Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 19 - Siswi Baru


__ADS_3

Untuk beberapa saat Nara, Vannesha, dan Anissa saling terdiam tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Keheningan di antara Nara, Vannesha, dan Anissa pun terpecah di kala Anissa mengucapkan beberapa kalimat kepada Nara dan Vannesha.


"Nesha, Nara, how about we go around the school environment? Nara must be very unfamiliar with her new school environment. If you want to go around, let's go around! There is still 15 minutes left before the ceremony begins (Nesha, Nara, bagaimana jika kita berkeliling lingkungan sekolah? Nara pasti sangat asing dengan lingkungan sekolah barunya. Jika ingin berkeliling ayo kita berkeliling! Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum upacara di mulai)" ucap Anissa kepada Nara dan Vannesha sembari menjentikkan jarinya di depan wajahnya.


Untuk beberapa saat Nara terdiam memikirkan perkataan dari Anissa, teman sekaligus sahabat barunya. Jika Nara pikirkan, tidak ada salahnya mengiyakan perkataan sahabat barunya itu. Karena ini juga bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah Internasional ini kepada Nara.


"Sore ni tsuite kangaereba, anissa no kotoba ni dōi suru koto wa nani no mondai mo arimasen. Anissa to vu~an'nesha mo watashi no atarashī gakkō kankyō o ninshiki dekiru yō ni shitai to omotte imasu (Jika di pikirkan tidak ada salahnya mengiyakan ucapan Anissa. Anissa dan Vannesha kan juga mau membantuku untuk mengenali lingkungan sekolah baruku)" batin Nara sembari menatap lekat ke arah wajah Anissa dan Vannesha.


"Nissa, of course I agree with your words. Because I also want to help Nara to recognize her new school environment. Isn't that right Nara? (Nissa, tentu saja aku menyetujui perkataanmu. Karena aku juga ingin membantu Nara untuk mengenali lingkungan sekolah barunya. Bukankah begitu Nara?)" ucap Vannesha sembari menatap wajah cantik milik Nara dengan tatapan lekatnya.


"I agree with what Nissa and Nesha said. Besides, I'm really happy to make new friends this fast. In Japan I only have 1 friend. In Indonesia I already have 2 friends, namely you (Aku setuju dengan perkataan Nissa dan Nesha. Lagi pula aku sangat senang bisa mendapatkan teman baru secepat ini. Jika di Jepang aku hanya punya 1 teman saja. Di Indonesia aku sudah punya 2 teman, yaitu kalian)" ucap Nara sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya.


Sontak saja Anissa dan Vannesha langsung menampilkan ekspresi wajah mereka yang menyiratkan keterkejutan karena mendengar ucapan dari Nara.


"What! Haven't you been to school for a long time in Japan? Why do you only have 1 friend there? Is she a girl or a boy? (Apa! Bukankah kamu sudah lama bersekolah di Jepang? Kenapa justru kamu hanya memiliki 1 orang teman saja di sana? Apakah dia perempuan atau laki-laki?)" ucap Vannesha sembari menatap wajah cantik milik Nara dengan tatapan yang menyiratkan ketidakpercayaan.


"Yes Nara, haven't you been studying in Japan for a long time? So why is your friend only 1 person? (Ya Nara, bukankah kamu sudah lama bersekolah di Jepang? Lantas kenapa temanmu hanya 1 orang?)" tanya Anissa yang membenarkan ucapan Vannesha sembari menatap wajah cantik milik Nara dengan tatapan yang menyiratkan ketidakpercayaan.


Nara pun menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan Anissa dan Vannesha. Nara bahkan berfikir bahwa Anissa dan Vannesha tidak percaya dengan apa yang akan di katakan olehnya nanti.


"Anissa to vu~an'nesha wa watashi ga iu koto o shinjite inakattadarou. Keisatsu ga hanzai-sha o jinmon shite iru yō ni, karera wa machigainaku watashi ni sarani jinmon shimasu (Anissa dan Vannesha pasti tidak akan percaya dengan apa yang akan di katakan olehku nanti. Mereka pasti akan mengintrogasiku lebih dalam lagi seperti polisi yang sedang mengintrogasi para pelaku kejahatan)" batin Nara sembari menarik dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"The Japanese are used to being independent Nissa, Nesha. After all they will keep their privacy. They will be selective in choosing friends. It's also actually my reason for having only one friend and my best friend in Japan. Only she is in Japan who I believe keeps some of my secrets (Orang Jepang itu sudah terbiasa mandiri Nissa, Nesha. Lagi pula mereka akan menjaga privasi mereka. Mereka akan selektif dalam memilih teman. Itu juga sebenarnya alasanku untuk hanya memiliki satu teman sekaligus sahabat terbaikku di Jepang. Hanya dialah yang ada di Jepang yang aku percaya menyimpan beberapa rahasiaku)" ucap Nara sembari menatap wajah Anissa dan Vannesha dengan tatapan lekatnya.


"That means we are among the lucky ones who can make friends and even befriend Japanese people who uphold their privacy and are also very selective in choosing friends and friends. (Berarti kami termasuk orang-oeang yang beruntung yang bisa berteman bahkan bersahabat dengan orang Jepang yang menjunjung tinggi privasinya dan juga sangat selektif dalam memilih teman sekaligus sahabat)" ucap Vannesha sembari tertawa kecil di akhir kalimatnya.


"Yes you could say so (Ya, bisa di bilang begitu)" ucap Nara sembari menyunggingkan senyuman kikuk di wajahnya.


"Nara, you haven't answered my question which asks if he's a girl or a boy? And what is his name too? (Nara, kamu belum menjawab pertanyaanku yang menanyakan apakah dia perempuan atau laki-laki? Dan siapa juga namanya?)" lanjut Vannesha sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya.


"She is a girl. Her name is Aina Yoshida. My mom and dad said, we were friends when we were babies. Aina's age is only 2 months younger than me. She was born in December while I was born in October (Dia adalah seorang perempuan. Namanya adalah Aina Yoshida. Kata Mama dan Papaku, kami telah bersahabat pada saat kami masih bayi. Usia Aina hanya terpaut 2 bulan lebih muda dariku. Dia lahir pada bulan Desember sedangkan aku lahir pada bulan Oktober)" ucap Nara sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang cantik.


"Wow, so long is your friendship with Aina. Ah, I became jealous of him. I also want to stay friends with you, Nara (Wah, sebegitu awetnya persahabatmu dengan Aina. Ah, aku jadi iri dengannya. Aku juga ingin awet bersahabat denganmu, Nara)" ucap Vannesha sembari menatap wajah cantik milik Nara dengan tatapan yang menyiratkan kekaguman kepada persahabatan Nara dan Aina.


Anissa yang sedari tadi hanya diam saja menyaksikan dan mendengarkan interaksi di antara Nara dan Vannesha pun kini merasa bosan sendiri. Anissa pun berusaha menggagalkan interaksi di antara Nara dan Vannesha.


"Nesha, you don't keep interrogating Nara! If you keep interrogating Nara, when are we going to take Nara around this school environment? Come on Nara, let's just go around. We just leave him here so that he will be picked up by spirits! (Nesha, kamu jangan mengintrogasi Nara terus! Kalau kamu terus-terusan mengintrogasi Nara, kapan kita akan mengajak Nara keliling lingkungan sekolah ini? Ayo Nara, kita pergi saja berkeliling. Kita tinggalkan saja dia di sini agar dia di jemput oleh makhluk halus!)" ucap Anissa sembari berjalan dengan memegang salah satu tangan Nara.

__ADS_1


Nara pun segera bergegas mengikuti langkah Anissa yang saat ini sedang berjalan di sampingnya dengan memegangi salah satu tangannya.


Sementara itu, Vannesha yang di tinggalkan sendirian di ruang kelas 11 IPA 1 langsung berlari menuju ke arah Anissa dan Nara yang berjalan semakin menjauh. Tak lupa Vannesha meneriaki Anissa dan Nara agar berhenti sejenak untuk menunggunya.


"Nissa, Nara, wait for me! Come on, you guys stop just waiting for me! I was so tired running after you! (Nissa, Nara, tunggu aku! Ayolah, kalian berhenti dulu untuk menungguku! Aku sudah sangat lelah berlari mengejar kalian!)" teriak Vannesha sembari berlari ke arah Anissa dan Nara menghampiri kedua sahabatnya yang telah berlari meninggalkannya.


Sontak saja teriakan Vannesha tersebut mengundang perhatian dari para siswa-siswi Internasional Senior High School yang sedang berada di depan kelasnya maupun yang sedang melintas di sekitar Vannesha.


"Oh, so the name of the new student is Nara (Oh, jadi nama siswi baru tersebut adalah Nara)" ucap salah satu siswi yang sedang melintas di sekitar Vannesha.


"But why did he bond with Anissa and Vannesha so quickly? (Tapi kenapa dia begitu cepat akrab dengan Anissa dan Vannesha?)" ucap salah satu siswi lainnya yang sedang melintas di sekitar Vannesha.


Namun Nara, Anissa, dan Vannesha tidak menghiraukan satu pun teriakan-teriakan dari para siswi Internasional Senior High School yang sangat penasaran dengan sesosok Nara.


Sesuai dengan perkataan Vannesha, Nara dan Anissa berhenti sejenak untuk menunggu Vannesha yang datang menghampiri Nara dan Anissa.


Vannesha pun segera datang menghampiri Nara dan Anissa dengan nafas yang sangat tidak beraturan karena dirinya sangat kelelahan karena berlari mengejar kedua sahabatnya yang meninggalkannya.


"Huh, you guys! Nothing yet you guys have left me. Look, I'm so tired because of you guys who left me in the classroom! (Huh, kalian ini ya! Belum apa-apa saja kalian sudah meninggalkanku. Lihatlah, aku sangat kelelahan karena ulah kalian yang meninggalkanku di dalam ruang kelas!)" ucap Vannesha yang langsung bergelayut manja di lengan Nara.


Nara yang melihat suasana yang sedang memanas di antara Anissa dan Vannesha pun menjadi bingung sendiri karena kelakuan Anissa dan Vannesha yang bisa di bilang sangat kekanak-kanakan.


"Etto, naze karera wa kawari ni tatakatte iru nodesu ka? Karera wa kono gakkō no kankyō o an'nai shite kuremasen ka? Shikashi, naze karera wa kono yō ni kodomoppoku furumau nodeshou ka? Soreha odorokubeki kotodesu (Hah, mereka ini kenapa malah bertengkar sih? Bukankah mereka akan mengajakku berkeliling lingkungan sekolah ini? Tapi kenapa justru mereka bertingkah yang sangat kekanak-kanakan seperti ini? Sungguh mengherankan saja)" batin Nara sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar karena melihat kelakuan Anissa dan Vannesha yang sangat kekanak-kanakan.


Nara pun menemukan sebuah cara untuk meredakan suasana yang sedang memanas di antara Anissa dan Vannesha, yaitu dengan menyuruh Anissa dan Vannesha untuk mengajaknya berkeliling lingkungan sekolah barunya.


"Nissa, Nesha, she said you guys will take me around the school environment. Come on, take me around the school environment now! (Nissa, Nesha, katanya kalian akan mengajakku berkeliling lingkungan sekolah. Ayo ajak aku berkeliling lingkungan sekolah sekarang!)" ucap Nara yang berusaha meredakan suasana yang memanas di antara Anissa dan Vannesha.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Nara, Anissa dan Vannesha kompak melihat ke arah jam tangan yang sedang di kenakan oleh mereka di tangan kirinya.


Dan jarum jam menunjukkan ke angka 7, serta jarum panjang menunjukkan ke angka 11. Berarti sekarang sudah pukul 6:55 pagi, yang mana upacara akan di mulai 5 menit lagi dari sekarang.


Sebelum Anissa akan memberi tahu Nara dan juga Vannesha tentang upacara yang akan di mulai 5 menit lagi, bell sekolah pun telah berbunyi.


Attention, the ceremony will start in 5 minutes. Please line up in your respective rows because the ceremony is about to begin. Thank you (Perhatian-perhatian, upacara akan segera di mulai dalam waktu 5 menit lagi. Silahkan berbaris di barisan masing-masing karena upacara akan segera di mulai. Terima kasih"


"Ah, I'm sorry Nara. We'll take a tour of the school environment later. In 5 minutes the ceremony will start! Come on, let's line up! (Ah, maafkan aku Nara. Kita berkeliling lingkungan sekolahnya nanti saja ya. 5 menit lagi upacara akan di mulai! Ayo kita segera berbaris!)" ucap Anissa sembari berjalan cepat dengan menggenggam tangan Nara dan tangan Vannesha di kedua tangannya.

__ADS_1


Nara dan Vannesha pun hanya pasrah saja dengan kelakuan Anissa yang sedang panik dan langsung menarik tangan Nara dan Vannesha. Nara dan Vannesha pun mulai mensejajarkan langkahnya agar tetap berada di samping Anissa.


Sesampainya di barisan kelas 11 IPA 1, Anissa langsung mendorong Nara dan Vannesha untuk berada di sampingnya. Dan lagi-lagi Nara dan Vannesha hanya pasrah saja dengan kelakuan Anissa yang terbilang sangat semena-mena.


Banyak siswi-siswi yang berada di barisan kelas 11 IPA 1 yang memandang wajah Nara dengan tatapan yang penuh dengan kekaguman atau tatapan yang penuh dengan keirian.


"Is she new to our class? (Dia siswi baru di kelas kita ya?)" tanya salah satu siswi sembari menatap wajah Nara dengan tatapan yang penuh dengan keirian.


"Maybe she's a new student in our class. Surely he will be introduced by the teacher in this field after the ceremony (Mungkin saja dia siswi baru di kelas kita. Pasti dia nanti akan di perkenalkan oleh guru di lapangan ini setelah upacara)" jawab salah satu siswi lainnya dengan menatap wajah Nara sembari tatapan yang penuh dengan keirian.


Menyadari suasana yang berubah menjadi ricuh, guru-guru yang ada di sekolah Internasional ini pun segera menenangkan siswa-siswi sekolah Internasional dari Internasional Kindergarten School atau setingkat dengan Taman Kanak-Kanak, Internasional Primary school atau setingkat dengan Sekolah Dasar, Internasional Junior High School atau setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama, hingga Internasional Senior High School atau setingkat dengan Sekolah Menengah Atas karena upacara ini di laksanakan secara gabungan dari tingkatan sekolah yang paling rendah hingga sekolah yang paling tinggi.


"Please shut up and straighten your ranks because the ceremony is about to start! (Tolong diam dan rapikan barisan kalian karena upacara akan segera di mulai!)" ucap salah satu guru yang ada di sekolah Internasional tersebut.


Sontak saja semua siswa-siswi sekolah Internasional pun langsung diam karena mendengar ucapan salah satu guru yang ada di sekolah Internasional tersebut.


Upacara pun akan segera di mulai dalam beberapa saat lagi. Dan kini pemimpin upacara pun mulai memasuki lapangan upacara.


Ketika Nara melihat ke arah sang pemimpin upacara tersebut Nara langsung terkejut karena sang pemimpin upacara tersebut adalah Rafa, suami kecilnya sendiri.


"E e, kanojo wa shikiten no rīdādesu ka? Kare ga shiki no rīdādatta toki, kare wa jissai ni hijō ni kibishiku miemashita. Moshi kare ga kyō kara kare no kaisha no saikō keiei sekininsha ni naru to shitara? Kitto kare wa totemo hansamu de karisuma-teki ni mierudeshou. A, Nara. Anata wa nani ni tsuite hanashite imasu ka? (Hah, dia yang menjadi pemimpin upacaranya? Dia sebenarnya terlihat sangat tegas saat dia menjadi pemimpin upacara. Bagaimana jika dia menjadi CEO di perusahaannya mulai hari ini? Pasti dia akan terlihat sangat tampan dan berkharisma. Eh, Nara. Kamu berbicara apa sih?)" batin Nara sembari menatap lekat ke arah wajah suami kecilnya yang sangat tampan.


30 menit kemudian, seluruh rangkaian upacara pun telah selesai. Seluruh petugas upacara sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Hanya saja para siswa-siswi sekolah Internasional belum di perbolehkan untuk memasuki kelasnya.


"Childern, do you know why the teachers haven't allowed you to enter the class? (Anak-anak, apakah kalian tahu mengapa guru-guru tidak memperbolehkan kalian memasuki kelas?)" tanya seorang guru perempuan yang ada di sekolah Internasional.


"There are new students who will be introduced (Ada siswi baru yang akan di perkenalkan)" jawab Anissa dengan semangat '45nya.


"That's right, Nissa. Come on Nara, come here and introduce yourself (Benar sekali Nissa. Ayo Nara, kesini dan perkenalkan dirimu)" panggil seorang guru perempuan kepada Nara yang masih berada di barisan kelas 11 IPA 1.


Nara yang di panggil oleh seorang guru perempuan tadi pun langsung berjalan mendekati seorang guru perempuan yang memanggilnya tadi.


Sesampainya di sana, Nara langsung di berikan sebuah mic untuk memperkenalkan dirinya di hadapan semua siswa-siswi sekolah Internasional.


"Come on and introduce yourself, Nara (Ayo perkenalkam dirimu, Nara)" ucap seorang guru perempuan tadi sembari menatap lekat wajah cantik milik Nara.


"Hello all. My name is Narahita Hideko Yamada, you can call me Nara. I am a transfer student from an International School in Japan to grade 11 IPA 1. Thank you (Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Narahita Hideko Yamada, kalian bisa memanggil saya dengan panggilan Nara. Saya siswi pindahan dari Sekolah Internasional di Jepang ke kelas 11 IPA 1. Terima kasih)" ucap Nara sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang cantik.

__ADS_1


__ADS_2