Azam membaca semua informasi yang tertera, lalu dia menghela napas lega karena tidak melihat ada sesuatu yang mengarah kepadanya.


Dia memang tidak ingin kalau dirinya ada di berita lagi, itulah mengapa dia meminta kepada Deva agar jangan menyebutkan informasi tentang dirinya atau bahkan jika itu hanya nama saja.


Alasannya tentu saja karena Azam tidak ingin diganggu. Lalu alasan lainnya adalah karena sulit untuk bergerak dengan Sistem Pemindai jika dia terkenal dan akan diawasi oleh orang-orang.


"Untung saja aku sudah meminta Pak Deva untuk menyembunyikan informasiku," gumam Azam sambil menghela napas lega.


"Apa yang kamu gunamkan?" Sandra menepuk pundak Azam, lalu dia duduk di sebelahnya sambil memegang sebuah kotak makan siang.


"Eh, Bu Sandra. Kenapa Ibu ada di sini?" tanya Azam dengan curiga karena Sandra seharusnya makan bersama dengan artis-artis lain, bukan dengannya.


"Kenapa, tidak boleh?" Sandra melirik Azam dan bertanya kepadanya.


"Yah, bukan tidak boleh sih..." Azam menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


"Hahaha, bercanda. Aku cuma mau bersantai saja. Aku lihat kamu makan nyaman sekali, sendirian di bawah naungan pohon rimbun," kata Sandra sambil memejamkan matanya sejenak.


"Itulah kenapa aku tidak mau jadi terkenal," pikir Azam yang memahami pikiran Sandra yang kurang nyaman makan siang bersama dengan para artis di tenda istirahat.


Jika kita terkenal dan duduk bersama orang yang belum akrab, maka kita harus menjunjung tinggi nilai kesopanan agar orang lain merasa nyaman dengan kita dan agar tidak menimbulkan masalah.


Jika kita terkenal, kita juga harus sangat memperhatikan apa yang kita lakukan karena itu bisa jadi menjadi contoh yang baik atau buruk tergantung bagaimana orang memandangnya.


Itulah kenapa Azam tidak terlalu menyukai menjadi seseorang yang terkenal karena dirinya akan terus dipantau tidak hanya oleh penggemar tapi semua orang.

__ADS_1


Orang terkenal atau setidaknya artis di dunia hiburan juga tidak bisa melakukan apa yang mereka mau karena dampaknya akan berbeda-beda, mereka harus terus mengikuti jadwal yang sudah dibuat.


"Ngomong-ngomong, tidak ada masalah dengan pekerjaanmu kan?" tanya Sandra sambil membuka kotak makannya yang berupa ayam bakar nasi dan lalapan.


Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak ada. Yah, tapi aku harus ekstra sabar karena banyak orang yang mengajukan pertanyaan sampai berdesak-desakan."


"Itu benar. Menjadi seorang penjaga memang harus sabar, apalagi ini ada di lokasi syuting dengan banyak artis terkenal di dalamnya," angguk Sandra atas perkataan Azam.


Pada saat ini, ponsel Azam berdering. Dia mengeluarkan dan memeriksanya, lalu dia melihat kalau itu adalah Vanessa yang menelepon. Jadi Azam menekan tombol jawab dengan ibu jarinya.


"Halo, Vanessa? Kenapa?" tanya Azam setelah panggilan terhubung.


"Azam, kamu masih di Setu Babakan?" tanya Vanessa kepada Azam.


"Iya, aku lagi makan siang di dekat tenda istirahat," jawab Azam sambil mengatakan lokasi dirinya.


"Oke, tunggu di sana. Aku segera ke sana," kata Vanessa. Lalu dia menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari Azam.


"Temanku. Tapi mungkin Ibu bakal terkejut," kata Azam sambil tersenyum misterius karena dia tahu kalau Sandra pasti akan mengenal Vanessa.


"Eh? Oke, aku penasaran." Sandra mengangkat alisnya, lalu dia berkata kepada Azam sambil menebak-nebak siapa teman Azam yang bisa mengejutkan dirinya.


Mereka berdua berbincang-bincang sebentar, lalu Azam mendapat pesan dari Vanessa memintanya untuk memberitahu lokasi tepatnya.


Azam membalas pesan Vanessa hanya dalam hitungan detik. Lalu, tanpa menunggu lama, suara Vanessa terdengar di telinga Azam yang sedang minum.


"Azam!!" Vanessa berteriak sambil berlalu ke arah Azam yang sedang duduk di bawah pohon rimbun.


"Vanessa!" Azam meletakan botol air mineralnya, lalu dia melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak kepada Vanessa juga.


Vanessa tersenyum, lalu dia melihat Sandra yang duduk di sebelah Azam, jadi dia berkata, "Loh? Kak Sandra! Kakak ada di sini juga?"

__ADS_1


Sandra tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Vanessa karena saat ini otaknya sedang memproses bagaimana Azam bisa mengenal Vanessa, terlalu sulit jika ini disebut kebetulan.


Sandra tahu kalau identitas Vanessa bukan hanya sekedar penulis novel online biasa, melainkan juga anak dari keluarga Dirta yang merupakan pemilik dari Super Mall Dirta.


Lalu untuk panggilan dari Vanessa, usia mereka tidak terpaut jauh, jadi Vanessa memanggilnya kakak. Azam juga bisa memanggilnya seperti itu, tapi hubungan antara Azam dan Sandra tidak begitu dekat.


"Vanessa, kamu dan Azam saling kenal?" Sandra akhirnya bertanya kepada Vanessa sambil menoleh bolak-balik antara Vanessa dan Azam.


"Iya, dia temanku!" Vanessa tersebut menjawab pertanyaan dari Sandra.


Tapi Vanessa juga memahami keterkejutan Sandra. Jadi dia menjelaskan bagaimana dia dan Azam saling kenal dari awal sampai akhir. Tapi tentu saja dia mempersingkat ceritanya, jika tidak maka akan memakan waktu beberapa jam.


"Haduh, kebetulan sekali Azam bekerja di lokasi syuting film novel milik Vanessa," kata Sandra sambil menghembuskan napas panjang karena sudah memahami keseluruhan cerita.


"Benar kan? Aku juga kaget saat tahu Azam bekerja di sini," kata Vanessa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat.


Mereka bertiga berbincang-bincang sebentar, lalu Azam ingat kalau ini adalah film yang diadaptasi dari novel milik Vanessa. Jadi dia berpikir kalau Vanessa harus tahu masalah tentang Gian.


"Bu Sandra, ini masalah tentang Gian," kata Azam kepada Sandra yang sedang mengobrol dengan Vanessa.


Sandra membuang senyumnya dan menjadi serius. Dia menganggukkan kepalanya ke arah Azam, lalu menjelaskan masalah tentang Gian kepada Vanessa karena dia juga berpikir Vanessa harus tahu masalah ini.


Pada awalnya, Vanessa kebingungan karena Sandra tiba-tiba berubah menjadi serius setelah Azam mengatakan sesuatu. Tapi kemudian dia juga menjadi serius saat mendengar penjelasan Sandra.


Dia tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Gian jika Gian tidak membintangi film ini. Masalahnya adalah Vanessa takut kalau Gian akan ketahuan dan malah membuat filmnya mengalami kerugian besar.


"Vanessa, jangan khawatir. Aku lagi menyelidiki masalah ini, dan aku usahakan untuk tidak membiarkan masalah ini menyebar," kata Azam kepada Vanessa.


"Kamu bisa?" Vanessa menatap Azam dengan tatapan penuh harap.


"Serahkan saja padaku," angguk Azam sambil tersenyum penuh percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2