Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 12 - Sinetron


__ADS_3

Untuk sejenak Rafa dan Nara saling terdiam sembari menikmati alunan musik dari lagu My Love dari Westlife yang terbilang sangat romantis.


Hingga Nara tak sadar bahwa dirinya yang saat ini sedang memejamkan matanya sembari menyederkan tubuhnya di dinding balkon itu sedang menyunggingkan senyuman di wajahnya yang cantik dengan perlahan karena terbawa suasana dari lagu My Love dari Westlife yang sangat romantis.


Rafa yang semula menutup kedua matanya kini Rafa membuka kedua matanya kembali untuk melihat wajah istri kecilnya. Ketika melihat ke arah wajah istrinya yang sedang menyunggingkan senyuman di wajahnya dengan perlahan Rafa pun menjadi sedikit terkejut.


"Pantes dia senyum-senyum sendiri, orang lagunya romantis banget kayak gini. Apa dia mengkoleksi semua lagu-lagu romantis dari Westlife di playsit musiknya?" batin Rafa sembari mentap lekat ke arah wajah istri kecilnya.


"Romansu. Uesuto raifu no romanchikkuna kyoku o mō 1-kyoku saisei suru hitsuyō ga aru yōdesu (Romantisnya. Sepertinya aku harus memutar lagu romantis dari Westlife yang lain)" batin Nara sembari menikmati alunan musik lagu My Love dari Westlife.


Nara yang sudah lelah memejamkan kedua matanya pun langsung membuka kembali kedua matanya. Nara sangat terkejut ketika melihat wajah tampan milik suami kecilnya yang sedang menatap dengan lekat ke arah wajahnya.


"Etto, kare no nani ga warui no? Naze kare wa sonoyōni watashi o mite iru nodesu ka? Kare wa emono o tabeyou to shite iru raion no yōdeshita (Hah, dia ini kenapa juga sih? Kenapa dia menatapku seperti itu? Dia seperti singa yang sedang ingin memangsa mangsanya)" batin Nara sembari menatap ke arah wajah tampan milik suami kecilnya dengan lekat.


Untuk beberapa saat Nara dan Rafa saling menatap wajah salah satu di antara mereka dengan lekatnya. Nara dan Rafa bahkan tidak sadar jika jarak mereka saat ini hanya tinggal beberapa centi menter saja.


Hingga pada akhirnya Nara yang mengakhiri tatapan lekat di antara dirinya dan juga suami kecilnya. Nara pun memutuskan untuk mengganti musik yang sedang di putarnya dari lagu My Love ke lagu I Lay My Love On You yang masih lagu dari Westlife.


Just a smile and the rain is gone 


Senyum saja dan hujan reda 


Can hardly believe it (yeah) 


Sulit dipercaya (ya) 


There's an angel standing next to me 


Ada malaikat berdiri di sampingku 


Reaching for my heart


Meraih hatiku


Just a smile and there's no way back


Hanya senyuman dan tidak ada jalan kembali


Can hardly believe it (yeah) 


Sulit dipercaya (ya) 


But there's an angel and she's calling me 


Tapi ada malaikat dan dia memanggilku


Reaching for my heart


Meraih hatiku


I know, that I'll be ok now


Saya tahu, bahwa saya akan baik-baik saja sekarang 


This time it's real


Kali ini nyata


I lay my love on you


Aku memberikan cintaku padamu 


It's all I want to do


Hanya itu yang ingin saya lakukan


Every time I breathe I feel brand new


Setiap kali saya bernapas, saya merasa baru


You open up my heart 


Anda membuka hati saya


Show me all your love, and walk right through


Tunjukkan padaku semua cintamu, dan berjalanlah 


As I lay my love on you


Saat aku memberikan cintaku padamu


I was lost in a lonely place


Saya tersesat di tempat yang sepi


Could hardly believe it (yeah) 


Hampir tidak bisa mempercayainya (ya) 


Holding on to yesterdays


Berpegang pada hari kemarin


Far, far too long


Jauh, terlalu lama


Now I believe it's okay cause


Sekarang saya percaya itu tidak masalah


This time it's real


Kali ini nyata


I lay my love on you


Aku memberikan cintaku padamu 


It's all I want to do


Hanya itu yang ingin saya lakukan


Every time I breathe I feel brand new 


Setiap kali saya bernapas, saya merasa baru

__ADS_1


You open up my heart


Anda membuka hati saya


Show me all your love, and walk right through 


Tunjukkan padaku semua cintamu, dan berjalanlah 


As I lay my love on you


Saat aku memberikan cintaku padamu


I never knew that love could feel so good


Saya tidak pernah tahu bahwa cinta bisa terasa begitu baik


Like a once in a lifetime


Seperti sekali seumur hidup


You change my world


Anda mengubah dunia saya


I lay my love on you'.


Aku memberikan cintaku padamu '.


Nara dan Rafa sama-sama menikmati alunan musik dari lagu I Lay My Love On You dari Westlife yang sangat romantis.


Dengan kedua matanya yang terpejam dan jari-jari tangannya yang sedikit bergerak Nara begitu menikmati lagu I Lay My Love On You ini.


Tring


Tiba-tiba sebuah pesan yang masuk dari aplikasi WhatsApp yang ada di ponsel milIk Nara mengacaukan momen romantis Nara dan Rafa yang sedang memakai headset di telinga mereka dengan sebelah saja.


"Hah, siapa sih yang mengirim pesan? Mengganggu saja. Apakah dia tidak tahu aku sedang melakukan PDKT secara halus? Jika bertemu orangnya akan aku tenggelamkan ke dalam laut" gerutu Rafa dengan kesal di dalam hatinya karena mendengar suara notifikasi pesan WhatsApp yang masuk di ponsel milik Nara.


Karena terdengar suara notifikasi pesan WhatsApp yang masuk di ponselnya melalui headset sehingga musik yang tadinya sedang di putar menjadi berhenti sejenak, Nara pun akhirnya segera membuka ponselnya untuk membuka aplikasi WhatsApp yang ada di ponsel miliknya.


"Dare ga messēji o okutta nodesu ka? Messēji o okutta no wa Ainadeshita ka? (Siapa yang mengirim pesan? Apakah itu Aina yang mengirim pesan?)" batin Nara sembari membuka aplikasi WhatsApp yang ada di ponselnya.


Ketika Nara membuka aplikasi WhatsApp untuk membuka pesan yang masuk, pada saat itu Nara sangat terkejut karena yang mengirim pesan padanya bukanlah Aina, sahabat sejatinya melainkan adalah sang Mama mertua.


Mama Rania


"Hello dear. Now it's time for lunch. Go downstairs immediately and don't forget to take your husband too. Mama, Papa, Rafi, and Rai are waiting for your arrival in the dining room, okay (Halo sayang. Sekarang sudah waktunya untuk makan siang. Segeralah turun ke lantai bawah dan jangan lupa ajak suamimu juga. Mama, Papa, Rafi, dan Rai menunggu kedatangan kalian di ruang makan, oke)"


Narahita


"Hello too Ma. We'll be downstairs soon (Halo juga Ma. Kami akan segera turun ke lantai bawah)"


Rafa yang sedari tadi menahan rasa penasarannya pun sekarang tidak bisa membendung lagi rasa penasarannya. Dengan spontan Rafa pun bertanya mengenai siapa yang mengirim pesan tersebut kepada istri kecilnya.


"Dare ga messēji o okutta nodesu ka? Soshite, messēji wa nanidesu ka? (Siapa yang mengirim pesan tadi? Dan apa juga isi pesannya?)" tanya Rafa dengan spontan kepada istri kecilnya.


"Mama rania ga messēji o okutta. Mamarania wa ranchi no jikan ni narimashita. Mama, papa, rafi, rai ga watashitachi o matte irunode, sugu ni iku hitsuyō ga aru to iimashita (Mama Rania yang mengirim pesannya. Dan Mama Rania bilang bahwa sekarang sudah waktunya untuk makan siang dan kita harus segera kesana karena Mama, Papa, Rafi, dan Rai telah menunggu kita)" ucap Nara sembari menunjukkan isi percakapannya dengan sang Mama mertua.


"Apa? Kenapa justru Mama yang mengacaukan momen romantis kami tadi? Kenapa harus Mama? Kenapaaaa?" teriak Rafa tanpa bersuara di dalam hatinya.


"Shitagatte, watashitachi wa karera ni sugu ni awanakereba narimasen. Karera wa watashitachi no tōchaku o matte irukaradesu (Maka dari itu kita harus cepat menemui mereka. Karena mereka itu akan menunggu kedatangan kita)" ucap Nara sembari mematikan musik dari aplikasi Spotify miliknya dan juga memutus sambungan bluetoth di antara ponsel dan headset milik suami kecilnya.


"Heddo setto o kashite kurete arigatō (Terima kasih atas pinjaman headsetnya" ucap Nara sembari menaruh headset milik suami kecilnya di atas paha suami kecilnya.


Setelah itu Nara langsung beranjak berdiri dari duduknya. Dan Nara langsung bergegas berjalan keluar dari balkon yang ada di kamarnya dan kamar suami kecilnya juga menuju ke arah ruang makan.


Sebelum menuju ke arah ruang makan, Nara menaruh ponselnya di atas meja belajarnya yang bernuansakan warna pink putih dengan keadaan sedang di isi daya.


Rafa yang melihat istri kecilnya pergi meninggalkannya menuju ke arah ruang makan pun langsung mengikuti langkah istri kecilnya.


Sebelum menuju ke arah ruang makan, tak lupa untuk Rafa menaruh kembali laptop dan headset miliknya di atas meja belajarnya yang bernuansakan warna abu-abu.


Ceklek


Nara dan Rafa segera berjalan keluar dari kamar mereka menuju ke arah ruang makan dengan posisi Nara berada di depan dan Rafa berada di belakang.


Perlahan namun pasti Nara dan Rafa melangkahkan kakinya di anak tangga dengan menuruni anak tangga secara satu per satu hingga pada akhirnya Nara dan Rafa pun tiba di lantai dasar.


Setelah tiba di lantai dasar, Nara dan Rafa pun segera menuju ke arah ruang makan yang ada di dekat tangga yang mereka turuni tadi.


Sesampainya di sana, benar saja di sana sudah ada Raihan, Rania, Rafi, dan Raihana yang sedang menantikan kedatangan Nara dan Rafa.


"Hello Ma, Pa, Rafi, and Rai. Sorry for sure Mama, Papa, Rafi, and Rai have been waiting for Nara and Rafi's arrival for a long time (Halo Ma, Pa, Rafi, dan Rai. Maaf pasti Mama, Papa, Rafi, dan Rai sudah lama menunggu kedatangan Nara dan Rafi)" ucap Nara sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya.


"Hello too dear. Mama, Papa, Rafi, and Rai weren't long waiting for you guys (Halo juga sayang. Mama, Papa, Rafi, dan Rai tidak lama menunggu kedatangan kalian kok)" ucap Rania sembari membalas senyuman yang di sunggingkan oleh menantunya.


"Yes dear, your mother said right (Iya sayang, benar kata Mamamu)" ucap Raihan yang membenarkan perkataan sang istri.


"Come on, sit down dear. Standing too long can make you tired (Ayo duduklah sayang. Kelamaan berdiri bisa membuatmu lelah)" ucap Rania sembari menunjuk ke arah dua kursi kosong yang bersebelahan.


Nara dan Rafa pun segera menuju ke dua kursi kosong yang bersebelahan dan segera mendudukinya.


Sepertinya Ranialah biang dari adanya dua kursi kosong yang bersebelahan yang kini telah di duduki oleh Nara dan Rafa karena Rania diam-diam menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya yang cantik.


"Nah, kalian kan terlihat begitu manis ketika kalian duduk bersebelahan seperti ini. Ide seorang Mama memang tidak bisa di sangkal kejeniusannya. Karena Mama-mama selalu benar dan juga jenius" batin Rania sembari menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya secara perlahan.


Rafa yang melihat sang Mama yang sedang menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya pun menjadi geram dan gemas sendiri karena kelakuan sang Mama.


"Dasar Mama ini, sudah mengganggu proses PDKT ku secara halus kini Mama justru sengaja menyisakan dua kursi kosong yang bersebelahan. Aku memang senang akan ide Mama yang kedua ini. Tapi Rafa tetap geram dan gemas sendiri dengan Mama karena kelakuan Mama yang pertama tadi" gerutu Rafa sembari menatap wajah sang Mama dengan tatapan tajamnya.


Rania yang mendapatkan tatapan tajam dari putra pertamanya pun membalasnya dengan tatap muka tajam yang di lontarkannya kepada putra pertamanya.


Raihan yang menyadari suasana di antara istri dan putra pertamanya yang sedang memanas pun langsung mengalihkan suasana agar tidak menjadi memanas, yaitu dengan menyuruh semua anggota keluarga Abayomi untuk segera menyatap makan siang masing-masing.


"Why are you quiet like this? Come on, let's eat lunch. And don't forget to read the prayer before eating (Kenapa diam seperti ini? Ayo segera di makan makan siangnya. Dan jangan lupa membaca doa sebelum makan ya)" ucap Raihan sembari menunjuk ke arah beberapa piring yang sudah di isi oleh nasi dan juga beberapa macam lauk pauk.


"Eat a lot. Especially for Nara. Your mother said you didn't have time for breakfast (Makan yang banyak ya. Apalagi buat Nara. Kata Mamamu kamu tadi belum sempat sarapan)" lanjut Raihan sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang tampan dengan perlahan.


"Ah, of course Pa (Ah, tentu saja Pa)" ucap Nara sembari tersenyum kikuk karena salah tingkah dengan ucapan sang Papa mertua yang terakhir.


"Yoru osoku okitara chōshoku wa dōshitara īdesu ka. Saiwaina koto ni, watashi no fukutsū wa modorimasendeshita. Demo gifu ga kore ni tsuite hanasu to totemo hazukashīdesu (Bagaimana mau sempat sarapan jika akunya saja bangun dengan kesiangan. Untung saja sakit maagku tidak kambuh. Namun sangat memalukan sekali ketika Papa mertuaku yang membahas hal ini)" batin Nara sembari tersenyum kikuk.


Raihan, Rania, Rafa, Nara, Rafi, dan Raihana mulai menyantap hidangan makan siang masing-masing. Sebelum makan Raihan, Rania, Rafa, Nara, Rafi, dan Raihana sudah mengucapkan doa sebelum makan dalam agama Islam di dalam hati mereka.


Tiada yang bersuara ketika sedang makan. Karena dalam dunia medis berbicara ketika makan bisa menyebabkan kita tersedak. Namun sebaliknya dalam sudut pandang agama Islam, Rasulullah Saw menyarankan agar berbicara ketika makan karena bisa menambah keakraban di dalam keluarga.


Beberapa saat kemudian, Raihan, Rania, Rafa, Nara, Rafi, dan Raihana sudah selesai menyantap hidangan makan siang masing-masing.

__ADS_1


Suasana hening pun terpecah karena Rania pun membuka suaranya untuk berbicara kepada suami, kedua putra kembarnya, menantunya, dan juga putri bungsunya.


"Let's watch soap operas. But you go to the family room and watch soap operas first because Mama will wash the dishes before watching soap operas (Kita menonton sinetron yuk. Tapi kalian ke ruang keluarga dan menonton sinetron terlebih dahulu karena Mama akan menyuci piring dahulu sebelum menonton sinetron)" ucap Rania sembari beranjak berdiri dari duduknya.


Rania pun segera bergegas mengumpulkan piring-pring yang kotor untuk di cuci. Nara yang melihat sang Mama mertua yang sedang mengumpulkan piring pun segera beranjak berdiri dari duduknya dan segera menawarkan bantuan kepada sang Mama mertua.


"Want Nara to help Ma? (Mau Nara bantu Ma?)" tanya Nara sembari berjalan mendekati tubuh sang Mama mertua.


"Don't be dear. Mama can be alone. You should immediately catch up with Papa, Rafa, Rafi, and Rai who are walking toward the family room (Tidak usah sayang. Mama bisa sendiri. Sebaiknya kamu segera menyusul Papa, Rafa, Rafi, dan Rai yang sedang berjalan menuju ke ruang keluarga)" tolak Rania dengan halus sembari menunjuk ke arah Raihan, Rafa, Rafi, dan Raihana yang sedang berjalan ke ruang keluarga.


Nara merasa sangat tidak enak dengan sang Mama mertua yang tidak ingin di bantu olehnya. Sedari kecil Nara sudah di ajari mandiri oleh kedua orang tuanya dan juga oleh guru-guru yang ada di sekolahnya. Dan sedari kecil juga Nara sudah menjadi mandiri karena sewaktu Nara kecil Nara berada di jepang. Tapi karena itu mau sang Mama mertua Nara tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perkataan sang Mama mertua.


Nara pun berjalan menuju ke arah ruang keluarga dengan langkah yang sedikit gontai. Ketika sampai di sana, terlihatlah pemandangan Raihan, Rafa, Rafi, dan Raihana yang sedang duduk di atas sebuah karpet berwarna peach yang tebal. Nara pun langsung bergabung duduk di atas karpet berwarna peach yang tebal tersebut.


Tak berselang lama, Rania pun turut bergabung duduk di karpet berwarna pecah yang tebal tersebut bersama Raihan, Rafa, Nara, Rafi, dan Raihana.


Terlihatlah di layar televisi dengan channel televisi yang bernama Indosiar ini akan menayangkan sinetron yang berjudul 'Suara Hati Istri'. Dan soundtrack dari sinetron 'Suara Hati Istri' yang berjudul Hati Yang Kau Sakiti pun kini sedang di putar sebagai intro dari sinetron tersebut.


*RINGKASAN


LIRIK


DENGARKAN


ORANG LAIN JUGA MENELUSURI


Lirik


Jangan pernah katakan bahwa


Cintamu hanyalah untukku


Karna kini kau telah membaginya


Maafkan jika memang kini


Harus kutinggalkan dirimu


Karna hatiku selalu kau lukai


Tak ada lagi yang bisa ku


Lakukan tanpamu


Ku hanya bisa mengatakan


Apa yang kurasa


Ku menangis membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamanya, hoo-oo


Ku menangis melepaskan


Kepergian dirimu dari sisi hidupku


Harus selalu kau tau


Akulah hati yang telah kau sakiti


Maafkan jika memang kini


Harus kutinggalkan dirimu


Karna hatiku s'lalu kau lukai


Tak ada lagi yang bisa ku


Lakukan tanpamu


Ku hanya bisa mengatakan


Apa yang kurasa


Ku menangis membayangkan


Betapa kejamnya dirimu atas diriku


Kau duakan cinta ini


Kau pergi bersamanya


Hoo-oo-hoo


Ku menangis melepaskan


Kepergian dirimu dari sisi hidupku


Harus selalu kau tau


Akulah hati yang telah kau sakiti


Ku menangis


Haa-waa-aa


Harus selalu kau tahu


Akulah hati yang telah


Haa-aa


Kau sakiti*


Beberapa saat kemudian, televisi pun menampilkan adegan yang sangat menjengkelkan. Yaitu perselingkuhan suami di belakang istrinya yang kini di ketahui istrinya karena suami tersebut ingin menceraikan istrinya, namun dengan membawa wanita selingkuhannya.


"Jangan ceraikan aku mas. Aku mohon mas. Jangan ceraikan aku, ini demi anak kita. Dia masih terlalu kecil untuk merasakan kehilangan kasih sayang dari salah satu orang tuanya"


"Hah, kamu itu istri yang tidak berguna! Mulai hari ini kita bercerai!"


"Mas, kamu kejam banget ya sama aku. Kamu tega ceraikan aku demi wanita seperti itu. Kamu tidak memikirkan perasaanku dan perasaan anakmu juga"


Rania yang melihat adegan tersebut pun merasa geram sendiri. Bagaimana pun juga Rania adalah seorang istri dan juga seorang ibu. Mungkin jika adegan tersebut terjadi pada Rania, Rania akan melenyapkan mantan suami berserta wanita selingkuhannya juga.

__ADS_1


"You stupid man! A beautiful, solehah, and also kind wife you waste on getting such a trash woman! What a selfish man who is more concerned with himself than his wife and children. If that happens to me I will eliminate your ex-husband and the woman he is cheating on too! (Dasar lelaki bodoh! Istri cantik, solehah, dan juga baik hati kamu sia-siakan demi mendapatkan wanita sampah seperti itu! Dasar lelaki egois yang mementingkan dirinya dari pada istri dan anaknya. Kalau itu terjadi padaku akan ku lenyapkan mantan suamimu berserta wanita selingkuhannya juga!)" teriak Rania kepada pemeran laki-laki tersebut.


"Indoneshia no merodorama o miru no mo tanoshīdesu. Minagara, kyasuto ni mukatte sakebu koto mo dekimasu (Seru juga ya menonton sinetron indonesia. Sambil menonton juga bisa meneriaki pemerannya)" batin Nara sembari tersenyum.


__ADS_2