Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 25 - Kakak Possessif


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan dari Rafa, terlihatlah ekspresi wajah Kenzo, Zayn, Vannesha, dan juga Anissa yang menyiratkan keterkejutan akan perkataan yang telah di ucapkan oleh Rafa.


Meskipun terkejut, pastilah Kenzo dan Zayn merasakan dada mereka yang tiba-tiba terasa sesak karena sebenarnya Kenzo dan Zayn sudah jatuh hati pada pandangan pertama kepada Nara. Namun, kini perkataan Rafa yang merupakan sahabat mereka sendiri membuat kedua hati mereka patah menjadi berkeping-keping.


"What is this? Why does it feel so painful? Huh, my heart is broken to pieces (Ada apa ini? Kenapa rasanya sangat menyakitkan sekali? Hah, hatiku patah menjadi berkeping-keping)" batin Kenzo sembari memengangi dadanya sendiri karena terasa sakit.


Karena sudah mencintai Nara yang notabenenya masuk dalam kriteria gadis idamannya, Zayn pun sampai berharap kepada Allah untuk menyisakan satu perempuan seperti Nara di dunia ini agar menjadi jodohnya.


"O Allah, I hope my soul mate is like Nara. Leave me one woman in this world who is like Nara, O Allah. Servant begs you to grant my request. My heart that was broken into pieces I hope to get a replacement to fill the void in my heart (Ya Allah, aku harap jodohku seperti Nara. Sisakan aku satu perempuan di dunia ini yang seperti Nara, ya Allah. Hamba mohon padamu untuk mengabulkan permintaanku. Hatiku yang patah menjadi berkeping-keping pun aku harap bisa mendapatkan pengganti untuk mengisi kekosongan hatiku)" batin Zayn sembari menelungkupkan kedua tangannya.


Berbeda dengan Kenzo dan Zayn yang kini sedang merasakan hati mereka yang patah menjadi berkeping-keping, Vannesha dan Anissa merasa bahagia karena mendengar sahabatnya menjadi istri yang sah dari seorang Muhammad Rafardhan Abayomi.


Namun, tak dapat di pungkiri jika di dalam hati kecil Vannesha dan Anissa juga merasa sedikit iri kepada Nara yang takdir cintanya terbilang sangat bahagia. Vannesha dan Anissa bahkan sampai berharap untuk nantinya bisa mendapatkan seorang suami yang masuk ke dalam kriteria laki-laki idaman, seperti Rafa contohnya.


"Actually I feel happy to hear the news that you are a legitimate married couple. But it can't be denied if I feel a little jealous of those of you whose love destiny is happy. I hope Allah will give me a mate that is included in my criteria, like Rafa for example (Sebenarnya aku merasa bahagia mendengar kabar bahwa kalian itu adalah pasangan suami istri yang sah. Tapi tak dapat di pungkiri jika aku merasa sedikit iri kepada kalian yang takdir cintanya bahagia. Aku harap Allah akan memberikanku jodoh yang masuk dalam kriteriaku, seperti Rafa contohnya)" batin Vannesha sembari menaruh kedua tangannya di bawah dagunya.


"It's beautiful to hear and know that Rafa and Nara are a legal couple. Seeing them as a very compatible couple made me want my soul mate to come. Whoever he is I hope that he falls into my criteria, like Rafa. Does Allah hear my prayers? If Allah hears my prayer, then grant it! (Indahnya mendengar dan mengetahui bahwa Rafa dan Nara adalah sepasang suami istri yang sah. Melihat mereka pasangan yang sangat serasi membuatku menginginkan jodohku datang. Siapa pun dia aku berharap bahwa dia masuk dalam kriteriaku, seperti Rafa. Apakah Allah mendengarkan doaku? Jika Allah mendengar doaku, maka kabulkanlah!)" batin Anissa sembari menaruh kedua tangannya di kedua pipinya.


Tanpa di sadari oleh siapa pun, Rafi diam-diam menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang tampan karena mendengar pengakuan dari kakak kembarnya yang mengatakan bahwa dia dan kakak iparnya adalah sepasang suami istri.


"Brother, you are so great at making Kenzo and Zayn heartbroken, and making Vannesha and Anissa want a man like you! Without them saying, I already know what's in their hearts right now (Kakak, kamu sangat hebat sekali untuk membuat Kenzo dan Zayn menjadi patah hati, serta membuat Vannesha dan Anissa menginginkan seorang laki-laki sepertimu! Tanpa mereka bilang saja aku sudah tahu isi hati mereka saat ini)" batin Rafi sembari diam-diam menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang tampan.


Raihana yang tadinya mendengar perkataan kakak laki-lakinya tentang hubungannya dan kakak iparnya pun kini semakin mengeratkan pelukannya kepada kakak laki-lakinya.


"Brother, I am happy when you say that your brother and sister-in-law are husband and wife to brother's and sister-in-law's friends. It seems like you managed to get their feelings mixed up with what you said (Kakak, aku senang ketika kakak mengatakan bahwa kakak dan kakak ipar itu adalah sepasang suami istri kepada sahabat kakak dan sahabat kakak ipar. Nampaknya kakak berhasil membuat perasaan mereka menjadi campur aduk dengan perkataan dari kakak)" batin Raihana sembari mengeratkan pelukannya kepada kakak laki-lakinya.


Rafa yang mendapatkan pelukan erat dari adik perempuannya pun membalas dengan elusan lembut yang di berikannya pada puncak kepala adik perempuannya.


Rafa sebenarnya sangat menyayangi kedua adiknya, hanya saja Rafa tidak pernah mengungkapkan rasa sayang itu dengan rangkaian kata-kata.


Bagi Rafa, kata-kata itu bisa menjadi kiasan semata agar orang menjadi terlena dengan kiasan manis yang keluar dari mulut seseorang. Sedangkan perbuatan dan tatapan bisa mengatakan rasa sayang yang sesungguhnya kepada seseorang.


"Kamu ini sangat menggemaskan sekali, Raihana. Sifatmu yang sangat manja dan periang yang merupakan warisan sifat dari Mama itu menjadikanmu anggota keluarga yang paling cerewet di rumah. Tapi mau secerewet apa pun kamu, kakak tetap menyayangimu karena kamu itu adik perempuan kakak satu-satunya" batin Rafa sembari memberikan elusan lembut pada puncak kepala adik perempuannya.


Rafi yang melihat kakak kembarmya yang sedang mengelus lembut pada puncak kepala adik perempuannya dan adik perempuannya yang sedang memeluk kakak kembarnya dengan sangat erat pun dengan perlahan menyunggingkan senyuman bahagia di wajahnya.


"Big Brother, Rai, I really love you two. I hope we are always together and get along until the end of our lives. It feels so happy to see Big Brother and Rai who are expressing love for each other with an act (Kakak, Rai, aku sangat menyayangi kalian berdua. Aku harap kita selalu bersama dan akur hingga akhir hayat kita nanti. Rasanya begitu senang melihat Kakak dan Rai yang sedang mengekspresikan rasa sayang satu sama lain dengan sebuah perbuatan)" batin Rafi sembari perlahan menyunggingkan senyuman bahagia di wajahnya yang tampan.


Srek

__ADS_1


Suara tirai bilik kamar Nara pun di buka oleh para dokter-dokter yang telah selesai menangani Nara.


Sontak saja hal ini membuat Rafa, Rafi, Raihana, Kenzo, Zayn, Vannesha, dan juga Anissa mengarahkan pandangan mereka ke arah tirai bilik kamar Nara.


Rafa yang sudah melihat para dokter-dokter yang menangani istri kecilnya sudah keluar dari bilik kamarnya pun dengan segera menanyakan keadaan istri kecilnya.


"Doctor, how is he? Is her situation a little better now than before? (Dokter, bagaimana keadaannya? Apa keadaannya sekarang sudah sedikit membaik dari sebelumnya?)" tanya Rafa kepada para dokter-dokter yang kini sudah selesai menangani istri kecilnya.


"Now the lady's condition has improved a little. Just don't force the Miss to eat extreme foods, such as sour and spicy foods. This will worsen the condition of his body because his stomach is not strong enough to digest extreme foods such as sour and spicy foods. It is necessary for ladies and gentlemen to remember this (Sekarang keadaan Nona tersebut sudah sedikit membaik. Hanya saja jangan memaksakan untuk Nona tersebut memakan makanan yang ekstrem, seperti makanan yang asam dan pedas. Hal ini akan memperburuk kondisi tubuhnya karena lambungnya tidak kuat untuk mencerna makanan yang ekstrem seperti makanan yang asam dan pedas. Perlu untuk Tuan dan Nona mengingat hal ini)" ucap salah satu dokter laki-laki yang sudah menangani Nara dengan sangat jelas.


Untuk beberapa saat, Rafa, Rafi, Raihana, Kenzo, Zayn, Vannesha, dan juga Anissa saling memandang satu sama lain ketika sudah mendengarkan penjelasan dari salah satu dokter laki-laki yang sudah menangani Nara.


"Memang sudah menjadi hal yang umum dan wajar jika orang Jepang itu sangat tidak tahan dengan makanan yang pedas. Pengalamanku saja makanan yang berlevel paling pedas di Jepang rasanya tidak ada pedas-pedasnya jika di bandingkan dengan makanan pedas yang ada di Indonesia" batin Rafa sembari menatap wajah Rafi, Raihana, Kenzo, Zayn, Vannesha, dan juga Anissa dengan tatapan lekatnya.


"Okay doc, we'll always remember that (Baiklah dok, kami akan selalu mengingat hal itu)" jawab Rafa, Rafi, Raihana, Kenzo, Zayn, Vannesha, dan juga Anissa secara bersamaan.


Rafa yang sebenarnya akan bertanya mengenai apakah boleh dirinya menjenguk Nara yang sekarang sedang terbaring lemah di atas ranjang yang ada di salah satu bilik kamar yang ada di ruang UKS pun mengurungkan niatnya karena salah satu dokter laki-laki yang sudah menangani Nara mulai berbicara lagi.


"And for now the lady is allowed to visit. However, he was still unconscious because of the spicy food he had eaten earlier. So, please be patient to wait for the Miss to regain consciousness. If so, my colleagues and I excused myself to return to our respective rooms, young ladies and gentlemen (Dan untuk saat ini Nona tersebut sudah boleh di jenguk. Namun, dirinya masih belum sadarkan diri karena pengaruh makanan pedas yang di makannya tadi. Jadi, mohon bersabar untuk menunggu Nona tersebut tersadar kembali. Kalau begitu, saya dan rekan-rekan saya pamit permisi kembali ke ruangan kami masing-masing, Tuan dan Nona muda)" ucap salah satu dokter laki-laki yang tadi bertugas menangani Nara sembari menyinggingkan senyuman lembut di wajahnya.


Para dokter-dokter yang tadi bertugas menangani Nara pun segera bergegas pergi menuju ke ruangan masing-masing yang terletak tak jauh dari bilik kamar Nara.


Selepas kepergian para dokter-dokter yang tadi bertugas menangani Nara, suasana di antara Rafa, Rafi, Raihana, Kenzo, Zayn, Vannesha, dan juga Anissa tiba-tiba berubah menjadi sunyi dan canggung.


Hingga pada akhirnya, Kenzo pun membuka suaranya untuk berbicara kepada Rafa yang kini sedang terdiam dan terlarut di dalam lamunannya sendiri.


"Rafa, don't you want to meet your very beautiful wife and be everyone's favorite? If you don't want to, let Zayn and me meet him even if it's only for a moment (Rafa, apa kamu tidak mau menemui istrimu yang sangat cantik dan menjadi primadona semua orang? Jika kamu tidak mau, biarkan aku dan Zayn untuk menemuinya walau hanya sebentar saja)" sindir Kenzo kepada Rafa dengan menatap wajah tampan milik Rafa dengan tatapan sinisnya.


Karena mendengar Kenzo yang tiba-tiba membuka suaranya untuk berbicara dengannya, akhrinya Rafa pun tersadar dari lamunannya.


Dan kini Rafa yang mendengar perkataan Kenzo yang bermaksud menyindirinya pun menatap balik ke arah wajah tampan milik Kenzo dengan tatapan tajamnya agar Kenzo tidak berbicara seperti itu lagi.


"Allow you and Zayn to meet my little wife? Huh, please sleep first to get it. I won't allow this to both of you! It's better for me to meet my little wife than I should allow you to meet my little wife! Do you understand? (Mengizinkanmu dan Zayn untuk menemui istri kecilku? Hah, silahkan tidur dahulu untuk mendapatkannya. Aku tidak akan mengizinkan hal ini kepada kalian berdua! Lebih baik aku saja yang bertemu dengan istri kecilku dari pada aku harus mengizinkan kalian untuk menemui istri kecilku! Apakah kalian mengerti?)" ucap Rafa sembari menatap ke arah wajah tampan milik Kenzo dengan tatapan tajamnya agar Kenzo tak berani untuk berkata seperti itu lagi.


Jika bukan Kenzo pastilah dia sekarang akan merasa takut dengan tatapan tajam yang di berikan oleh Rafa kepadanya. Kenzo tidak merasakan ketakutan sama sekali ketika Rafa memberikan tatapan tajam kepadanya, melainkan Kenzo justru seolah mendapatkan semua kekuatan untuk membuat amarah Rafa menjadi memuncak.


"Oh yes, do I and Zayn have to step over your corpse first to get permission to meet your very beautiful little wife? (Oh ya, apakah aku dan Zayn harus melangkahi mayatmu dahulu untuk bisa mendapatkan izin untuk menemui istri kecilmu yang sangat cantik itu?)" ucap Kenzo sembari memainkan kedua alisnya dengan menaik turunkan kedua alisnya.


Rafa yang mendengar perkataan Kenzo yang terdengar sangat menyebalkan di telinga Rafa. Bahkan kini Rafa tak segan-segan untuk mengumpati Kenzo di depan orangnya sendiri karena sudah merasa sangat kesal kepada Kenzo.

__ADS_1


"Hey Kenzo, are you stupid looking to die with me? Tell me! If you really want to die for me, then I can just make your life fly if it's your destiny. You annoying Kezo! I will not spare you! (Hei Kenzo, apakah kamu ini bodoh mau mencari mati denganku? Katakan padaku! Jika kamu memang mau mencari mati padaku, maka aku bisa saja membuat nyawamu melayang jika itu memang sudah takdirmu. Dasar Kezo menyebalkan! Tak akan aku ampuni dirimu!)" teriak Rafa sembari mencubit keras salah satu telinga millik Kenzo.


Bukannya merasa kesakitan, Kenzo kini justru merasa dirinya sedang baik-baik saja seperti tidak terkena kekerasan fisik. Dan kini Kenzo sedang menatap wajah tampan milik Nara dengan tatapan konyolnya.


Vannesha yang duduk tak jauh dari Rafa dan Kenzo pun ikut membuka suaranya untuk berbicara kepada Rafa dan Kenzo perihal tentang hal yang sedang mereka bicarakan, yaitu tentang Nara.


"If Kenzo and Zayn will step over Nara's corpse, then Nara will become a young widow (Kalau Kenzo dan Zayn akan melangkahi mayatnya Nara, maka Nara akan menjadi janda muda dong)" ucap Vannesha dengan suara yang agak kecil, namun bisa di dengar oleh semua orang yang ada di depan bilik kamar Nara.


Raihana yang mendengar perkataan Vannesha yang mengatakan jika kakak iparnya akan menjadi janda muda jika kakaknya meninggal dunia pun langsung menjadi panik sendiri.


"Ah, I don't want my sister-in-law to become a young widow! (Ah, aku tidak mau kakak iparku menjadi janda muda!)" teriak Raihana sembari memegangi kepalanya sendiri dengan kedua tangannya.


Rafa yang mulai jengah dengan obrolan-obrolan yang menurutnya tidak bermanfaat pun langsung menggeser tubuh adik perempuannya agar bisa beranjak berdiri dari duduknya.


Ketika sudah beranjak berdiri dari duduknya, Raihana pun langsung menahan salah satu tangan kakak laki-lakinya agar tidak pergi meninggalkannya.


"Where are you going? (Kakak mau kemana?)" ucap Raihana dengan polosnya sembari menahan salah satu tangan kakak laki-lakinya agar tidak pergi meninggalkannya.


Rafa yang mendengar pertanyaan dari adik perempuannya pun segera mengalihkan pandangannya untuk menatap wajah cantik nan manis milik adik perempuannya.


"I want to meet your sister-in-law, Rai (Kakak mau menemui kakak iparmu, Rai)" ucap Rafa sembari menatap wajah cantik nan manis milik adik perempuannya.


Raihana yang nendengar penjelasan dari kakak laki-lakinya pun kini perlahan melepaskan tangannya yang masih memegang salah satu tangan kakak laki-lakinya.


"Yes, you meet your sister-in-law there (Ya sudah, kakak temui kakak ipar sana)" ucap Raihana sembari melepaskan tangannya yang masih memegang salah satu tangan kakak iparnya.


Belum sempat Rafa melangkahkan kakinya untuk memasuki bilik kamar Nara, Kenzo sudah kembali berulah untuk membuat amarah Rafa kembali memuncak.


"Cieee, newlyweds who want to meet their own little wife. Then, can I date your so sweet and beautiful sister? (Cieee, pengantin baru yang mau bertemu sama istri kecilnya sendiri. Kalau begitu, boleh kan aku memacari adikmu yang begitu manis dan cantik ini?)" ucap Kenzo sembari berusaha menyatukan jari-jari tangannya dan jari-jari tangan Raihana.


Sontak saja Raihana menjadi malu karena perlakuan Kenzo yang sangat romantis kepadanya. Wajahnya pun dengan cepat berubah menjadi sangat memerah seperti buah tomat.


"Ah, this Brother Kenzo makes me very embarrassed. It feels like I want to sink myself to the bottom of the earth! (Ah, Kak Kenzo ini membuatku menjadi sangat malu saja. Rasanya aku ingin menenggelamkan diriku ke dasar bumi!)" batin Raihana sembari mencoba menutupi wajahnya yang sekarang sudah sangat memerah dengan salah satu tangannya yang tidak di genggam oleh Kenzo.


Rafa yang mendengar perkataan Kenzo pun sontak saja menjadi mengalihkan pandangannya ke arah wajah tampan milik Kenzo.


Rafa pun kini menatap wajah tampan milik Kenzo dengan tatapan tajamnya dengan harapan Kenzo tak lagi mencari ulah kepadanya.


"Don't you dare find trouble with me by involving my little sister! Quickly you let go of your hand that is still holding yours! Otherwise I will make you come home with just the name written on the tombstone! (Jangan berani-beraninya kamu mencari masalah kepadaku dengan melibatkan adik perempuanku! Cepat kamu lepaskan tanganmu yang masih menggenggam tanganmu! Kalau tidak aku akan membuatmu pulang ke rumah hanya dengan tinggal nama yang tertulis di batu nisan!)" ucap Rafa sembari menatap ke arah wajah tampan milik Kenzo dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Kenzo yang sekarang sudah sedikit takut dengan Rafa pun sekarang segera melepaskan salah satu tangannya yang masih menggenggam tangan Raihana. Namun, lepasnya salah satu tangan Kenzo yang masih menggenggam tangan Raihana di barengi dengan ocehan yang keluar dari mulut Kenzo.


"Yes yes, brother possessive. What a joke! (Iya iya, kakak possessif. Bawel banget sih!)" oceh Kenzo sembari menatap wajah tampan milik Rafa dengan tatapan jengahnya.


__ADS_2