Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 53 - Ketika Si Kembar Bersatu


__ADS_3

Sontak saja Nara yang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba dari sahabat sejatinya tersebut pun kini di buat menjadi sangat terkejut sekaligus terharu karena perilaku yang di tunjukkan oleh sahabat terjadinya tersebut kepada dirinya.


Terkejut atas spontanitas Aina, sahabat sejatinya yang langsung memeluk tubuh mungilnya dengan sangat erat, serta terharu karena mendapatkan sambutan yang sangatlah hangat dari Aina, sahabat sejatinya setelah berpisah kurang lebih 1 bulan lamanya.


Namun walaupun dirinya kini tengah di buat menjadi merasa terkejut sekaligua terharu karena perilaku Aina yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya, Nara pun pada akhirnya memutuskan untuk tetap membalas pelukan hangat dari sahabat sejatinya tersebut.


Tak hanya itu saja, Nara bahkan kini juga sampai mengelus-elus punggung sahabat sejatinya tersebut yang kini sedang terisak-isak di dalam pelukan hangatnya dengan sangat lembut untuk meredakan isakan yang keluar dari mulut sahabat sejatinya tersebut.


Nara bahkan kini sampai mengeratkan pelukan hangatnya dengan sahabat sejatinya tersebut karena merasakan sebuah kerinduan yang amat mendalam setelah berpisah kurang lebih 1 bulan lamanya dan hanya berkomunikasi melalui platfrom chatting online seperti WhatsApp.


Dengan pelukan hangatnya yang di eratkan pada tubuh mungil milik sahabat sejatinya tersebut, memang sudah cukup untuk membuktikan semua kasih sayang dan kerinduan yang tertuju dan tercurahkan kepada Aina yang notabenenya merupakan sahabatnya tersebut.


"Aina, 1-kagetsu-go, watashitachi wa nan hyaku man mo no kyori o hedatete hanaremashitaga, kono ai to akogare wa mada anata ni sosoga rete imasu. Watashi no tōchaku ni kandō shitanode, kono yō ni naite iru no o miru to, watashi mo kandō shimashita. Tokuni anata ga watashi ni kureta atatakai kangei no tame ni, Aina. Atatakai hōyō wa, osoraku watashi no ai to aijō o hyōgen suru no ni jūbundesu. Shikashi, kore wa watashi ga sakusei shita ichiren no kotoba, Ainade wa setsumei dekimasen. Watashi wa anata o aishi, koishī, Aina. Aina, anata o totemo aishi, koishiku omoimasu! (Aina, setelah 1 bulan lamanya kita berpisah dengan berjuta-juta jarak yang memisahkan kita, kasih sayang dan rasa rindu ini tetap tercurahkan kepadamu. Melihatmu yang menangis seperti ini karena terharu akan kedatanganku membuatku juga merasa terharu. Apalagi atas sambutan hangat yang kamu berikan kepadaku, Aina. Sebuah pelukan hangat memang mungkin sudah cukup untuk mengungkapkan rasa sayang dan kasih sayangku. Tetapi, hal ini tidak bisa di ungkapkan dengan serangkaian kata-kata yang aku susun, Aina. Aku menyayangi dan merindukanmu, Aina. Sangat menyayangi dan merindukanmu, Aina!)" batin Nara yang di tujukan kepada Aina yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut sembari mengeratkan pelukan hangatnya dengan Aina yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut.


"Aina, anata wa watashi ga ichiren no kotoba de watashi no kimochi o hyōgen suru no wa kantan'na hitode wanai koto o anata jishin no tame ni shitte imasu. Shikashi, genjiten de watashi ga anata ni kanjite iru koto wa, anata ga genjiten de watashi ni kanjite iru koto to onajidesu. Anata wa watashi ga daredearu ka, watashi ga dono yōdearu ka, soshite watashi no subete no kimochi o tsuneni rikai shite iru Nihon ni iru watashi no yuiitsu no hontō no tomodachidesu. Nesha ya nissa to issho ni, anata to issho ni sugosu koto ga dekite ureshīdesu. Wakarimasu ka Aina? (Aina, kamu tahu sendiri jika aku orangnya tidak mudah untuk mengungkapkan perasaanku dengan serangkaian kata-kata. Namun, apa yang aku rasakan kepadamu pada saat ini sama dengan apa yang kamu rasakan kepadaku pada saat ini. Kamu adalah satu-satunya sahabat sejatiku yang berada di Jepang, yang selalu mengerti siapa aku, bagaimana aku, dan semua perasaanku. Bahagiaku ketika aku bisa berkumpul denganmu, juga dengan Nesha dan Nissa. Kamu mengerti itu, Aina?)" ucap Nara dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah lirih tersebut sembari mengelus-elus punggung Aina yang notabenenya merupakan sahabatnya tersebut dengan sangatlah lembut.


Walaupun dengan perlahan-lahan, namun tentunya yang pasti isakan Aina pun dengan perlahan-lahan mereda dan pada akhirnya Aina pun tidak mengangis dengan terisak-isak lagi karena merasakan elusan di punggungnya yang sangatlah lembut yang di berikan oleh Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut.


"Nara, watashi wa anata ga daredearu ka, anata ga dono yōdearu ka, soshite anata ga dono yō ni kanjiru ka o hontōni rikai shite imasu. Watashi ni totemo chūjitsuna tomodachi, itsumo yorokobi to kanashimi de watashi ni tsukisotte kureru tomodachi, itsumo watashi o sasaete kureru tomodachi, watashi ga daun shite iru toki wa itsumo watashi o yaruki ni sa seru tomodachi de ite kurete arigatō. Anata wa hontōni watashinosubetedesu, Nara! Anata wa watashinojinsei de tokubetsuna ōi o motte imasu. Watashi wa hontōni anata o aishiteimasu, watashi no hontō no tomodachi! (Nara, aku sangat mengerti siapa dirimu, bagaimana dirimu, dan juga bagaimana perasaanmu. Terima kasih telah menjadi sahabat yang sangat setia untukku, sahabat yang selalu menemaniku dalam suka dan duka, sahabat yang selalu mendukungku dalam segala hal, sahabat yang selalu memotivasiku pada saat aku sedang terpuruk. Kamu benar-benar segalanya bagiku, Nara! Kamu memiliki tahta yang spesial di dalam hidupku ini. Aku sangat menyayangimu, sahabat sejatiku!)" ucap Aina yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman yang menyiratkan sebuah kebahagiaan di wajahnya yang cantik tersebut.


"Konkai no kikoku no sai ni wa, tokubetsuna sapuraizu o o todoke suru tsumoridesu. Hontō no tomodachidesu. Watashitachi ga chīsai koro kara no saidai no kibōdeatta odoroki wa, anata ga Indoneshia ni hikkoshita toki ni jitsugen shimashita. Hai, watashi wa ima Isuramu kyōtodesu! Watashi wa ima, kaisōsha ni narimashita, watashi no hontō no tomodachidesu! Watashi wa 5-sai no toki kara kaisōsha ni naritakatta nodesuga, chichi to haha ni jibun no ishi o aete hyōmei shinakatta dakedesu. Watashi wa isuramukyō ni kaishū shita dakedenaku, haha to chichi mo kaisōsha ni narimashita! Watashitachi wa mina kaisōsha ni narimashita, watashi no hontō no tomodachi! Watashitachi o tadashī michi, arrā no michi ni michibiite kurete arigatō. Watashi wa hontōni anata o aishiteimasu, watashi no hontō no tomodachi! (Pada kepulanganmu ke Jepang pada kali ini, aku bahkan berniat untuk memberikan sebuah kejutan yang spesial untukmu, sahabat sejatiku. Kejutan di mana yang merupakan harapan terbesarmu sejak waktu kita masih kecil, kini sudah terpenuhi di kala kamu pindah ke Indonesia. Ya, aku sekarang sudah beragama Islam! Aku sekarang sudah menjadi mualaf, sahabat sejatiku! Aku ingin menjadi mualaf semenjak usiaku yang memasuki usia 5 tahun, hanya saja aku tak berani mengutarakan niatanku kepada Papa dan Mamaku. Tak hanya aku saja yang kini sudah menjadi mualaf, Mama dan Papaku kini juga sudah menjadi mualaf! Kami semua sudah menjadi mualaf, sahabat sejatiku! Terima kasih karena sudah membawa kami menuju ke jalan yang benar, jalan Allah. Aku sangat menyayangimu, sahabat sejatiku!)" batin Aina yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut sembari menyunggingkan sebuah senyuman yang menyiratkan sebuah kebahagiaan tersebut di wajahnya yang cantik tersebut.

__ADS_1


Setelah di rasa puas memeluk tubuh mungil milik Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut, Aina pun melepaskan kedua tangannya yang masih memeluk dengan erat tubuh mungil milik Nara untuk menyudahi pelukan hangat yang terjadi di antara dirinya dan sahabat sejatinya tersebut.


Karena melihat Aina yang notabenenya adalah sahabat sejati bagi Nara tersebut melepaskan kedua tangannya yang masih memeluk dengan erat tubuh mungil milik Nara tersebut pun membuat Nara juga melepaskan kedua tangannya yang kini masih memeluk dengan erat tubuh mungil milik sahabat sejatinya tersebut.


Setelah menyudahi pelukan hangat yang terjadi di antara Nara dan Aina tersebut, Kini terlihatlah Nara dan Aina yang sedang saling beradu pandang dengan sebuah senyuman yang menyiratkan sebuah kebahagiaan yang tersungging di wajah cantik milik Nara dan Aina tersebut.


"Oh yes, Nara. Where are Nesha and Nissa? You said Nesha and Nissa will stay with your family for 1 week (Oh ya, Nara. Di mana Nesha dan Nissa? Kata kamu kan Nesha dan Nissa akan ikut menginap di rumah keluargamu selama 1 minggu ini)" tanya Aina kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik sahabat sejatinya tersebut.


Karena mendengar pertanyaan Aina yang menanyakan di mana keberadaan Vannesha dan Anissa, hal ini pun sontak saja membuat Nara mengadahkan pandangan dan pengelihatannya ke segala arah untuk mencari keberadaan Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya tersebut yang berasal dari Indonesia.


"Nesha to nissa, doko ni iru no? Karera wa hontōni min'na no retsu no ichiban ushiro ni iru no ga sukidesu. Tashika ni, koreha, kono jiten de watashi no yō ni ryōhō no sonzai o kensaku suru hitobito ni totte hijō ni kon'nan ni narimasu (Hah, Nesha dan Nissa ini di mana juga sih? Mereka ini begitu suka sekali berada di paling belakang dari barisan semua orang. Tentunya hal ini akan sangat mempersulit bagi orang-orang yang akan mencari keberadaan mereka berdua seperti aku pada saat ini)" batin Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut sembari mengadahkan pandangan dan pengelihatannya untuk mencari keberadaan Vannesha dan Anissa yang biasanya berada di bagian paling belakang dari barisan semia orang tersebut.


"Ē to, omotta tōri. Karera wa, Nihon no azumakyōichi ni aru watashinokazoku no ie ya jūkyo ni hairu hitobito no retsu no ichiban ushiro ni iru ni chigai arimasen. (Hah, seperti dugaanku. Mereka pasti berada di bagian paling belakang dari barisan orang-orang yang akan memasuki rumah atau kediaman keluargaku yang ada di kota Tokyo, Jepang ini)" batin Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut sembari menarik dan menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar ketika sudah mengetahui keberadaan Vannesha dan Anissa yang berada di bagian paling belakang dari barisan orang-orang yang akan memasuki rumah atau kediaman dari keluarga Yamada yang ada di kota Tokyo, Jepang.


Nara yang sudah mengetahui keberadaan Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut pun berniat untuk memberitahu hal ini kepada Aina yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut.


"Ah, that's where they are, Aina. They love to be at the back when in a crowd, like during the ceremonial lines at our school (Ah, itu keberadaan mereka, Aina. Mereka itu suka sekali berada di paling belakang ketika berada di barisan orang-orang, seperti ketika barisan upacara di sekolah kami)" ucap Nara yang di tujukan kepada Aina yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari mengarahkan jari telunjuknya untuk menunjuk di mana keberadaan Vannesha dan Anissa yang terbilang sulit di jangkau karena Vannesha dan Anissa kini sedang berada di bagian paling belakang dari barisan orang-orang yang akan memasuki rumah atau kediaman dari keluarga Yamada di kota Tokyo, Jepang ini.


Setelah selesai memberi tahu perihal keberadaan Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabatnya yang berasal dari Indonesia tersebut, Nara pun berniat untuk memanggil Vannesha dan Anissa agar mendekat kepadanya dan juga Aina yang kini tengah antusias untuk bertemu secara langsung dengan kedua sahabat onlinenya yang berasal dari Indonesia tersebut.


"Nesha, Nissa, come here! Aina looks like she can't wait to meet the two of you in person for the first time since you met via WhatsApp's video call connection! (Nesha, Nissa, ayo ke sini! Aina sepertinya sekarang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu secara langsung dengan kalian berdua untuk yang pertama kalinya semenjak kalian berkenalan melalui sambungan panggilan video WhatsApp!)" teriak Nara kepada Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut agar segera mendekat kepadanya dan juga Aina yang kini tengah antusias untuk bertemu langsung dengan Vannesha dan juga Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat onlinenya yang berasal dari Indonesia tersebut.

__ADS_1


Setelah mendengarkan perkataan yang di ucapkan oleh Nara yang notabenenya merupakan sahabat mereka yang berasal dari Jepang, Vannesha dan juga Anissa pun langsung melesat dengan kecepatan full untuk segera mendekat kepada Nara dan Aina yang kini sedang menanti kedatangan mereka tersebut.


Wusss


Entah tiada angin ataupun hujan yang sangat deras, kini Vannesha dan juga Anissa pun telah sampai di dekat Nara dan Aina yang kini tengah memandang Vannesha dan juga Anissa tersebut dengan sebuah tatapan yang menyiratkan keheranan yang sangat mendalam terhadap Vannesha dan Anissa tersebut.


Sangkin antusiasnya karena bisa bertemu secara langsung dengan Aina yang notabenenya merupakan sahabat online dari Vannesha dan Anissa yang berasal dari Jepang tersebut, Vannesha dan Anissa pun tidak menghiraukan sedikit pun akan sebuah tatapan yang menyiratkan keheranan yang sangat mendalam tersebut kepada Vannesha dan Anissa yang di berikan oleh Nara dan Aina tersebut.


Vannesha bahkan langsung saja memeluk tubuh mungil milik Aina dengan sangat eratnya karena Vannesha merasa sangat senang ketika bisa bertemu secara langsung dengan sahabat onlinenya yang berasal dari Jepang tersebut.


"Ah, I'm so happy that I was able to meet you in person, my online best friend. Ah, I also feel very happy because maybe my friends to watch Korean dramas with romantic genre will be even more! Ah, how glad I am! (Ah, aku sangat bahagia sekali karena aku bisa bertemu secara langsung denganmu, sahabat onlineku. Ah, aku juga merasa sangat senang karena mungkin temanku untuk menonton Drama Korea yang bergenre romantis akan bertambah lagi! Ah, senangnya aku!)" ucap Vannesha dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah antusias tersebut yang di tujukan kepada Aina yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut sembari mengeratkan pelukan hangatnya kepada tubuh mungil milik sahabat onlinenya tersebut.


Aina yang mendapatkan pelukan hangat dari Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut pun membalas pelukan hangat dari sahabat onlinenya tersebut dengan sangatlah erat. Seakan tidak mau ada suatu hal pun yang merenggangkan hubungan sahabat online yang di jalani antata seorang Vannesha Mikhayle Faresta dengan Aina Yoshida tersebut.


"I am also happy to be friends with you through social media, to be able to meet you in person through an intermediary for the International Olympics like this, Vannesha Mikhayle Faresta. Sometimes I also smile to myself because I get an online best friend whose character and character is very similar to me, Nesha! (Aku juga bahagia bisa bersahabat denganmu melalui media sosial, bisa bertemu langsung denganmu melalui perantara Olimpiade tingkat Internasional seperti ini, Vannesha Mikhayle Faresta. Terkadang aku juga sampai tersenyum-senyum sendiri karena aku mendapatkan seorang sahabat online yang sifat dan karakternya terbilang sangatlah mirip denganku ini, Nesha!)" ucap Aina dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah antusias tersebut yang di tujukan kepada Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut sembari membalas pelukan hangat yang terjadi di antara dirinya dengan sahabat onlinenya tersebut.


Nara yang melihat interaksi antara Aina dan Vannesha yang notabenenya merupakan kedua sahabatnya yang berasal dari kota Tokyo, Jepang serta dari kota Jakarta, Indonesia pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.


Nara bahkan tak menyangka bahwa Aina dan Vannesha yang notabenenya merupakan kedua sahabatnya yang memiliki sifat dan karakter yang terbilang sangatlah mirip tersebut bisa bertemu secara langsung melalui perantara Olimpiade tingkat Internasional seperti ini.


"Jitsuwa watashi no 2-ri no shin'yūdeari, kono yōna seikaku ya seikaku o motte iru Aina to vu~an'nesha ga, konkai no yō ni kokusai orinpikku no chūkai o tsūjite chokusetsu aeru to wa omotte imasendeshita. Soshite, koreha futago ga yūjō no kizuna de issho ni kuru toki ni sore ga dono yō ni okoru kadesu. Mondai no futago wa, Aina ya vu~an'nesha no yōna tokuchō ya kosei no kanten kara mita futagodesu. (Aku bahkan masih tidak menyangka bahwa Aina dan Vannesha yang notabenenya merupakan kedua sahabatku yang memiliki sifat dan karakter yang terbilang sangatlah mirip seperti ini bisa bertemu secara langsung melalui perantara Olimpiade tingkat Internasional seperti pada saat ini. Dan beginilah jadinya ketika si kembar bersatu dalam sebuah ikatan persahabatan. Si kembar yang di maksud adalah kembar melalui sudut pandang sifat dan kepribadian seperti Aina dan Vannesha ini)" batin Nara yang di tujukan kepada Aina dan Vannesha yang notabenenya merupakan kedua sahabatnya yang berasal dari kota Tokyo, Jepang serta yang berasal dari kota Jakarta, Indonesia tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.

__ADS_1


__ADS_2