
Untuk sejenak biarkanlah Rafa untuk melihat betapa indah, putih, dan mulusnya tubuh bagian atas milik istri kecilnya.
Namun siapa sangka, karena melihat pemandangan yang begitu menggoda dirinya kini membangunkan sebuah benda keramat di bagian bawah tubuh Rafa.
Sontak saja Rafa langsung berlari ke dalam kamar mandi sembari menahan betapa sakitnya harus melihat pemandangan yang menyenangkan namun akan membangunkan benda keramat miliknya.
Nara yang mendengar suara berlarian di dekatnya pun langsung menengok ke sana dan ke mari untuk melihat siapakah yang tadinya sedang berlarian.
Namun terlambat, ketika Nara menegok ke sana dan kemari suami kecilnya sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar mandi. Sehingga membuat Nara tidak bisa melihat siapa yang tadi sedang berlarian.
"E ̄ to, dare ga sakini watashi no chikaku o hashitte ita no? Koko ni wa daremoinai. Dewa, kare wa daredesu ka? Samayotte iru yūreidesu ka? (Hah, siapakah tadi yang sedang berlarian di dekatku? Tidak ada siapa-siapa di sini. Lantas siapakah dia? Apakah itu hantu yang sedang bergentayangan?)" batin Nara sembari menengok ke sana dan ke mari untuk melihat siapakah tadi yang sedang berlarian.
Setelah beberapa menit menengok ke sana dan ke mari, lalu tidak mendapatkan hasil membuat Nara menyudahi pencariannya dan ingin kembali berfokus kepada berkas-berkas yang sedang di kerjakannya lewat laptop.
Namun ketika Nara menyadari selimut tebal yang membalut tubuhnya sudah melorot dan memperlihatkan tubuh putih dan mulusnya membuat Nara langsung kembali membalutkan selimut tebal di tubuhnya dengan wajahnya yang sudah memerah.
"Mōfu wa dō yatte hagareta nodesu ka? Kare wa watashi no jōhanshin o misete kuremashitaga, sore wa tashika ni watashi ni totte hijō ni hazukashī kotodesu. Ā, hazukashī! (Bagaimana bisa selimut itu terlepas dari tubuhku? Bahkan dia memperlihatkan tubuh bagian atasku yang tentunya sangat memalukan bagi diriku. Ah, malunya aku!)" batin Nara sembari kembali membalutkan selimut tebalnya ke tubuhnya.
Setelah membalutkan kembali selimut tebal ke tubuhnya, Nara langsung kembali berkutat dengan berkas-berkas yang sedang di kerjakannya lewat laptop.
Tentunya dengan mendengarkan musik yang di nyalakan dari laptopnya ke headsetnya melalui koneksi bluetooth. Kini Nara memilih sebuah lagu Jepang kesukaannya yang berjudul Butterfly yang di nyanyikan oleh Kaela Kimura
Kupu-kupu Hari ini lebih baik dari sebelumnya
Ke dalam lingkaran cahaya yang tenggelam oleh benang merah
Kupu-kupu Hari ini lebih indah dari kalian semua
Dengan kebahagiaan mengepak dengan sayap putih
Saya ingat ketika saya bertemu Anda
Musim-musim yang berulang kali berulang kali telah mengubahnya.
Anda bersumpah sekarang di sisi orang yang Anda cintai
Aku tersenyum
Bel akan berbunyi dengan perasaan tertentu itu
Matahari terbenam dan bintang-bintang terbit tanpa alasan
Tidur di malam hari dan tunggu pagi
Kupu-kupu Hari ini lebih baik dari sebelumnya
Ke dalam lingkaran cahaya yang tenggelam oleh benang merah
Aku mencintaimu dengan penuh kebaikan
Jika Anda sedih, menangislah bersama
Jika Anda memiliki kegembiraan, kami akan tertawa bersama
Hanya satu yang terbungkus cinta yang hangat
Semua mimpiku akan bertahan selamanya
Dengan kebahagiaan mengepak dengan sayap putih
La la la la la la la la la
Kupu-kupu Hari ini lebih baik dari sebelumnya
Ke dalam lingkaran cahaya yang tenggelam oleh benang merah
Kupu-kupu yang menemukan bunga takdir menari di langit biru
Terlihatlah Nara yang sangat menikmati suasana dari lagu Butterfly yang di nyanyikan oleh Kaela Kimura yang sangat romantis tersebut.
Tak jarang untuk Nara sedikit menggoyangkan jari-jarinya dan juga tubuhnya karena terbawa suasana romantis dari lagu Butterfly yang di nyanyikan oleh Kaela Kimura.
Sementara itu di dalam kamar mandi
Rafa memulai kegiatan mandi air dinginnya. Dengan harapan terbesarnya untuk bisa menidurkan kembali menidurkan benda keramat yang ada di tubuh bagian bawahnya.
Terlihatlah sesekali Rafa mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar. Dan tak jarang juga untuk Rafa berteriak-teriak merutuki sang Mama dan juga merutuki tubuh istri kecilnya yang begitu indah, putih, dan mulus. Untung saja kamar mandinya itu kedap suara. Sehingga istri kecilnya pun tak kan tahu jika dirinya sedang berteriak-teriak dari dalam kamar mandi.
"Ah, nasib banget sih punya istri orang Jepang. Udah cantik, tubuhnya menggiurkan pula. Kenapa juga Mama mau milih mantu orang Jepang? Mau buat aku tersiksa, hah?" teriak Rafa di dalam hatinya sembari membersihkan tubuhnya yang atletis di bawah guyuran air dingin.
Sementara itu di ruang makan
Rania yang sedang duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan bersama Raihan, Rafi, dan Raihana pun mendadak bersin. Padahal tidak ada hal yang bisa membuatnya bersin di dekatnya.
Hachim
Rania pun mengusap ujung hidungnya dengan perlahan. Namun hidung Rania justru terasa semakin gatal hingga membuat Rania kembali bersin
Hachim
Raihan yang melihat sang istri yang sedang bersin-bersin di sebelahnya pun dengan sigap menyodorkan sebuah kotak tisu kepada sang istri. Tak lupa Raihan juga bertanya kepada sang istri.
"Kamu nggak papa sayang?" tanya Raihan dengan nada yang menyiratkat betapa besarnya kekhawatirannya kepada sang istri.
"Hah, aku memang tidak papa. Namun sepertinya ada seseorang yang sedang membicarakanku di belakangku" ucap Rania sembari mengusap lembut ujung hidungnya.
"Ya, mungkin aja Kak Rafa yang lagi membicarkan Mama" ucap Rafi sembari tertawa jahat.
Kembali lagi ke kamar Rafa dan Nara
Beberapa saat kemudian, Rafa telah selesai dari ritual mandinya. Rafa pun langsung menuju ke arah ruang ganti untuk mengambil pakaiannya.
__ADS_1
Sesampainya di ruang ganti, Rafa langsung membuka salah satu lemari berwarna abu-abu miliknya yang berisi untuk baju santai miliknya.
Rafa pun mulai memilih-milih baju santai yang akan di kenakannya. Setelah beberapa saat memilih-milih, akhirnya pilihan Rafa jatuh kepada sebuah piama panjang berwarna abu-abu.
Rafa pun segera mengambil piama panjang berwarna abu-abu tersebut lalu memakaiannya di tubuhnya.
Setelah itu Rafa langsung melangkah pergi dari ruang ganti menuju ke arah meja belajar miliknya.
Ketika melewati tempat tidurnya dan juga tempat tidur istri kecilnya, Rafa melihat Nara yang sedang mendengarkan musik dari headsetnya serta jari-jari lentiknya menari-nari di atas keyboard laptopnya.
"Fokus sekali dia. Dia sedang mengerjakan apa sih? Kenapa jarinya sampai menari-nari di atas papan keyboard seperti itu? Bahkan penari balet tidak bisa selentik itu" batin Rafa sembari menatap lekat ke arah istri kecilnya.
Setelah beberapa saat, Rafa pun sudah puas menatap lekat ke arah istri kecilnya yang sangat fokus dengan laptopnya.
Rafa pun segera bergegas berjalan ke arah meja belajarnya untuk mempelajari berkas-berkas tentang perusahaan RANY Corporation yang mulai besok Rafa resmi menjadi CEO di perusahaan yang mengambil singkatan dari namanya (Rafardhan Abayomi) dan nama istri kecilnya (Narahita Yamada)
Setelah sampai di meja belajarnya, Rafa langsung menduduki sebuah kursi yang ada di sana.
Lalu Rafa langsung menyalakan laptopnya untuk mempelajari berkas-berkas perusahaan RANY Corporation. Tak lupa untuk Rafa memasang flashdisk berwarna abu-abu yang berisi berkas-berkas tentang perusahaan RANY Corporation.
Baik Rafa maupun Nara sama-sama mempelajari dan mengerjakan berkas-berkas perusahaan mereka masing-masing.
Dengan Rafa yang mengurus perusahaan pusat RANY Corporation yang merupakan singkatan dari nama Rafa dan Nara (Rafardhan Abayomi, Narahita Yamada) yang bergerak di bidang real estate dan Nara yang mengurus perusahaan cabang NHY Corporation yang merupakan inisial dari nama Nara (Narahita Hideko Yamada) yang ada di Indonesia yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan buku.
Dengan lentiknya jari-jari Nara dan Rafa menari-nari di atas papan keyboard untuk mengetikkan beberapa kalimat. Tak lupa dengan otak Nara dan Rafa yang terus bekerja untuk memahami isi berkas-berkas perusahaan RANY Corporation dan NHY Corporation.
Karena sedikit merasa lelah sebab Nara dari tadi Nara sudah berkutat untuk mempelajari dan mengerjakan berkas-berkas perusahaan cabangnya yang ada di Indonesia membuat Nara menghentikan kegiatannya sebentar.
Dengan perlahan Nara memundurkan tubuhnya untuk mencari senderan yang ada pada tempat tidurnya dan juga suami kecilnya.
Nara pun menyenderkan tubuhnya pada senderan yang ada pada tempat tidurnya dan suami kecilnya.
Mata Nara bergerak untuk memandangi kamarnya dan kamar suami kecilnya tersebut. Dan ketika melihat ke arah meja belajar milik suami kecilnya, Nara sangat terkejut karena sudah ada suami kecilnya yang sedang duduk di sana dengan mengenakan piama panjang berwarna abu-abu serta jari-jarinya yang lentik sedang menari-nari di atas papan keyboard.
"Are, kare ga itsuita no? Naze kare ni hayaku awanakatta nodesu ka? Izen ni hashitte ita no wa karedatta kanōsei wa arimasu ka? (Hah, sejak kapan dia ada di sana? Kenapa aku tidak melihatnya tadi? Apakah mungkin yang berlarian tadi adalah dia?)" batin Nara sembari menatap lekat ke arah suami kecilnya.
Rafa yang sebenarnya tahu istri kecilnya yang sedang menatapnya dengan lekat pun diam-diam menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya yang tampan.
"Dia pasti sangat terkejut dengan kehadiranku di sini. Tapi apakah dia mengira bahwa yang sedang berlarian tadi adalah aku?" batin Rafa sembari menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya yang tampan dengan perlahan.
Setelah beberapa saat menerka-nerka tanpa menemukan jawabannya membuat Nara sangat pusing dan tertekan.
Maka dari itu untuk mengurangi tingkat kepusingan dan ketertekanannya Nara memutuskan untuk mengganti lagu Butterfly yang di nyanyikan oleh Kaela Kimura dengan lagu Tonight yang di nyanyikan oleh Westlife.
Lately I'm so tired
Belakangan ini aku amat lelah
If I took it all out on you
Jika kutepikan semua tentangmu
Bukan maksudku begitu
If I left you outside
Jika kutinggalkan kau di luar
If you ever felt I ignored you
Jika kau merasa aku mengabaikanmu
Know my life is all you
Ketahuilah, seluruh hidupku ini tentangmu
So put your best dress on
Maka kenakanlah pakaian terbaikmu
And wrap yourself in the arms of someone
Dan lingkarkan dirimu di pelukan seseorang
Who wants to give you all the love you want
Yang ingin memberimu seluruh cinta yang kau inginkan
Tonight, I'm gonna make it up to you
Malam ini, aku kan perbaiki kesalahanku padamu
Tonight, I'm gonna make love to you
Malam ini, aku kan kucurahkan cinta padamu
Tonight, you're gonna know how much I missed you, baby
Malam ini, kau kan tahu betapa aku merindukanmu, kasih
Tonight, I dedicate my heart to you
Malam ini, kupersembahkan hatiku untukmu
Tonight, I'm gonna be a part of you
Malam ini, aku kan jadi bagian dirimu
Tonight, you're gonna know how much I miss you
Malam ini, kau kan tahu betapa aku merindukanmu
__ADS_1
And I miss you so
Dan aku sangat merindukanmu
I don't wanna act like
Aku tak ingin bertingkah seakan
I know that you'll be mine forever
Kutahu bahwa kau kan jadi milikku selamanya
Though I hope it's forever
Meski kuharap kan begitu
Don't want you to feel like
Ku tak ingin kau merasa seakan
I take you for granted
Aku tak bersyukur memilikimu
Whenever we are together
Tiap kali kita bersama
Oh yeah
Oh ya
So put your best dress on
Maka kenakanlah pakaian terbaikmu
And wrap yourself in my arms, my love
Dan lingkarkan dirimu di pelukanku, sayang
Tonight, I'm gonna make it up to you
Malam ini, aku kan perbaiki kesalahanku padamu
Tonight, I'm gonna make love to you
Malam ini, aku kan kucurahkan cinta padamu
Tonight, you're gonna know how much I missed you, baby
Malam ini, kau kan tahu betapa aku merindukanmu, kasih
Tonight, I dedicate my heart to you
Malam, kupersembahkan hatiku untukmu
Tonight, I'm gonna be a part of you
Malam ini, aku kan jadi bagian dirimu
Tonight, you're gonna know how much I miss you
Malam ini, kau kan tahu betapa aku merindukanmu
Baby
Kasih
Terlihatlah Nara sangat menikmati suasana romantis dari lagu Tonight yang di nyanyikan oleh Westlife. Bahkan Nara sampai menggerak-gerakkan jari-jarinya karena terbawa suasana romantis dari lagu Tonight yang di nyanyikan oleh Westlife.
Beberapa saat kemudian, Nara sudah tidak merasa lelah lagi. Maka dari itu Nara melanjutkan mempelajari dan mengerjakan berkas-berkas perusahaan cabangnya yang ada di Indonesia melalui laptopnya yang ada di pangkuannya.
Jari-jari Nara yang menari dengan lentiknya di atas papan keyboard serta selaras dengan nada dari lagu Tonight membuat suasana hati Nara semakin tenang.
Bahkan Nara yang sudah terbiasa mengetik dengan cepat pun hanya dalam waktu sekitar 15 menit saja Nara berhasil mempelajari dan mengerjakan berkas-berkas perusahaan cabangnya yang ada di Indonesia yang tadinya belum di selesaikan oleh Nara.
Bahkan Rafa yang tak sengaja melihat jari-jari istri kecilnya sudah berhenti menari-nari pun membuatnya semakin penasaran dan bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Dia tadi lagi ngapain ya? Kok bisa ngetiknya cepat sekali, seperti sedang mengikuti lomba balapan saja" batin Rafa sembari mengerenyitkan dahinya melihat kelakuan istri kecilnya yang sangat mencurigakan.
Nara pun mulai merenggangkan jari-jarinya yang sudah lelah menari-nari di atas papan keyboard sembari menyenderkan tubuhnya pada senderan yang ada pada tempat tidurnya dan suami kecilnya.
Tak berselang lama, Rafa sudah selesai mempelajari dan mengerjakan berkas-berkas perusahaan RANY Corporation yang besok Rafa resmi menjadi CEOnya.
Rafa pun memutar kursinya untuk melihat ke arah istri kecilnya yang sedang menyenderkan tubuhnya di senderan tempat tidurnya dan istri kecilnya.
Dengan rasa penasaran yang membuncah, tentu saja sulit rasanya untuk Rafa menahan dirinya agar tidak bertanya kepada istri kecilnya.
Dan setelah melalui perdebatan yang sangat panjang antara otak dan hatinya, pada akhirnya Rafa memutuskan untuk bertanya kepada istri kecilnya. Namun hanya sedikit dari pertanyaan yang bergentayangan di kepalanya.
"Rēsu-chū no yō ni hayaku taipu suru ni wa dōsureba yoidesu ka? (Bagaimana bisa kamu mengetik sangat cepat sekali seperti sedang mengikuti lomba balapan?)" tanya Rafa sembari menatap lekat ke arah wajah cantik milik istri kecilnya.
"Ē to, dōyara kare wa hijō ni hayaku taipu shite iru watashi o ayamatte mimashita (Hah, rupanya dia tak sengaja melihatku yang sedang mengetik dengan sangat cepat)" batin Nara sembari menatap ke arah wajah tampan milik suami kecilnya.
"Mochiron, watashi wa hayaku taipu suru koto ni narete imasu.Dakara koso dekiru (Tentu saja aku sudah terbiasa mengetik dengan cepat. Maka dari itu aku bisa melakukannya)" ucap Nara dengan tersenyum lembut kepada suami kecilnya.
"Ā. Anata wa tsūjō nanji ni nemasu ka? (Oh. Biasanya kamu tidur jam berapa?)" tanya Rafa kepada istri kecilnya dengan mencoba menahan rasa penasarannya.
"Tsūjō, watashi wa yoru ni 10 kara 12 made nemasu. Tōji Nihonde wa, Indoneshiade wa mada yūgata 8-ji kara 10-jidesu. Gogo 5-ji ni gakkō kara kaette kimasuga, shukudai ga areba gakkō kara kaettara sugu ni yarimasu. Watashi wa tokidoki shukudai o shite yofukashi o suru (Biasanya aku tidur kisaran jam 10 sampai jam 12 malam. Kalau jam segitu di Jepang, maka di Indonesia masih jam 8 sampai jam 10 malam. Kan aku pulang sekolah jam 5 sore, jika ada tugas rumah akan langsung aku kerjakan pada saat aku pulang sekolah juga. Aku kadang sampai begadang karena mengerjakan tugas rumah)" ucap Nara dengan sangat santai.
"Kalau dia begadang sama laptop dan buku-buku, lantas kapan dia akan begadang bersamaku melewati malam yang dingin dengan pergulatan panas? Aku juga mau begadang bersamanya" batin Rafa sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1