Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 48 - Amarah Caroline


__ADS_3

Sesudah mengumumkan perwakilan dari setiap cabang Olimpiade yang akan di ikuti oleh beberapa siswa-siswi Internasional Senior High School atau setara dengan Sekolah Menengah Atas yang biasa di singkat dengan singkatan SMA, Pak Harun pun kini sedang menarik nafasnya dengan perlahan-lahan sebelum dirinya mengumumkan perwakilan dari setiap cabang lomba yang akan di ikuti oleh beberapa siswa-siswi Internasional Junior High School atau setara dengan Sekolah Menengah Pertama yang biasa di singkat dengan singkatan SMP.


"Okay, if you have announced Narahita, Rafardhan, Rafirdhan, Vannesha, Anissa, Alexandria, and also Michelia to represent Indonesia in every branch of the International Olympics for High School level, now you will announce several students who will represent Indonesia in every the International Olympics for Junior High School level (Oke, jika Bapak sudah mengumumkan Narahita, Rafardhan, Rafirdhan, Vannesha, Anissa, Alexandria, dan juga Michelia untuk mewakili Indonesia dalam setiap cabang Olimpiade tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Atas, kini Bapak akan mengumumkan beberapa siswa-siswi yang akan mewakili Indonesia dalam setiap cabang Olimpiade tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama)" ucap Pak Harun sembari menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan sebelum melanjutkan ucapannya tersebut.


"They are Myesha Raihana Abayomi who will represent Indonesia in the International Mathematics Olympiad for Junior High School level from grade 8.1, Rayyan Triglonema Pradipta who will represent Indonesia in the International Science Olympiad for Junior High School level from grade 8.2, Kaishara Novuretfia Devano who will represent Indonesia in the International English Debate Olympiad for Junior High School level from grade 8.3, Mayumi Tanaka who will represent Indonesia in the International Japanese Language Debate Olympiad for Junior High School level from grade 8.4, Kim Rae Won and Natusha Gabriella Quenzy who will represent Indonesia in the International Badminton Olympiad for Junior High School level from grade 8.5, and Daniel Justice Florenzie who will represent Indonesia in the International Swimming Olympics for Junior High School level from grade 8.6 (Mereka adalah Myesha Raihana Abayomi yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama dari kelas 8.1, Rayyan Triglonema Pradipta yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Sains tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama dari kelas 8.2, Kaishara Novuretfia Devano yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Debat Bahasa Inggris tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama dari kelas 8.3, Mayumi Tanaka yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Debat Bahasa Jepang tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama dari kelas 8.4, Kim Rae Won dan Natusha Gabriella Quenzy yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Bulutangkis tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama dari kelas 8.5, dan Daniel Justice Florenzie yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Renang tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama dari kelas 8.6)" lanjut Pak Harun dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah tegas di telinga semua siswa-siswi Sekolah Internasional tersebut.


Sebelum melanjutkan perkataannya untuk mengumumkan beberapa siswa-siswi yang menjadi perwakilan setiap cabang Olimpiade yang akan di ikuti oleh beberapa siswa-siswi Internasional Primary School atau Elementary School atau setara dengan Sekolah Dasar yang biasa di singkat dengan singkatan SD, Pak Harun pun kembali menarik nafasnya lagi dengan sangat panjang.


"The next or the last one, you will announce some students who will become representatives of each branch of the elementary school level competition. They are Queensha Fridelya Carissa from class 6A who will represent Indonesia in the International Mathematics Olympiad for Elementary School level, Muhammad Nafiz Demian from grade 6B who will represent Indonesia in the International Science Olympiad for Elementary School level, Ameera Hafizah Wijaya from class 6C who will representing Indonesia in the International English Debate Olympiad for Elementary School level, Ryuchi Nakamura from class 6D who will represent Indonesia in the Japanese Language Debate Olympiad for Elementary School level, Jessica Kaela Lim and Alexander Yohanes Putra from class 6E who will represent Indonesia in the Badminton Olympiad International level for Elementary School level, as well as Diana Ayudia from class 6F who will represent Indonesia in the International Swimming Olympics for Elementary School level (Yang selanjutnya atau yang terakhir, Bapak akan mengumumkan beberapa siswa-siswi yang akan menjadi perwakilan dari setiap cabang lomba tingkat Sekolah Dasar. Mereka adalah Queensha Fridelya Carissa dari kelas 6A yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Dasar, Muhammad Nafiz Demian dari kelas 6B yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Sains tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Dasar, Ameera Hafizah Wijaya dari kelas 6C yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Debat Bahasa Inggris tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Dasar, Ryuchi Nakamura dari kelas 6D yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Debat Bahasa Jepang untuk tingkatan Sekolah Dasar, Jessica Kaela Lim dan Alexander Yohanes Putra dari kelas 6E yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Badminton tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Dasar, serta Diana Ayudia dari kelas 6F yang akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Renang tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Dasar)" ucap Pak Harun dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah tegas di telinga semua siswa-siswi Sekolah Internasional tersebut.


"The International Olympics for Senior High School, Junior High School, and Elementary School level will be held in Tokyo, Japan on March 5 for 5 consecutive days. You will depart in the morning on March 4 and return to Indonesia on March 11. So, you have 1 day before and after the International Olympics to enjoy a relaxing time while walking around enjoying the beauty of Tokyo to freshen your brain. Every student who participates in the International Olympics must be accompanied by a student guardian, whether it's their father or mother. The teacher of the relevant subject will also accompany all International School students (Olimpiade tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Pertama, dan juga Sekolah Dasar ini kan di laksanakan di kota Tokyo, Jepang pada tanggal 5 Maret selama 5 hari berturut-turut. Kalian akan berangkat pada pagi hari di tanggal 4 Maret dan pulang ke Indonesia pada tanggal 11 Maret. Jadi, kalian memiliki 1 hari sebelum dan setelah Olimpiade tingkat Internasional tersebut untuk menikmati waktu bersantai sembari berjalan-jalan menikmati keindahan kota Tokyo untuk mempersegar otak kalian. Setiap siswa-siswi yang mengikuti Olimpiade tingkat Internasional ini harus di dampingi oleh seorang wali murid, entah itu Papanya atau Mamanya. Guru mata pelajaran yang bersangkutan pun juga akan ikut mendampingi semua siswa-siswi Sekolah Internasional)" lanjut Pak Harun sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang tampan namun terlihat agak menua tersebut.


Sontak saja Nara di buat menjadi terkejut sekaligus bahagia ketika mendengar perkataan Pak Harun yang notabenenya merupakan Ketua Yayasan Sekolah Internasional tersebut karena mengetahui jika Olimpiade tingkat Internasional untuk tingkatan Senior High School atau setara dengan Sekolah Mengengah Atas atau biasa di singkat dengan singkatan SMA, Junior High School atau setara dengan Sekolah Menengah Pertama atau biasa di singkat dengan singkatan SMP, Primary School atau Elementary School atau yang setara dengan Sekolah dasar atau yang biasa di singkat dengan singkatan SD tersebut akan di lakukan di kota Tokyo, Jepang yang merupakan kota kelahiran dan di mana Nara di besarkan.


"E e, orinpikku wa Nihon no azumakyōichi de kaisai sa remasu. Watashi ga umare, haha to chichi ni sodate rareta machi. Nihon no Tōkyō no machi ni mata ashi o fumiireru koto ga dekite totemo ureshīdesu! Kore de, mata Aina ni au koto ga deki, dōjini nesha to nissa o Aina ni tsurete iku koto ga dekimasu. Aina wa machigainaku kōkō reberu no kokusai badominton'orinpikku ni sanka suru koto o watashi wa shitte imasu. Mama to papa o settoku shite, nesha to nissa to sono hogo-sha ga Nihon no kazoku no ie ni taizai shite, tomodachi to jiyū ni atsumaru koto ga dekiru yō ni shita hō ga ī kamo shiremasen. Atode, nayako obasan to hanashi o shite, Aina ga watashinoie ni taizai dekiru yō ni shimasu (Yey, Olimpiadenya akan di laksanakan di kota Tokyo, Jepang. Kota di mana aku di lahirkan dan aku di besarkan oleh Mama dan Papaku. Aku sangat bahagia karena bisa menginjakkan kakiku lagi di kota Tokyo, Jepang! Dengan seperti ini, aku bisa bertemu dengan Aina lagi dan sekaligus mempertemukan Nesha dan Nissa kepada Aina. Aku tahu Aina pasti akan mengikuti Olimpiade Bulutangkis tingkat Internasional untuk tingkatan Sekolah Menengah Atas. Mungkin aku harus membujuk Mama dan Papa agar mengizinkan Nesha dan Nissa berserta dengan wali mereka untuk menginap di rumah keluargaku yang ada di Jepang supaya aku bisa leluasa untuk berkumpul dengan para sahabat-sahabatku. Nantinya aku juga akan berbicara kepada Bibi Nayako agar mengizinkan Aina untuk menginap di rumahku)" batin Nara sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Do you understand? Is anyone going to ask a question about rights that you don't understand? (Apakah kalian mengerti? Apakah ada yang akan menanyakan sebuah pertanyaan mengenai hal yang tidak kalian mengerti?)" tanya Pak Harun sembari menatap dengan sangat lekat secara satu per satu wajah siswa-siswi Sekolah Internasional yang ada di barisan paling depan di barisan masing-masing kelas.

__ADS_1


"No sir. We all understand what you said earlier (Tidak, Pak. Kami semua sudah mengerti dengan apa yang Bapak katakan tadi)" teriak semua siswa-siswi Sekolah Internasional secara serentak.


"Okay, okay. Now you can enter your respective classes because soon the class will start soon (Oke, baiklah. Sekarang kalian bisa memasuki kelas kalian masing-masing karena sebentar lagi jam pelajaran akan segera di mulai)" ucap Pak Harun sembari melangkahkan kedua kakinya secara pelahan-lahan ke arah para guru-guru Sekolah Internasional ketika sudah selesai mengucapkan perkataannya tersebut.


Setelah mendengarkan ucapan Pak Harun yang notabenenya adalah Ketua Yayasan Sekolah Internasional tersebut yang mempersilahkan semua siswa-siswi Sekolah Internasional tersebut pun segera membubarkan diri mereka masing-masing untuk menuju ke arah kelas mereka masing-masing, tak terkecuali dengan Nara, Vannesha, dan Anissha yang juga melakukan hal tersebut.


"Nara, can I meet Aina? I really wanted to meet my twin in person! While we are in Japan, we should be able to meet him in person, not just communicating via video call! (Nara, apakah aku bisa bertemu dengan Aina? Aku sudah sangat ingin bertemu secara langsung dengan kembaranku itu! Selagi kita berada di Jepang, seharusnya kita bisa menemuinya secara langsung, bukannya hanya berkomunikasi melalui panggilan video saja!)" cerocos Vannesha kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabatnya tersebut sembari mempercepat kedua langkah kakinya tersebut untuk menuju ke arah kelas mereka yang tak lain adalah kelas 11 IPA 1.


Anissa yang mendengar perkataan dari Vannesha yang notabenenya adalah sahabatnya yang gila tersebut pun langsung menatap wajah cantik milik Vannesha dengan tatapan sinisnya serta membalas perkataan Vannesha dengan perkataannya yang sedikit menohok di hati Vannesha tersebut.


"Hey hey! You are still just snooping and spilling on other people. Are you unable to speak slowly and carefully to other people? By the way, I don't think you can do that because you are synonymous with the nickname 'The clear-cut queen'! (Hei, hei! Kamu ini masih saja langsung menyeletuk dan menyerocos saja kepada orang lain. Apakah kamu tidak bisa berbicara dengan sedikit pelan dan hati-hati kepada orang lain? Oh ya, aku rasa kamu tidaklah bisa melakukan hal itu karena kamu itu identik dengan julukan 'Ratu Ceplas-Ceplos'!)" sindir Anissa secara halus kepada Vannesha yang notabenenya adalah sahabat gilanya tersebut sembari menatap ke arah wajah cantik milik sahabat gilanya tersebut dengan tatapan sinisnya.


"Hey, even though I speak frankly but I'm still pretty, sweet, and also smart. Unlike you who are of mixed blood between Indonesia and Saudi Arabia, but you cannot use Arabic when chatting with your relatives who are still Arabs from your father's family! (Hei, walaupun aku ini ceplas-ceplos tapi aku juga tetap cantik, manis, dan juga pandai. Tidak seperti kamu yang merupakan orang berdarah campuran Indonesia dan Arab Saudi, tetapi kamu tidak bisa menggunakan bahasa Arab ketika sedang bercengkrama dengan para kerabatmu yang masih orang Arab dari keluarga Ayahmu itu!)" protes Vannesha kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabatnya tersebut sembari menatap wajah cantik khas orang yang berdarah campuran Indonesia dan Arab Saudi milik Anissa dengan tatapan sinisnya tersebut.


Anissa pun kini di buat menjadi kesal dan geram sendiri dengan perkataan Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat gilanya tersebut. Karena merasa tak terima dengan perkataan sahabat gilanya tersebut yang dengan sengaja di tuduhkan untuknya, Anissa pun sontak saja langsung membalas kembali ucapan sahabat gilanya tersebut.


"Why are you bringing up the fact that I'm a mixed-blooded Indonesian and Saudi Arab, but I can't use Arabic when I'm chatting with my father's Arab relatives, huh ?! Actually what is my fault that you become like this, Vannesha Mikhayle Faresta ?! You really are my craziest and annoying best friend! (Kenapa lagi-lagi kamu bawa-bawa fakta kalau aku itu orang yang berdarah campuran Indonesia dan Arab Saudi, tetapi aku tidak bisa menggunakan bahasa Arab ketika aku sedang bercengkrama dengan para kerabat Arab dari Ayahku, hah?! Sebenarnya apa salahku ini sehingga kamu menjadi seperti ini, Vannesha Mikhayle Faresta?! Kamu itu memang benar-benar sahabatku yang paling gila sekaligus menyebalkan!)" ucap Anissa dengan menatap wajah cantik dan imut milik Vannesha yang notabenenya adalah sahabatnya yang gila tersebut sembari menahan kegeramannya sendiri kepada sahabat gilanya tersebut.

__ADS_1


"You know, you lured me earlier, Anissa Kyara Zahran! Whoever feels provoked by someone's words will certainly reply to that person's words. Likewise with me, Nissa! (Lho, kamu itu tadi sudah memancingku, Anissa Kyara Zahran! Siapapun itu yang merasa terpancing akan perkataan seseorang pastinya juga akan membalas ucapan orang tersebut. Begitu juga dengan aku, Nissa!)" protes Vannesha sembari menatap dengan tatapan tajamnya ke arah wajah cantik khas orang berdarah campuran Indonesia dan Arab Saudi milik Anissa yang notabenenya adalah sahabatnya tersebut.


Vannesha dan Anissa yang terus saja berdebat dengan cara adu mulut di koridor sekolah Internasional Senior High School tersebut pun semakin membuat Nara merasa sangat bingung untuk melerai kedua sahabatnya tersebut yang kini sedang bermusuhan seperti seekor Kucing dan seekor Anjing yang saling bercakar-cakaran.


"Kore wa dō? Neko no yō ni tatakatte iru 2-ri no shin'yū to, kono yō ni hikkaite iru inu o wakeru ni wa, do no yōna hōhō o shiyō sureba yoidesu ka? Susurinaki, watashi wa korera no 2-ri no yūjin no kōdō ni chokumen suru koto ni hijō ni konran shite iru to kanjimasu! (Bagaimana ini? Cara apa yang harus aku gunakan untuk memisahkan kedua sahabatku yang kini sedang bertengkar seperti seekor Kucing dan seekor Anjing yang sedang bercakar-cakaran seperti ini? Hiks, aku merasa sangat bingung sekali untuk menghadapi tingkah kedua sahabatku ini!)" batin Nara sembari terus berfikir keras di dalam otaknya sendiri untuk menemukan vara agar bisa memisahkan kedua sahabatnya tersebut yang kini sudah menjadi seperti seekor Kucing dan seekor Anjing yang sedang bercakar-cakaran seperti itu.


Setelah beberapa saat berkutat dengan pikirannya sendiri, akhirnya Nara pun menemukan sebuah cara untuk memisahkan kedua sahabatnya tersebut yang kini sudah menjadi seperti seekor Kucing dan seekor Anjing yang sedang bercakar-cakaran seperti itu.


Namun, belum sempat untuk mengatakan perkataan yang akan membuat kedua sahabatnya yang kini sudah menjadi seperti seekor Kucing dan seekor Anjing yang sedang bercakar-cakaran seperti itu, leher jenjang nan mulus milik Nara tersebut pun sudah di cekik oleh dua buah tangan dengan sangat keras.


Grep


Kedua tangan itu terlihat seperti kedua tangan milik seorang perempuan. Ketika Nara mengadahkan kepalanya untuk melihat wajah sang pelaku pencekikan yang mencekik lehernya tersebut, Nara di buat menjadi sangat terkejut.


Bagaimana Nara tidak di buat menjadi sangat terkejut? Jika pemilik kedua tangan tersebut yang merupakan sang pelaku pencekikan leher Nara tersebut adalah Caroline Nathania Roberts atau yang biasa di panggil dengan sebutan Caroline atau Oline.


Bukan hanya itu saja, ekspresi wajah Caroline yang menyiratkan sebuah kekesalan dan amarah yang sangat mendalam pun membuat Nara pun semakin di buat menjadi sangat tekejut dengan pemandangan yang ada di depannya tersebut.

__ADS_1


"Hey, Nara. Tell me, Caroline Nathania Roberts, that you are happy to have snatched everything that should be mine, not yours! Tell me right now! After winning all the praises I have, taking the title of 'Queen of the school' that I have, winning the boy I love, and now you have also won the position that should be mine to represent Indonesia in the Indonesian Mathematics Olympiad for Senior High School level! I am Caroline Nathania Roberts, I feel angry and do not accept all the things that should be mine, you are taking from me! (Hei, Nara. Katakan kepadaku, Caroline Nathania Roberts bahwa kamu merasa bahagia karena merebut semua hal yang seharusnya menjadi milikku, bukan milikmu! Katakan sekarang juga kepadaku! Setelah merebut semua pujian yang aku miliki, merebur gelar 'Ratu sekolah' yang aku miliki, merebut laki-laki pujaan hatiku, dan kini kamu juga merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku untuk mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika tingkat Indonesia untuk tingkatan Sekolah Menengah Atas! Aku Caroline Nathania Roberts, aku merasa marah dan tidak terima atas semua hal yang seharusnya menjadi milikku tersebut justru kamu rebut dariku!)" teriak Caroline dengan nada suaranya yang sangat tinggi dan keras sembari menguatkan cekikannya di leher jenjang nan mulus milik Nara tersebut.


__ADS_2