
"Judi batu," kata Azam.
Judi batu adalah sebuah cabang perjudian, tapi ini mirip dengan lotre. Tapi bukan berarti kalau orang-orang melakukan judi dengan mata uang berupa batu, tapi batu itu sendiri yang merupakan objek perjudian.
Banyak batu mulia yang ada di dalam batu kasar seperti batu safir, batu amber, giok, dan masih banyak lagi. Banyak orang yang tertarik dengan judi batu ini.
Seperti namanya, ini adalah sebuah perjudian. Orang-orang tidak tahu apa yang ada di dalam batu. Jadi, banyak dari mereka yang menggunakan senter kecil dengan cahaya yang sangat terang.
Senter itu berguna untuk menerawang lapisan batu, agar orang-orang bisa melihat apakah ada batu mulia di dalam batu kasar. Meskipun metode ini tidak membuat orang benar-benar tahu.
Tapi tidak seperti judi lainnya yang ada teknik dan butuh pemikiran yang bagus. Judi batu mengandung 99% keberuntungan sedangkan sisanya adalah kerja keras dan usaha.
"Tapi, seperti judi lainnya. Sekali kamu memang, maka kamu akan ketagihan. Banyak orang yang hidupnya hancur karena judi batu," batin Azam saat melihat penjudi batu di depannya.
Adapun kenapa ada judi batu di pasar loak seperti ini, itu karena ini ada di dalam sebuah toko sehingga petugas patroli tidak memeriksanya.
Orang-orang di sekitar juga tidak memberitahu petugas patroli., karena itu tidak ada gunanya. Saat tempat judi digusur, akan muncul tempat judi lainnya, jadi situasi ini seperti lingkaran yang tidak memiliki akhir.
Azam sama sekali tidak tertarik dengan judi batu. Tapi saat ini, dia punya fitur pencarian dari Sistem yang bisa membuatnya kaya raya. Azam berpikir sejenak apakah dia akan ikut judi batu atau tidak.
Setelah beberapa menit berpikir, Azam memutuskan untuk menggunakan fitur pencarian barang berharga di sini. Tapi dia sama sekali tidak membeli batu satu per satu, agar dia tidak rugi.
Karena harga dari batu yang dijual ini mulai dari puluhan ribu sampai jutaan. Azam tidak sudi menggunakan uangnya untuk membeli sesuatu yang tidak pasti dan tidak jelas seperti itu.
"Pak, tolong potong batu ini," kata seorang pria dewasa dengan kacamata kepada pria tua yang duduk di sebelah mesin pemotong.
Azam yang mendengar hal itu segera mendekat. Karena pria dewasa dengan kacamata adalah penjudi batu, dan pria tua yang duduk di sebelah mesin adalah tukang potong batu menggunakan mesin itu.
__ADS_1
"Oke, tolong tunggu sebentar," kata pria tua itu setelah menerima batunya.
"Oke," balas si penjudi yang mengambil bangku untuk duduk.
Orang-orang di sekitar Azam juga menjadi tertarik. Mereka, termasuk Azam, melihat tukang potong batu dengan seksama. Si tukang potong juga tidak menunda-nunda dan segera memotong batu di tangannya.
"Aku tebak kalau batu itu kosong. Karena permukaannya kasar dan ukurannya juga kecil. Bahkan kalau ada, itu bagaikan setetes air di lautan," kata pria gendut di sebelah Azam.
"Menurutku ada isinya. Pria berkacamata itu kelihatan seperti penjudi ahli. Jadi meskipun ukuran barunya kecil, pasti ada isinya," sahut pria kurus di sebelah pria gendut.
Banyak orang yang menganggukkan kepala mereka atas pendapat si pria gendut dan pria kurus. Tapi ini semua hanyalah tebakan, karena tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam batu itu.
Meskipun si penjudi menggunakan senter yang sangat terang, itu tidak bisa menembus lapisan batu. Jadi tidak ada yang tahu dengan pasti apakah batu tersebut ada isinya atau tidak
"Aku mulai!" kata si tukang potong batu. Dia menyalakan mesin potong, lalu cakram mata potong mulai berputar dan ada air mengalir yang keluar
"Anak muda, kamu baru di sini ya?" tanya pria gendut tadi kepada Azam.
"Eh, iya Pak. Aku baru pertama kali ada di sini. Aku juga tidak tahu tentang judi batu," kata Azam dengan nada canggung sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.
"Air itu ada bukan karena mesinnya rusak, tapi karena memang seperti itu. Air digunakan untuk pendinginan, agar mata potong tidak terlalu panas yang malah menyebabkan batu tidak terpotong dengan rapi," jelas pria gendut sambil memberi pengetahuan baru bagi Azam.
"Debu hasil pemotongan juga bisa diminimalisir. Selain itu, air juga bisa dijadikan sebagai pelumas. Ini bisa meningkatkan efisiensi pemotongan," tambah si pria kurus.
Otak Azam langsung tercerahkan seketika. Dia langsung paham dengan penjelasan dari dua pria di sebelahnya, karena penjelasan itu sangat masuk akal dan bisa diterima bahkan oleh pemula seperti Azam.
"Jadi begitu, terima kasih, Pak," kata Azam sambil menundukkan kepalanya sebagai ucapan terima kasih kepada mereka berdua.
__ADS_1
Setelah itu, mereka lanjut melihat tukang potong batu memotong batu di atas mesin. Proses pemotongan batu ini hanya memakan waktu beberapa menit saja, karena ini hanya untuk memeriksa apakah ada isi di dalam batu tersebut.
Jika ada isinya, maka pemotongan akan dilakukan dengan lebih hati-hati agar tidak merusak isinya. Tapi jika tidak ada isinya, maka ya sudah, batunya akan langsung dibuang ke tempat sampah.
"Selesai!!" teriak si tukang batu dengan keras sambil menunjukkan batu yang sudah dipotong.
Si penjudi yang sedang istirahat langsung berdiri dan melihat hasilnya. Orang-orang di sekitar juga penasaran, mereka, termasuk Azam, melihat dengan seksama.
"Ada isinya! Batu itu ada isinya!!" teriak salah satu orang dengan keras.
Bagaikan bom yang mendarat, teriakan itu langsung membangunkan orang-orang lain. Kemudian area sekitar menjadi heboh karena teriakan orang-orang itu.
Si penjudi juga tertawa terbahak-bahak. Dia sangat senang karena mendapat jackpot di dalam batu kasar yang kecil. Lalu dia meminta tukang potong batu untuk memprosesnya dengan lebih baik lagi.
Tapi kemudian, sesuatu yang tidak terduga muncul. Isi dari batu kasar itu adalah sebuah logam mulia berwarna kuning. Namun, ukurannya hanya sebesar kuku jari kelingking saja, yang tidak terlalu berharga.
Si penjudi memiliki wajah yang pucat, dia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan-lahan. Setelah menenangkan diri, dia hanya bisa pasrah karena telah kehilangan uang.
"Sayang sekali. Logam mulia dengan ukuran sekecil itu hanya bisa dibuat kalung. Tapi tetap saja harganya bisa mencapai ratusan ribu kalau diproses dengan tepat," pikir Azam.
Karena kesenangannya sudah selesai, Azam beserta orang-orang di sekitar bubar. Tapi Azam tidak keluar dari toko, melainkan masuk ke dalam karena dia ingin mencoba fitur pencarian barang berharga ini.
"Sistem, apa aku bisa mencari barang berharga di sini?" tanya Azam kepada Sistem di dalam hatinya.
[Logam mulia juga termasuk barang, jadi kemungkinan besar bisa.] Sistem menjawab pertanyaan Azam.
"Yah, kamu benar. Kalau begitu, ayo kita coba!" Azam segera menggunakan satu kesempatan pencarian barang berharga di dalam radius 25 meter.
__ADS_1
[Ditemukan...