Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 56 - Battle Cover Lagu


__ADS_3

"U ̄ n, naze watashi to watashi no 3-ri no shin'yū, 2-ri no giri no shimai, soshite watashi no chīsana otto to no ma no fun'iki ga totemo shizukade gikochinai nodesu ka? Watashi wa ima sore o kaiketsu shinakereba narimasen! Shikashi, dono yō ni? Yarikata ga wakaranai! (Hmm, kenapa suasana di antara aku dengan ketiga sahabatku, kedua adik iparku, serta suami kecilku ini menjadi hening dan canggung? Aku harus segera memecahkannya sekarang juga! Tapi, bagaimana caranya? Aku tidak tahu bagaimana harus melakukannya!)" batin Nara yang sedang berfikir keras mengenai bagaimana caranya agar bisa memecahkan keheningan dan kecanggungan yang terjadi di antara dirinya dengan ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya tersebut sembari mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagunya sendiri.


Nara yang melihat suasana di antara dirinya dengan ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya yang kini sedang menjadi hening dan canggung pun berusaha untuk segera mencairkan keheningan dan kecanggungan yang terjadi di antara dirinya dengan ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya tersebut setelah sekiranya menemukan sebuah cara yang bisa dia gunakan untuk memecahkan keheningan dan kecanggungan yang kini sedang terjadi tersebut.


Di dalam hatinya yang paling dalam, Nara pun kini bahkan sampai berharap agar cara yang di ambil oleh dirinya ini memang benar-benar ampuh untuk mencairkan dan menghilangakan keheningan dan kecanggungan yang kini sedang terjadi di antara dirinya dengan ketiga sahabatnya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya tersebut.


"Ā, konkai Nara ga totta hōhō ga, Nara to Nara no shin no 3-ri no yūjin, Nara no 2-ri no giri no shimai, soshite Nara no chīsana otto no ma de genzai okotte iru yakkaide shizukana fun'iki o kaishō shi, kaishō surunoni hontōni kōka-tekidearu koto o negatte imasu! (Ya Allah, semoga saja cara yang Nara ambil pada kali ini memang benar-benar ampuh untuk mencairkan dan menghilangkan suasana hening dan canggung yang kini sedang terjadi di antara Nara dengan ketiga sahabat sejati Nara, kedua adik ipar Nara, serta suami kecilnya Nara!)" batin Nara yang memanglah kini sangat berharap kepada hasil dari cara yang di ambil olehnya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut untuk menghilangkan segala keraguan yang kini masih bertahta di hati kecilnya tersebut.


Untuk menghilangkan segala keraguan yang kini masih bertahta di hati kecilnya tersebut, Nara bahkan sampai menarik dan menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar. Inilah salah satu cara yang bisa di lakukan oleh Nara untuk menghilangkan segala keragian yang kini masih bertahta di hati kecilnya tersebut.


"Nara o ochitsuka se, ochitsui te. Yukkuri to iki o suttari hai tari shite mite kudasai. Tabun sore wa anatanokokoroni mada kunrin shite iru don'na utagai mo fusshoku surudeshou, Nara! Bisumira, dekiru yo, Nara! Kore o yatte mite kudasai! (Tenang Nara, tenang. Cobalah menarik dan menghembuskan nafasmu dengan perlahan-lahan. Mungkin saja itu akan menghilangkan segala keraguan yang masih bertahta di hatimu ini, Nara! Bismillah, kamu pasti bisa, Nara! Cobalah untuk melakukan hal ini!)" batin Nara yang mencoba untuk menyemangati atau memotivasi dirinya sendiri sembari menarik dan menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar dan sangat teratur untuk menghilangkan segala keraguan yang masih bertahta di hati kecilnya tersebut.


Setelah sekiranya di rasa segala keraguan yang masih bertahta di hati kecilnya tersebut, Nara pun mulai memantapkan dirinya sendiri untuk mulai mencairkan dan menghilangkan suasana hening dan canggung yang terjadi di antara dirinya dengan ketiga sahabatnya tersebut, kedua adik iparnya tersebut, serta suami kecilnya tersebut.


"Umm, Aina, Nesha, Nissa, Rafa, and Rafi. How about we do a song cover battle? Looks like this will be really fun because we will be doing battle cover songs in various languages. For example, battle covers of songs in Japanese, Korean, or Mandarin. Do you agree with my idea this time? (Umm, Aina, Nesha, Nissa, Rafa, dan Rafi. Bagaimana jika kita melakukan battle cover lagu? Sepertinya ini akan menjadi sangat seru karena kita akan melakukan battle cover lagu dalam berbagai bahasa. Contohnya battle cover lagu dalam bahasa Jepang, Korea, atau bahasa Mandarin. Apakah kalian setuju dengan ideku pada kali ini?)" ucap Nara yang di tujukan kepada ketiga sahabat sejatinya tersebut, kedua adik iparnya tersebut, serta suami kecilnya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


Vannesha, Anissa, Aina, dan juga Raihana yang mendengarkan perkataan yang di ucapkan oleh Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejati bagi Vannesha, Anissa, dan juga Aina serta kakak ipar perempuan kesayangan bagi Raihana pun kini secara perlahan-lahan pun menyunggingkan senyuman di wajah mereka masing-masing yang cantik dan imut tersebut.


Nampaknya, kini Vannesha, Anissa, Aina, dan juga Raihana sedang di buat menjadi sangat bahagia akan perkataan yang di ucapkan oleh Nara yang notabenenua merupakan sahabat sejati bagi Vannesha, Anissa, dan juga Aina serta kakak ipar perempuan kesayangan bagi Raihana tersebut sehingga senyuman yang menyiratkan sebuah kebahagiaan yang sangat mendalam tersebut pun tak pernah terpudar dari wajah mereka masing-masing yang cantik dan imut tersebut.


Sangkin bahagianya, bahkan Vannesha, Anissa, Aina, dan juga Raihana pun sampai memuji-muji Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejati bagi Vannesha, Anissa, dan juga Aina serta kakak ipar perempuan kesayangan bagi Raihana tersebut, baik di dalam hati kecil mereka masing-masing, maupun yang terucap dari mulut mereka masing-masing.


"O Allah, Nara. This is what I'm very proud of about a Narahita Hideko Yamada who has a lot of brilliant ideas! You really are all boys' ideal girl, Nara! Your husband will be very fortunate to have a wife as complete as you are! Already beautiful, clever, kind, friendly, and also has many hidden talents that will make other people amazed because of you! Truly a million men dream woman! (Ya Allah, Nara. Inilah yang sangat aku banggakan dari seorang Narahita Hideko Yamada yang memiliki segudang ide-ide brilian! Kamu ini benar-benar perempuan idaman semua laki-laki, Nara! Suamimu akan sangat beruntung memiliki seorang istri yang paket komplit seperti dirimu! Sudah cantik, pandai, baik, ramah, dan juga memiliki banyak bakat terpendam yang akan membuat orang lain menjadi terpukau karena dirimu! Benar-benar perempuan idaman sejuta kaum adam!)" batin Vannesha yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Nara, you really are my very best friend! I admire you, I make you my motivation to organize my life later. You are like a dew that cools the earth in the morning. Your smile, your laugh, your ideas, always amaze those who see it! Keep on shining in your darkness, my true friend, Narahita Hideko Yamada! (Nara, kamu memang benar-benar sahabatku yang sangat terbaik! Aku mengagumimu, aku menjadikanmu sebagai motivasiku untuk menata kehidupanku kelak. Kamu bagaikan seorang embun yang menyejukkan bumi di pagi hari. Senyumanmu, tawamu, ide-idemu, selalu saja membuat orang-orang yang melihatnya menjadi terpukau! Teruslah bersinar di dalam kegelapanmu, sahabat sejatiku, Narahita Hideko Yamada!)" batin Anissa yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Geez, Nara. Since you moved to Indonesia, you still haven't changed like this and are still the Narahita Hideko Yamada that I know! A Narahita Hideko Yamada who likes to come up with brilliant ideas from her brain which whatever it is made of, can always make other people's moods feel happy. Continue to be the Narahita Hideko Yamada I know, Nara! (Ya ampun, Nara. Semenjak kamu pindah ke Indonesia, kamu masih saja tidak berubah seperti ini dan tetap menjadi seorang Narahita Hideko Yamada yang aku kenal! Seorang Narahita Hideko Yamada yang suka mencetuskan ide-ide yang cemerlang dari otaknya yang entah terbuat dari apa itu, selalu saja bisa memuat suasana hati orang lain merasa bahagia. Teruslah menjadi seorang Narahita Hideko Yamada yang aku kenal, Nara!)" batin Aina yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabatnya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"My beloved sister-in-law, you are the best! My first brother is very lucky because he can get a complete package wife which of course is very rare like you, my favorite sister-in-law! We are very fortunate to have you here in our family! (Kakak ipar perempuan kesayanganku, kamu yang terbaik! Kakak laki-laki pertamaku sangatlah beruntung karena bisa mendapatkan istri yang paket lengkap yang tentunya sangatlah langka seperti dirimu ini, kakak ipar perempuan kesayanganku! Kami di sini sangatlah beruntung akan kehadiranmu di tengah-tengah keluarga kami!)" batin Raihana yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Nara, what is your brain made of so that your brain can create such brilliant ideas? I am very happy to have a friend who has a very brilliant brain like you, Narahita Hideko Yamada! I love you so much, love you so much more than I love anything! (Nara, terbuat dari apakah otakmu ini sehingga otakmu ini bisa menciptakan sebuah ide-ide yang sangat cemerlang seperti ini? Aku sangatlah bahagia sekali bisa memiliki seorang sahabat yang memiliki otak yang sangat brilian sekali seperti dirimu, Narahita Hideko Yamada! Aku sangat menyayangimu, sangat menyayangimu lebih dari aku menyayangi apapun!)" ucap Vannesha yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Yes, that's right. We all here love you very much, Nara. More than cherishing myself and cherishing whatever it is! (Ya, benar itu. Kami semua di sini sangat menyayangimu, Nara. Lebih dari menyayangi diriku sendiri dan menyayangi apapun itu!)" ucap Aina yang membenarkan perkataan Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Yes, it's true what was said by Kak Nesha and Kak Aina. Rai here really loves my beloved sister-in-law! Rai and all of the Abayomi family members feel very fortunate to have my beloved sister-in-law with us in our family! (Ya, benar juga yang di katakan oleh kak Nesha dan kak Aina. Rai di sini sangat-sangat menyangi kakak ipar perempuan kesayanganku ini! Rai dan semua anggota keluarga Abayomi merasa sangat beruntung atas hadirnya kakak ipar perempuan kesayanganku ini di tengah-tengah keluarga kami!)" ucap Raihana yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.


"Oh yes, my favorite sister-in-law. What songs will we cover in various languages? And what languages ​​do we speak? And who will be the team? I'm very curious, my beloved sister-in-law! (Oh ya, kakak ipar perempuan kesayanganku. Lagu apa yang akan kita cover ke berbagai bahasa? Dan bahasa apa saja yang kita pakai? Dan siapa saja yang akan menjadi satu tim? Aku sangat penasaran sekali, kakak ipar perempuan kesayanganku!)" tanya Raihana secara beruntun kepada Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari memasang ekspresi wajahnya yang terlihat sangatlah memelas dan menggemaskan di mata semua orang yang melihatnya tersebut.


Terlihatlah, kini Nara yang sedang berfikir sejenak akan pertanyaan yang dia dapatkan dari adik ipar perempuannya tersebut. Nara kini sedang berfikir mengenai lagu apa yang akan di cover ke berbagai bahasa, bahasa apa saja yang akan di pakai, serta siapa saja yang akan menjadi satu tim.


Beberapa saat kemudian, Nara pun menemukan jawaban akan semua pertanyaan yang di dapatkannya dari adik ipar perempuannya tersebut mengenai lagu apa yang akan di cover ke berbagai bahasa, bahasa apa saja yang akan di pakai, serta siapa saja yang akan menjadi satu tim.


Kini, Nara pun sedang menjawab semua pertanyaan yang di dapatkannya dari adik ipar perempuannya tersebut mengenai lagu apa yang akan di cover ke berbagai bahasa, bahasa apa saja yang akan di pakai, serta siapa saja yang akan menjadi satu tim.


"Hmm, we will sing the song My Love from Westlife. The languages ​​used are Japanese, Korean, and Arabic. Me and Aina will be the Japanese team. Nesha and Rai who will be the Korean language team. And Nissa who is alone in the Arabic team. Meanwhile, Rafa and Rafi can be judges in our battle this time. Does anyone have any objections to my decision? The battle will start from singing the Japanese version of the song My Love from Westlife, continue with the Korean version, and continue with the Arabic version (Hmm, kita akan menyanyikan lagu My Love dari Westlife. Bahasa yang di gunakan adalah bahasa Jepang, bahasa Korea, serta bahasa Arab. Aku dan Aina yang akan menjadi tim bahasa Jepang. Nesha dan Rai yang akan menjadi tim bahasa Korea. Serta Nissa yang sendirian dalam tim bahasa Arab. Sementara itu, Rafa dan Rafi bisa menjadi juri dalam battle kita pada kali ini. Apakah ada yang keberatan akan keputusan yang aku ambil ini? Battle akan di mulai dari bernyanyi lagu My Love dari Westlife versi bahasa Jepang, di lanjutkan dengan versi bahasa Korea, serta di lanjutkan dengan versi bahasa Arab)" ucap Nara yang di tujukan kepada ketiga sahabat sejatinya serta adik ipar perempuannya tersebut sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik ketiga sahabat sejatinya serta adik ipar perempuannya tersebut secara bergantian.


"Okay, Nara. We have absolutely no objection to your decision! (Oke, Nara. Kami sama sekali tidak keberatan dengan keputusan yang kamu ambil itu!)" ucap Vannesha, Anissa, dan juga Aina secara bersamaan yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejati mereka dengan nada bicaranya yang menyiratkan sebuah keseriusan yang sangat mendalam.


"Hmmm, it's true with what was said by Nesha, Nissa, and Aina, my favorite sister-in-law! (Hmm, benar sekali dengan apa yang di ucapkan oleh kak Nesha, kak Nissa, dan juga kak Aina, kakak ipar perempuan kesayanganku!)" ucap Raihana yang membenarkan ucapan Vannesha, Anissa, dan juga Aina yang notabenenya merupakan sahabat sejati dari kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar kesayangannya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.


"Hmm, Brother Rafi, do you bring your cellphone? If you bring it, then please video the five of us. The plan is that Rai will also post it on Rai's YouTube channel later (Hmm, kak Rafi, kakak membawa ponsel milik kakak tidak? Jika kakak membawanya, maka tolong videokan kami berlima ini. Rencananya Rai juga akan mempostingnya di channel YouTube milik Rai nanti)" ucap Raihana yang di tujukan kepada Rafi yang notabenenya merupakan kakak laki-laki keduanya tersebut sembari mengerilngkan kedua matanya kepada kakak laki-laki keduanya tersebut.


"Brother didn't bring it, Rai. Brother's cellphone was left in my brother's bag, which has now been put in one of the rooms in the Yamada family house. You don't even know where you put your bag (Kakak tidak membawanya, Rai. Ponsel kakak tertinggal di tas kakak yang kini sudah di masukkan ke salah satu kamar yang ada di rumah keluarga Yamada ini. Kakak bahkan tidak tahu di mana tas kakak itu di letakkan)" jawab Rafi dengan sangat cepat kepada Raihana yang notabenenya adalah merupakan adik perempuannya tersebut dengan nada bicaranya yang sedikit di keraskan.


Kini terlihatlah, ekspresi wajah Raihana yang semula memasang ekspresi wajah yang menyiratkan sebuah kebahagiaan kini memasang sebuab ekspresi wajah yang menyiratkan kekecewaan di dalamnya karena perkataan yang di ucapkan oleh kakak laki-laki keduanya tersebut.


"Oh, well then, brother. Kak Nara, kak Aina, please start singing! (Oh, ya sudah kalau begitu, kakak. Kak Nara, kak Aina, silahkan di mulai menyanyinya!)" jawab Raihana kepada Rafi yang notabenenya merupakan kakak laki-laki keduanya tersebut sembari mempersilahkan agar kakak ipar perempuan kesayangannya dan sahabat sejatinya tersebut segera memulai battle cover lagu tersebut.


Karena mendengarkan perkataan dari Raihana yang notabenenya adalah merupakan adik ipar perempuan dari Nara tersebut, akhirnya Nara dan Aina pun kini mulai menyanyikan cover lagu My Love dari Westlife dalam bahasa Jepang.


My Love - Westlife versi Bahasa Jepang


Sora no tōri


Jalan kosong 


Sora no ie


Rumah kosong 


Watashi no kokoronouchi no ana


Sebuah lubang di dalam hatiku 


Watashi wa hitoribotchidesu


Saya sendiri 


Heya wa dondon chīsaku natte imasu


Kamarnya semakin kecil


Dō yatte


aku penasaran bagaimana 


Nandedarou


kenapa ya 


Karera wa doko ni iru nodarou ka


Aku penasaran dimana mereka 


Watashitachi ga sugoshita hibi


Hari-hari kami 


Issho ni utatta kyoku


Lagu-lagu yang kami nyanyikan bersama 


Sō sō

__ADS_1


Oh ya 


Soshite watashi no subete no ai


Dan semua cintaku 


Watashi wa eien ni hoji shite imasu


Saya bertahan selamanya 


Kore made no yō ni mieru ai ni tewonobasu


Menggapai cinta yang terlihat begitu jauh


Dakara watashi wa sukoshi inori o iimasu


Jadi saya berdoa sedikit 


Soshite watashinoyume ga watashi o soko ni tsureteitte kureru koto o negatte imasu


Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana


Sora ga aoi tokoro


Dimana langit berwarna biru 


Mōichido o ai shimashou, watashi no ai


Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku 


Kaigan kara kaigan e no kaijō


Melintasi lautan dari pantai ke pantai 


Watashi ga ichiban sukinabasho o mitsukeru tame ni


Untuk menemukan tempat yang paling kucintai 


Fīrudo ga midoriiro no basho


Dimana ladangnya hijau 


Mōichido o ai shimashou, watashi no ai


Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku


Yonde mimashita


Saya mencoba membaca


Watashi wa shigoto ni iku


I go to work 


Tomodachi to waratte iru


Demo yame rarenai


Tapi saya tidak bisa berhenti 


Kangaenai yō ni suru tame


Untuk mencegah diriku dari hinking 


Ōno


Oh tidak


Dō yatte


aku penasaran bagaimana 


Nandedarou


kenapa ya 


Karera wa doko ni iru nodarou ka


Aku penasaran dimana mereka 


Watashitachi ga sugoshita hibi


Hari-hari kami 


Issho ni utatta kyoku


Lagu-lagu yang kami nyanyikan bersama 


Sō sō


Oh ya 


*Soshite watashi no subete no ai


Dan semua cintaku 


Watashi wa eien ni hoji shite imasu


Saya bertahan selamanya 


Kore made no yō ni mieru ai ni tewonobasu


Menggapai cinta yang terlihat begitu jauh*

__ADS_1


*Dakara watashi wa sukoshi inori o iimasu


Jadi saya berdoa sedikit 


Soshite watashinoyume ga watashi o soko ni tsureteitte kureru koto o negatte imasu


Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana


Sora ga aoi tokoro


Dimana langit berwarna biru* 


*Mōichido o ai shimashou, watashi no ai


Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku 


Kaigan kara kaigan e no kaijō


Melintasi lautan dari pantai ke pantai 


Watashi ga ichiban sukinabasho o mitsukeru tame ni


Untuk menemukan tempat yang paling kucintai* 


Mōichido o ai shimashou


Untuk bertemu denganmu sekali lagi


Anata o watashi no ude ni dakishimeru tame ni


Untuk memelukmu dalam pelukanku 


Anata ni watashi no ai o yakusoku suru tame ni


Untuk menjanjikan cintaku 


Watashi no kokoro kara anata ni iu tame ni


Untuk memberitahumu dari hatiku 


Anata wa watashi ga kangaete iru subetedesu


Anda semua yang saya pikirkan 


*Dakara watashi wa sukoshi inori o iimasu


Jadi saya berdoa sedikit 


Soshite watashinoyume ga watashi o soko ni tsureteitte kureru koto o negatte imasu


Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana


Sora ga aoi tokoro


Dimana langit berwarna biru 


Mōichido o ai shimashou, watashi no ai


Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku 


Kaigan kara kaigan e no kaijō


Melintasi lautan dari pantai ke pantai 


Watashi ga ichiban sukinabasho o mitsukeru tame ni


Untuk menemukan tempat yang paling kucintai* 


*Fīrudo ga midoriiro no basho


Dimana ladangnya hijau 


Mōichido o ai shimashou, watashi no ai


Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku*


Inori no naka de o ai shimashou


Sampai jumpa dalam doa 


Watashi no amai yume wa watashi o soko ni tsureteikudeshou


Mimpi indah saya akan membawa saya ke sana 


*Sora ga aoi tokoro


Dimana langit berwarna biru 


Mōichido o ai shimashou, watashi no ai


Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku 


Kaigan kara kaigan e no kaijō


Melintasi lautan dari pantai ke pantai 


Watashi ga ichiban sukinabasho o mitsukeru tame ni


Untuk menemukan tempat yang paling kucintai 


Fīrudo ga midoriiro no basho


Dimana ladangnya hijau 

__ADS_1


Mōichido o ai shimashou, watashi no ai


Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku*


__ADS_2