
Nara yang sadar akan adanya dua orang yang berteriak di dekatnya pun segera mengalihkan pandangannya kepada dua orang yang berteriak di dekatnya tadi.
Ketika Nara sudah menatap dua orang yang berteriak di dekatnya tadi, Nara langsung menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang cantik.
Kenzo dan Zayn yang menadapatkan senyuman lembut dari Nara pun mendadak menjadi salah tingkah karena senyuman Nara yang sangat mempesona.
Karena sudah bertekad untuk bisa berkenalan secara resmi dengan Nara, Kenzo dan Zayn pun langsung menjulurkan lengannya kepada Nara.
"Em, hello Nara. Introduce me his best-looking friend Rafa. My name is Kenzo Afnan Rahardian, you can call me Ken (Em, halo Nara. Perkenalkan aku sahabatnya Rafa yang paling tampan. Namaku Kenzo Afnan Rahardian, kamu bisa memanggilku Ken)" ucap Kenzo dengan mengedipkan salah satu matanya sembari menunggu Nara untuk membalas uluran tangannya.
Sementara itu Rafa yang mendengar perkataan Kenzo yang mengatakan bahwa dirinyalah yang paling tampan pun menjadi sangat kesal. Karena pada kenyataannya Rafa lah yang lebih tampan dari pada Kenzo.
"Hei, apa-apaan ini? Kenapa kamu mengatakan bahwa dirimulah yang paling tampan? Dasar sahabat gila! Jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi jika kamu masih ingin hidup dengan tenang" batin Rafa sembari menatap wajah Kenzo dengan tatapan tajamnya.
Kenzo yang mendapatakan tatapan tajam dari sahabatnya yang terkenal dengan sifatnya yang sangat menakutkan pun berusaha untuk menelan salivanya sendiri dengan susah payah.
"That's bad, the handsome lion has woken up from his sleep! What should I do? O Allah, please save your servant from the snare of the lion who woke up from his sleep! (Gawat, singa yang tampan sudah bangun dari tidurnya! Harus bagaimana diriku ini? Oh Ya Allah, tolong selamatkan hambamu ini dari jeratan singa yang terbangun dari tidurnya!)" batin Kenzo sembari mencoba menelan salivanya sendiri dengan susah payah.
Nara tidak membalas uluran tangan dari Kenzo, melainkan Nara menelungkupkan kedua tangannya di depan dada seperti yang di lakukan gadis muslimah pada umumnya ketika ada laki-laki yang bukan muhrimnya mengajak berkenalan.
"Hello Ken. Greetings. My name is Narahita Hideko Yamada, you can call me Nara (Halo Ken. Salam kenal. Namaku Narahita Hideko Yamada, kamu bisa memanggilku Nara)" ucap Nara sembari menelungkupkan kedua tangannya di depan dadanya.
Melihat Nara yang merespon dengan menelungkupkan kedua tangannya di depan dada, membuat Kenzo dan Zayn segera menarik tangannya kembali.
"Hello Nara. Greetings to you. Oh yes, my name is Zayn Danish Zafiran, you can call me Zayn (Halo Nara. Salam kenal untukmu. Oh ya, perkenalkan namaku Zayn Danish Zafiran, kamu bisa memanggilku Zayn)" ucap Zayn sembari mengedipkan salah satu matanya kepada Nara.
"Hello Zayn. Greetings to you too (Halo Zayn. Salam kenal untukmu juga)" ucap Nara sembari memberikan senyum lembutnya kepada Zayn.
Sementara itu Anissa dan Vannesha terlihat membuka tas mereka untuk mengambil ponsel mereka karena bosan mendengar Kenzo dan Zayn yang notabenenya playboy kelas kakap mencoba untuk berkenalan dengan Nara.
Setelah mengambil ponsel mereka dari dalam tas mereka masing-masing, Anissa dan Vannesha berencana untuk menambahkan kontak WhatsApp Nara dengan memindai kode QR WhatsAap milik Nara.
"Nara, where's your cell phone? I want to scan your WhatsApp QR code to add your contact on my phone (Nara, mana ponselmu? Aku ingin memindai kode QR WhatsAppmu untuk menambahkan kontakmu di ponselku)" ucap Vannesha sembari memperlihatkan kotak pemindai kode QR di aplikasi WhatsApp yang ada di ponselnya.
"I also want to scan your WhatsApp QR code, Nara (Aku juga mau memindai kode QR WhatsApp kamu, Nara)" ucap Anissa sembari memperlihatkan kotak pemindao kode QR di aplikasi WhatsApp yang ada di ponsel miliknya.
Tak mau melewatkan kesempatan emas yang ada di depan mata, Kenzo dsn Zayn pun segera mengeluarkan ponsel mereka dari saku celana mereka masing-masing.
"We also want, Nara (Kami juga mau, Nara)" ucap Kenzo dan Zayn secara bersamaan sembari mengedipkan salah satu mata mereka kepada Nara.
Vannesha dan Anissa yang mendengar perkataan Kenzo dan Zayn pun langsung menatap wajah Kenzo dan Zayn dengan tatapan sinis.
"Hey land crocodile! Can't you see a pretty girl? Beautiful girls are immediately asked for their WhatsApp number. It deserves to be called a land crocodile! (Hei buaya darat! Tak bisa ya melihat cewek yang cantik? Cewek cantik langsung di minta nomor WhatsAppnya. Memang pantas di sebut dengan buaya darat!)" ucap Vannesha sembari menatap wajah Kenzo dan Zayn dengan tatapan sinisnya.
"Hmm, that's true Nesha said (Hmm, benar itu kata Nesha)" ucap Anissa yang membenarkan perkataan Vannesha sembari menatap wajah Kenzo dan Zayn dengan tatapan sinisnya.
Kenzo dan Zayn yang tak terima di katakan buaya darat oleh Anissa dan Vannesha pun melakukan beberapa upaya pembelaan diri.
"Hey, there's nothing wrong with trying to get close to a pretty girl that everyone's favorite (Hei, tidak ada salahnya mencoba untuk mendekati seorang gadis cantik yang menjadi primadona semua orang)" ucap Kenzo sembari menatap wajah Anissa dan Vannesha dengan tatapan tajamnya.
"That is true! (Benar itu!)" ucap Zayn yang membenarkan ucapan Kenzo sembari menatap wajah Anissa dan Vannesha dengan tatapan sinisnya.
Rafa yang melihat kegenitan kedua sahabatnya yang notabenenya adalah playboy kelas kakap kepada istri kecilnya pun di buat menjadi sangat kesal.
"Hah, kalian ini apa-apaan sih? Lihat cewek cantik pun langsung di mintain nomor WhatsAppnya. Nggak sekalian di mintain buat di santet biar kalian nggak bisa genit lagi?" batin Rafa sembari menatap kedua wajah sahabatnya dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Nara yang mendengar Vannesha, Anissa, Kenzo, dan Zayn yang ingin meminta nomor WhatsAppnya dengan memindai kode QR WhatsAppnya pun di buat menjadi tertawa kecil.
"What are you guys doing? Like just asking for the artist's number (Kalian ini apa-apaan sih? Seperti sedang meminta nomor artis saja)" ucap Nara sembari tertawa kecil.
"But before you can scan my WhatsApp QR code, of course I'll take my cellphone first (Tapi sebelum kalian bisa memindai kode QR WhatsAppku, tentunya aku akan mengambil ponselku terlebih dahulu)" lanjut Nara sembari berjalan ke arah tempat duduknya.
Sesampainya di tempat dekat duduknya, Nara langsung membuka tasnya untuk mengambil ponsel miliknya yang masih berada di dalam tasnya.
Setelah itu Nara langsung membuka aplikasi WhatsApp yang ada di ponselnya untuk mencari menu 'Kode QR' yang ada di aplikasi WhatsAppnya.
Nara pun segera berjalan ke arah meja Anissa dan Vannesha ketika menu 'Kode QR' yang ada di aplikasi WhatsAppnya yang sudah terbuka.
Sesampainya di depan meja Anissa dan Vannesha, Nara langsung memposisikan ponselnya agar kode QR nya bisa di pindai oleh Anissa, Vannesha, Kenzo, dan juga Zayn.
"Thanks Nara (Terima kasih Nara)" ucap Anissa dan Vannesha ketika sudah memindai kode QR WhatsApp milik Nara.
Berbeda 360 derajat dari Anissa dan Vannesha, Kenzo dan Zayn justru berterima kasih kepada Nara dengan kata-kata yang biasa di ucapkan oleh Kenzo dan Zayn yang notabenenya adalah playboy kelas kakap.
"Thank you, my dear (Terima kasih sayangku)" ucap Kenzo dan Zayn sembari mengedipkan salah satu matanya kepada Nara.
Rafa yang melihat kedua sahabatnya yang berterima kasih kepada istri kecilnya dengan kata-kata menggoda yang sengaja di ucapkan oleh kedua sahabatnya pun merasa sangat kesal.
"Hei, berani-beraninya kalian menggoda istri kecilku seperti itu! Lihat saja, tak akan aku ampuni kalian berdua!" batin Rafa sembari menatap kedua wajah sahabatnya dengan tatapan tajamnya.
Untuk beberapa saat Nara, Rafa, Anissa, Vannesha, Kenzo, dan Zayn terdiam larut di dalam lamunan masing-masing. Hingga akhirnya suara perut Vannesha yang memecah keheningan di antara Nara, Rafa, Anissa, Vannesha, Kenzo, dan Zayn.
Krucuk
Krucuk
"Shut up you! (Diamlah kamu ini!)" ucap Vannesha sembari mencoba menyembunyikan rasa malunya dari Nara, Rafa, Anissa, Kenzo, dan Zayn.
Nara yang mendengar suara perut Vannesha yang sedang meronta-ronta untuk di isi pun menyunggingkan senyuman kikuk di wajahnya yang cantik.
"Vu~an'neshade sae onakagasuite imashita, mochiron watashi, rafa, anissa, kenzō, zein mo onakagasuite imashita (Vannesha saja sudah lapar, pastinya aku, Rafa, Anissa, Kenzo, dan Zayn juga merasa lapar)" batin Nara sembari menyunggingkan senyuman kikuk di wajahnya yang cantik.
Karena Nara memang memaklumi tentang perut Vannesha yang berbunyi untuk meminta di isi, akhirnya Nara pun mengajak Rafa, Vannesha, Anissa, Kenzo, dan Zayn untuk makan di kantin sekolah Internasional.
"Nesha, Nissa, Rafa, Ken, Zayn, let's eat at the cafeteria (Nesha, Nissa, Rafa, Ken, Zayn, ayo kita makan di kantin)" ucap Nara sembari menyimpan ponselnya di saku roknya.
"Well, you really understand the most about us, Nara (Nah, kamu memang yang paling mengerti tentang kami, Nara)" ucap Anissa dan Vannesha secara bersamaan sembari menyimpan ponselnya di saku roknya.
Karena melihat Nara, Anissa, dan Vannesha yang menyimpan ponsel milik mereka masing-masing di dalam saku rok, Kenzo dan Zayn pun memasukkan ponsel milik mereka masing-masing di saku celananya.
Berbeda dengan Nara, Anissa, Vannesha, Kenzo, dan Zayn yang baru menaruh ponsel milik mereka masing-masing di dalam saku celana atau rok, Rafa memang sedari tadi dirinya sudah menaruh ponsel miliknya di saku celananya.
Nara, Anissa, dan Vannesha sudah berjalan terlebih dahulu menuju ke arah kantin dengan berpegangan tangan pada satu sama lain.
Sedangkan Rafa, Kenzo, dan Zayn, mereka membiarkan untuk Nara, Anissa, dan Vannesha berjalan terlebih dahulu di depan Rafa, Kenzo, dan Zayn. Rafa, Kenzo, dan Zayn pun berjalan di belakang Nara, Anissa, dan Vannesha.
Sepanjang perjalanan ke arah kantin, Vannesha tak henti-hentinya berbicara tentang sebuah ruangan yang baru saja di lewati oleh Nara, Anissa, dan Vannesha.
"Well, this is a library that contains lots of interesting books. This place is suitable for people who love books (Nah, inilah perpustakaan yang berisi banyak sekali buku-buku menarik. Tempat ini cocok untuk orang yang suka buku)" ucap Vannesha sembari menunjuk ke arah perpustakaan yang baru saja di lewati oleh Nara, Anissa, dan Vannesha.
Nara yang mendengar perkataan Vannesha tentang perpustakaan yang ada di sekolah Internasional pun menjadi tertarik dengan pembicaraan tentang perpustakaan yang ada sekolah Internasional.
__ADS_1
"Oh really? Is there one of the best books out there? (Oh, benarkah? Apakah ada salah satu buku yang paling bagus di sana?)" ucap Nara sembari menatap sejenak ke arah wajah Vannesha dengan tatapan lekatnya.
"Yes. There is one of the best books there, and it is also a book I love. The book is a novel entitled Hayami and Mayumi which tells the story of a pair of very loyal friends. The novel is said to be written by the author in Japanese, then translated into all languages in the world, including Indonesian. If I meet the author, I will invite him to befriend me (Ya. Di sana ada salah satu buku yang paling bagus dan buku itu juga buku yang aku sukai. Buku tersebut adalah novel yang berjudul Hayami dan Mayumi yang mengisahkan sepasang sahabat yang sangat setia. Novel tersebut katanya ketika di tulis oleh penulisnya menggunakan bahasa Jepang, lalu di terjemahkan ke seluruh bahasa yang ada di dunia, termasuk bahasa Indonesia. Jika aku bertemu penulisnya, aku akan mengajaknya untuk bersahabatnya denganku)" ucap Vannesha dengan panjang lebar.
Nara yang mendengar perkataan Vannesha pun merasa sangat terkejut. Pasalnya novel yang berjudul Hayami dan Mayumi itu merupakan novel karya Nara ketika Nara masih berumur 12 tahun.
"Ōno. Hayami to Mayumi no shōsetsu wa 12-sai no toki no shōsetsudesu. Anata ga watashi no shōsetsu o yonda to iu anata no kotoba o kiita toki, watashi wa jissai ni hijō ni hazukashiku kanjimashita. Anata wa sore o shiranakute mo, shōsetsu no sakushadearu nesha to sudeni tomodachidesu (Oh, tidak. Novel Hayami dan Mayumi adalah novel karyaku ketika aku masih berusia 12 tahun. Aku sebenarnya merasa sangat malu ketika mendengar perkataanmu bahwa kamu sudah membaca novel karyaku. Tanpa kamu sadari juga kamu sudah bersahabat dengan penulis novelnya, Nesha)" batin Nara sembari menyunggingkan senyuman misterius di wajahnya yang cantik.
Tanpa Nara, Anissa, dan Vannesha sadari, ternyata kini Nara, Anissa, dan Vannesha sudah berada di kantin yang ada di sekolah Internasional.
Rafa, Kenzo, dan Zayn pun sekarang juga sudah berada di kantin yang ada di sekolah Internasional. Tentunya setelah Nara, Anissa, dan Vannesha memasuki kantin yang ada di sekolah Internasional.
Nara, Anissa, dan Vannesha segera menuju ke arah bangku yang berada di ujung kantin yang berada di dekat taman.
Rafa, Kenzo, dan Zayn pun memilih untuk menduduki bangku yang berada di sebelah bangku yang di duduki oleh Nara, Anissa, dan Vannesha.
Sesampainya di bangku tersebut, Nara, Anissa, dan Vannesha pun langsung menduduki bangku tersebut.
Anissa pun langsung meminta tolong kepada Vannesha untuk memesankan bakso yang biasa dia dan Vannesha makan, tentunya dengan sedikit campuran kejahilan di dalamnya.
"Nara, just see you will love my plan and this little crazy Nesha (Nara, lihat saja kamu nanti akan menyukai rencanaku dan Nesha yang sedikit gila ini)" batin Anissa sembari menatap lekat ke arah wajah cantik milik Nara.
"Nesha, please order meatballs as we used to eat for me, you and Nara too (Nesha, tolong pesankan bakso seperti yang biasa kita makan untukku, kamu, dan juga Nara)" ucap Anissa sembari mengedipkan salah satu matanya kepada Vannesha untuk memberikan sebuah kode rahasia.
"Okay Nissa (Oke Nissa)" ucap Vannesha sembari berjalan menuju ke arah tempat penjual bakso.
Vannesha pun menyunggingkan senyuman yang bermakna kejahilan di wajahnya yang imut.
"We'll battle after this Nara, Nissa (Kita akan battle setelah ini Nara, Nissa)" batin Vannesha sembari menyunggingkan senyuman bermakna kejahilan di wajahnya yang imut.
Beberapa saat kemudian, Vannesha sudah berada di tempat penjual bakso. Vannesha pun langsung memesan 3 porsi bakso mercon yang merupakan makanan favorit Anissa dan Vannesha.
"3 portions of the fireworks meatball The spicy level, ma'am. Just drink iced tea, ma'am (Bakso merconnya 3 porsi bu. Level yang paling pedas ya bu. Sama minumnya es teh ya bu)" ucap Vannesha kepada seorang wanita yang sedang berjaga di tempat yang menjual bakso.
"OK. Please scan the QR code to make the payment, miss (Baiklah. Silahkan di pindai kode QR nya untuk melakukan pembayarannya, Nona)" ucap seorang wanita tadi sembari menunjuk ke arah kode QR yang terpasang di bagian depan tempat yang menjual bakso.
Vannesha pun segera mengeluarkan ponselnya yang masih berada di dalam saku roknya untuk melakukan pembayaran. Setelah memgambil ponselnya, Vannesha pun segera memindai kode QR tadi untuk melakukan pembayaran.
Setelah melakukan pembayaran dengan memindai kode QR yang ada di bagian depan tempat yang menjual bakso, Vannesha pun segera memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku roknya.
Tak butuh waktu lama, 3 porsi bakso mercon berserta 3 gelas es teh yang berada di atas nampan pun telah siap untuk di santap dan di minum oleh Nara, Anissa, dan Vannesha.
"Here are the meatballs and iced tea, miss. Enjoy (Ini bakso dan es tehnya, Nona. Selamat menikmati)" ucap seorang wanita tadi sembari menyodorkan nampan berisikan 3 mangkok bakso mercon dan 3 gelas es teh.
Vannesha pun segera menerima nampan tersebut dari seorang wanita tadi dengan kedua tangannya yang memegang di kedua ujung nampan.
Kemudian Vannesha berjalan dengan perlahan ke arah bangku yang di duduki oleh Nara dan Anissa. Vannesha melangkahkan kakinya dengan perlahan karena mengingat dirinya yang sedang membawa 3 mangkok bakso mercon dan 3 gelas es teh.
Sesampainya di bangku yang di duduki oleh Nara dan Anissa, Vannesha langsung menaruh nampan yang berisikan bakso mercon dan es teh tersebut di atas meja.
Setelah menaruh nampan yang beriskan bakso mercon dan es teh tersebut di atas meja, Vannnesha pun langsung mendudukkan dirinya di samping Anissa.
Terlihatlah Nara yang mengerutkan dahinya karena mellihat makanan dan minuman yang masih terlihat asing baginya karena baru pertama kali melihatnya.
"What is this called Nesha? (Ini apa namanya Nesha?)" ucap Nara sembari menunjuk ke arah bakso mercon dan es teh yang masih berada di atas nampan.
__ADS_1
"This one is called bakso fireworks and iced tea, Nara. And this time we will hold a fireworks meatball battle. Okay? (Yang ini namanya bakso mercon dan es teh, Nara. Dan kali ini kita akan mengadakan battle bakso mercon. Oke?)" ucap Vannesha sembari mengedipkan salah satu matanya kepada Nara.