
"Watashi no giri no kyōdai, watashi no shin'yū, karera wa mina watashi no shōsetsu ga hontōni sukidesu. Ā, korera wa watashi no himitsu no fandesu. Watashi ga shuppan shita subete no shōsetsu ni chosha to shite watashi no furunēmu o fukumemashitaga. Shikashi, karera wa sore ni kidzuite imasen ka? (Adik iparku, sahabatku, mereka semua sangat menyukai novel karyaku. Ah, mereka ini penggemar rahasiaku. Padahal kan aku menyantumkan nama lengkapku sebagai penulis di setiap novel yang sudah aku terbitkan. Tapi, apa mereka ini tidak menyadarinya ya?)" batin Nara sembari menatap dengan sangat lekat ke arah novel favorit adik iparnya yang merupakan novel yang Nara ciptakan ketika dirinya masih berusia 15 tahun.
Raihana yang melihat kakak ipar kesayangannya yang hanya terdiam saja di tempatnya sembari menatap dengan sangat lekat ke arah novel favoritnya pun segera berusaha untuk menyadarkan kakak ipar kesayangannya dari lamunannya dengan memanggil dan menepuk dengan lembut salah satu bahu kakak ipar kesayangannya.
"Sis Nara, why did you just stay there? Even though Rai wants to invite Kak Nara to chat in the reading corner in Rai's room (Kak Nara, kenapa kak Nara hanya diam saja di situ? Padahal Rai ingin mengajak kak Nara berbincang-bincang di pojok baca yang ada di kamarnya Rai)" ucap Raihana kepada kakak ipar kesayangannya sembari mengarahkan jarinya ke arah pojok baca yang ada di kamarnya.
Sontak saja Nara langsung tersadar dari lamunannya karena mendengar panggilan adiknya dan juga tepukan lembut dari adik iparnya di salah satu bahu Nara.
Nara yang tertangkap basah sedang melamun oleh adik iparnya sendiri pun dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kikuk di wajahnya yang cantik itu.
"Ah, please forgive Ms. Nara, Rai. Kak Nara is just amazed by the cover design of this good novel. The cover is this good, let alone the content. No wonder you really like this novel by your favorite author, Rai (Ah, maafkan Kak Nara ya, Rai. Kak Nara hanya kagum dengan desain cover novelnya yang bagus ini. Covernya saja sudah sebagus ini, apalagi isinya. Pantas saja kamu sangat menyukai novel dari penulis kesuakaanmu ini, Rai)" ucap Nara sembari perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kikuk di wajahnya yang cantik itu.
Nara yang secara asal-asalan mengarang sebuah alasan kepada adik iparnya itu kini merasa khawatir dengan alasan yang di berikannya kepada adik iparnya akan membuat adik iparnya menjadi curiga kepadanya.
"Ē to, kare wa watashi ga itta koto o utagatte iru to omoimasu ka? Ā, hito no zaisan o nusumou to shite iru dorobō no yō ni fushin ni mienai koto o negatte imasu (Emm, kira-kira dia curiga tidak dengan perkataanku ini? Ah, semoga saja aku ini tidak terlihat mencurigakan seperti seorang pencuri yang akan mencuri barang milik warga)" batin Nara sembari menatap dengan sangat lekat wajah cantik dan imut milik adik iparnya itu.
Dengan perlahan-lahan, Raihana pun menyunggingkan sebuah senyuman bahagia di wajahnya yang cantik dan imut itu ketika mendengar perkataan dari kakak ipar kesayangannya itu.
"Um, you are absolutely right, sister-in-law. I really like the work of my favorite writer. His work is very descriptive. The contents of the novel are also very good. There are novels that drain tears and there are also novels that make you laugh. My favorite writer is extremely talented. He said he started writing at the age of 5. I am very amazed because at the age of 5 years he can already create very good works. It is not surprising that his work was adopted into a cartoon film and also translated into all languages in the world (Emm, benar sekali katamu, kakak ipar. Aku sangat menyukai sekali karya penulis favoritku itu. Karyanya sangat deskriptif sekali. Isi dari novelnya juga sangat bagus sekali. Ada novel yang menguras air mata dan juga ada novel yang menguras tawa. Penulis favoritku itu benar-benar sangat berbakat sekali. Katanya dia mulai menulis pada usianya yang masih 5 tahun. Aku sangat kagum sekali karena pada usianya yang masih 5 tahun dia sudah bisa menciptakan karya yang sangat bagus sekali. Tak heran jika karyanya di angkat menjadi film kartun dan juga di terjemahkan ke dalam semua bahasa yang ada di dunia)" ucap Raihana sembari menatap dengan sangat lekatnya pada wajah cantik milik kakak ipar kesayangannya itu.
Nara yang merasa ada sebuah kesempatan bagus untuk bertanya kepada adik iparnya apakah dia mengetahui siapakah penulis dari novel kesukaannya pun dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman misterius di wajahnya yang cantik itu.
"Watashi wa kare ni kare no sukina shōsetsu no chosha ga daredearu ka shitte iru ka dō ka o sarigenaku tazunete iru dakedesu ka? (Apa aku iseng-iseng saja ya bertanya padanya apakah dia mengetahui siapa penulis novel kesukaannya itu?)" batin Nara sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman misterius di wajahnya yang cantik itu.
Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri, akhirnya Nara pun memutuskan untuk tetap bertanya kepada adik iparnya mengenai apakah dia mengetahui siapakah penulis dari novel kesukaannya itu.
"Erm, then do you know who the author of your favorite novel is? (Emm, kalau begitu apakah kamu mengetahui siapakah penulis dari novel kesukaanmu itu?)" ucap Nara dengan lembut sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik adik iparnya tersebut.
Setelah mendengarkan pernyataan dari kakak ipar kesayangannya, kini terlihatlah Raihana yang sedang mengingat-ingat siapakah nama dari penulis novel kesukaannya tersebut.
Setelah beberapa saat mengingat-ingat tentang siapakah nama dari penulis novel kesukaannya tersebut, kini Raihana pun telah ingat siapa nama lengkap dari penulis novel kesukaannya tersebut.
"Ah, I know, my dear sister-in-law. If I'm not mistaken, her full name is Na Narahita Hideko Ya Yamada (Ah, aku tahu, kakak ipar kesayanganku. Kalau tidak salah nama lengkapnya Na Narahita Hideko Ya Yamada)" ucap Raihana dengan terbata-bata karena Raihana masih berusaha untuk mengingat nama lengkap dari penulis novel kesukaannya tersebut.
Beberapa saat kemudian, Raihana yang baru menyadari bahwa ucapannya itu sangatlah mengejutkan dirinya, Raihana pun melontarkan beberapa teriakan histeris yang bisa membuat gendang telinga siapa saja yang mendengarnya pecah karena suara Raihana yang sangat cempreng itu.
"What! Isn't that the name of my favorite sister-in-law? Is it true that sister-in-law writes the best quality novels in the world? (Apa! Bukankah itu nama kakak ipar kesayanganku? Apakah benar kakak ipar yang menulis novel-novel yang kualitasnya terbaik di dunia ini?)" teriak Raihana dengan sangat kencang sembari menggoncangkan tubuh kakak ipar kesayangannya dengan perlahan-lahan.
Mendengar teriakan adik iparnya yang terkesan memaksa untuk Nara menjawab pertanyaan dari adik iparnya membuat Nara memiliki pemikiran sendiri untuk mengartikan maksud dari perkataan adik iparnya tersebut.
"Ē to, kore wa watashi ga yōgi-shadeari, hijō ni ikatteiru keisatsu kara jinmon sa re, taishū kara batō sa reta yō ni kikoemasen ka? Totemo kanashī kandō! (Huh, bukankah ini terkesan seperti aku yang menjadi tersangka dan di introgasi oleh polisi yang sudah sangat geram, serta di berikan amukan dari para massa? Terkesan menyedihkan sekali!)" batin Nara sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik adik iparnya tersebut.
Karena melihat adik iparnya yang memasang ekspresi wajahnya yang terlihat sangat memelas kepada Nara, akhirnya mau tak mau Nara harus memberi tahu yang sebenarnya kepada adik iparnya yang bersifat serba ingin tahu tersebut.
"Um, it's true that it is one of sister's works, Rai. You wrote the work when you were 15 years old (Emm, benar itu adalah salah satu karya kakak, Rai. Karya itu kakak tulis ketika kakak berusia 15 tahun)" ucap Nara sembari menundukkan wajah dan pandangannya ke arah lantai keramik yang ada di kamar adik iparnya tersebut.
Setelah mendengarkan jawaban dari kakak ipar kesayangannya, kini terlihatlah ekspresi wajah Raihana yang menyiratkan keterkejutan sekaligus kebahagiaan yang sangat mendalam.
Bahkan Raihana sampai memeluk tubuh kakak ipar kesayangannya dengan sangat erat. Seakan tak ingin ada suatu hal pun yang dapat memisahkan ikatan antara kakak dan adik ipar tersebut.
Nara yang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba yang sangat erat dari adik iparnya pun hanya bisa pasrah saja sembari membalas pelukan dari adik iparnya tersebut.
"Huhu, I never thought that my favorite novelist was my sister-in-law. It felt like I had just woken up from my long sleep for thousands of years (Huhu, aku tidak menyangka sekali jika penulis novel kesukaanku adalah kakak iparku sendiri. Rasanya aku baru saja terbangun dari tidur panjangku selama ribuan tahun)" ucap Raihana sembari meneteskan air mata bahagianya di pelukan kakak ipar kesayangannya tersebut.
"In fact, I only found out about this when Nara became my sister-in-law. Kak Nara is the youngest and best novelist in the world. I still didn't think that I could be with the youngest and best novelist in this world! (Bahkan aku baru mengetahui hal ini ketika kak Nara sudah menjadi kakak iparku. Kak Nara itu adalah penulis novel termuda dan terbaik di dunia. Aku masih tak menyangka saja jika aku sekarang bisa bersama dengan seorang penulis novel termuda dan terbaik di dunia ini!)" lanjut Raihana sembari semakin mengeratkan pelukannya dengan kakak ipar kesayangannya.
Dengan perlahan-lahan, Nara mengelus-elis puncak kepala adik iparnya tersebut dengan sangat lembut. Berharap bisa meredakan isak tangis Raihana yang sekarang sedang menangis penuh haru di pelukannya.
"Jissai, kono kyōdai ga sekai de mottomo wakai CEO no toppu 10 ni fukuma rete iru koto o shittara, machigainaku hijō ni odorokimasu. Mata, anata no kyōdai wa, sekai de mottomo seikō shita kyaria o motsu toppu 10 no tīn'eijā ni fukuma rete imasu. Watashi no ani ga genzai iru kyaria wa, CEO to shōsetsuka ni naritsutsu arimasu (Bahkan pasti kamu akan merasa sangat terkejut jika mengetahui kakak ini termasuk dalam deretan 10 besar CEO termuda di dunia. Dan juga kakak termasuk dalam deretan 10 besar remaja dengan karir tersukses di dunia. Karir yang kakak sedang geluti yakni menjadi seorang CEO dan menjadi seorang penulis novel)" batin Nara sembari memberikan elusan lembut pada puncak kepala adik iparnya tersebut.
Kedua tangan Nara pun kini sedang tergerak untuk menyeka air mata yang masih mengalir dengan derasnya di wajah adik iparnya yang cantik dan imut tersebut.
Melihat adik iparnya yang kini sedang menangis hingga mengeluarkan isak tangisannya pun membuat Nara merasa sangat iba sekali kepada adik iparnya yang kini sedang menangis karena perkataannya.
"Anata ga anata o totemo kinodoku ni omottanode anata ga naku no o miru. Naku no o miru to dō iu wake ka kono kokoro ga itai, rai. Soshite, kono karada wa mata, sorera no namida o nagasazu ni anata o egao ni shi tsudzukeru to iimashita. Sumimasen, imōto ga anata o nakasemashita, hanī (Melihatmu menangis karena kakak membuat kakak merasa sangat iba kepadamu. Entah mengapa hati ini terasa sakit jika melihatmu menangis, Rai. Dan tubuh ini juga berkata untuk terus membuatmu tersenyum tanpa mengeluarkan air matamu itu. Maafkan kakak yang telah membuatmu menangis, sayang)" batin Nara sembari menyeka air mata yang masih mengalir dengan derasnya di wajah adik iparnya yang cantik dan imut dengan jari-jarinya yang lentik itu.
"Never mind, Rai. Don't cry anymore, okay? It's better for us to do things that make us smile than to have to shed tears like this. What do you want to do with sister, Rai? (Sudahlah, Rai. Jangan menangis lagi, oke? Lebih baik kita melakukan hal-hal yang bisa membuat kita tersenyum dari pada harus menguras air mata seperti ini. Kamu mau melakukan apa bersama kakak, Rai?)" ucap Nara sembari menyeka air mata yang masih mengalir di wajah cantik dan imut milik adik iparnya dengan jari-jarinya yang lentik itu.
Dengan perlahan-lahan, kepala Raihana pun kini tergerak ke atas untuk menatap wajah kakak ipar kesayangannya dengan tatapannya yang sangat lekat.
"I love you very much, my sister-in-law, the author of my favorite novel. I love you more than I love myself (Aku sangat mencintaimu, iparku, penulis novel favoritku. Aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri)" batin Raihana sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik kakak iparnya.
Raihana pun dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman bahagia di wajahnya yang cantik dan imut. Senyuman bahagia yang tersungging di wajah Raihana itu pun semakin membuat Raihana terkesan lebih cantik dan juga imut dari biasanya.
"Alright my beloved sister-in-law. I want to do the singing in a duet with you, sister-in-law. Can you sing? (Baiklah kakak ipar kesayanganku. Aku ingin melakukan bernyanyi dengan cara berduet denganmu, kakak ipar. Apakah kakak bisa bernyanyi?)" ucap Raihana sembari perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman bahagia di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.
Tanpa berfikir yang lebih panjang lagi, Nara langsung saya mengiyakan perkataan dari adik iparnya tersebut. Karena Nara juga berniat untuk membuat adik iparnya tersebut agar selalu tersenyum bahagia.
"Yes. Kak Nara can sing, Rai. Anyway, what song would you like to sing, Rai? (Iya. Kak Nara bisa bernyanyi, Rai. Oh ya, kamu mau bernyanyi lagu apa, Rai?)" ucap Nara sembari perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.
Kini, terlihatlah Raihana yang sekarang sedang berfikir untuk memberikan saran lagu apa yang nantinya akan di nyanyikannya bersama dengan kakak ipar kesayangannya.
Setelah beberapa saat berfikir dengan sangat keras, akhirnya Raihana lebih memilih untuk menyerah saja dan akan menyerahkan pilihan tersebut kepada kakak iparnya kesayangan saja.
__ADS_1
Akan tetapi, Raihana mengharuskan agar dirinya dan kakak ipar kesayangannya untuk duduk di tempat tidurnya. Raihana yang memilih mengharuskan hal ini karena merasa dirinya sudah lelah karena sedari tadi Raihana hanya berdiri saja.
"Um, want to sing whatever song is important we sit on Rai's bed first, sister-in-law. Isn't sister-in-law tired of standing all the time? (Emm, mau bernyanyi lagu apa pun yang penting kita duduk di tempat tidurnya Rai dahulu, kakak ipar. Apakah kakak ipar tidak merasa lelah berdiri terus?)" ucap Raihana sembari menggandeng salah satu tangan kakak ipar kesayangannya agar mengikuti langkahnya menuju ke arah tempat tidurnya.
Nara pun menyunggingkan sebuah senyuman kikuk di wajahnya yang cantik itu ketika mengingat bahwa ucapan adik iparnya itu sangatlah benar.
"Sister really feels very tired, Rai when you just stood there all along (Kakak memang merasa sangat lelah, Rai ketika kakak hanya berdiri saja sedari tadi)" ucap Nara sembari perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kikuk di wajahnya yang cantik.
Ketika sudah sampai di pinggiran tempat tidur Raihana, Nara dan Raihana pun langsung mendudukkan diri mereka masing-masing di pinggiran tempat tidur Raihana.
Baru saja Raihana akan bertanya kepada kakak ipar kesayangannya mengenai lagu yang akan mereka nyanyikan secara bersama-sama, tapi Nara sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaan adik iparnya tanpa membiarkan adik iparnya bertanya terlebih dahulu.
"Rai, let's sing the song It's You from Westlife, OK? Do you memorize the lyrics of the song? (Rai, kita bernyanyi lagu It's You dari Westlife saja ya? Apakah kamu hafal lirik lagunya?)" ucap Nara sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik dan imut milik adik iparnya tersebut.
"Okay sis. Of course I know the lyrics of the song very well because it's also my favorite song (Oke kak. Tentu saja aku sudah sangat hafal dengan lirik lagunya karena itu juga termasuk lagu kesukaanku)" jawab Raihana sembari tertawa kecil di akhir kalimatnya.
Akhirnya Nara dan Raihana pun bernyanyi bersama lagu It's You dari Westlife yang di awali dengan suara Nara, kemudian di lanjutkan oleh suara Raihana, dan seterusnya berulang-ulang seperti itu.
There's a laugh in my eyes
Ada tawa di mataku
There's a waltz in my walk
Ada waltz dalam perjalananku
And it's been such a long time
Dan sudah lama sekali
Since there was hope in my talk
Karena ada harapan dalam ceramah saya
If you never knew
Jika Anda tidak pernah tahu
What it is that's new... It's you
Apa yang baru ... Itu kamu
Cause when your hands are in mine
Karena saat tanganmu ada di tanganku
Anda menyalakan api yang bisa dilihat semua orang
And it's burning away
Dan itu terbakar habis
Every bad memory
Setiap kenangan buruk
To tell you the truth
Sejujurnya
If it's something new... Baby it's you
Jika itu sesuatu yang baru ... Sayang itu kamu
It's you in the morning
Itu kamu di pagi hari
It's you in the night
Itu kamu di malam hari
A beautiful angel came down
Seorang malaikat cantik turun
To light up my life
Untuk menerangi hidupku
The world's a different place
Dunia adalah tempat yang berbeda
__ADS_1
Where nothings too hard to say
Dimana tidak ada yang terlalu sulit untuk dikatakan
And nothings to hard to do
Dan tidak ada hal yang sulit dilakukan
Never too much to go through
Tidak pernah terlalu banyak untuk dilalui
To tell you the truth
Sejujurnya
Everything that's new... Baby it's you
Segala sesuatu yang baru ... Sayang itu kamu
It's you in the morning
Itu kamu di pagi hari
It's you in the night
Itu kamu di malam hari
A beautiful angel came down
Seorang malaikat cantik turun
To light up my life
Untuk menerangi hidupku
My life, my life
Hidupku, hidupku
Oh
Oh
So if I get to grow old (oh if I get to grow old)
Jadi jika saya menjadi tua (oh jika saya menjadi tua)
With many years behind me (many years behind me)
Dengan bertahun-tahun di belakangku (bertahun-tahun di belakangku)
There's only one thing I want (ahh)
Hanya ada satu hal yang saya inginkan (ahh)
One thing I need beside me
Satu hal yang saya butuhkan di samping saya
For all that you are
Untuk semua dirimu
For everything you do
Untuk semua yang Anda lakukan
For all that you've done
Untuk semua yang telah Anda lakukan
Just for showing me the truth
Hanya untuk menunjukkan kebenarannya padaku
It's you
Itu kamu
It's you
Itu kamu
__ADS_1
Baby it's you
Sayang itu kamu