
Selesai Nara dan Aina yang bernyanyi cover lagu My Love dari Westlife menggunakan bahasa Jepang, Rafa, Rafi, Raihana, Vannesha, dan juga Anissa pun memberikan tepuk tangan mereka masing-masing kepada Nara dan Aina yang merupakan sebuah bentuk apresiasi atas merdunya suara Nara dan Aina tersebut.
Bahkan, Rafa, Rafi, Raihana, Vannesha, dan juga Anissa pun sampai di buat menjadi terkagum-kagum karena suara Nara dan Aina yang sangatlah merdu tersebut. Walaupun begitu, memanglah tak bisa di pungkiri jika suara Nara lebih merdu dari pada suara Aina ketika bernyanyi lagu My Love dari Westlife versi bahasa Jepang tersebut.
Meskipun Rafa mengagumi suara merdu yang di miliki oleh Nara yang notabenenya merupakan istri kecilnya tersebut, Rafa hanya berani memuji istri kecilnya tersebut di dalam hati kecilnya saja tanpa berani mengungkapkannya secara langsung kepada istri kecilnya tersebut dengan mulutnya sendiri.
"Wow, my little wife's voice in singing is very melodious! It's not wrong if I loved him so much since I was 5 years old! A multitalented woman like herself is indeed the ideal woman of all men! (Wah, suara istri kecilku ini dalam bernyanyi sangatlah merdu sekali! Tak salah jika diriku begitu mencintainya sedari diriku masih berumur 5 tahun! Perempuan yang multitalenta seperti dirinya ini memanglah menjadi perempuan idaman semua kaum adam!)" batin Rafa yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan istri kecilnya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya yang tampan tersebut.
Berbeda halnya dengan Rafa yang memuji Nara yang notabenenya merupakan istri kecilnya tersebut, Rafi, Raihana, Vannesha, dan juga Anissa justru memuji Nara secara langsung dengan serangkaian kata-kata pujian yang keluar melalui mulut mereka masing-masing.
"Subhanallah, the voice of my favorite sister-in-law is very melodious! Hmmm, it looks like the voice of the best singer in the world is just a passing breeze when compared to the sweet voice of my beloved sister-in-law! What a tune! (Subhanallah, suara kakak ipar perempuan kesayanganku ini sangatlah merdu sekali! Hmm, sepertinya suara penyanyi terbaik di dunia ini pun hanyalah angin yang lewat jika di bandingkan dengan suara merdu milik kakak ipar perempuan kesayanganku ini! Benar-benar merduuu sekali!)" puji Raihana yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuannya tersebut dengan nada bicaranya yang menyiratkan sebuah antusiasme serta tatapannya yang di tujukan kepada kakak ipar perempuannya tersebut yang menyiratkan sebuah kebanggan dan kebahagiaan yang tersendiri.
"Hmm, that's right, sister-in-law. Your voice is so sweet! (Hmm, benar itu, kakak ipar. Suaramu itu sangatlah merdu sekali!)" ucap Rafi yang membenarkan perkataan yang di ucapkan oleh Raihana yang notabenenya merupakan adik perempuannya tersebut yang sengaja di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuannya tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang tampan tersebut.
"Very melodious! More melodious than the voice of the best singer in the world! Looks like it sure is better than listening to the voice of a singer or someone else, like my little sister! Your presence in the midst of the Abayomi family seems to save me from my little sister's ugly voice. However, after this I will definitely listen to her voice again! (Sangat merdu sekali! Lebih merdu dari suara penyanyi yang terbaik yang ada di dunia ini! Sepertinya itu memanglah lebih baik daripada mendengarkan suara dari penyanyi atau orang lain, seperti adik perenpuanku sendiri! Kehadiranmu di tengah-tengah keluarga Abayomi seakan-akan menyelamatkanku dari suara jelek adik perempuanku itu. Namun, setelah ini aku pasti akan mendengarkan suaranya lagi!)" batin Rafi yang di tujukan kepada Nara dan Raihana yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuan dan adik perempuannya tersebut sembari menarik dan menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar karena mengingat suara jelek milik adik perempuannya tersebut.
"Hmm, it's true what Rai and Rafi said, Nara. Your voice is very melodious. Why don't you jump into the entertainment world and become a singer? That would probably be a lot of fun for a Narahita Hideko Yamada! (Hmm, benar sekali kata Rai dan Rafi, Nara. Suaramu itu sangatlah merdu sekali. Kenapa kamu tidak terjun ke dalam dunia hiburan dan menjadi seorang penyanyi? Itu mungkin akan sangat menyenangkan untuk seorang Narahita Hideko Yamada!)" ucap Vannesha yang membenarkan perkataan Rafi dan Raihana yang notabenenya adalah adik ipar dari sahabat sejatinya tersebut kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut dengan nada bicaranya yang menyiratkan sebuah antusiasme yang mendalam sembari mengerlingkan kedua mata Hazelnya tersebut kepada Nara yang notabenenya sahabat sejatinya tersebut.
"Hmm, come to think of it, Nesha's words also have a point, Nara. Your melodious voice and beautiful and graceful face are enough to be your initial capital to become a singer! (Hmm, jika di pikir-pikir, perkataan Nesha juga ada benarnya, Nara. Suaramu yang merdu serta wajahmu yang cantik nan anggun sudah cukup untuk menjadi modal awalmu untuk menjadi seorang penyanyi!)" ucap Anissa yang membenarkan perkataan Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat gilanya tersebut yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya adalah sahabat sejatinya tersebut sembari menaruh kedua tangannya di bawah dagunya.
Nara yang mendengarkan perkataan Vannesha dan Anissa yang notabenenya adalah kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut yang mengatakan bahwa dirinya cocok untuk menjadi seorang penyanyi pun kini langsung menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut karena sedari dulu dirinya sangatlah sering mendapatkan pertanyaan yang seperti ini.
Sehingga, Nara pun tak perlu untuk berfikir 1000 kali lagi untuk memberikan jawaban kepada Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut yang kini sedang menantikan jawaban yang akan di dapat darinya tersebut.
"U ̄ n, watashi wa kono tane no shitsumon o takusan ukete imasu. Shitagatte, watashi wa anata ni ryōhō no kotae o ataeru tame ni sarani 1000-kai kangaeru hitsuyō wa arimasen. Watashi wa hontōni entāteinmento no sekai, nesha, nissa ni hairitaku arimasen. Kashu yori mo jibun no kaisha no CEO ni naritai (Hmm, aku sudah sangat sering mendapatkan pertanyaan yang seperti ini. Maka dari itu, aku tak perlu berfikir 1000 kali lagi untuk memberikan kalian berdua jawabannya. Aku itu memang tidak ingin terjun ke dunia entertaiment, Nesha, Nissa. Aku lebih tertarik menjadi seorang CEO di perusahaanku sendiri dari pada harus menjadi seorang penyanyi)" batin Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut sembati menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik kedua sahabat sejatinya tersebut secara bergantian.
"Um, somehow I'm not interested in the entertainment world. I have an ideal that is very far from the words of the entertainment world, Nesha, Nissa (Emm, entah kenapa aku tak tertarik dengan dunia entertaiment. Aku mempunyai sebuah cita-cita yang tentunya sangat jauh dari kata dunia entertaiment, Nesha, Nissa)" ucap Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan Anissa yang notabenenya merupakan kedua sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.
"U ̄ n, imademo haha to chichi no tasuke o karizu ni jibun o setsuritsu shita kaisha no CEO ni naru to iu watashinoyume wa 15-sai no toki kara junchō ni susunde imasu. (Umm, bahkan kini impianku untuk menjadi seorang CEO di perusahaan yang aku dirikan sendiri tanpa bantuan Mama dan Papaku pun sudah terlaksana dengan baik sejak aku berusia 15 tahun)" batin Nara sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.
Vannesha dan Anissa yang paham akan perkataan yang di ucapkan oleh Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejati mereka yang berasal dari Jepang tersebut pun kini secara perlahan-lahan menganggukkan kepala mereka masing-masing sebagai tanda dari mengertinya mereka akan perkataan yang di ucapkan oleh sahabat sejati mereka tersebut.
"Oh, like that, Nara. I thought you were going to enter the entertainment world, but my guess was wrong this time! (Oh, seperti itu ya, Nara. Ku kira kamu akan terjun ke dunia entertaiment, namun tebakanku salah besar kali ini!)" ucap Vannesha yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut sembari mengangguk-anggukkan kepalanya sendiri secara perlahan-lahan sebagai pertanda bahwa dirinya paham akan perkataan yang di ucapkan oleh sahabat sejatinya tersebut.
"Hmm, he said you and Rai will sing the song My Love from Westlife in Korean. Come on, what are you waiting for? Immediately start your singing activities! (Hmm, katanya kamu dan Rai akan bernyanyi lagu My Love dari Westlife dalam bahasa Korea. Ayo, tunggu apa lagi? Segera mulailah kegiatan menyanyi kalian itu!)" ucap Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan Raihana yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya serta adik ipar perempuannya tersebut yang bertujuan untuk mempersilahkan sahabat sejatinya serta adik ipar perempuannya tersebut untuk segera memulai kegiatan bernyanyi mereka.
"Oh, okay-okay (Oh, oke-oke)" jawab Vannesha dan Raihana secara bersamaan kepada Nara yang notabenenya merupakan sababat sejati serta kakak ipar perempuan kesayangan bagi mereka masing-masing tersebut sembari mempersiapkan diri mereka masing-masing untuk memulai kegiatan menyanyi mereka tersebut.
Sesaat kemudian, Vannesha dan Raihana pun mulai membuka suara mereka masing-masing untuk menyanyikan lagu My Love dari Westife dalam Bahasa Korea yang sebenarnya lagu tersebut adalah lagu kesukaan Vannesha dan Raihana juga.
My Love - Westlife dalam Bahasa Korea
bindo
Jalan kosong
bin jib
Rumah kosong
nae ma-eum-ui gumeong
Sebuah lubang di dalam hatiku
na jasin
Saya sendiri
bang-i jag-ajigo issseubnida
Kamarnya semakin kecil
naneun eotteohge
aku penasaran bagaimana
iyuga gung-geumhae
kenapa ya
naneun geudeul-i eodi issneunji gung-geumhae
Aku penasaran dimana mereka
uli sidae
Hari-hari kami
hamkke buleuneun nolae
Lagu-lagu yang kami nyanyikan bersama
eo geulae
Oh ya
geuligo nae modeun salang
Dan semua cintaku
naneun yeong-wonhi jisogdoenda
Saya bertahan selamanya
meolli boineun salang-e dagaga
Menggapai cinta yang terlihat begitu jauh
geulaeseo jogeumgidohaessseubnida
Jadi saya berdoa sedikit
nae kkum-i naleul geugos-eulo delyeoga gil
Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana
haneul-i puleun gos
Dimana langit berwarna biru
han beon deo mannagi wihae nae salang
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
__ADS_1
haean-eseo haeankkaji badaleul geonneo
Melintasi lautan dari pantai ke pantai
naega gajang salanghaneun gos-eul chajgi wihae
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai
deulpan-i nogsaeg in gos
Dimana ladangnya hijau
han beon deo mannagi wihae nae salang
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
naneun ilg-eulyeogo nolyeoghanda
Saya mencoba membaca
naneun ilhaleo ganda
saya pergi bekerja
chingudeulgwa hamkke us-eo
Saya tertawa dengan teman-teman saya
hajiman meomchul su eobs-eo
Tapi saya tidak bisa berhenti
haiking-eul maggi wihae
Untuk mencegah diriku dari hinking
o andwae
Oh tidak
*naneun eotteohge
aku penasaran bagaimana
iyuga gung-geumhae
kenapa ya
naneun geudeul-i eodi issneunji gung-geumhae
Aku penasaran dimana mereka*
*uli sidae
Hari-hari kami
hamkke buleuneun nolae
Lagu-lagu yang kami nyanyikan bersama
eo geulae
*geuligo nae modeun salang
Dan semua cintaku
naneun yeong-wonhi jisogdoenda
Saya bertahan selamanya
meolli boineun salang-e dagaga
Menggapai cinta yang terlihat begitu jauh*
*geulaeseo jogeumgidohaessseubnida
Jadi saya berdoa sedikit
nae kkum-i naleul geugos-eulo delyeoga gil
Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana
haneul-i puleun gos
Dimana langit berwarna biru*
*han beon deo mannagi wihae nae salang
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
haean-eseo haeankkaji badaleul geonneo
Melintasi lautan dari pantai ke pantai
naega gajang salanghaneun gos-eul chajgi wihae
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai*
*deulpan-i nogsaeg in gos
Dimana ladangnya hijau
han beon deo mannagi wihae
Untuk melihatmu sekali lagi*
neoleul nae pum-e angi wihae
Untuk memelukmu dalam pelukanku
nae salang-eul yagsoghagi wihae
Untuk menjanjikan cintaku
__ADS_1
nae ma-eum-eseo neoege
Untuk memberitahumu dari hatiku
dangsin-eun naega saeng-gaghaneun modeun geos-ibnida
Anda semua yang saya pikirkan
*meolli boineun salang-e dagaga
Menggapai cinta yang terlihat begitu jauh
geulaeseo jogeumgidohaessseubnida
Jadi saya berdoa sedikit
nae kkum-i naleul geugos-eulo delyeoga gil
Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana*
*haneul-i puleun gos
Dimana langit berwarna biru
han beon deo mannagi wihae nae salang
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
haean-eseo haeankkaji badaleul geonneo
Melintasi lautan dari pantai ke pantai*
*naega gajang salanghaneun gos-eul chajgi wihae
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai
deulpan-i nogsaeg in gos
Dimana ladangnya hijau*
han beon deo mannagi wihae nae salang
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
gidolo mannayo
Sampai jumpa dalam doa
nae dalkomhan kkum-i naleul geogilo delyeoda julgeoya
Mimpi indah saya akan membawa saya ke sana
*haneul-i puleun gos
Dimana langit berwarna biru
han beon deo mannagi wihae nae salang
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
haean-eseo haeankkaji badaleul geonneo
Melintasi lautan dari pantai ke pantai*
*naega gajang salanghaneun gos-eul chajgi wihae
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai
deulpan-i nogsaeg in gos
Dimana ladangnya hijau
han beon deo mannagi wihae nae salang
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku*
Setelah Vannesha dan Raihana selesai bernyanyi lagu My Love dari Westlife dalam Bahasa Korea, Nara, Aina, dan juga Anissa pun memberikan tepuk tangan mereka masing-masing kepada Vannesha dan Raihana sebagai suatu bentuk apresiasi atas berakhirnya sudah kegiatan bernyanyi yang akan di lakukan oleh Vannesha dan Raihana tersebut.
Jika boleh jujur, suara Vannesha dan Raihana memang terdengar sangatlah cempreng serta fales ketika sedang bernyanyi. Tentu saja hal ini akan sangat mengganggu setiap pasang telinga yang mendengarkan suara dari Vannesha dan Raihana tersebut ketika sedang bernyanyi.
Namun, sepertinya suara Vannesha dan Raihana terdengar lebih baik daripada suara krasak krusuk yang berasal dari radio yang rusak. Namun, tentu saja tentang mengganggu setiap pasang telinga yang mendengarkan suara dari Vannesha dan Raihana tersebut ketika bernyanyi pun tetap menjadi titik terberatnya.
"U ̄ n, naze nesha to rai no koe wa utatte iru ma totemo kandakai koe de kikoeru nodesu ka? U ̄ n, tabun watashi wa karera no uta no sukiru o kōjō sa seru tame ni sokuseki no uta no ressun o kaisai suru hitsuyō ga arimasu. Shōjikina tokoro, kono yō ni utatte iru ma, karera no koe ga hijō ni kandakai koe to daraku shita koe no ryōhō o kiku watashi no mimi wa hontōni ki ni narimasu! (Hmm, kenapa suara Nesha dan Rai terdengar sangatlah cempreng dan fales ketika sedang bernyanyi? Hmm, mungkin aku perlu mengadakan les bernyanyi dadakan untuk memperbaiki kemampuan bernyanyi mereka berdua ini. Jujur saja, ini sangatlah mengganggu kedua telingaku yang mendengarkan suara mereka berdua yang sangatlah cempreng dan fales ketika sedang bernyanyi seperti ini!)" batin Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan Raihana yang notabenenya adalah merupakan sahabat sejati serta adik ipar perempuan bagi Nara tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.
Walaupun di dalam hatinya Nara mengatakan bahwa suara Vannesha dan Raihana yang notabenenya merupakan sahabat sejati serta adik ipar perempuan bagi Nara tersebut terdengar sangatlah cempreng dan fales ketika sedang bernyanyi, Nara pun mencoba untuk memuji sahabat sejatinya serta adik ipar perempuannya tersebut agar tetap merasa percaya diri dengan suara mereka walaupun terdengar sangatlah cempreng dan fales ketika sedang bernyanyi tersebut.
"Kono yō ni ryōhō o yorokoba seru no wa daijōbudeshita ne? (Menyenangkan hati mereka berdua dengan cara seperti ini tidak apa-apa kan?)" batin Nara sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.
"Nesha, Rai, the voices of both of you while singing are very sweet! I like it very much! Keep on singing, Nesha, Rai! (Nesha, Rai, suara kalian berdua ketika sedang bernyanyi sangatlah merdu! Aku sangat menyukainya! Teruslah bernyanyi, Nesha, Rai!)" puji Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan juga Raihana yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya serta adik ipar perempuannya tersebut sembari memberikan tepuk tangannya yang sangat meriah pada sahabat sejatinya serta adik ipar perempuannya tersebut.
Sontak saja Vannesha dan Raihana yang mendapatkan pujian dari Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejati dan kakak ipar perempuan kesayangan bagi mereka berdua ini pun langsung menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut sebagai pertanda sebuah kebahagiaan yang sedang melanda mereka berdua tersebut.
"Thank you Nara / Sister! (Terima kasih Nara / Kakak!)" jawab Vannesha dan Raihana secara bersamaan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejati bagi Vannesha serta kakak ipar perempuan kesayangan bagi Raihana tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajah mereka masing-masing yang cantik dan imut tersebut.
"Yes, you're welcome, Nesha, Rai (Ya, sama-sama, Nesha, Rai)" jawab Nara yang di tujukan kepada Vannesha dan Raihana yang notabenenya merupakan sahabat sejati serta adik ipar perempuan baginya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.
Sepertinya, pada kali ini Dewi Fortuna sangatlah tidak berpihak kepada Nara. Pasalnya, Rafi justru memberikan respon yang berbanding terbalik dengan respon yang di berikan oleh Nara mengenai suara Vannesha dan Raihana ketika sedang bernyanyi tersebut.
Bukannya membantu Nara untuk sedikit berbohong demi membuat Vannesha dan Raihana menjadi percaya diri dan tidak marah, Rafi justru melakukan hal yang berbanding terbalik 360 derajat dengan apa yang di lakukan oleh kakak ipar perempuannya tersebut.
Tak hanya itu saja, Rafi bahkan sampai menertawakan dengan sangat keras mengenai suara adik perempuannya yang di katakannya jelek ketika sedang bernyanyi tersebut.
"Hahaha, your voice is really bad, Myesha Raihana Abayomi! Even the sound of donkeys and broken radio sounds better than your crappy voice! My ears hurt so much when I heard your voice singing like that! (Hahaha, suaramu itu sangatlah jelek, Myesha Raihana Abayomi! Bahkan suara keledai dan suara radio rusak pun terdengar lebih baik daripada suara jelekmu itu! Kedua telingaku begitu sakit ketika mendengar suaramu yang sedang bernyanyi seperti tadi!)" ejek Rafi kepada Raihana yang notabenenya adalah adik perempuannya sendiri sembari menertawakan dengan sangat keras mengenai suara adik perempuannya yang menurutnya sangatlah jelek ketika sedang bernyanyi tersebut.
Sontak saja kedua bola mata Hazel milik Raihana pun membulat dengan sangat sempurna karena mendengarkan perkataan yang di ucapkan oleh kakak laki-laki keduanya tersebut.
Sebuah kilatan yang memancarnya betapa besarnya api kemarahannya kepada kakak laki-laki keduanya tersebut pun kini sedang terpancar dengan sangat jelas di kedua bola mata Hazelnya tersebut.
"Hmm, what did you say, brother? Why don't you say that to Rai! (Hmm, apa katamu, kakak? Enak saja kamu berkata seperti itu kepada Rai!)" teriak Raihana dengan sangat keras yang di tujukan kepada kakak laki-laki keduanya tersebut sembari menatap dengan sangat tajam ke arah wajah tampan milik kakak laki-laki keduanya tersebut.
Sontak saja Rafi yang baru kali ini melihat adik perempuannya yang sedang marah besar kepadanya tersebut pun di buat menjadi bergidik ngeri akan betapa menyeramkannya adik perempuannya tersebut ketika sedang marah besar kepadanya seperti ini.
"I'm dead! I'm dead! I died because I had awakened the lion who was sleeping very soundly! (Matilah aku! Matilah aku! Mati aku karena sudah membangunkan singa yang sedang tertidur dengan sangat pulasnya!)" batin Rafi sembari bergidik ngeri ketika mengingat betapa menyeramkannya adik perempuannya tersebut ketika sedang marah besar kepadanya seperti ini.
__ADS_1