
Tak
Tak
Tak
Kini, hanya terdengar suara detakan yang berasal dari jam dinding yang terpasang di ruang keluarga yang ada di rumah atau kediaman dari keluarga Yamada yang berada di kota Tokyo, Jepang ini.
Nara, Rafa, Rafi, Raihana, Vannesha, Anissa, dan juga Aina pun tak kunjung untuk membuka suara mereka masing-masing untuk memecahkan keheningan dan kecanggungan yang kini tengah melanda di antara Nara, Rafa, Rafi, Raihana, Vannesha, Anissa, dan juga Aina tersebut.
Semenjak Raihana yang mengamuk kepada Rafi yang notabenenya merupakan kakak laki-laki keduanya tersebut karena suaranya yang terbilang sangatlah jelek ketika bernyanyi menurut kakak laki-laku keduanya tersebut, suasana pun berubah menjadi hening dan canggung. Suasana yang sangat berbeda 360 derajat dengan suasana sebelum Raihana yang mengamuk kepada Rafi yang notabenenya merupakan kakak laki-laki keduanya tersebut.
Kini, Nara pun berusaha untuk memecahkan suasana hening dan canggung yang terjadi di antara dirinya dengan ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya tersebut dengan sebuah cara yang menurutnya sangatlah ampuh untuk memecahkan suasana hening dan canggung yang terjadi di antara dirinya dengan ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya tersebut.
"Watashi no hōhō wa, watashi to 3-ri no hontō no tomodachi, 2-ri no giri no shimai, soshite watashi no chīsana otto to no ma de okotta chinmoku to yakkai-sa o daha suru no ni hijō ni kōka-tekidearu to hontōni shinjite imasu! Genkiwodashite, Nara! Akiramenaide kudasai! (Aku sangatlah yakin jika caraku ini sangatlah ampuh untuk memecahkan suasana hening dan canggung yang terjadi di antara aku dengan ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilku ini! Semangat, Nara! Jangan menyerah!)" batin Nara sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut untuk menguatkan dan meyakinkan dirinya sendiri akan caranya yang ampuh dalam memecahkan suasana hening dan canggung yang terjadi di antara dirinya dengan ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya tersebut.
"Umm, what if Nissa started singing a cover of My Love from Westlife in Arabic? After this, we will watch Japanese dramas, Korean dramas, or Indonesian soap operas. Okay? Do you all agree with my idea? (Umm, bagaimana jika Nissa mulai bernyanyi cover lagu My Love dari Westlife dengan bahasa Arab? Setelah ini, kita akan menonton Drama Jepang, Drama Korea, atau Sinetron Indonesia. Oke? Apa kalian semua setuju dengan ideku?)" ucap Nara yang di tujukan kepada ketiga sahabat sejatinya, kedua adik iparnya, serta suami kecilnya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.
Raihana, Aina, Vannesha, dan juga Anissa yang mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Nara pun langsung membenarkan perkataan yang di ucapkan oleh Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuan kesayangan bagi Raihana serta sahabat sejati bagi Aina, Vannesha, dan juga Anissa tersebut.
"Umm, I agree, my dear sister-in-law! (Umm, aku setuju, kakak ipar perempuan kesayangku!)" ucap Raihana yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar kesayangannya tersebut dengan nada bicaranya yang terdengar menyiratkan antusiasme tersebut.
"Umm, we agree, Nara! That seems like a very good idea! (Umm, kami setuju, Nara! Sepertinya itu ide yang sangat bagus sekali!)" ucap Aina, Vannesha, dan juga Anissa secara bersamaan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejati bagi mereka bertiga tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajah mereka masing-masing yang cantik tersebut.
"All right, Nara. I'll be singing a cover of Westlife's My Love song in Arabic right away. Hmm, even though I'm not very fluent in saying it (Baiklah, Nara. Aku akan segera bernyanyi cover lagu My Love dari Westlife dalam bahasa Arab ya. Hmm, walaupun aku tidak terlalu fasih dalam mengatakannya)" ucap Anissa kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman yang seperti kuda di wajahnya yang cantik khas perempuan yang berdarah campuran Indonesia dan Arab tersebut.
Nara yang mendengarkan perkataan Anissa yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut pun hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil dari kepalanya sendiri sebagai pertanda untuk mengizinkan Anissa agar segera memulai kegiatan menyanyi cover lagu My Love dari Westlife dengan Bahasa Arab tersebut.
My Love - Westlife dalam Bahasa Arab
tariq farigh
Jalan kosong
bayt farigh
Rumah kosong
thaqab fi qalbi
Sebuah lubang di dalam hatiku
'ana nafsi
Saya sendiri
alghurfat tusbih 'asghar
Kamarnya semakin kecil
'atasayil kayf
aku penasaran bagaimana
'atasa'al limadha
kenapa ya
'atasa'al 'ayn hum
Aku penasaran dimana mereka
'ayaamana
Hari-hari kami
al'aghani alty nughniha meana
Lagu-lagu yang kami nyanyikan bersama
nem bialtaakid
Oh ya
wakulun habiyin
Dan semua cintaku
'ana 'astamiru 'iilaa al'abad
Saya bertahan selamanya
alsaeyu wara' alhabi aldhy yabdu beydana jdana
Menggapai cinta yang terlihat begitu jauh
ldhlk suliat qalilana
Jadi saya berdoa sedikit
wamal 'an takhudhani 'ahlamiun 'iilaa hunak
Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana
hayth alsama' zurqa'
Dimana langit berwarna biru
la'arak maratan 'ukhraa ya hbybty
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
eabr almuhit min alssahil 'iilaa alssahil
Melintasi lautan dari pantai ke pantai
lileuthur ealaa almakan aldhy 'ahabah 'akthar
__ADS_1
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai
hayth alhuqul khadira'
Dimana ladangnya hijau
la'arak maratan 'ukhraa ya hbybty
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
'uhawil 'an 'aqra
Saya mencoba membaca
'iinaa adhhab lileamal
saya pergi bekerja
'adhak mae 'asdiqayiy
Saya tertawa dengan teman-teman saya
lkn la yumkinuni altawaquf
Tapi saya tidak bisa berhenti
limane nafsi min altanazuh
Untuk mencegah diriku dari hinking
'uwh la
Oh tidak
*atasayil kayf
aku penasaran bagaimana
'atasa'al limadha
kenapa ya
'atasa'al 'ayn hum
Aku penasaran dimana mereka*
*ayaamana
Hari-hari kami
al'aghani alty nughniha meana
Lagu-lagu yang kami nyanyikan bersama
nem bialtaakid
*wakulun habiyin
Dan semua cintaku
'ana 'astamiru 'iilaa al'abad
Saya bertahan selamanya
alsaeyu wara' alhabi aldhy yabdu beydana jdana
Menggapai cinta yang terlihat begitu jauh*
*ldhlk suliat qalilana
Jadi saya berdoa sedikit
wamal 'an takhudhani 'ahlamiun 'iilaa hunak
Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana
hayth alsama' zurqa'
Dimana langit berwarna biru*
*la'arak maratan 'ukhraa ya hbybty
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
eabr almuhit min alssahil 'iilaa alssahil
Melintasi lautan dari pantai ke pantai
lileuthur ealaa almakan aldhy 'ahabah 'akthar
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai*
*hayth alhuqul khadira'
Dimana ladangnya hijau
la'arak maratan 'ukhraa
Untuk melihatmu sekali lagi*
'an 'ahmilak bayn dhiraei
Untuk memelukmu dalam pelukanku
li'aed habiin
Untuk menjanjikan cintaku
__ADS_1
li'akhbirak min qalbi
Untuk memberitahumu dari hatiku
'ant kl ma 'ufkir fih
Anda semua yang saya pikirkan
walastila' ealaa alhabi aldhy yabdu beydana jdana
Dan meraih cinta yang terlihat begitu jauh
*ldhlk suliat qalilana
Jadi saya berdoa sedikit
wamal 'an takhudhani 'ahlamiun 'iilaa hunak
Dan berharap mimpiku akan membawaku ke sana
hayth alsama' zurqa'
Dimana langit berwarna biru*
*la'arak maratan 'ukhraa ya hbybty
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
eabr almuhit min alssahil 'iilaa alssahil
Melintasi lautan dari pantai ke pantai
lileuthur ealaa almakan aldhy 'ahabah 'akthar
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai*
*hayth alhuqul khadira'
Dimana ladangnya hijau
la'arak maratan 'ukhraa ya hbybty
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku*
'arak fi alsala
Sampai jumpa dalam doa
'ahlami aljamilat satakhudhuni 'iilaa hunak
Mimpi indah saya akan membawa saya ke sana
*hayth alsama' zurqa'
Dimana langit berwarna biru
la'arak maratan 'ukhraa ya hbybty
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku
eabr almuhit min alssahil 'iilaa alssahil
Melintasi lautan dari pantai ke pantai*
*lileuthur ealaa almakan aldhy 'ahabah 'akthar
Untuk menemukan tempat yang paling kucintai
hayth alhuqul khadira'
Dimana ladangnya hijau
la'arak maratan 'ukhraa ya hbybty
Untuk melihatmu sekali lagi, cintaku*
Setelah Anissa selesai bernyanyi cover lagu My Love dari Westlife dalam Bahasa Arab, Nara, Raihana, Vannesha, dan juga Aina pun memberikan tepuk tangan mereka masing-masing yang sangatlah meriah sebagai bentuk apresiasi atas suara Anissa yang sangatlah merdu ketika sedang bernyanyi seperti ini.
Bahkan, Nara, Raihana, Vannesha, dan juga Aina pun langsung memberikan pujian kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabat sejati dari Nara, Vannesha, dan juga Aina tersebut dengan serangkaian kata-kata yang keluar dari mulut masing-masing.
"Nissa, your voice is very sweet. In fact, your tongue doesn't even slip when you sing a song in Arabic. You really are the best, Nissa! You have the hidden talent to become a singer who has a very sweet voice! (Nissa, suaramu itu sangatlah merdu. Bahkan, lidahmu saja tidak sampai terpeleset ketika bernyanyi suatu lagu dalam bahasa Arab. Kamu memang yang terbaik, Nissa! Kamu mempunyai bakat terpendam untuk menjadi seorang penyanyi yang bersuara sangat merdu!)" puji Nara kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut atas merdunya suara Anissa dalam bernyanyi sembari memberikan kedua ibu jarinya tersebut kepada sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia itu.
Raihana, Vannesha, dan juga Aina yang mendengarkan perkataan Nara yang notabenenya merupakan kakak ipar perempuan kesayangan bagi Raihana serta sahabat sejati bagi Vannesha dan juga Aina pun langsung membenarkan perkataan yang di ucapkan oleh Nara tersebut.
"Hmmm, that's true said my favorite sister-in-law, Nissa. My tongue still slips even when I sing a song in Arabic. You are the best, Sis Nissa! (Hmm, benar itu kata kakak ipar perempuan kesayanganku itu, kak Nissa. Lidahku bahkan masih terpeleset ketika aku bernyanyi suatu lagu dalam Bahasa Arab. Kamu yang terbaik, kak Nissa!)" puji Raihana yang membenarkan perkataan yang di ucapkan oleh kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut yang di tujukan kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabat sejati dari kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari memberikan kedua ibu jarinya kepada sahabat sejati dari kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut.
"That's true with what Nara said. I also just found out that your voice when singing is very sweet. It's not like when you're talking. Huh, so small! (Benar itu dengan apa yang di katakan oleh Nara. Aku juga baru tahu jika suaramu ketika bernyanyi sangatlah merdu. Tidak seperti ketika kamu sedang berbicara. Huh, sangat cempreng sekali!)" ucap Vannesha yang membenarkan perkataan yang di ucapkan oleh Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut yang di tujukan kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut dengan nada bicaranya yang terkesan sangatlah meledek tersebut.
"Hmm, it's true as Nara said, Nissa. Your voice is so sweet! (Hmm, benar seperti yang Nara katakan, Nissa. Suaramu sangatlah merdu sekali!)" puji Aina yang membenarkan perkataan yang di ucapkan oleh Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya tersebut kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya yang berasal dari Indonesia tersebut sembari memberikan kedua ibu jarinya kepada sahabat onlinenya yang berasal dari Indonesia tersebut.
Anissa yang mendengar kata-kata pujian yang di lontarkan dari mulut Nara, Raihana, Vannesha, dan juga Aina pun kini dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik ala perempuan yang berdarah campuran Indonesia dan Arab tersebut.
"Thank you for the compliment, Nara, Rai, Nesha, and also Aina. My voice is nothing compared to the voice of the most melodious person in the world. My voice is just a tiny particle (Terima kasih atas pujiannya, Nara, Rai, Nesha, dan juga Aina. Suaraku ini tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan suara orang yang paling merdu di dunia ini. Suaraku ini hanyalah partikel kecilnya saja)" ucap Anissa yang merendahkan dirinya sendiri yang di tujukan kepada Nara, Raihana, Vannesha, dan juga Aina tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik ala perempuan yang berdarah campuran Indonesia dan Arab tersebut.
Raihana yang mendengarkan perkataan Anissa yang terkesan merendahkan dirinya sendiri pun langsung memberikan respon cepat atas perkataan Anissa yang terkesan merendahkan dirinya sendiri tersebut.
"Ah, Sis Nissa doesn't need to humble herself like this. Just admit it is Nissa's beautiful voice! (Ah, kak Nissa tak perlu merendahkan diri seperti ini. Cukup akui saja suara kak Nissa yang merdu ini!)" cerocos Raihana yang di tujukan kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabat sejati dari kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.
"Hmm, because earlier my favorite sister-in-law, Rai, kak Nesha, kak Aina, and also kak Nissa are already singing, it would be unfair if Kak Rafa and Kak Rafi didn't sing either (Hmm, karena tadi kakak ipar perempuan kesayanganku, Rai, kak Nesha, kak Aina, dan juga kak Nissa sudah bernyanyi, rasanya tidaklah adil jika kak Rafa dan kak Rafi tidak bernyanyi juga)" lanjut Raihana yang di tujukan kepada Rafa dan Rafi yang notabenenya merupakan kedua kakak laki-laki kembarnya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman licik di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.
Di dalam hatinya yang paling dalam, Raihana bersorai-sorai gembira karena berhasil menjebak kedua kakak laki-laki kembarnya tersebut untuk menyanyikan sebuah lagu yang romantis kepada para wanita mereka masing-masing.
Ya, sebenarnya lebih di spesifikan kepada Rafi. Karena Raihana sengaja menjebak kakak laki-laki keduanya tersebut agar hubungannya dengan seorang wanitanya bisa terbongkar dengan begitu saja di hadapan semua orang yang berada di ruang keluarga yang ada di rumah atau kediaman dari keluarga Yamada yang ada di kota Tokyo, Jepang ini.
"Hahaha, feel my revenge this time, Brother Rafi! I will let everyone in this world know about your relationship with your woman! There is no such thing as a secret relationship anymore! Everything will be thoroughly peeled off by me, Myesha Raihana Abayomi! (Hahaha, rasakan pembalasanku pada kali ini, kak Rafi! Aku akan membuat semua orang yang ada di dunia ini tahu tentang hubunganmu dengan wanitamu itu! Tidak ada lagi yang namanya hubungan secara sembunyi-sembunyi lagi! Semua akan di kupas secara tuntas olehku, Myesha Raihana Abayomi!)" batin Raihana yang di tujukan kepada Rafi yang notabenenya merupakan kakak laki-laki keduanya tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman licik di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.
Sementara itu, Rafi yang mendengar perkataan yang di ucapkan oleh Raihana yang notabenenya merupakan adik perempuannya tersebut pun kini hanya bisa menarik dan menghembuskan nafasnya dengan sangatlah kasar. Karena Rafi sendiri memang sudah bisa menebak rencana gila yang sudah di rencanakan oleh adik perempuannya tersebut.
__ADS_1
"Rai, Rai. You are always the matchmaker for any relationship. Including this relationship of mine. I really hate all your plans of being the matchmaker for everyone's relationship, Rai! (Rai, Rai. Kamu ini selalu saja menjadi mak comblang untuk hubungan siapa saja. Termasuk hubunganku ini. Aku sangat tidak menyukai semua rencana-rencanamu yang akan menjadi mak comblang untuk hubungan semua orang, Rai!)" batin Rafi yang di tujukan kepada Raihana yang notabenenya merupakan adik perempuannya tersebut sembari menarik dan menghembuskan nafasnya sendiri dengan sangatlah kasar.