Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 28 - Sebuah Misteri


__ADS_3

Nara pun segera membalas pelukan dari sang Mama mertua. Bagaimana pun juga di dalam hati kecilnya, dirinya sangat menginginkan pelukan hangat dari sang Mama mertua.


"Jibun no hahaoya o dakishimeta toki to onaji yō ni kanjimashita. Gibo o dakishimeta no wa hajimetenanode, sukoshi katai kanjigasuru dakedesu (Rasanya sama dengan ketika aku memeluk Mamaku sendiri. Hanya saja ini rasanya masih agak kaku karena baru pertama kalinya aku memeluk Mama mertuaku)" batin Nara sembari memejamkan kedua matanya secara perlahan-lahan untuk merasakan pelukan hangat di antara dirinya dan sang Mama mertua.


"Nara is fine, Ma. Nara is fine. Mama doesn't need to worry about Nara's situation (Nara tidak papa, Ma. Nara baik-baik saja kok. Mama tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Nara)" ucap Nara sembari menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik itu.


"Mama is very grateful when she finds out that you are fine, dear. It feels like you can't bear to hear bad things happen to Mama's favorite daughter-in-law. Mama wants to replace you if that really happens (Mama sangat bersyukur sekali ketika mengetahui kabarmu baik-baik saja, sayang. Rasanya Mama tidak sanggup jika mendengar hal yang buruk terjadi kepada menantu kesayangan Mama. Mama ingin menggantikan dirimu jika hal itu benar-benar terjadi)" ucap Rania sembari mempererat pelukannya dengan menantu kesayangannya.


Sementara itu, tepat di sebelah kedua kakak laki-lakinya, ada seorang gadis yang sekarang sedang melipat kedua tangannya di depan dadanya sendiri karena merasa cemburu dengan kakak iparnya sendiri.


Dialah Myesha Raihana Abayomi atau yang kerap di sapa dengan panggilan Rai. Bahkan karena sangkin cemburunya kepada kakak iparnya sendiri, Raihana tak segan-segan untuk mengeluarkan semua uneg-uneg yang telah di simpannya sedari tadi.


"Yep, because I already have a favorite daughter-in-law now Mama doesn't remember her beautiful and cute daughter anymore (Ih, gara-gara udah punya menantu kesayangan sekarang Mama nggak ingat lagi sama anak gadisnya yang cantik dan imut ini)" gerutu Raihana sembari memanyunkan bibirnya.


Sikap Raihana yang sedang merasa cemburu kepada kakak iparnya sendiri, di tambah lagi dengan ekspresi wajahnya yang sangat imut ketika sedang memanyunkan bibirnya membuat siapa saja merasa sangat gemas dengan gadis berusia 12 tahun ini.


Karena merasa sangat gemas sendiri dengan ekspresi wajah anak gadisnya ketika sedang cemburu kepada kakak iparnya sendiri, akhirnya Rania membentangkan salah satu tangannya untuk membawa anak gadisnya kedalam pelukannya.


Dengan sangat sigap, Raihana pun segera mengambil kesempatan emas untuk ikut bergabung dalam pelukan sang Mama bersama sang kakak ipar.


"Mama is now very happy because Mama already has 2 daughters and 2 sons. It feels like Mama's life is so complete with all of you. Mama loves all of you very much, Mama children (Mama sekarang sangat bahagia sekali karena Mama sudah mempunyai 2 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Rasanya hidup Mama begitu lengkap dengan kehadiran kalian semua. Mama sangat mencintai kalian semua, anak-anak Mama)" ucap Rania sembari mendekap erat tubuh menantu dan anak gadis kesayangannya.


"Nara also really loved and cherished Mama Rania (Nara juga sangat mencintai dan menyayangi Mama Rania)" ucap Nara sembari memberikan senyuman terbaiknya kepada sang Mama mertua.


"Rai also really loved and loved Mama more than loving and loving myself. But, Mama can still add more children after this (Rai juga sangat menyayangi dan mencintai Mama lebih dari menyayangi dan mencintai diriku sendiri. Tapi, Mama juga masih bisa untuk menambah anak lagi setelah ini)" celetuk Raihana sembari mengedipkan salah satu matanya kepada sang Mama yang kini sedang menatapnya seperti singa yang akan menerkam mangsanya.


Sontak saja Rania langsung membulatkan kedua matanya karena mendengar perkataan dari anak gadisnya yang mengatakan bahwa dirinya masih bisa untuk menambah anak setelah ini.


Bahkan pikiran Rania telah berkelana kemana-mana memikirkan maksud tersembunyi dari perkataan anak gadisnya tersebut.


"Why do my daughters even say like this? It was as if my daughter had given the green light to get me pregnant again. Even though my uterus has been removed and it is confirmed that I cannot get pregnant again since I did the removal of the uterus (Kenapa anak gadisku malah berkata seperti ini? Seolah-olah anak gadisku memberi lampu hijau untuk aku kembali mengandung. Padahal kan rahimku sudah di angkat dan di pastikan tidak bisa hamil lagi sejak aku melakukan pengangkatan rahim)" batin Rania sembari menatap wajah anak gadisnya yang cantik dan manis tersebut dengan tatapan tajamnya.


"It's okay to make Mama's feelings mixed up right? (Membuat perasaan Mama menjadi campur aduk tidak papa kan?)" batin Raihana sembari terus mengedipkan salah satu matanya kepada sang Mama yang kini sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Did Rai tell Mama to get pregnant again? Mama's uterus has been removed and confirmed that she can't get pregnant again, Rai. So, what is the hidden meaning in your words? (Apakah Rai menyuruh Mama untuk hamil lagi? Kan rahim Mama sudah di angkat dan di pastikan tidak bisa hamil lagi, Rai. Lantas, apa maksud terselubung di dalam perkataanmu ini?)" ucap Rania sembari menatap wajah anak gadisnya yang cantik dan manis dengan tatapan tajamnya.


"Rai meant that Mama could add children in the sense that she was Mama's daughter-in-law like Nara's sister. Not a biological child, Mama. If the problem with Mama's uterus that has been lifted, Rai also knows (Maksud Rai itu Mama bisa menambah anak dalam artian dia itu menantu Mama seperti kak Nara. Bukan anak kandung, Mama. Kalau masalah rahim Mama yang sudah di angkat kan Rai juga tahu)" ucap Raihana sembari menyunggingkan senyuman kuda di wajahnya yang cantik dan manis itu.


"Youuu! Mama also wants to add another daughter-in-law in the near future, but your brother on this one still hasn't shown us who his match is (Kamuuu! Mama juga mau menambah menantu lagi dalam waktu dekat, tapi kakak laki-lakimu yang satu ini masih belum menunjukkan siapa jodohnya kepada kita)" ucap Rania dengan sangat geram sembari menunjuk ke arah anak laki-laki keduanya dengan ekor matanya.


"I also want to add more sister-in-law, Mama (Aku pun juga mau menambah kakak ipar lagi, Mama)" ucap Raihana sembari mengedipkan salah satu matanya kepada kakak laki-laki keduanya yang saat ini sedang merasa sangat terpojok.


Rafi yang sekarang sudah merasa sangat terpojok karena ucapan kedua wanita yang di sayangi dan di cintainya yang secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya harus segera menikah pun hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sedang di alami olehnya.


"My fate is still single. Receiving ridicule asked to be married from my mother and sister gracefully and also waiting for the arrival of the woman who became my soul mate later. Sob, that's very wearing (Menggenaskannya nasibku ini yang masih menjadi jomblo. Menerima ejekan di suruh menikah dari Mama dan adik perempuanku dengan lapang dada dan juga menunggu kapan datangnya wanita yang menjadi jodohku nanti. Hiks, menggenakan sekali)" batin Rafi sembari menyunggingkan sebuah senyuman getir di wajahnya yang tampan.


Sesekali terlihat Rafi melayangkan beberapa kalimat protes kepada sang Mama dan adik perempuannya perihal perkataan mereka yang secara terang-terangan mengatakan bahwa Rafi harus segera menikah.


"Uh, why do you actually blame me for not giving a beautiful daughter-in-law to Mama? Look at Kak Rafa and Kak Nara, they got married young too, because they were matched by Mama, Papa, Mama Amaya, and Papa Naoki. So, why do you blame me for this? (Ih, kenapa Mama justru menyalahkanku karena belum memberikan menantu yang cantik untuk Mama? Lihat kak Rafa dan Kak Nara, mereka menikah muda kan juga karena di jodohkan oleh Mama, Papa, Mama Amaya, dan Papa Naoki. Lantas, kenapa Mama menyalahkanku karena hal ini?)" protes Rafi kepada sang Mama sembari memasng ekspresi wajah yang datar di wajahnya yang tampan.


Rania yang mendengar perkataan anak laki-laki keduanya pun di buat menjadi sangat kesal, apalagi ketika Rania melihat ekspresi datar yang terpasang di wajah anak laki-laki keduanya yang tampan. Hal ini semakin membuat amarah yang ada di dalam diri Rania semakin memuncak dan akhirnya pun meluapkannya kepada anak laki-laki keduanya yang merupakan biang dari amarah Rania yang memuncak.


"Why? You want a match too, huh? If you want to just tell Mama and Papa so that Mama and Papa can find a suitable future wife for you (Kenapa? Kamu mau di jodohkan juga, hah? Kalau mau bilang saja pada Mama dan Papa agar Mama dan Papa bisa mencari calon istri yang cocok untukmu)" teriak Rania sembari menatap ke arah wajah tampan milik anak laki-laki keduanya dengan tatapan tajamnya.


Ucapan yang di ucapkan oleh Rafi tentunya sangat menohok di hati Nara dan Rafa yang menikah karena perjodohan Mama dan Papa mereka.


Bahkan Nara dan Rafa sendiri pun tidak bisa menolak perjodohan yang di rencanakan oleh Mama dan Papa mereka, walaupun hanya dengan satu kata pun. Dengan sangat terpaksa, Nara dan Rafa tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohan yang di rencanakan oleh Mama dan Papa mereka dan menjalaninya.


Andai saja Nara dan Rafa bisa menolak perjodohan tersebut, mungkin saja Nara dan Rafa tidak akan bersama saat ini. Tapi, pada dasarnya Nara dan Rafa bukanlah orang yang tega untuk menolak permintaan dari Mama dan Papa mereka.


"Anata no kotoba wa watashi no kokoro no okufukaku ni tsukisasatte imasu, rafi. Mama to papa ga keikaku shita matchimeikingu o kotowaru koto ga dekireba, tashika ni ima wa mada nihon'nogakkō ni ite, rafa ya anata to wa issho ni imasen. Shikashi, mama to papa no yōkyū o kyohi suru koto wa hijō ni kon'nandesu. Watashi wa tanin no yōkyū o kantan ni kyohi suru hitode wa arimasen. Sarani, soreha watashinohaha to chichi no yōkyūdesu. (Kata-katamu sangat menancap di hatiku, Rafi. Andai saja aku bisa menolak perjodohan yang telah di rencanakan oleh para Mama dan Papa kita, pasti sekarang aku masih bersekolah di Jepang dan aku tidak akan bersama Rafa ataupun kalian pada saat ini. Tapi, untuk menolak permintaan Mama dan Papa itu sangatlah sulit. Aku ini bukanlah orang yang mudah menolak permintaan orang lain, apa lagi itu adalah permintaan Mama dan Papaku)" batin Nara sembari menghanyutkan dirinya di dalam pikirannya sendiri.


"Sialan kamu, Rafi. Bisa-bisanya kamu menolak ucapan Mama dengan sangat mudah! Kenapa aku tidak bisa melakukan hal itu? Apa karena cintaku yang sudah sangat besar kepada gadis Jepang yang sekarang sudah menjadi istri kecilku sendiri?" batin Rafa sembari menatap ke arah wajah tampan milik adik kembarnya dengan tatapan yang menyiratkan keirian tersendiri.


Rafa yang pada dasarnya tidak bisa melihat adanya drama keluarga pun sekarang sudah di buat menjadi sangat bosan. Untuk membubarkan drama keluarga ini, Rafa berkilah menggunakan alasan dirinya yang sangat lelah dan juga dirinya yang sebentar lagi akan berangkat ke perusahaan RANY Corporation untuk menjalankan posisi barunya sebagai CEO di perusahaan tersebut.


"Mama, Rafi, please don't continue this family drama anymore. Rafa is tired because today Rafa has been looking after Nara all day in the UKS room. Rafa was also very hungry because since recess Rafa had not eaten anything. After all, Rafa will briefly leave for the company to assume Rafa's new position as CEO of the company (Mama, Rafi, sudahlah tidak usah di lanjutkan lagi drama keluarga ini. Rafa sudah lelah karena hari ini Rafa sudah menjaga Nara seharian di ruang UKS. Rafa juga sudah sangat lapar karena sejak jam istirahat Rafa tidak memakan apa pun. Lagi pula Rafa kan sebentar lagu juga akan berangkat ke perusahaan untuk menjalankan posisi baru Rafa sebagai CEO perusahaan)" ucap Rafa dengan nada bicara dan ekspresi wajahnya yang terlihat sangatlah datar.

__ADS_1


Karena mendengar ucapan dari anak laki-laki pertamanya yang memang benar adanya, Rania bahkan sekarang sampai menepuk dahinya sendiri karena melupakan hal yang begitu penting untuk semua orang.


"Oh yeah, Mama forgot, honey. Let's go inside. Mama has cooked a very good meal for all of you (Oh ya, Mama lupa, Sayang. Ayo kita masuk ke dalam. Mama sudah memasak makanan yang sangat enak untuk kalian semua)" ucap Rania sembari melangkahkan kedua kakinya dengan perlahan untuk memasuki rumah keluarga Abayomi.


Nara, Rafa, Rafi, dan juga Raihana pun dengan perlahan-lahan mengikuti langkah Rania untuk memasuki rumah keluarga Abayomi.


Sesampainya di dalam rumah keluarga Abayomi, Nara, Rafa, Rafi, dan juga Raihana langsung mengikuti langkah Rania untuk menuju ke ruang makan, di mana semua makanan yang Rania masak bersama para Asisten Rumah Tangga yang ada di rumah keluarga Abayomi telah tersusun dengan sangat rapi.


Ketika sudah sampai di ruang makan, Nara, Rafa, Rafi, Raihana, dan juga Rania pun langsung duduk di kursi makan yang biasanya mereka duduki.


Nara, Rafa, Rafi, Raihana, dan juga Rania pun langsung menyantap hidangan makan siang mereka yang ada di atas piring mereka masing-masing. Tentunya, tanpa melupakan mengucpakan doa sebelum makan di dalam agama Islam.


15 menit kemudian, Nara, Rafi, Raihana, dan juga Rania sudah selesai menyantap hidangan makan siang mereka yang ada di piring mereka masing-masing.


Rafa pun akhirnya menjadi orang pertama yang membuka suaranya untuk menuju ke arah kamarnya yang ada di lantai dua agar Rafa bisa membersihkan tubuhnya sekaligus mengganti pakaiannya dengan stelan jas.


Rafa pun langsung menarik kursi yang sedang dia duduki untuk sedikit mundur ke belakang agar Rafa bisa beranjak berdiri dari posisinya yang semula sedang duduk.


"Ma, Rafi, Rai, Nara, Rafa want to go to the room first. Rafa wants to clean his body and at the same time change Rafa's clothes with a suit (Ma, Rafi, Rai, Nara, Rafa mau pergi ke kamar dulu ya. Rafa mau membersihkan tubuh sekaligus mengganti pakaian Rafa dengan stelan jas)" ucap Rafa sembari beranjak untuk berdiri dari posisinya yang semula sedang duduk.


Nara pun juga berpamitan kepada sang Mama mertua dan kedua adik iparnya untuk membersihkan tubuhnya sekaligus menggantinya dengan pakaian rumahan di kamarnya.


Nara pun langsung menarik kursi yang sedang dia duduki untuk sedikit mundur ke belakang agar Nara bisa beranjak berdiri dari posisinya yang semula sedang duduk.


"Ma, Rafi, Rai, Nara also wanted to clean Nara's body and at the same time change Nara's clothes to household clothes (Ma, Rafi, Rai, Nara juga mau membersihkan tubuh Nara sekaligus mengganti pakaian Nara dengan pakaian rumahan)" ucap Nara sembari beranjak untuk berdiri dari posisinya yang semula sedang duduk.


Terlihat di sana ada Rania yang sekarang sedang menyunggingkan sebuah senyuman licik di wajahnya yang cantik secara perlahan karena mendengar ucapan dari anak laki-laki pertamanya dan juga menantu kesayangannya.


"Mama knows you two still haven't done it. Mama still keeps all those sexy clothes in one of Nara's closets. Mama even just put in 1 household clothes for Nara to wear now. Get ready to return to see the white and smooth body of Nara, my dear boy (Mama tahu kalian berdua masih belum melakukannya. Mama masih menyimpan semua baju seksi itu di salah satu lemari Nara. Mama bahkan hanya baru memasukkan 1 baju rumahan untuk Nara kenakan Sekarang. Bersiaplah untuk kembali melihat tubuh Nara yang putih dan mulus, anak laki-lakiku tersayang)" batin Rania sembari menyunggingkan sebuah senyuman licik di wajahnya yang cantik secara perlahan-lahan.


"Allright darling. But be prepared to see a surprise that Mama has prepared. Don't be surprised when you see it, OK! (Baiklah, sayang. Tapi bersiaplah untuk melihat sebuah kejutan yang Mama telah siapkan. Jangan terkejut ketika kalian melihatnya, ya!)" ucap Rania sembari menyunggingkan sebuah senyuman penuh misteri di wajahnya yang cantik dengan perlahan-lahan.


Rafa yang mendengar perkataan sang Mama pun hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


Rafa sangat hafal bagaimana sifat sang Mama yang sangat sulit untuk di hadapi ini. Sang Mama yang bersifat sangat licik dan penuh misteri ini sangat pandai membuat emosi dan perasaan seseorang menjadi tercampur aduk.


"Sebuah misteri apa lagi ini, Ya Allah" batin Rafa sembari menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar karena kelakukan dari sang Mama yang sangat licik tersebut.


__ADS_2