
Waktu telah berganti, dengan balutan gaun berwarna hitam silver dengan hiasan jepitan kembang daun yang mengikat rambut Zia dalam sanggul kepangan modern.
Zia kini turun dari mobil bersama Randi. Acara tahunan tiap kantor dari berbagai perusahaan, sudah wajib bagi beberapa staff dan petinggi yang harus hadir. Acara di mulai dari pertemuan dan beberapa MC artis ternama, yang memeriahkan juga sebagai BA.
"Lo bener gak apa apa Zia?" tanya Randi.
"Gue gak apa, mungkin masuk angin. Kita tadikan kehujanan, gara gara gue lagi."
"Bukan salah Lo Rand, tapi salah kakak lo yang bikin gue mual."
"Kok bisa, wajar sih. Ehmp! Cowo model kaya bang Evan itu emang mistis, di percaya penganut mantannya banyak. Jadi jangan coba coba deh lo deketin. Wajar kalau lo mual Zia!"
Zia hanya menggeleng kepala, entah apa di pikiran Randi. Sehingga kala ia teringat beberapa minggu Lalu. Zia semakin takut dan cemas, ia berusaha untuk tidak memikirkan. Dan ia yakin, jika dia tidak sedang dalam masalah.
Zia kembali berpisah, kala ia mengambil sebuah gelas ramping. Pelayan meminta tamu untuk mencicipi berbagai minuman. Dan terjejer tinggi terlihat dekat ruangan vvip khusus petinggi, adalah sejenis minuman dengan harga fantastis.
"Lo datang juga Zia?"
"Hemmmph, Sean ya. Benerkan, kamu dari perusahaan MPF kan?"
"Ya, bener. Gue tau seorang Halwa pasti bakal datang." senyum Sean.
"Ssssst!! Please, kak Sean stop! Gue tau, pasti suruh ka Zalwa kan. Mata matai Zia, apa ada Eros? Masih satu cabang sama kakak kan. Please deh gak perlu kaya gini juga. Aku tuh capek, dan gak minat untuk merebut suami kaka gue sendiri!"
"Tapi dia mantan terindah Lo, bisa aja kan?" senyum Sean.
Zia kembali pergi, dengan tatapan lurus tak menoleh. Ia menabrak Evan yang tak sengaja berpapasan. Zia kembali menggeser tubuhnya ke kiri, Evan juga. Zia kembali menggeser ke kanan langkahnya begitu pun juga Evan.
"Zia," teriak Randi. Ia menarik Zia yang masih bertatapan dengan Evan. Hingga dimana Zia mengekor dan Evan masih setia menatap Zia yang pergi dengan Randi adiknya.
"Astaga, gue cari cari lo kemana aja sih?"
__ADS_1
"Lo nyariin gue, mau banget sih deket deket sama gue. Asal lo tau, gue di ujung kasur sana. Dan lo tau, gue ketemu temen kakak gue. Sebel banget, kalau gue ga ada di daftar nama ini. Gue pasti bakal cabut dari acara kaya beginian."
"Haah, gue pikir gue aja yang sebel nyariin lo ga ketemu. Dan mending kita ke tempat makan yuk! banyak makanan dan minuman mewah pastinya. Soalnya kalau acara tahunan gini elo enggak datang, udah pasti nyesel!" ungkap Randi.
Zia yang memang kali ini memang haus, ia meminta Randi untuk mengantarnya ke tempat minum. Namun kala Randi mengiyakan, matanya tertuju makanan dan desert indah yang cantik dan membuat pandangannya betah.
"Apa gue bilang, bagus kan. Nyesel loh kalau gak ke tempat kaya gini, tiap tahun aja jarang. Acara kaya gini tuh lima tahun sekali, koki dan semuanya mewah dan top nomor satu."
Zia kembali ingin mengambil minuman berwarna hijau, yang mungkin ia pikir ini adalah minuman sejenis orange atau rasa watermelon. Zia pun meraih namun seorang pelayan menyapanya.
"Apa anda ingin minum Coktail atau Mocktail Nona?"
"Yang gak bersoda apa ya?"
"Kemari nyonya. Yang anda ingin raih adalah sejenis Coctail dengan alkohol berkadar sedang dan tinggi. Tidak mabuk, tapi jika terus akan mabuk juga." tawa pelayan.
Zia menyesal, warna minuman yang cantik itu terlihat indah. Tidak seperti yang di tawarkan pelayan eropa yang jago berbahasa indonesia. Ia mengantar Zia ke gelas tinggi seperti sirup marjan berwarna merah dan hijau. Bahkan orange pun ada, tidak terlihat cantik tapi jelas tanpa alkohol, bebas di minum beberapa kali.
"Lo kenapa, pengen nyicipin minuman sebelah kiri ya?"
"Iya, keliatannya enak. Design aneka hiasannya aja bikin ngiler. Lah model ini! cuma gelas doang. Kaya emak gue bikin kalau di rumah ini, beda model gelasnya aja ramping bening." ungkap Zia dengan kecewa.
"Sini, gue mau bawa Lo buat nyicipin, tapi cuma sehirup. Ga boleh berkali kali!" Zia mengangguk bagai anak sd yang merengek minta permen.
"Ini namanya The Wakey. Minuman dari asal nevada ada campuran Vodka, tomat, saus, sayur dan daging babi serta sandwich keju di atas bibir gelasnya."
"Haah, namanya aneh. Tampilannya oke banget ya. Tapi pake acara saos, apa rasanya enak?"
"Bagi gue kalau buat Lo, gak cocok di lidah lo Zia. Mau nyoba biar gak penasaran?" ungkap Randi dan Zia tak jadi meraihnya.
"Haaah, nyesel di jelasin bikin gue gak mood minumnya." lirih Zia.
__ADS_1
"Yang ini namanya Cocktail Susu Onta." Senyum Randi, membuat Zia menelan saliva.
"Susu Onta, ada alkoholnya. Sejenis apa Randi?"
"Dikit, coba aja. Kaya jus kok, enggak memabukan. Tapi kalau Lo alergi jangan!" senyum Randi yang meneguk habis Coctail susu Onta, sehingga membuat Zia yang meraih dan mencium aroma susu sedikit mual.
"Uuuueek! Gue ga jadi minum." Zia pergi dan menghabiskan minuman Mocktail berwarna hijau segar, di sebelah kanan. Sehingga Randi melihat Ekspresi Zia sedikit aneh. Tidak biasanya hari ini Zia selalu mual.
"Lo jangan lama lama deh, selepas ini kita pulang. Lo pasti telat makan, sama tadi juga kayaknya kehujanan kan?" Randi mengeluarkan jasnya untuk menutupi pundak Zia.
Zia yang memang lemas, ia duduk dan merasa pusing. Lalu duduk melihat acara yang telah di mulai. Zia memakai masker payet berwarna navy, ia mengoles minyak kayu putih aroma theraphy. Sehingga mual dan pusingnya sedikit hilang.
'Enggak biasanya. Gue selalu suka susu. Tapi kenapa nyium sedikit aja gue beneran mual ya. Aneh banget, gak ada yang beres sama gue. Dua hal yang bikin gue muntah gak jadi, Dekat sama Evan dan bau Susu.' ungkap Zia masih melamun menyaksikan acara yang telah di mulai.
Randi di atas panggung, ia yang menjabat bersama Evan dengan Klien pak Frans. Tiba saja seorang Mc memanggil seorang arsitek ternama di balik kejayaan perusahaannya.
"Dengan banyaknya prestasi perusahan MPF, saya selaku general pemimpin di perusahaan. Ingin mengenalkan, arsitek terbaik saya yaitu. Eros Atmaja!" seorang Mc menyerahkan mic pada pak Frans.
Sebuah tepukan hangat banyaknya tamu, membuat mata Zia terpana. Benar saja mas Eros datang, pantas saja Sean sahabat ka Zalwa memperingatinya. Sehingga ia melirik seisi tamu, benar saja tepat di bagian depan sebelah kiri. Terlihat sang kakak sedang duduk dengan mengenakan gaun berwarna maroon.
Evan pun menyapa senyum, ia berjabat tangan dan tak lupa mengenalkan seseorang yang membuatnya berjasa juga di perusahaan.
Saling mengagungkan adalah ciri khas pertemuan acara beberapa kantor di gedung hotel mewah bintang lima.
"Mengingat pertemuan kali ini, pak Frans mempunyai seseorang yang berharga bagi perusahaan. Saya juga punya kesamaan, bedanya dia seorang wanita. Dia bekerja sama dengan Randi Sanders tapi dia seorang wanita, namanya adalah Zia Tusabhina. Zia, kemarilah ikut bergabung pada kami!" ungkap Evan senyum dari jauh.
Zia ikut terkejut, bukan main melihat ekpresi Eros yang mungkin terlihat penasaran dengan nama yang mirip sang istri. Ia menatap dan mencari di mana wanita yang di panggil pak Evan Sanders.
Zia berdiri, sorot lampu begitu saja menunjuk pada dirinya. Sehingga tampak jelas semua orang memandang Zia dengan sorak dan tepukan hangat. Zia semakin dekat melangkah dan turun, namun seseorang meminta Zia menahan untuk tidak turun.
To Be Continue!
__ADS_1