Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 35 - Menghancurkan Dapur


__ADS_3

Raihana yang melihat sang Mama yang hanya diam saja sembari memandangi wajahnya dan wajah kakak ipar kesayangannya yang cantik dan imut tersebut semakin membakar semangat Raihana untuk menggoda sang Mama tersebut.


"If Mama is silent and lost in Mama's own thoughts, don't blame Rai for starting to devise a strategy to seduce Mama. Because if Mama is just silent and lost in Mama's own thoughts, it will further fuel Rai's enthusiasm to do a prank that has been planned in such a way. (Jika Mama sedang terdiam saja dan terlarut di dalam pikiran Mama sendiri, jangan salahkan Rai yang mulai merancang strategi untuk menggoda Mama. Karena jika Mama sedang terdiam saja dan terlarut di dalam pikiran Mama sendiri, hal itu semakin membakar semangat Rai untuk melakukan sebuah kejahilan yang telah di rencanakan dengan sedemikian rupa)" batin Raihana sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik sang Mama tersebut.


Dengan strategi kejahilan yang sudah di susun dengan sedemikian rupa oleh dirinya sendiri, kini Raihana pun mulai beraksi untuk melancarkan kejahilannya kepada sang Mama yang saat ini masih terdiam saja dan terlarut di dalam lamunannya sendiri.


"Um, Mom seems to be imagining now, what about when my first brother and my favorite sister-in-law kiss? Hmm, it must be really sweet and fun like the ones in Korean dramas! (Ehm, Mama rupanya sekarang sedang membayangkan ya bagaimana ketika kakak laki-laki pertamaku dan kakak ipar kesayanganku ketika sedang berciuman ya? Hmm, rasanya pasti sangat manis dan menyenangkan seperti yang ada di drama korea!)" goda Raihana sembari memainkan kedua alisnya dengan menaik turunkan kedua alisnya tersebut.


Sontak saja Rania langsung di buat tersadar dari lamunannya karena mendengar perkataan dari anak perempuannya tersebut yang terbilang sangat menyebalkan dan tidak masuk akal.


Rania kini pun di buat menjadi sangat kesal karena mendengar perkataan dari anak perempuannya tersebut yang di rasa tidak pantas untuk di ucapkan oleh anak-anak seusianya.


Karena sekarang Rania menjadi sangat kesal, bahkan di dalam hatinya, Rania langsung mengumpati anak perempuannya tersebut perihal perkataannya yang terbilang sangat menyebalkan dan tidak masuk akal.


"What a bad girl! Who are you from? Feelings Mama and Papa do not have the same nature as you. Looks like Korean dramas play a lot in you, Raihana! Your words are really annoying and don't make sense for kids your age to say! Even Mama has felt something more than a kiss, Mama's naughty daughter! (Dasar anak perempuan yang nakal! kamu ini keturunan dari siapa sih? Perasaan Mama dan Papa tidak mempunyai sifat sepertimu. Sepertinya drama korea banyak berperan di dalam dirimu, Raihana! Ucapanmu itu sangat menyebalkan dan tidak masuk akal untuk di ucapkan oleh anak-anak seusiamu! Bahkan Mama sudah pernah merasakan hal yang lebih dari sekedar ciuman, anak perempuan Mama yang nakal!)" batin Rania sembari menatap dengan sangat ke arah wajah cantik dan imut milik anak perempuannya tersebut.


Rania pun memberikan tatapan tajamnya kepada anak perempuannya tersebut. Dengan harapan agar anak perempuannya tersebut tidak akan berbicara ucapan yang tidak pantas di ucapkan oleh anak-anak seusianya.


"How dare you speak words that are inappropriate for children of her age, Myesha Raihana Abayomi! It seems like after this Mama should forbid you from watching Korean dramas with romantic genre again so that you can no longer fulfill your romantic needs anymore! (Berani-beraninya kamu berbicara kata-kata yang tidak pantas untuk di ucapkan oleh anak-anak seusianya, Myesha Raihana Abayomi! Sepertinya setelah ini Mama harus melarangmu untuk menonton drama korea yang bergenre romantis lagi agar kamu tidak bisa lagi memenuhi asupan kebutuhan romantisme mu lagi!)" ucap Rania dengan geramnya sembari menatap dengan sangat tajam ke arah wajah cantik dan imut milik anak perempuannya tersebut.


Sontak saja Raihana di buat menjadi sangat gelagapan karena ucapan sang Mama tersebut yang di nilainya akan membuatnya mati rasa karena tidak bisa memenuhi asupan kebutuhan romantismenya.


"Ouch, what if Mama really forbade me to watch Korean dramas with romantic genre? Ah, I will definitely become very numb because I can't fulfill my daily romantic needs! No no! Don't let this really happen to me! (Aduh, bagaimana ini jika Mama benar-benar melarangku untuk menonton drama korea yang bergenre romantis? Ah, aku pasti akan menjadi sangat mati rasa karena aku tak bisa memenuhi asupan kebutuhan romantismeku sehari-hari! Tidaakk! Jangan sampai hal ini benar-benar terjadi padaku!)" batin Raihana sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik sang Mama tersebut.


Karena tidak mau sang Mama melarangnya untuk menonton drama korea yang bergenre romantis, Raihana pun akhirnya memasang ekspresi wajahnya yang terlihat sangat memelas di mata sang Mama tersebut.


Tak hanya itu saja, Raihana pun mengedip-ngedipkan kedua matanya agar terlihat sangat imut di mata sang Mama. Raihana juga menelungkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Penampilan Raihana yang memasang ekspresi wajah yang terlihat sangat memelas, dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya, dan menelungkupkan kedua tangannya di depan dada kini memanglah terlihat sangat imut seperti gadis-gadis Jepang yang sedang viral di dunia maya.

__ADS_1


Dengan penampilan yang terlihat sangat imut seperti gadis-gadis Jepang yang viral di dunia maya tersebut memnuat Raihana semakin yakin untuk bisa berhasil meluluhkan hati sang Mama yang kini sedang merasa marah kepadanya.


"I Myesha Raihana Abayomi feel very confident with my appearance that is very cute like Japanese girls who are viral in cyberspace I can conquer my mother's heart who is now feeling very angry with me. Spirit Rai, don't give up to conquer your mother's hard heart! (Aku Myesha Raihana Abayomi merasa sangat yakin dengan penampilanku yang sangat imut seperti gadis-gadis Jepang yang sedang viral di dunia maya tersebut aku bisa menakhlukan hati Mamaku yang sekarang sedang merasa sangat marah kepadaku. Semangat Rai, jangan menyerah untuk menakhlukkan hati Mamamu yang keras itu!)" batin Raihana sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.


Bermodalkan bakat akting mengagumkan yang di milikinya, Raihana pun mulai melancarkan aksi untuk meluluhkan hati sang Mama yang kini sedang merasa marah kepadanya.


"Come on, Mama. Don't forbid Rai from watching Korean dramas with romantic genre! Do you have the heart to see Mama's favorite daughter who lacks romantic intake because she doesn't watch Korean dramas with romantic genre? If you don't have the heart to go to Mama's beloved daughter, then don't you tell Rai not to watch Korean dramas with this romantic genre! (Ayolah, Mama. Jangan larang Rai untuk menonton drama korea yang bergenre romantis! Apakah Mama tega melihat putri kesayangan Mama yang kekurangan asupan romantisme karena tidak menonton drama korea yang bergenre romantis? Jika Mama tidak tega kepada putri kesayangan Mama ini, maka janganlah Mama melarang Rai agar tidak menonton drama korea yang bergenre romantis itu!)" rengek Raihana sembari mengedipkan-ngedipkan kedua matanya agar lebih terlihat lebih imut dan memelas di mata sang Mama tersebut.


Melihat penampilan anak perempuannya yang terlihat begitu memelas serta begitu imut seperti gadis-gadis Jepang yang sedang viral di dunia maya, membuat Rania menghirup dan menghembuskan nafasnya dengan perasaan yang sangat kesal.


Rania yang pada dasarnya tidak bisa melihat orang yang terlihat begitu memelas serta begitu imut seperti gadis-gadis Jepang yang sedang viral di dunia maya pun mengakibatkan hatinya goyah ketika melihat penampilan anak perempuannya tersebut.


"Ah, I really can't see the face of someone who looks so pitiful and so cute! My daughter is indeed very good at finding out other people's weaknesses and also how to take advantage of other people's weaknesses. I just wonder why my daughter can be so different in character from her two twin brothers, her father, and also her own mother. I even had time to doubt the identity of my daughter! (Ah, aku sangat tidak bisa untuk melihat wajah seseorang yang terlihat begitu memelas serta sangat imut! Anak perempuanku ini memanglah sangat pandai mencari-cari kelemahan orang lain dan juga bagaimana cara memanfaatkan kelemahan orang lain tersebut. Aku saja heran kenapa anak perempuanku ini bisa sangat berbeda sekali sifatnya dengan kedua kakak laki-laki kembarnya, Papanya, dan juga Mamanya sendiri. Aku bahkan sempat meragukan jati diri dari anak perempuanku ini!)" batin Rania sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik anak perempuannya tersebut.


Telah berkali-kali pikiran Rania memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan kepada anak perempuannya tersebut. Apakah Rania akan memberikan jawaban 'Jangan menonton drama korea yang bergenre romantis lagi!' atau 'Kamu boleh menonton drama korea yang bergenre romantis lagi!'.


"How about this? What answer will I give my daughter? Do I have to answer 'Don't watch romantic Korean dramas anymore!' or 'You can watch Korean drama romantic genre again!'? I feel very uncertain when I see the face that looks very pitiful and also adorable belongs to my daughter! (Bagaimana ini? Jawaban apa yang akan aku berikan kepada anak perempuanku ini? Apakah aku harus menjawab 'Jangan menonton drama korea bergenre romantis lagi!' atau 'Kamu boleh menonton drama korea bergenre romantis lagi!'? Aku merasa sangat bimbang ketika melihat wajah yang terlihat sangat memelas dan juga menggemaskan milik anak perempuanku tersebut!)" batin Rania sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik anak perempuannya tersebut.


Namun, sebelum memberikan jawabannya kepada anak perempuannya tersebut, Rania terlebih dahulu menarik dan menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.


"Mama decided to still let you watch romantic Korean dramas again. But, as long as you help Mama to make birthday cakes for your two twin brothers (Mama memutuskan untuk tetap membiarkanmu untuk menonton drama korea yang bergenre romantis lagi. Tapi, asalkan kamu membantu Mama untuk membuat kue ulang tahun untuk kedua kakak laki-laki kembarmu itu)" ucap Rania sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik anak perempuannya tersebut.


Karena dirinya di buat merasa sangat senang oleh jawaban yang sedari tadi dirinya nantikan, Raihana sekarang justru memeluk tubuh kakak ipar kesayangannya dengan sangat erat, bukan memeluk tubuh sang Mama.


"Ah, I'm so happy, Mama! My beloved sister-in-law can definitely see the expression on my face that implies this happiness, right? (Ah, aku sangat bahagia sekali, Mama! Kakak ipar kesayanganku pasti bisa melihat ekspresi wajahku yang menyiratkan kebahagiaan ini kan?)" teriak Raihana sembari memeluk tubuh kakak ipar kesayangannya tersebut dengan sangat erat.


Nara yang mendapatkan sebuah pelukan hangat secara tiba-tiba dari adik iparnya tersebut pun hanya bisa mematung terdiam di tempatnya tanpa membalas pelukan hangat dari adik iparnya tersebut.


Nara merasa bahwa pada hari ini, pada tanggal 4 Februari merupakan hari yang sangatlah aneh untuknya. Yang pastinya, takdir Nara pada hari ini sudah tertulis di dalam kitab lauhul mahfudz oleh Allah SWT.

__ADS_1


"U ̄ n, kyō no 2 tsuki 4-nichi wa, watashi ni totte tashika ni ōku no kimyōna koto ga koko ni atsumaru hidesu. Sukoshi kawatta 2-ri no yūjin ni au koto kara hajimete, rafa no taido wa sukoshi atatamarimashita. Soshite, watashi no gibo to giri no shimai no ma no kazoku no dorama, soshite mata hitobito o dakishimeru tame ni koi ni machigatte iru yō ni mieta watashi no giri no kyōdai o mimashita. Ē to, kyō no hitobito no kōdō wa nanto kimyōna kotodeshou. (Hmm, pada hari ini tanggal 4 Februari memang bagiku adalah suatu hari di mana banyak keanehan yang berkumpul di sini. Mulai dari bertemu dua sahabat yang sedikit aneh, sikap Rafa yang sedikit menghangat, menyaksikan drama keluarga di antara Mama mertuaku dan adik iparku, dan juga adik iparku yang sepertinya sengaja salah untuk memeluk orang. Huh, aneh sekali kelakuan orang-orang pada hari ini!)" batin Nara sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik adik iparnya tersebut.


Merasa bahwa anak perempuannya yang memang sengaja untuk salah memeluk orang, Rania pun berdehem dengan keras agar anak perempuannya tersebut segera mengentikan pelukan hangatnya kepada menantu kesayangannya.


"Ehem! Come on, stop the hug, Mama's daughter and Mama's favorite daughter-in-law! When are you going to help Mama make birthday cakes for Mama's two twin boys if you keep hugging like that? Rafi is now relaxing in his room and Rafa has also returned to the Abayomi family's house again, Nara, Raihana! (Ehem! Ayo hentikan pelukannya, anak perempuan Mama dan menantu kesayangan Mama! Kapan kalian akan membantu Mama membuat kue ulang tahun untuk kedua anak laki-laki kembar Mama jika kalian terus saja berpelukan seperti itu? Rafi sekarang sedang bersantai di kamarnya dan Rafa juga sudah pulang ke rumah keluarga Abayomi lagi, Nara, Raihana!)" dehem Rania sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik anak perempuannya tersebut serta wajah cantik milik menantu kesayangannya tersebut secara bergantian.


Sontak saja Raihana pun langsung melepaskan pelukannya dengan kakak ipar kesayangannya setelah mendengarkan ucapan dari sang Mama yang memintanya untuk melepaskan pelukan hangatnya dengan kakak ipar kesayangannya tersebut.


Raihana yang merasa sangat bersalah karena hampir saja melupakan jika dirinya akan membantu sang Mama untuk membuat kue ulang tahun kedua kakak laki-laki kembarnya pun pada akhirnya meminta maaf kepada sang Mama.


"I'm sorry Raihana, Ma Rai almost forgot that Rai was going to help Mama to make a birthday cake for Kak Rafa and Kak Rafi. But, wasn't it Kak Rafa and Kak Rafi's birthday yesterday, Ma, on February 3? (Maafkan Raihana, Ma. Rai hampir saja melupakan jika Rai akan membantu Mama untuk membuat kue ulang tahun untuk kak Rafa dan kak Rafi. Tapi, bukankah ulang tahun kak Rafa dan kak Rafi itu kemarin ya, Ma pada tanggal 3 Februari?)" cicit Raihana sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik sang Mama tersebut.


Berbeda dengan Raihana yang merasa bersalah karena hampir saja melupakan jika dirinya akan membantu sang Mama dalam membuat kue ulang tahun untuk kedua kakak laki-laki kembarnya, Nara justru merasa sangat terkejut karena mendengar suami kecilnya yang kini sedang berada di dalam rumah keluarga Abayomi lagi.


"Nani! Kono kinmu jikan-chū ni, dōshite kare wa futatabi aba yomi uchinonaka ni iru koto ga dekita nodeshou ka. Mada 15: 30 WIBde wanaidesu ka? Kare no kaisha no jūgyōin ga sorezore no ie ni modoru ni wa mada yaku 1-jikan han nokotte imasu (Apa! Bagaimana bisa dia sudah berada di dalam rumah keluarga Abayomi lagi pada jam kerja seperti ini? Bukankah ini masih pukul 15:30 WIB? Masih ada waktu sekitar 1 jam setengah lagi untuk waktu para karyawan di perusahaannya pulang ke rumah masing-masing)" batin Nara sembari menatap dengan sangat lekat ke arah jam dinding yang terpasang di kamar adik iparnya tersebut.


Kini, terlihatlah Rania yang memasang ekspresi wajah yang menyiratkan kejengahan dan kekesalan yang terlihat dari wajahnya yang cantik tersebut.


Bahkan di dalam hatinya, Rania tak segan-segan untuk mengumpati anak perempuannya tersebut karena sudah mengatakan kata-kata yang sedari tadi yang sedang Rania hindari.


"Rai, Mama has been avoiding those words all along with great difficulty. Now, you say it very easily, as easy as you order your favorite pizza. Do you need to put up a sign that says 'Forbidden to speak these words!'? (Rai, Mama sangatlah menghindari kata-kata itu sedari tadi dengan sangat susah payah. Kini, kamu mengucapkannya dengan sangat mudah, semudah kamu memesan pizza kesukaanmu. Apakah Mama perlu untuk memasang papan peringatan yang bertuliskan 'Dilarang mengucapkan kata-kata ini!'?)" batin Rania sembari menatap dengan tatapan yang menyiratkan kejengahan pada wajah cantik milik anak perempuannya tersebut.


Dengan sangat terpaksa, Rania pun menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut agar anak perempuannya dan menantu kesayangannya tersebut tidak merasa curiga kepadanya.


"Raihana, you know that yesterday Mama was very busy and enthusiastic about the wedding of your first brother and your favorite sister-in-law? Mama doesn't have time to just make your two brothers and brothers a cake for their 17th birthday. In exchange, today Mama is going to make birthday cakes for your twins with your help and Mama's beloved daughter-in-law. Are you guys willing to help Mama make birthday cakes for Mama's twin boys? (Raihana, kamu tahu kan jika Mama kemarin sangat sibuk dan antusias dengan pernikahan kakak laki-laki pertamamu dan kakak ipar kesayanganmu itu? Mama tidak punya waktu lagi untuk sekedar membuatkan kedua kakak laki-laki kembarmu kue ulang tahun mereka yang ke 17 tahun. Sebagai gantinya, hari ini Mama akan membuat kue ulang tahun kedua kakak laki-laki kembarmu dengan bantuanmu dan juga bantuan menantu kesayangan Mama. Apakah kalian bersedia untuk membantu Mama membuatkan kue ulang tahun untuk anak laki-laki kembarnya Mama?)" ucap Rania sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik menantu kesayangannya serta wajah cantik dan imut milik anak perempuannya tersebut.


Sebelum adik iparnya yang menjawab pertanyaan dari Rania tersebut, Nara bergegas untuk memberikan jawaban kepada sang Mama mertua yang kini sedang menanti jawabannya tersebut.


"Yes, Ma. Nara is willing to help Mama in making a 17th birthday cake for Rafa and Rafi (Iya, Ma. Nara bersedia untuk membantu Mama dalam membuat kue ulang tahun yang ke 17 tahun untuk Rafa dan Rafi)" ucap Nara sembari menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.

__ADS_1


Berbeda dengan kakak ipar kesayangannya yang langsung menjawab pertanyaan dari sang Mama, Raihana justru tertawa dengan terbahak-bahak sebelum memberikan jawabannya kepada sang Mama yang kini sedang menanti jawaban darinya.


"Of course Rai would be very willing, Ma. Never mind helping Mama to make a cake for the 17th birthday, Kak Rafa and Kak Rafi, destroying Mama's kitchen, even Rai can! (Tentu saja Rai akan sangat bersedia, Ma. Jangankan membantu Mama untuk membuat kue ulang tahun yang ke 17 tahun kak Rafa dan kak Rafi, menghancurkan dapur milik Mama pun Rai sanggup kok!)" ucap Raihana sembari tertawa dengan terbahak-bahak.


__ADS_2