
Minggu, 4 Agustus 2030
Bulan sudah berganti menjadi Bulan Agustus. Sudah satu minggu semenjak Azam bertemu dengan Harun dan Renata di Super Mall Dirta.
Selama satu minggu itu, Azam fokus belajar dan mengerjakan tugas dari universitas. Setelah selesai kelas, dia juga menggunakan Sistem Pemindai untuk mencari uang tanpa pemilik.
"Sistem, aku mau melakukan gacha." Azam berkata kepada Sistem karena sudah delapan hari sejak dia menerima kesempatan gacha dan dia berpikir untuk melakukan gacha sebelum bekerja.
[Tentu.] Layar hologram muncul di depan Azam yang menampilkan mesin gacha. Azan segera menggunakan pikirannya untuk menggerakkan mesin gacha.
[Selamat, Host mendapatkan seni bela diri krav maga (50 tahun)]
Sebelum Azam bisa bereaksi, tubuhnya merasakan rasa sakit yang amat parah. Dia merasa kalau tulangnya akan hancur karena rasa sakitnya berasal dari dalam. Tapi Azam masih sadar dan menggigit lidahnya agar tidak berteriak.
[Selamat, Host berhasil bertahan dari rasa sakit pembentukan ulang tulang karena Host mendapatkan seni bela diri yang bernama krav maga.]
"Sialan, aku sangat terkejut." Azam mengelus-elus dadanya karena dia sangat terkejut dengan rasa sakit yang sangat tiba-tiba.
Kemudian, setelah menenangkan diri, Azam menjadi gembira karena dia tahu apa itu seni bela diri yang bernama krav maga karena dia merupakan salah satu penggemar seni bela diri yang satu ini.
Krav Maga adalah sistem seni bela diri yang dikembangkan di Negara Israel dan dikenal karena fokusnya pada pertahanan diri yang efektif dalam situasi nyata.
Krav Maga dirancang untuk memungkinkan individu melindungi diri mereka sendiri dalam situasi yang berbahaya. Ia fokus pada serangan yang cepat, efisien, dan langsung pada titik lemah lawan.
Krav Maga dikenal luas sebagai seni bela diri yang sangat efektif dalam pertahanan diri dan sering digunakan oleh pasukan militer dan penegak hukum. Namun, tujuan utamanya adalah melindungi diri sendiri, bukan mencari konflik.
...----------------...
"Azam, mau pergi ke mana?" Vanessa bertanya, dia sedang menulis novelnya di laptop sambil mendengar musik di ruang keluarga.
"Pergi bekerja." Azam menjawab sambil memakai sepatunya. Dia tidak bisa mengatakan kalau dia akan pergi untuk menyelidiki seseorang.
"Ohh, semangat ya!" Vanessa tersenyum dan menyemangati Azam. Dia juga tidak bertanya apa pekerjaan Azam karena Azam tidak memberitahunya.
Mereka berdua sudah saling percaya sehingga jika Azam tidak memberitahunya, pasti itu adalah sesuatu yang penting. Vanessa juga tidak mempermasalahkan hal tersebut karena setiap orang punya rahasianya masing-masing.
__ADS_1
"Yo! Terima kasih! Kalau gitu aku pergi dulu!" Azam tersenyum, kemudian dia membuka pintu dan keluar dari apartemen setelah memakai sepatunya.
"Tujuan pertama, restoran." Azam pergi menuju sebuah restoran yang mengkhususkan diri untuk membuat sarapan.
Kali ini Azam pergi dengan motor, ini adalah motor yang dia pinjam dari Deva. Karena dia membutuhkan kendaraan yang cekatan untuk melakukan pekerjaan ini.
Deva juga tidak keberatan, dia meminjamkan Azam motor perusahannya karena dia percaya kalau Azam akan menemukan sesuatu yang penting.
Kemudian, alasan Azam pergi ke sebuah restoran sarapan adalah karena Yasir pergi ke sana untuk membeli sarapan hampir setiap harinya.
Yasir adalah seseorang yang sudah bercerai, anak-anaknya ikut ibunya yang ada di Kota Bandung. Sehingga sekarang Yasir tinggal seorang diri dan tidak biasa untuk memasak sendiri.
Setelah sampai, Azam menunggu di tepi jalan sambil mendengarkan lagu. Dia tidak bermain ponsel karena yang harus dilakukan untuk saat ini adalah mengamati, jadi dia tidak bisa membiarkan matanya teralihkan.
Azam sudah menunggu selama satu jam, tapi yang harus dimiliki oleh seseorang saat melakukan penyelidikan adalah ketelitian dan kesabaran. Jadi Azam harus menahan diri dan terus menunggu dengan tenang.
"Itu dia." Azam melihat seorang pria paruh baya dengan perut gemuk yang memakai setelan jas formal. Azam mengetahuinya kalau pria tersebut adalah Yasir.
Dia melihat kalau Yasir keluar dari mobilnya, kemudian masuk ke restoran dan memesan makanan. Tapi kali ini dia memilih untuk dibungkus karena dia akan terlambat jika makan di tempat.
"Untung saja aku meminjam motor, jika tidak, aku akan ketinggalan," batin Azam sambil menghela napas lega karena dia tidak perlu berlari atau menggunakan ojek online untuk mengikuti Yasir.
Selanjutnya, Azam mengira kalau Yasir akan pergi ke Perusahaan Fiota Grup, tapi dia mengerutkan keningnya saat mobil Yasir berbelok ke arah lain dari arah perusahaan.
"Ke mana dia akan pergi?" Azam mengerutkan keningnya, tapi dia tetap memutuskan untuk mengikuti Yasir.
Tidak butuh waktu lama sebelum Azam mengetahui apa yang dilakukan oleh Yasir. Mobilnya berhenti di tepi jalan, kemudian seorang wanita dengan pakaian yang terlihat mewah masuk ke dalam mobil. Setelah itu mobilnya melaju lagi.
"Wanita!?" Azam semakin bingung dengan apa yang dilakukan oleh Yasir. Dia terus mengikuti Yasir sampai menemukan kalau mobil Yasir berhenti di depan hotel.
"Aku mau berkata kasar sekarang." Azam melebarkan matanya karena dia tahu apa yang akan terjadi dengan Yasir setelahnya masuk ke dalam hotel.
[Disarankan untuk jangan berkata kasar, Host. Tapi, apakah Host akan ikut ke dalam? Seperti yang dilakukan oleh Host sebelumnya saat menyelidiki Vanu.]
"Aku ingin. Tapi masalahnya hotel ini adalah hotel mewah, bukan penginapan biasa." Azam memarkirkan motornya di tepi jalan dan mencoba untuk berpikir.
__ADS_1
[Benar juga. Lalu, bagaimana dengan ini? Host bawa alat pelacak dan perekam, kan? Host bisa menaruh keduanya di mobil Yasir.]
Sistem memberikan sebuah saran yang membuat mata Azam menjadi cerah. Dia segera pergi ke area parkir hotel yang ada di bawah tanah, dan mencari mobil milik Yasir.
Mencarinya sangatlah sulit, jika Azam adalah orang biasa. Tapi mata Azam sudah ditingkatkan berkat skill pengamat dan detektif yang membuatnya bisa langsung menemukan mobil milik Yasir.
Tapi sebelum Azam melakukan aksinya, Azam menyipitkan matanya untuk mencari CCTV. Kemudian dia melihat ada satu kamera yang mengarah ke mobil Yasir.
"Sial, ada kamera." Azam kesal karena ada kamera. Dia melihat ke sekeliling dan menemukan ada alat kebersihan di dekatnya. Dia mengambil pel yang gagangnya lebih panjang dari gagang sapu.
Kemudian Azam mengubah arah kamera CCTV ke arah atas agar tidak memperlihatkan apa yang akan dia lakukan terhadap mobil milik Yasir.
Setalah melakukan hal tersebut, Azam segera mendekati mobil Yasir dan hendak memukai aksinya sebelum dia menemui masalah lagi.
"Menaruh alat pelacak sangat mudah, tapi di mana aku harus menaruh alat perekam?" Azam sedang bingung karena tidak tahu di mana dia harus menaruh alat perekam.
Karena alat perekam digunakan untuk merekam video dan suara, jadi harus ditaruh di dalam mobil agar bisa merekamnya dengan benar dengan kualitas yang bisa dilihat.
"Sistem, ada ide?." Azam bertanya kepada Sistem karena dia tidak tahu harus melakukan apa.
[Masuk saja ke dalam mobilnya, Host.] Sistem memberikan jawaban yang kurang jelas. Tapi pada saat Azam hendak menolak saran dari Sistem, dia kepikiran sesuatu
"Bagasi. Aku pernah melihat hal ini di film yang aku tonton sebelumnya." Azam menyeringai, lalu dia pergi ke belakang mobil.
Pertama, Azam membuka bagasi dengan paksa dan mencari tuas atau kawat darurat pembuka bagasi. Biasanya tuas atau kawat ini terdapat pada sisi dalam "pintu" bagasi
Kedua, setelah Azam menemukan tuas/kawat itu, dia menariknya. Ini akan mendorong bangku belakang hingga terlipat ke depan untuk beberapa model mobil, yang merupakan fitur yang umum pada mobil sedan.
Dan mobil milik Yasir adalah mobil sedan kekuatan lama, itulah sebabnya Azam bisa membuka pintu bagasi mobil secara paksa hanya bermodalkan kekuatan fisik karena mobilnya memang sudah tua.
Ketiga, begitu bangku belakang terlipat, dorong bangku ke depan, dan Azam masuk ke dalam kabin mobil melalui celah ini, meskipun sedikit sulit karena celahnya yang sempit.
"Berhasil. Sistem, terus pindah semua uang yang ada di sekitar," kata Azam kepada Sistem karena dia tidak ingin kejadian seperti di rumah Andi terulang lagi.
[Diterima.] Sistem menerima perintah Azam dan segera melakukan pemindaian.
__ADS_1