
"Aku harus pulang, pak Evan buka kuncinya. Saya harus keluar dari mobil ini! Jika tidak semua akan panik tentangku,"
"Semua atau Randi?" ketus Evan tersenyum.
"Mau anda apa pak, bukankah anda seorang atasan yang berpengaruh. Bagaimana bisa saya ada dalam bagian bapak. Apa kata orang pak?"
"Kenapa perduli dengan orang. Zia? Aku tau, pria bernama Eros adalah pria masa lalumu kan. Bekerja pada cabang MPF perusahan XC Lulus tahun 1987 gelar insinyur di usia muda, telah lulus dalam jurusan tekhnik. Luar biasa, meminang kekasih yang telah menjalin hubungan selama enam tahun dan menikah dengan Zalwa Tusabina. By the way. Sudah di cicipi Eros?" lirih Evan memutar tubuh Zia yang berdiri mematung. Namun di dorong kedalam mobil dan Evan berhasil menguncinya.
"Cukup pak jaga sikap bapak. Meski saya telah berpacaran lama dengan Eros, tapi bapak tidak tau tentang saya. Saya ingin keluar, cepat buka mobilnya!" teriak Zia.
"Hahaaa. Zia , untuk apa kamu mengelak. Apa kamu hamil? buktinya mual kamu sudah berkurang jika aku dekat bukan?"
Zia hanya menatap kesal, sangat mudah bagi Evan Sanders untuk mengetahui dirinya. Selengkap itu Evan menginterogasi, detektif mana yang membocorkan informasiku. Ingin sekali bagi Zia untuk merobeknya.
CKCKCKCK!! ZIA BERUSAHA MEMBUKA PINTU MOBIL YANG DI KUNCI DARI DALAM.
Saat itu aku ingin sekali berdamai dengan Randi! tapi mengingat dia adalah anak dari wanita yang menyakiti ibuku. Apa mungkin aku harus diam juga? lirih Evan seolah membutuhkan sandaran untuk menceritakan kisahnya. Zia begitu tersentak, ia cukup bingung akan sikap Evan saat ini. Saat ia berusaha membuka pintu, namun ia berbalik badan menoleh ke arah Evan.
"Pak, itu masalah anda. Urusan anda saat ini adalah, buka pintunya!" teriak Zia.
"Aku akan buka, setelah kamu mendengarkan!"
"Pak, anda akan menikah dengan mbak Wita. Tolong jangan bawa aku dan namaku lagi. Aku capek pak, please! Tolong hargai privasi aku, masalahku bukan masalah bapak. And vice versa You ..," Dan sebaliknya Zia menekan untuk menyelesaikan masalahnya masing masing. Tidak perlu ikut campur.
"Ikut aku Zia!" Evan senyum miring, lalu menyalakan pedal rem dan berjalan dengan kecepatan tinggi. Membuat Zia menutup mata dan berpegangan erat.
Astaga, andai aku tidak berpisah dengan Randi! ungkap kekesalan Zia saat ini menekan dadanya yang sakit.
***
BERBEDA HAL DENGAN HALWA DAN EROS.
__ADS_1
Eros menanyakan arti sebuah foto, dairy pink yang ia temukan terbuka. Dan satu surat yang membuat Eros semakin sakit, ia berharap perkataan istrinya kelak ketika ia jujur adalah tidak benar.
"Wa, jelasin semuanya?"
"Aku gak ngerti sama kamu mas, apa maksud kamu?" huhuu tangis Halwa dan lemas pingsan.
Eros yang semakin frustasi. Ia membawa Halwa ke kamarnya. Saat ini mereka pulang kerumah orangtua Eros. Eros tak ingin emosinya meledak, sehingga ia membawa istrinya ke rumah orangtuanya selama beberapa saat.
'Maafkan aku mas, aku berpura pingsan karna tak sanggup mengatakan segala pertanyaanmu. Aku takut kehilanganmu.' batin Halwa palsu yang di baringkan di sofa bed.
Brak! Pintu dapur Eros mengambil sebuah minuman alkohol yang selalu ia sembunyikan, ia akan meminumnya beberapa gelas ketika penat dan stres.
"Kenapa Ros, kalian ribut lagi, hah? Dan apa yang sedang kalian coba lakukan?" pekik seorang pria tua yang nampak membelalak kaget. Yaitu pak Sutejo yang mengaduk teh pait.
Eros langsung menoleh bersamaan menatap pria tua itu.
Mama Rita langsung terdiam menatap Eros sang anak, sedangkan pak Sutejo langsung tertawa sinis melihat anaknya itu. 'Setiap Eros stres, ia selalu membungkam dan menyimpannya Bu. Jadi hal terbaik adalah mendiamkan istrinya dan membawanya kemari. Benarkan bu?'
Pak Sutejo dan mama Rita hanya saling memandang, meski ia merasa hal tersulit yang Eros hadapi saat ini.
"Anak itu, masih sama saja seperti kamu pah." sindir karna satu gen yang sama, sifat Eros tak jauh beda dengan suaminya.
"Tapi aku tidak sekeras anak itu mah!" elak pak Sutejo.
Eros di loteng, ia menatap langit dan mengingat saat mereka akan pulang dari pesta itu. Ia bersembunyi di bilah tiang, saat ingin mengambil sesuatu di dalam mobilnya. Tak sengaja ia melihat sang istri yang pamit ke toilet ternyata ada tak jauh dari pandangannya.
"Kau tau, Halwa! Aku benci wanita yang sok suci sepertimu! Kau!" Eros menunjuk tepat ke dada Halwa sebelum ia menoleh dan menunjuk ke arah wanita mirip istrinya.
"Dan juga kau! Aku membenci kalian berdua!" tutup Eros menunjuk ke arah Zia, sebelum ia menyambar kunci mobil, namun saat itu terlihat Evan datang menarik Zia dan berkata jika ia adalah tunangannya.
Cukup lama Eros hanya terdiam sambil menatap pintu loby, yang sudah tertutup itu sebelum ia melirik kesal pada tatapan istrinya yang berbicara dengan wanita satu panggung. Wanita itu benar mirip dan bernama Zia setelah melepas maskernya.
__ADS_1
"Puas kau, Kak? Puas kau menyiksaku seperti ini?" geram Zia kesal kala berdebat, meminta Zalwa untuk tidak mencurigainya. Sementara Eros memandang aksi mereka.
"Menyiksa? Aku tidak pernah menyiksamu, Zia! Aku memberi penawaran dan kau menerimanya. Semua karna kamu juga! Jadi lakukan saja tugasmu dengan baik atau kamu akan menyakiti hati ibu!"
Eros langsung menganga mendengarnya. Apa yang ia lihat dan dengar. Foto dan Dairy yang ia temukan adalah milik Halwa asli kekasihnya. Betapa kecewanya pikirannya saat ini, Halwa tak pernah berbicara jika ia mempunyai kembaran. Dan tak perlu di tebak lagi, jika ia menikahi Halwa palsu.
"Keluarga macam apa kalian, kenapa kamu lakukan ini Halwa!" teriak Eros melempar gelas dan meninju tangannya ke arah dinding tembok. Mungkin dari lantai bawah akan terdengar kala Eros sedang berteriak dan melukainya. Karna loteng itu tepat di atas kamarnya, ada anak tangga yang langsung menyambung jendela balkon kamar Eros.
Eros pun melangkah mendekati Halwa dan langsung mencengkram lengan istrinya itu dengan kasar.
"Kau tau aku sudah muak mendengar keributan yang kau buat, malam ini aku mendengar semuanya Halwa! Kau sadar kan kalau bukan hanya kau yang tinggal di rumah ini, hah? Kau benar benar harus diberi pelajaran agar kau berpikir ribuan kali sebelum membuat keributan seperti ini lagi!" jelas Eros.
Halwa terdiam dalam batinnya, ia yakin prilaku Eros yang kasar ini karena pengaruh alkohol. Ia yakin jika yang Eros lihat tadi, tidak semua di dengar.
"Mas, kamu harus sadar. Aku istrimu Halwa, kamu kenapa mas?"
Tanpa memperdulikan perkataan Halwa. Eros langsung menarik kasar Halwa sampai ke kolam renang yang berada di belakang rumah. Dan Halwa pun sontak mengikutinya dengan ketakutan dan berteriak pada mertuanya.
"Lepaskan aku, Mas! Kau mau apa?" Halwa terus meronta namun kakinya terpaksa mengikuti langkah Eros sampai ke kolam renang.
"Bukankah sudah kubilang aku akan memberimu pelajaran, Halwa katakan semuanya! Ini adalah hukuman dari sikapmu yang berpura pura.
Tanpa belas kasihan, Eros pun hampir menghempaskan kasar tubuh Halwa sampai tercebur. Namun aksi itu berhasil di cegah oleh pak Sutejo.
"Eros, sadar nak! Istrimu sedang hamil, mengandung buah hati kalian dan cucu kami. Jika ada masalah bicarakanlah!" teriak naik satu oktaf melihat anaknya bersikap kasar.
"Nak, ada apa denganmu. Tidak biasanya kamu berlaku seperti ini. Kita bicara baik baik setelah semua tenang ya!" ucap mama Rita memeluk Halwa menantunya yang menangis ketakutan.
To Be Continue!!
GIMANA REAKSI BAB KALI INI? JEJAK YUKS!
__ADS_1