Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 8 - Terulang Kembali


__ADS_3

Untuk sesaat kedua pasangan pengantin baru ini masih dalam posisi yang sama, yaitu dengan posisi Rafa menopang tubuh istri kecilnya yang seperti terlihat Rafa sedang memeluk istri kecilnya. Sedangkan bibir mereka masih saling bersentuhan.


Nara berniat untuk melepaskan dirinya dan juga bibirnya dari pelukan dan ciuman suami kecilnya. Namun keputusan Nara kali ini serba salah, jika Nara mundur ke belakang Nara akan terpeleset di lantai kamar mandinya yang licin. Maka dari itu Nara memilih maju mendekati suami kecilnya.


Bukannya dirinya dan bibirnya terlepas dari pelukan dan ciuman dari suami kecilnya, Nara justru memperdalam ciuman di antara dirinya dan suami kecilnya. Dan lagi pula Nara mengikis habis jarak di antara dirinya dan suami kecilnya.


Nara terus memberontak meminta melepaskan dirinya dan bibirnya dari pelukan dan ciuman dari suami kecilnya dengan memukul-mukul dada bidang milik suami kecilnya. Walaupun tidak ada kecapan atau ******* di antara mereka, tapi Nara merasa sangat malu dengan insiden ini.


"Ā, iyaiya iya. Watashi to anata no kuchibiru o anata no gurippu to anata no kuchibiru kara kaihō shite kudasai. Ima okotta jiken ni wa hontōni hazukashīdesu. 2-Kai-me to 3-kai-me de onaji koto ga kurikaesa renai koto o negatte imasu (Ah, tidaaaaaak. Tolong lepaskan aku dan bibirmu dari cengkramanmu dan bibirmu juga. Aku sangat malu dengan insiden yang terjadi sekarang ini. Aku berharao tidak ada pengulangan hal yang sama untuk kedua dan ketiga kalinya)" batin Nara sembari berusaha melepaskan dirinya dan bibirnya dari pelukan dan ciuman dari suami kecilnya dengan memukul-mukul dada bidang milik suami kecilnya.


Rafa yang menyadari istri kecilnya ingin segera keluar dari pelukannya dan juga ciumannya yang terjadi tanpa di sengaja itu pun langsung melepaskan tangannya dan bibirnya yang masih melekat pada tubuh dan bibir istri kecilnya.


"Huaaa, belum apa-apa saja rasa bibirnya saja sudah sangat manis. Apalagi jika sudah sampai ke titik puncak nanti. Kebayang kenikmatan yang tiada tara. Tapi aku akan menunggunya siap untuk melakukan hal itu bersamaku" batin Rafa sembari menatap lekat kepada istri kecilnya yang sedang membenahi gaun santainya yang sedikit kusut karena insiden tadi.


Nara langsung berjalan melewati tubuh tegap dan tinggi milik suami kecilnya tanpa berkata satu kata pun. Rafa yang melihat tingkah laku istri kecilnya pun mendadak bingung. Namun Rafa dengan sigap langsung mengikuti Nara dengan berjalan di belakang istri kecilnya agar tidak kehilangan jejak istri kecilnya.


"Kenapa dia seperti itu? Apakah dia sedang malu atau marah karena insiden yang tidak di sengaja tadi? Ini sebenarnya insiden membawa berkah atau insiden membawa musibah?" batin Rafa sembari berjalan mengikuti langkah istri kecilnya dari belakang.


Ceklek


Nara segera membuka pintu kamarnya dan segera berjalan menuju anak tangga yang akan membawanya ke lantai dasar. Rafa pun bergegas mengikuti langkah istri kecilnya tanpa lupa menutup pintu kamar istri kecilnya.


Nara dan Rafa pun akhirnya menuruni anak tangga yang akan membawa mereka ke lantai dasar. Kini posisi Rafa sudah ada di samping tubuh istri kecilnya bukan di belakangnya seperti tadi.


Nara dan Rafa saling berdiam diri seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar. Hingga sudah turun dari anak tangga dan sudah berada di lantai dasar pun Nara dan Rafa tidak kunjung membuka suaranya.


"Nani ka mondaidesu ka? Sore ga anata o kono yō ni sa seta sono jiken no seidesu ka (Kamu itu kenapa sih? Apakah karena insiden tadi yang membuatmu menjadi seperti ini?)" ucap Rafa yang memberanikan dirinya untuk bertanya kepada istri kecilnya.


"Kare wa koredesu. Hajimete no kisudatta no wa akirakadatta. Watashi wa hontōni kare o aishite inainode, watashi wa karede wa naku aisuruhito ni sore o ataetaidesu (Dia ini. Jelas-jelas yang tadi itu adalah ciuman pertamaku. Aku ingin memberikannya pada orang yang aku cintai bukan pada dirinya karena aku memang tidak mencintainya)" batin Nara sembari menahan kegeramannya terhadap suami kecilnya.


Lain di hati lain juga di kata, itulah yang Nara lakukan saat ini demi menutupi kekesalannya kepada suami kecilnya. Pada dasarnya Nara memang seorang yang berkepribadian introvert. Nara lebih suka memendam sendiri semua isi hatinya.


"Ā. Sore janai. Watashi wa shin'yū no koto o kangaete irunode, shibaraku chinmoku shite imasu (Ah, tidak. Bukan karena itu. Aku sedang memikirkan sahabatku, maka dari itu aku terdiam sedari tadi)" ucap Nara sembari menyunggingkan senyuman terbaiknya di wajahnya yang cantik.


Baru saja Rafa ingin membalas ucapan istri kecilnya, eh adik bungsunya justru muncul seperti jailangkung yang datang tak di undang sembari meneriaki kakak dan kakak iparnya.


"Brother, sister-in-law, where are you? (Kakak, kakak ipar, di mana kalian?)" teriak Raihana yang berhenti ketika melihat kakak dan kakak iparnya yang masih berada di dekat tangga.


Raihana segera berlari kencang menghampiri kakak dan kakak iparnya. Raihana sudah mencari-cari kakak dan kakak iparnya sedari tadi namun baru kali ini Raihana berhasil menemukan mereka.


Ketika sudah sampai di hadapan kakak dan kakak iparnya, Raihana langsung menarik tangan kakak iparnya dengan tarikan yang sangat lembut.


"Where have you been from brother and sister-in-law? Why did Rai only find you now? Rai wants to immediately play with brother and sister-in-law. Near the swimming pool there are also Kak Rafi and Kak Nandi who are waiting for the arrival of their brothers and sisters in law. Come on, let's go right there (Kakak dan kakak ipar ini dari mana saja? Kenapa Rai baru menemukan kalian sekarang? Rai ingin segera bermain dengan kakak dan kakak ipar. Di dekat kolam renang juga sudah ada kak Rafi dan kak Nandi yang menanti kedatangan kakak dan kakak ipar. Ayo kita segera kesana)" ucap Raihana sembari menarik tangan sang kakak ipar dengan tarikan yang sangat lembut karena takut nantinya akan melukai tangan sang kakak ipar.


Nara yang melihat perilaku manja dari adik iparnya pun segera menyunggingkan senyumannya di wajahnya yang cantik. Selain itu Nara juga mengusap-usap puncak kepala adik iparnya.


"Watashi wa itsumo wakai kyōdai ga watashinojinsei ni sonzai suru koto o nozonde imashita. Gikei dake demo wakai kyōdai ga iru tte kanji ka na? (Dari dahulu aku selalu menginginkan kehadiran seorang adik di dalam hidupku. Beginikah rasanya memiliki adik walaupun hanya sebatas adik ipar?)" batin Nara sembari mengelus lembut puncak kepala adik iparnya.


"Forgive your brother and sister-in-law who changed clothes for a long time. Let's go over there now. Brother and sister-in-law must have disappointed you, right? (Maafkan kakak dan kakak iparmu yang lama sekali berganti pakaian. Ayo kita ke sana sekarang. Kakak dan kakak ipar pasti sempat membuatmu kecewa kan?)" ucap Nara yang mulai melangkahkan kakinya dengan perlahan.

__ADS_1


Raihana dan Rafa pun mulai mengikuti langkah Nara yang akan berjalan ke arah kolam renang yang ada di belakang rumah keluarga Yamada.


"Of course not sis. It's just that I'm a little tired waiting for my brother and sister-in-law to change clothes (Tentu saja tidak kak. Hanya saja aku agak lelah menunggu kakak dan kakak ipar berganti pakaian)" ucap Raihana dengan sedikit tertawa kecil di akhir kalimatnya.


Setelah beberapa menit berjalan dari ruang keluarga menuju ke arah kolam renang yang ada di belakang rumah keluarga Yamada, akhirnya kini Nara, Rafa, dan Raihana sudah tiba di pinggiran kolam renang.


Benar saja kata sang adik ipar, di sana sudah ada Nandito dan Rafi yang sedang memainkan game online di ponsel mereka masing-masing.


Nara, Rafa, dan Raihana segera menduduki bangku yang ada di pinggiran kolam renang. Di bangku yang sama juga ada Nandito dan Rafi yang sedang duduk di sana sembari memainkan game online di ponselnya masing-masing.


"Attention! Attention. My brothers are beautiful and handsome too, stop your online games first. Come on we will play a very exciting game! (Perhatian-perhatian. Kakak-kakakku yang cantik dan juga tampan, sudahi dahulu permainan online kalian. Ayo kita akan memainkan permainan yang sangat seru!)" ucap Raihana sembari bersorak dengan gembiranya.


Sontak saja perkataan dari Raihana membuat Nandito dan Rafi menyudahi bermain game online melalui ponselnya. Nandito dan Rafi pun menyimpan ponsel mereka masing-masing di dalam kantong celananya.


"This time Rai will invite Rai's beautiful and handsome brothers to play translating a word in as many languages ​​as you can. Rai will record the language you can in Rai's cellphone notes (Kali ini Rai akan mengajak kakak-kakak Rai yang cantik dan tampan untuk bermain menerjemahkan sebuah kata dalam berbagai bahasa yang kalian bisa. Rai akan mencatat bahasa yang kalian bisa di dalam catatan ponsel Rai)" ucap Raihana sembari memperlihatkan ponselnya yang berbalut dengan casing ponsel berwarna pink polos.


Nara pun tersenyum senang karena mendengar ide cemerlang yang di kemukakan oleh adik iparnya.


"Well, big brother really likes your great idea Rai (Nah, kakak sangat menyukai ide hebatmu Rai)" ucap Nara kepada adik iparnya dengan memberikan kedua jempolnya kepada adik iparnya.


"Okay, now what language can you speak? (Oke, sekarang kakak ipar bisa berbahasa apa saja?)" tanya Raihana kepada sang kakak ipar.


"Em, you can speak Japanese, English, Korean, Indonesian, Hindi, Mandarin, Malay, Spanish, French, Canadian, Brazilian, African, and Arabic (Em, kakak bisa berbahasa Jepang, Inggris, Korea, Indonesia, Hindi, Mandarin, Melayu, Spanyol, Prancis, Kanada, Brazil, Afrika, dan Arab)" ucap Nara sembari mengingat-ingat.


"Wow, so many sis. What languages ​​do you speak Rafa and Kak Rafi now? (Wow, banyak sekali kak. Sekarang Kak Rafa dan Kak Rafi bisa berbahasa apa saja?)" tanya Raihana kepada kedua kakak kembarnya.


"Indonesian, English, Japanese, Korean, Mandarin, Sundanese and Javanese (Indonesia, Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, Sunda, dan Jawa)" ucap Rafi dengan senyuman yang tersungging di wajahnya yang tampan.


"Okay, now what can you speak Nandito? (Oke, sekarang Kak Nandito bisa berbahasa apa saja?)" tanya Raihana kepada Nandito yang masih diam termenung saja.


"Japanese, English, Korean and Mandarin (Jepang, Inggris, Korea, dan Mandarin)" jawab Nandito sembari tersenyum seperti kuda karena dia sendirilah yang bisa berbahasa asing paling sedikit.


"Okay, starting from the word Love which will be translated by Kak Nara sequentially based on the language that Nara has mentioned earlier (Oke, di mulai dari kata Cinta yang akan di terjemahkan oleh kak Nara secara berurutan berdasarkan bahasa yang telah di sebutkan oleh kak Nara tadi)" ucap Raihana sembari menunjuk sang kakak ipar dengan jarinya sendiri.


"Ai (Jepang), Love (Inggris), Salang (Korea), Cinta (Indonesia), Prem (Hindi), Ài (Mandarin/China), Cinta (Melayu), Amor (Spanyol), L'amour (Prancis), Prīti (Kanada), Ame (Portugis/Brazil), Liefde (Afrika), Hubun (Arab)" ucap Nara dengan sangat santai karena sudah menguasai semua bahasa yang tadinya sudah Nara sebutkan.


"Okay, now we continue with the word Honey that will be played by Kak Rafa (Oke, sekarang kita lanjutkan dengan kata Sayang yang akan di mainkan oleh kak Rafa)" ucap Raihana sembari menunjuk sang kakak dengan jari tangannya sendiri.


"Sayang (Indonesia), Dear (Inggris), Sayang (Sunda), Dhuh (Jawa), Shin'aina (Jepang), Sojunghan (Korea), Qīn (Mandarin/China), Chère (Prancis), Querido (Spanyol), Aleaziz (Arab)" ucap Rafa dengan nada biacara dan ekspresi wajahnya yang sangat datar.


"Okay, now it's Kak Rafi's turn to play the word single (Oke, sekarang giliran kak Rafi yang memainkan kata jomblo)" ucap Raihana sembari menjulurkan lidahnya kepada kakak keduanya.


"Jomblo (Indonesia), Singles (Inggris), Shinguru (Jepang), Sing-geul (Korea), Dāndǎ (Mandarin/China), Jomblo (Sunda), Singles (Jawa)" ucap Rafi dengan menatap wajah adik perempuannya dengan tatapan sinisnya.


"Okay, now it's Nandito's turn to play the word handsome (Oke, sekarang giliran kak Nandito untuk memainkan kata tampan)" ucap Raihana sembari tersenyum senang ketika menatap wajah tampan milik kakak dari kakak iparnya tersebut.


"Hansamu (Jepang), Handsome (Inggris), Meosjin (Korea), Yīngjùn (Mandarin/China)" ucap Nandito sembari tersenyum kikuk karena hanya dirinyalah yang sedikit bisa berbahasa asing.


Raihana tersenyum puas dengan permaianan terjemahan kata yang di mainkan oleh kakak iparnya, kedua kakak kembarnya, dan juga kakak dari kakak iparnya. Raihana pun memberikan tepuk tangannya sebagai bentuk apresiasi terhadap Nara, Rafa, Rafi, dan Nadito yang sangat lancar dalam menerjemahkan kata dalam berbagai bahasa.

__ADS_1


"Hooray, it's finally over. My brothers who are beautiful and handsome are very fluent in translating words in various languages. Rai really appreciates you (Horee, akhirnya selesai juga. Kakak-kakakku yang cantik dan tampan ini sangat lancar dalam menerjemahkan kata dalam berbagai bahasa. Rai sangat mengapresiasi kalian)" ucap Raihana dengan senyuman yang tersungging di wajahnya dan juga sembari menepuk tangannya sebagai bentuk apresiasi kepada Nara, Rafa, Rafi, dan Nandito yang lancar menerjemahkan kata dalam berbagai bahasa.


"Oh yes Rai, you already know what language we can speak, now is the time for us to find out what you can speak, okay? (Oh ya Rai, kamu kan sudah mengetahui kami bisa berbahasa apa saja, kini saatnya kami mengetahui kamu bisa berbahasa apa saja, oke?)" ucap Nara sembari mengedipkan sebelah matanya berharap sang adik ipar akan memberitahukan tentang hal ini.


"Of course my sisters are beautiful and handsome. I can speak Indonesian, English, Japanese, Korean, Sundanese, Javanese, Malay, Spanish, French, Mandarin, and Arabic (Tentu saja kakak-kakakku yang cantik dan tampan. Aku ini bisa berbahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Korea, Sunda, Jawa, Melayu, Spanyol, Prancis, Mandarin, dan Arab)" ucap Raihana sembari menyunggingkan senyuman manis di wajahnya.


"Oh yeah, let's play truth or dare. We sit on the floor in a circle so that the bottle can easily designate who will be asked questions or challenges (Oh ya kak, kita main truth or dare yuk. Kita duduk di lantai membentuk lingkaran agar botol mudah menunjuk siapa yang akan di beri pertanyaan atau tantangan)" ucap Raihana yang langsung duduk di lantai pinggiran kolam renang.


Nara, Rafa, Rafi, dan Nandito langsung mengikuti perkataan Raihana dengan duduk di lantai pinggiran kolam renang dengan posisi duduk yang membentuk lingkaran.


Setelah semua orang sudah duduk di lantai pinggiran kolam renang, Raihana langsung menaruh satu botol plastik bekas di tengah-tengah bentuk lingkaran tersebut.


"Get ready, my brothers. Rai will spin the bottle right now (Bersiaplah ya kakak-kakakku. Rai akan memutar botolnya sekarang juga)" ucap Raihana sembari memutar botol plastik bekas tersebut.


Dan ketika botol berhenti menunjukkan ke arah Nandito. Seketika Nandito langsung tersenyum getir mengingat ini adalah permainan yang penuh dengan jebakan batman.


"Choose truth or dare? (Pilih jujur atau tantangan?)" tanya Raihana kepada kakak dari kakak iparnya tersebut.


"Truth (Jujur)" jawab Nandito sembari tersenyum getir.


"Rai wants to ask sis. Is there a girl that Kak Nandito likes? (Rai mau tanya kak. Ada tidak seorang gadis yang kak Nandito sukai?)" tanya Raihana kepada Nandito yang kini sedang tersenyum getir.


"There is no (Tidak ada)" jawab Nandito dengan senyuman getir yang tersungging di wajahnya yang tampan.


Setelah mendengar jawaban dari Nandito, Raihana langsung memutar kembali botol platsik bekas tersebut. Kini botol plastik tersebut berhenti tepat mengarah ke Rafi.


"Choose truth or dare? (Pilih jujur atau tantangan?)" tanya Raihana kepada kakak keduanya.


"Dare (Tantangan)" jawab Rafi sembari menatap wajah adik bungsunya dengan tatapan sinis.


"This time let me give him the challenge. I challenge Rafi to find a girl that Rafi likes in the dating application and this must be pure without coercion (Kali ini biarkan aku yang memberinya tantangan. Aku menantang Rafi untuk menemukan seorang gadis yang Rafi sukai di aplikasi mencari jodoh dan hal ini haruslah murni tanpa paksaan)" ucap Nara sembari tersenyum senang menatap wajah tampan milik adik iparnya.


"This is up to an unspecified time limit. It means that if you find the girl you love, you have to tell us right away, okay? (Ini sampai dengan batas waktu yang tidak di tentukan. Artinya jika kamu sudah menemukan gadis pujaan hatimu, kamu harus segera memberitahu kami, oke?)" ucap Nara sembari tertawa kecil di akhir kalimatnya.


"Okay my sister-in-law is very beautiful, I accept the challenge from you because I know this is your attempt to help me find the girl my heart loves (Oke kakak iparku yang sangat cantik, aku terima tantangan darimu karena aku tahu ini upayamu untuk membantuku menemukan gadis pujaan hatiku)" ucap Rafi dengan semangat '45 nya.


Raihana segera memutar kembali botol plastik bekas tersebut. Kini botol plastik bekas tersebut tepat mengarah kepada Rafa.


"Choose truth or dare? (Pilih jujur atau tantangan?)" tanya Raihana kepada kakak pertamanya.


"Dare (Tantangan)" jawab Rafa dengan sangat santai.


"This time, let me give the challenge. Please feel free to kiss Rafa Kak Nara in front of us all (Kali ini biarkan aku yang memberi tantangannya. Silahkan untuk kak Rafa mencium kak Nara di depan kami semua)" ucap Rafi sembari tersenyum licik menatap wajah kakak kembarnya.


Tanpa berkata-kata satu kata pun, Rafa langsung menarik kepala istri kecilnya dan langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum milik istri kecilnya.


Cup


Dan untuk kedua kalinya hal seperti ini terjadi kembali di antara Nara dan Rafa yang saat ini menjadi pasangan pengantin baru.

__ADS_1


__ADS_2