
Karena mendengar suara tangisan dan suara curahan hati para Mama-Mama, Rafa dan Nara pun menoleh ke arah belakang yang merupakan tempat di mana sang Mama dan sang Mama mertua mereka berada.
"Ya ampun, Mama dan Mama mertuaku kok sepertinya sedih sekali. Padahal ini adalah hari bahagia dan bersejarah untuk keluarga Yamada dan keluarga Abayomi, dan juga untuk anak dan menantu kalian juga. Lantas mengapa para Mama-Mama ini menangis dengan sesegukan?" batin Rafa sembari menatap lekat pada sang Mama dan sang Mama mertua yang sedang menangis dengan sesegukan dan saling berpelukan dengan sangat erat.
"Nara wa mama no yō ni kanashi sugimashita. Kyō, Nara wa Nara no tan'itsu no chii o tebanashi, tsuma ni naru tame ni kanojo no chii o kaemashita. Nara wa mama no hiza no ue de amayakasa retainoni (Nara juga sedih Ma, sama seperti Mama. Nara hari ini sudah melepas status lajang Nara dan berganti dengan status menjadi istri orang. Padahal Nara masih ingin bermanja di pangkuan Mama)" batin Nara sembari menatap dengan sangat lekat kepada sang Mama dan sang Mama mertua yang sedang menangis sesegukan sembari berpelukan dengan sangat erat.
Rafa menarik tangan Nara untuk mengikutinya bergeser mundur sedikit ke belakang. Dan Nara pun mengetahui kode dari laki-laki yang sudah berstatus sebagai suaminya, lebih tepatnya suami kecilnya.
"Okāsan, mō nakanaide. Nara to rafa wa koko Ma (Ma, sudahlah tidak usah menangis lagi. Nara dan Rafa ada di sini Ma)" ucap Nara sembari mengelus lembut punggung sang Mama dan sang Mama mertua secara bergantian.
Pada akhirnya karena elusan lembut yang menenangkan hati seorang Mama pun membuat Amaya menoleh ke arah Nara, putri bungsunya yang telah berstatus dari seorang gadis lajang kini menjadi seorang istri.
Amaya langsung memeluk tubuh putri bungsunya yang kini sudah berstatus menjadi seorang istri dengan sangat erat. Seolah apa pun tidak bisa merusak hubungan antara seorang Mama dan seorang anak.
"Watashi wa totemo kanashīnode, watashi no chīsana musume wa tsuma ni narimashita. Anata no sobo wa, mama ga anata no papa to kekkon shita toki ni naiteita. Soshite ima, okāsan wa anata no sobo ga kanjite iru koto o kanjite imasu. Atode anata wa anata ga musume o motte iru toki ni sore o kanjirudeshou, soshite sorekara kanojo wa dare ka no tsuma ni narimashita (Mama sedih sekali putri kecil mama sekarang sudah menjadi seorang istri. Dulu nenekmu menangis ketika mama menikah dengan papamu. Dan kini mama merasakan apa yang nenekmu rasakan. Nanti kamu akan merasakannya ketika kamu mempunyai seorang putri lalu dia sudah menjadi istri orang)" ucap Amaya sembari memeluk putri bungsunya dengan sesekali meneteskan air matanya.
"Kare to kodomo ga iru kanōsei wa arimasu ka? Watashi no chīsana musume ga kanojo no tan'itsu no sutētasu o akirameta toki sore ga dorehodo kanashikatta ka sōzō dekimasu. Kitto kon'na kanashī koto de namida o gamandekinai (Apakah mungkin aku mempunyai anak bersamanya? Aku bisa membayangkan betapa sedihnya ketika putri kecilku melepas status lajangnya. Pasti aku tidak bisa lagi untuk menahan air mataku untuk hal yang sangat menyedihkan)" batin Nara sembari menahan air matanya agar tidak keluar dari pelupuk matanya.
Seorang Mama mana yang tidak menangis ketika putri kecilnya sudah di persunting oleh seorang laki-laki dan sudah berganti statusnya dari seorang gadis lajang menjadi seorang istri. Pastinya Mama mana pun akan menangis ketika putri kecilnya sudah melepas masa lajangnya.
"Mama, watashi wa itsumo anata no kokoronouchi ni imasu. Mō nakanaide. Yamada ke to aba yomi-ka no rekishi-tekina hidakara (Ma, aku akan selalu ada di hati mama. Janganlah menangis lagi ma. Karena ini hari bersejarah bagi keluarga Yamada dan keluarga Abayomi)" ucap Nara dengan mata yang berkaca-kaca sembari menghapus air mata yang mengalir di wajah cantik milik sang Mama.
"Hah, siapa sih yang menaruh setumpukan bawang di sini? Kenapa rasanya mataku sangat perih sekali. Aku rasanya ingin mengeluarkan air mataku karena adegan yang sangat mengharukan di depan mataku sendiri!" batin Rafa sembari mengucek matanya agar bisa membendung air matanya agar tidak keluar dari pelupuk matanya.
Sementara itu Rania langsung menarik sang suami untuk menjadi tempat bersandarnya saat ini. Raihan yang tahu akan kode dari sang istri pun langsung memeluk tubuh sang istri dengan eratnya. Rania pun akhirnya menangis dengan sesegukan di pelukan sang suami.
"Huhuhu, Mama really did not expect that our first son would finally become a husband at a very young age. Rafa now has his own responsibilities. Mama will miss Rafa's childhood. But Mama is also happy with the arrival of our son-in-law who is part of the Abayomi family (Huhuhu, Mama sangat tidak menyangka akhirnya putra pertama kita sudah menjadi seorang suami di usianya yang sangat muda. Rafa sekarang sudah punya tanggung jawabnya sendiri. Mama nanti akan merindukan masa-masa kecil Rafa. Tapi Mama juga bahagia dengan kedatangan menantu kita yang menjadi bagian dari keluarga Abayomi)" ucap Rania sembari menangis sesegukan di dalam pelukan sang suami.
"Let go of all the sadness Ma. Make Papa your place to lean on when Mama is sad (Lepaskanlah semua kesedihan Ma. Jadikan Papa sebagai tempat bersandarmu di kala Mama sedang bersedih)" ucap Raihan sembari memeluk erat tubuh sang istri.
Sementara itu, Rafa, Rafi, dan Raihana yang menjadi penonton dari adegan romantis yang di mainkan oleh kedua orang tuanya pun mulai berekspetasi di dalam pikiran mereka masing-masing tentang kehidupan percintaan mereka.
"Romantisnya Papa dan Mama walaupun Papa dan Mama bukan pengantin baru lagi. Lah, aku dan Nara yang pengantin baru tapi masih pelajar bisakah melakukan hal-hal romantis? Kenapa rasanya jiwaku yang tidak pernah di isi oleh seorang gadis meronta-ronta untuk melakukan hal-hal romantis dengan Nara yang sudah berstatus menjadi istri kecilku?" batin Rafa sembari menetralkan gejolak-gejolak yang muncul di dalam hatinya.
"Aku Muhammad Rafirdhan Abayomi sebagai laki-laki tampan yang banyak di idolakan oleh para gadis-gadis namun masih jomblo ini menginginkan kasih sayang dari seorang gadis. Hah, betapa enaknya hidup Mama dan Papa serta Kak Rafa dan Kak Nara yang sudah menikah. Mau yang lebih dari pelukan pun tidak papa karena sudah halal. Lah, aku kapan bisa ngehalalin seorang gadis kalau pacaran aja nggak pernah?" batin Rafi yang jiwa kejombloannya sedang sangat terombang-ambing karena melihat adegan romantis yang di perankan oleh kedua orang tuanya sendiri.
__ADS_1
"Ah, Mama dan Papa ini menodai mataku yang masih suci. Tapi melihat kenyataannya memang lebih memuaskan dari pada hanya membayangkan dari deskripsi yang ada di novel-novel. Akankah kisah cintaku nanti seromantis kisah cinta Papa dan Mama yang romantisnya tak di makan oleh berjalannya waktu? Aku akan menunggu sampai waktu yang tepat menjemputku untuk aku melepas status gadis lajangku berganti menjadi seorang istri yang akan memulai kisah cintaku" batin Raihana sembari tersenyum senang membayangkan kapan hari yang dia sangat nantikan akan datang menghampirinya.
Sementara itu Nara yang baru saja melepaskan pelukan yang menyiratkan betapa besar rasa cinta di antara Nara dan sang Mama pun di buat terngaga oleh tingkah laku kedua Papa dan Mama mertuanya yang tentu saja membuat jiwa Nara menginginkan perlakuan serupa dengan yang di lakukan oleh sang Papa dan Mama mertua.
"Shōsetsuka ga kaita setsumei kara kono yōna mono o sōzō suru dake de, tokuni kono yō ni chokusetsu miru to, sore ga hoshiku narimasu. Otokonoko kara romanchikkuna atsukai o uketakunai on'nanoko wa daredesu ka? Tabun kore wa dōsei ga sukinahito ni nomi tekiyō sa remasu (Membayangkan hal seperti ini dari deskripsi yang di tuliskan oleh penulis novel saja sudah membuatku mengiginkannya, apalagi jika melihat secara langsung seperti ini. Siapa gadis yang tidak ingin mendapatkan perlakuan romantis dari seorang laki-laki? Mungkin ini hanya berlaku untuk mereka yang menyukai sesama jenis)" batin Nara sembari menetralkan gejolak-gejolak yang muncul di dalam hatinya.
"Em, what if we just snacked to get rid of our sadness today. Do you agree? (Em, bagaimana jika kita mengemil saja untuk menghilangkan kesedihan kita hari ini. Apakah kalian setuju?)" tanya Naoki kepada Amaya, Nandito, Nara, Rafa, Raihan, Rania, Rafi, dan Raihana karena pak penghulu dan para saksi tadi sudah pulang dari rumah keluarga Yamada.
"Ah, good idea Naoki (Ah, ide yang bagus Naoki)" ucap Raihan yang memuji ide dari sahabatnya tersebut.
Naoki pun berjalan menuju lemari es untuk mengambil berbagai macam camilan untuk seluruh orang yang ada di ruang keluarga. Dan beberapa saat kemudian, Naoki membawa berbagai macam camilan untuk seluruh orang yang berada di ruang keluarga tak lupa dengan minumannya juga.
"Tara, please eat the snack and drink the drink to get rid of our sadness and increase our energy (Tara, silahkan di makan camilannya dan minumannya juga di minum untuk menghilangkan kesedihan kita dan menambah energi kita)" ucap Naoki yang menaruh beberapa camilan dan beberapa minuman di atas meja yang ada di ruang keluarga sembari tersenyum lembut kepada setiap orang yang ada di ruang keluarga.
"Thanks Naoki. You always know what's best for all of us (Terima kasih Naoki. Kamu selalu tahu yang terbaik untuk kita semua)" ucap Rania sembari tertawa kecil di akhir kalimatnya.
Dan Naoki pun hanya membalas ucapan besannya yang satu ini dengan sebuah senyuman yang tersungging di wajahnya.
Suasana di ruang keluarga yang ada di rumah keluarga Yamada pun mendadak sunyi dan sepi karena semua orang sekarang sedang mengemil untuk mengembalikan energi mereka yang hilang karena terlarut di dalam kesedihan.
"Nara" panggil Raihan kepada Nara yang sudah resmi berstatus sebagai menantunya.
"Yes Papa. What is wrong? (Ya Papa. Ada apa?)" ucap Nara kepada sang Papa mertuanya dengan sangat lembut.
"Papa has enrolled you in the International Senior High School. And you are also in the same class as Rafa, even you will become bench mates later (Papa sudah mendaftarkanmu di sekolah Internasional Senior High School. Dan kamu juga sekelas dengan Rafa, bahkan kalian juga akan menjadi teman satu bangku nantinya)" ucap Raihan sembari menyunggingkan senyuman bahagia di wajahnya.
"Apa! Dasar papa ini suka sekali membuatku tersiksa dengan hadirnya Nara sebagai teman sebangku. Kalau sekolah punya sendiri kan mudah banget buat menjadikan aku dan Nara sebagai teman sebangku. Dan parahnya bangku di sebelahku memang sedang kosong karena Vino baru saja pindah sekolah" batin Rafa yang merutuki keputusan sang Papa dalam menjadikannya dan istrinya sebagai teman sebangku.
"Ā, anata wa gifudesu. Naze watashi wa watashi no otto no dōhōdenakereba naranai nodesu ka? Kore wa, kūfuku no raion ga wani no ori ni hairu toki ni, ori no naka ni hairu namaedesu. (Hah, dasar papa mertua. Kenapa aku harus menjadi teman sebangku suamiku sendiri. Ini namanya masuk kandang singa yang lapar pas keluarnya masuk ke kandang buaya)" batin Nara sembari menahan kegeramannya kepada sang Papa mertua agar tidak keluar dari mulutnya sendiri.
"Ah, okay Papa (Ah, baiklah Papa)" jawab Nara sembari menyunggingkan senyuman lebar di wajahnya yang cantik.
"Apa! Bagaimana bisa dia tersenyum setelah mendengarkan pernyataan dari Papa tadi? Jelas-jelas saja aku tidak bisa tersenyum lebar seperti Nara yang tampaknya seperti anak kecil yang tanpa beban hidup. Aku malah memasang wajah datarku setiap saat dan di mana pun aku berada" batin Rafa sembari menatap istri kecilnya dengan tatapan yang menyiratkan ketidakpercayaan.
"*Hahaha, koreha watashinojinsei to watashi no mondai no subete no futan o kakusu koto ga dekiru yō ni mieru egaodesu (Hahaha, inilah sebuah senyuman yang tampaknya bisa menyembunyikan seluruh beban hidup dan masalahku)" batin Nara masih dengan sembar*i tersenyum menyunggingkan senyuman lebar di wajahnya yang cantik.
__ADS_1
"Rafa, Rafi" panggil Raihan kepada kedua putra kembarnya tersebut.
"Yes Pa (Iya Pa)" jawab Rafa dan Rafi secara bersamaan.
"Papa has a present for your 17th birthday today (Papa punya hadiah untuk ulang tahun kalian yang ke 17 tahun hari ini)" ucap Raihan kepada kedua putra kembarnya dengan sedikit membuat misteri agar kedua putra kembarnya menjadi sedikit penasaran.
Baru saja Rafa akan bersuara untuk bertanya mengenai hal yang di maksud sang Papa tadi, namun sang Papa mertua sudah lebih dahulu berbicara dari pada dirinya membuat Rafa mengurungkan niatnya.
"Wow, apparently Rafa and Rafi are having their birthdays right now. Happy 17th birthday (Wah, rupanya Rafa dan Rafi sekarang sedang berulang tahun ya. Selamat ulang tahun yang ke 17 tahun)" ucap Naoki sembari tersenyum senang menatap ke arah wajah Rafa dan Rafi secara bergantian.
"Thank you Pa (Terima kasih Pa)" ucap Rafa yang mewakili dirinya dan adik kembarnya juga dengan sebuah senyuman kecil yang tersungging di wajahnya yang tampan.
Dan Naoki pun hanya merespon ucapan sang menantu dengan sebuah anggukan kecil dari kepalanya.
"Oh yes Rafa, Rafi, are you curious about the gift Papa will give you? (Oh ya Rafa, Rafi, apakah kalian penasaran dengan hadiah yang akan Papa berikan kepada kalian?)" tanya Raihan kepada kedua putra kembarnya dengan nada yang di buat semenggoda mungkin.
Rafa dan Rafi pun hanya membalas ucapan sang Papa dengan sebuah anggukan kecil dari kepala mereka masing-masing.
Raihan pun mulai mengeluarkan beberapa benda yang berukuran kecil dari saku celananya. Dan Raihan pun mulai memberitahukan tentang benda yang akan di berikan kepada kedua putra kembarnya sebagai kado ulang tahun mereka yang ke 17 tahun.
"This is your completed identity card. Keep it well (Ini kartu tanda penduduk kalian sudah jadi. Di simpan baik-baik ya)" ucap Raihan sembari menaruh satu buah KTP di masing-masing tangan putra kembarnya.
"Just this? (Hanya ini saja?)" ucap Rafi yang syok ketika melihat hanya ada satu buah KTP yang ada di tangannya.
"Of course not. This is a flashdisk about the RANY company and also the Abayomi company. Starting tomorrow Rafa will be the CEO of the RANY company and Rafi will be the deputy CEO of the Abayomi company. So from now on, learn about the latest developments of the RANY company and the Abayomi company (Tentu saja tidak. Ini flashdisk tentang perusahaan RANY dan juga perusahaan Abayomi. Mulai besok Rafa akan menjadi CEO di perusahaan RANY dan Rafi akan menjadi wakil CEO di perusahaan Abayomi. Jadi mulai sekarang pelajarilah tentang perkembangan terkini perusahaan RANY dan perusahaan Abayomi)" ucap Raihan sembari menaruh satu buah flashdisk di masing-masing tangan kedua putra kembarnya.
"Rafi Papa will give you the position of CEO if you already have a wife who will be your responsibility like your twin brother (Untuk Rafi Papa akan kasih posisi CEO jika kamu sudah mempunyai istri yang akan menjadi tanggung jawab kamu seperti kakak kembarmu)" ucap Raihan sembari tertawa kecil di akhir kalimatnya.
"Huh, this is what it's like to be a real single man (Huh, seperti inilah nasib jadi laki-laki jomblo yang sesungguhnya)" ucap Rafi sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Karena mendengar kata "Laki-laki jomblo" membuat Nandito langsung bereaksi karena Nandito memang laki-laki jomblo. Padahal sebenarnya yang suka sama Nandito itu banyak, hanya saja Nandito tidak menyukai satu pun di antara mereka yang menyukai Nandito.
"Just be patient Fi. Sis Nandi is also still single. We are in the same boat today (Sabar saja Fi. Kak Nandi juga masih jomblo kok. Kita senasib saat ini)" ucap Nandito kepada Rafi dengan sedikit tersenyum getir.
"That's why Nandi and Rafi are looking for their mate. Who knows, her soul mate is still stuck in the coconut tree (Makanya kak Nandi sama Rafi itu cari jodohnya. Siapa tahu jodohnya masih kesangkut di pohon kelapa)" ucap Nara sembari tertawa kecil di akhir kalimatnya.
__ADS_1
"Now my destiny is like this. So yes the single must be patient. That's what I can do at this point (Sekarang memang takdirku seperti ini. Jadi ya jomblo itu harus bersabar. Itulah yang bisa aku lakukan pada saat ini)" ucap Rafi dengan nada yang penuh akan kepasrahan sembari sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar.