Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 7 - Insiden Tak Terduga


__ADS_3

Karena mendengar pernyataan sang adik ipar yang terdengar sangat putus asa membuat Nara menatap iba pada sang adik ipar.


Ingin sekali Nara membantu adik iparnya untuk menemukan gadis pujaan hatinya. Namun apalah daya Nara, Nara bukanlah seorang yang mudah mencocokkan antara kedua lawan jenis. Bisa di bilang Nara sama sekali tidak berbakat menjadi mak comblang.


Nara memikirkan beberapa upaya untuk membantu sang adik ipar menemukan cinta sejatinya. Walaupun tidak membantu dengan cara menjodohkan dengan terang-terangan, namun setidaknya Nara membantu dengan suatu hal yang bisa membuat sang adik ipar menemukan gadis pujaannya dengan sendirinya.


Setelah beberapa menit berkelana di dalam alam pikirannya sendiri, akhirnya Nara menemukan sebuah ide yang cemerlang dan tentunya sesuai dengan prinsip Nara tadi.


"What if you installed a matchmaking app? Maybe later you will find the girl you love there. It is said that many couples who end up getting married from the dating application. If you want to try, it doesn't hurt (Bagaimana jika kamu menginstal aplikasi mencari jodoh? Mungkin saja nanti kamu akan menemukan gadis pujaan hatimu di sana. Katanya banyak pasangan yang akhirnya menikah dari aplikasi mencari jodoh tersebut. Jika kamu mau mencoba kan tidak ada salahnya)" ucap Nara yang mengemukakan usulannya.


Sedangkan Rafi yang mendengar usulan dari sang kakak ipar hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Pikiran negatif Rafi sudah berkelana kemana-mana dan sulit sekali untuk di hentikan.


"Ah, bagaimana jika aku sudah berpacaran dengan seorang gadis melalui aplikasi mencari jodoh tersebut, lalu waktu kami bertemu ternyata dia tidak sesuai dengan tipe gadis idaman menurutku? Tipe gadis idaman menurutku itu sangatlah tinggi. Mungkin nanti hanya ada seorang gadis yang lulus dari tipe gadis idaman menurutku dan gadis itu akan aku persunting menjadi istriku" batin Rafi sembari memikirkan hal-hal negatif tentang aplikasi pencari jodoh tadi.


Sementara itu Rafa tertawa terbahak-bahak karena mendengarkan usulan yang sangat aneh menurutnya dari istri kecilnya. Bahkan sampai Rafa memegang perutnya yang kesakitan akibat terlalu banyak tertawa.


"Hahaha, Rafi is a huge fan. But neither Rafi liked either of them. What kind of girl is your ideal type Fi? (Hahaha, Rafi itu penggemarnya banyak sekali. Tapi tidak satu pun Rafi menyukai salah satu di antara mereka. Memangnya tipe gadis idamanmu itu seperti apa Fi?)" ucap Rafa sembari memegangi perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.


"Ani no unmei to gishi no unmei wa ima mo kawaranai. Karera wa takusan sukida ga, sukide wanai. Karera no ai no unmei wa nante zan'nen (Sepertinya takdir kakakku dan takdir adik iparku sedang sama saat ini. Mereka banyak yang menyukai tapi tidak ada yang mereka sukai. Miris sekali takdir cinta mereka)" batin Nara sembari menatap wajah tampan milik sang kakak dan sang adik ipar secara bergantian dengan tatapan ibanya.


"Um, my ideal type is a girl who is beautiful, very smart, tall, rather indifferent, has good faith, and if possible she is a real Japanese girl. Yes, that's my ideal type of girl. Roughly like brother-in-law more or less (Emm, tipe idamanku itu gadis yang cantik, sangat cerdas, tubuhnya tinggi, orangnya agak cuek, terus imannya bagus, dan kalau bisa dia adalah gadis Jepang asli.Ya itu saja tipe gadis idamanku. Kira-kira seperti kakak ipar kurang lebihnya)" ucap Rafi sembari mengingat-ingat tipe gadis idamannya.


"Your ideal type of girl is very tall. Just go to Japan there. And on your return you have to bring home the Japanese girl of your choice (Tipe gadis idamanmu itu tinggi sekali. Pergi saja ke jepang sana. Dan pulangnya kamu sudah harus bawa pulang gadis jepang pilihanmu)" ucap Rafa sembari menatap wajah sang adik dengan tatapan sinisnya.


"Instead of wasting my time just looking for a Japanese girl of my choice, I agree more with my brother-in-law's suggestion that asked me to install a dating application. I can find Japanese girls from there (Dari pada aku buang-buang waktuku hanya untuk mencari gadis jepang pilihanku, aku lebih setuju dengan saran kakak ipar yang menyuruhku menginstal aplikasi mencari jodoh. Aku bisa mencari gadis jepang dari sana)" ucap Rafi sembari membalas tatapan sang kakak dengan tatapan sinisnya.


"Watashi wa watashi no chīsana otto to giri no ane ga enjiru shimai dorama ga hontōni kiraidesu. Karera wa kodomo no yōna monodesu (Aku benci sekali dengan drama kakak adik yang di mainkan oleh suami kecilku dan adik iparku. Mereka itu seperti anak kecil saja)" batin Nara sembari menatap jengah kepada suami kecilnya dan adik iparnya yang sedang memainkan drama kakak adik.


"Have been, you guys. Papa will pray that later my son-in-law will all be Japanese. So later his grandson, Papa, is a mixture of Indonesian and Japanese (Sudah-sudah, kalian ini. Papa akan mendoakan semoga nanti menantu papa semuanya orang Jepang. Jadi nanti cucunya Papa berdarah campuran Indonesia Jepang)" ucap Raihan sembari tertawa kecil di akhir kalimatnya.


"Apparently you are obsessed with mixed-blood grandchildren, huh (Rupanya kamu terobsesi dengan cucu yang berdarah campuran ya)" ucap Naoki sembari menepuk lembut pundak sang besan.


"Of course. Later their faces will be similar to the faces of a country, be it Japan or Indonesia. And they will be very adorable with their faces that will be similar to the typical face of a country. Just imagining it is very cute, especially when you carry him (Tentu saja. Nanti wajah mereka akan mirip dengan wajah salah satu negara, entah itu negara Jepang atau Indonesia. Dan mereka nanti akan sangat menggemaskan dengan wajah mereka yang akan mirip dengan wajah khas salah satu negara. Membayangkannya saja sudah sangat menggemaskan, apalagi saat sudah menggendongnya)" ucap Raihan sembari tersenyum manis kepada sang besan.


"Hah, apa-apaan Papa ini? Dia sudah membayangkan memiliki cucu yang berdarah campuran. Tinggi sekali imajinasi Papa" batin Rafa sembari merutuki ucapan sang Papa yang di nilainya sangat menyebalkan.


"Watashi no gifu mo itta ikutsu ka no shinjitsu ga arimasu. Karera no kao ga Nihon to Indoneshia no yōna futatsu no kuni no ma no mikkusudearunaraba, karera wa totemo airashī yō ni narimasu (Ada benarnya juga kata Papa mertuaku. Mereka akan terlihat sangat menggemaskan jika wajah mereka perpaduan antara dua negara seperti Jepang dan Indonesia)" batin Nara sembari membayangkan wajah seorang bayi yang wajahnya perpaduan antara dua negara yaitu negara Jepang dan negara Indonesia.


Sementara itu ada seorang gadis kecil yang nemasang ekpresi wajah yang terlihat sangat tidak ceria dan mencebikkan bibirnya. Dia adalah Raihana. Raihana merasa sangat bosan dengan semua ini karena kedua kakak kembarnya serta kakak iparnya hanya mengobrol sendiri tanpa mengajaknya.

__ADS_1


"Brother, don't you guys want to invite Rai to play? Rai was very bored (Kakak, apakah kalian tidak mau mengajak Rai bermain? Rai merasa sangat bosan)" ucap Raihana sembari memasang ekspresi wajah yang terlihat sangat tidak ceria dan mencebikkan bibirnya.


Melihat wajah sang adik ipar yang terlihat sangat tidak ceria membuat Nara langsung menghampiri sang adik ipar dan memeluknya. Berharap suasana hati Raihana segera membaik.


"Rai want to play what? Let's play with brother (Rai mau main apa? Ayo main bersama kakak)" ucap Nara sembari memeluk tubuh gadis kecil yang kini sudah resmi menjadi adik iparnya.


"Rai wants to play truth or dare sis (Rai mau main truth or dare kak)" rengek Raihana sembari bergelayut manja di lengan sang kakak.


"Well, just play near the swimming pool. There is a bench there (Nah, mainnya di dekat kolam renang saja. Di sana ada bangkunya)" ucap Naoki sembari menunjuk kolam renang yang ada di belakang rumahnya.


"But let your brother and sister-in-law change clothes first before playing (Tapi biarkan kakakmu dan kakak iparmu berganti pakaian dulu sebelum bermain)" ucap Rania sembari tertawa di akhir kalimatnya.


"Ah, alright (Ah, baiklah)" ucap Raihana sembari mencebikkan bibirnya.


"Did Mama bring Rafa's change of clothes? (Memangnya Mama membawa baju ganti milik Rafa?)" tanya Rafa kepada sang Mama dengan menyipitkan kedua matanya.


"Of course not. Ha ha ha (Tentu saja tidak. Hahaha)" ucap Rania sembari tertawa dengan puas.


"So how do I want to change when I don't have a change of clothes? (Lantas bagaimana aku mau berganti pakaian jika tidak ada baju ganti?)" tanya Rafa kepada sang Mama dengan menyipitkan kedua matanya.


"Jangan-jangan Mama udah nyiapin hal yang gila lagi sama Mama mertua. Bisa gawat kalau udah kena jebakan batman dari para Mama-Mama" batin Rafa yang merutuki sang Mama dan juga sang Mama mertua di dalam hatinya.


"Your clothes are in the dressing room in Nara's room. There is a gray wardrobe that contains all of Rafa's clothes (Bajumu ada di ruang ganti yang ada di kamar Nara. Ada lemari yang berwarna abu-abu itu berisi baju-baju Rafa semua)" lanjut Amaya sembari tersenyum kepada sang menantu.


"Nah, tebakanku kali ini benar. Masa aku harus berganti pakaian di kamar istri kecilku? Sedangkan dia juga akan berganti pakaian. Apakah aku akan melihat pemandangan yang indah seperti yang ada di film-film itu?" batin Rafa yang pikirannya mulai berkelana kemana -mana.


"Ā. Mama, watashinoheya demo kigaeru yō ni kanojo ni iu no ni ittai nani o tsukau no? Watashi wa hazukashī umadesu. Mama wa musume no kimochi o kangaete imasen ka? (Ah, tidak. Mama ini apa-apaan sih pakai suruh dia buat ganti baju di kamarku juga? Aku kan malu Ma. Mama apa tidak memikirkan perasaan putrinya?)" batin Nara sembari menyunggingkan senyuman getir di wajahnya.


Raihana bergelayut manja di lengan sang kakak ipar. Dengan memasang ekspresi wajah memelas yang di buat selucu mungkin, Raihana mulai merengek kepada sang kakak ipar.


"Brother and sister-in-law immediately changed clothes. Rai wanted to play immediately (Kakak dan kakak ipar segeralah berganti pakaian. Rai ingin segera bermain)" rengek Raihana sembari bergelayut manja di lengan sang kakak ipar.


Mendengar rengekan sang adik yang menyuruh dirinya dan istri kecilnya untuk segera berganti pakaian, Rafa langsung bereaksi menggendong tubuh ramping istrinya dengan gaya brydal style karena Rafa tahu istri kecilnya akan sangat kesusahan berjalan dengan gaun yang sedikit kepanjangan.


Naoki, Amaya, Raihan, dan Rania tersenyum puas melihat perkembangan terkini di antara putra dan putri mereka yang telah resmi menjadi pasangan suami istri. Berbeda dengan Rafi, Nandito, dan Raihana yang memandang kedua pasangan pengantin baru itu dengan tatapan yang menyiratkan keirian. Berharap kisah cinta mereka akan seindah kedua pasangan pengantin baru tersebut.


"Ā, watashi o oite kudasai. Dōshite totsuzen watashi o tsureteiku no? Hitori de heya made arukou (Ah, turunkan aku. Kenapa kamu tiba-tiba menggendongku? Biarkan aku berjalan sendiri menuju ke kamarku)" ucap Nara yang meronta-ronta di dalam gendongan Rafa.


"Watashi wa onaji sutairu de onaji hito to issho ni hakoba rete iru yō ni kanjiru no wa nazedesu ka? Sakuya watashi o hakonda no wa karedesu ka? Watashi ga kare no kuruma ni saigo ni ita toki no koto o oboete imasu (Kenapa aku merasa aku pernah di gendong dengan gaya yang sama dan juga dengan orang yang sama? Apakah dia yang menggendongku semalam? Aku ingat terakhir aku berada di dalam mobilnya)" batin Nara sembari menatap lekat ke arah wajah suami kecilnya yang sekarang tengah menggendongnya.

__ADS_1


Sementara itu Rafa justru berjalan menuju anak tangga yang akan membawanya menuju ke kamar istri kecilnya yang berada di lantai dua.


Sontak saja hal ini membuat Nara semakin memberontak di dalam gendongan suami kecilnya. Apalagi ketika Rafa sudah berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya yang berada di lantai dua.


"Nagai doresu o kite aruku no ni kurō shite iru koto ga wakatte irunode, kinishinaide watashi wa sore o hakonde imasu. Dakara nidoto hankō shinaide (Sudahlah, aku menggendong karena aku tahu kamu kesusahan berjalan dengan gaun yang panjang. Jadi jangan memberontak lagi)" ucap Rafa yang sudah jengah dengan istri kecilnya yang selalu memberontak di dalam gendongannya.


Ceklek


Rafa membuka pintu kamar Nara dan segera memasuki kamar Nara. Setelah memasuki kamar Nara, tak lupa Rafa menutup kembali pintu kamar istri kecilnya. Dan pada akhirnya Rafa pun menurunkan istri kecilnya di depan ruang ganti yang ada di kamar istri kecilnya.


"Rokkārūmu to toire no dochira de kigaemasu ka? (Kamu akan berganti baju di ruang ganti atau di kamar mandi?)" tanya Rafa kepada istri kecilnya.


"Chōdo basurūmu de. Meiku mo otoshitai (Di kamar mandi saja. Aku juga mau menghapus make up)" ucap Nara yang langsung berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian gantinya.


Melihat istri kecilnya yang berjalan menuju ke sebuah ruangan membuat Rafa mengikuti langkah istri kecilnya. Benar saja kata sang Mama mertua, di sana ada sebuah lemari yang berwarna abu-abu dengan sebuah lemari yang berwarna putih kombinasi pink.


Melihat Nara yang sedang memilih pakaian untuk pakaian gantinya, Rafa pun membuka lemari pakaian berwarna abu-abu miliknya untuk mengambil pakaian gantinya.


Nara segera mengambil satu gaun santai yang akan di jadikan sebagai baju gantinya. Begitu menoleh ke arah samping kirinya, Nara terkejut melihat suami kecilnya yang sedang memilih pakaian gantinya.


Tanpa berkata-kata kepada suami kecilnya, Nara langsung berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Rafa yang menyadari perginya istri kecilnya untuk mengganti pakaiannya pun hanya bisa menyunggingkan sedikit senyuman di wajahnya.


Sementara Nara sedang berganti pakaiannya dan juga menghapus make upnya di kamar mandi, Rafa juga mengganti pakaiannya di ruang ganti.


Setelah beberapa saat, akhirnya Rafa sudah mengganti pakaian pernikahannya tadi dengan t-shirt dan celana pendek yang terlihat sangat cocok untuk laki-laki tampan seperi Rafa.


Rafa pun berjalan menuju ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar istri kecilnya. Rafa menunggu keluarnya istri kecilnya dari dalam kamar mandinya.


Ceklek


Nara sudah membuka pintu kamar mandinya dengan gaun santai berwarna peach yang melekat di tubuhnya. Baru saja Nara akan berjalan keluar dari kamar mandinya, Nara kehilangan keseimbangannya karena lantai kamar mandinya yang sedikit licin.


Rafa yang melihat sang dengan sigap menopang tubuh istri kecilnya dengan salah satu tangannya. Salah satu tangan Rafa di gunakan untuk melingkar di pinggang istri kecilnya agar tidak terjatuh.


Ketika sedang menyesuaikan keseimbangan tubuhnya, Nara tak sengaja mengecup bibir merah menggoda milik suami kecilnya.


Cup


Dan terjadilah insiden tak terduga di antara Rafa dan Nara yang baru saja berstatus menjadi pengantin baru.

__ADS_1


__ADS_2