Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 51 - Dilarang Menonton Drama Korea!


__ADS_3

Nara dan Anissa yang mendengarkan pengakuan dari Vannesha pun kini dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman di wajah mereka masing-masing yang cantik tersebut.


"You're welcome, Nesha. I'm also lucky to be friends with you, with Nissa too. I am very lucky to have 3 loyal friends like you, Aina who is in Japan, and Nesha and Nissa who are in Indonesia. My life has become more colorful because of the presence of you three, Aina, Nesha, and also Nissa. I know Aina will not hear my words this time, but in my heart, I always thank Allah for sending the three of you to me (Sama-sama, Nesha. Aku juga beruntung bisa bersahabat denganmu, dengan Nissa juga. Aku sangat beruntung memiliki 3 sahabat yang setia seperti kalian, Aina yang berada di Jepang, serta Nesha dan Nissa yang berada di Indonesia. Hidupku menjadi lebih berwarna karena kehadiran kalian bertiga, Aina, Nesha, dan juga Nissa. Aku tahu Aina tidak akan mendengar ucapanku pada kali ini, tetapi di dalam hatiku, aku selalu mengucapkan syukur kepada Allah atas di kirimkannya kalian bertiga kepadaku)" ucap Nara kepada Vannesha dan Anissa sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


Tak berbeda jauh dengan Nara yang mengucapkan rasa syukurnya atas di kirimkannya Aina, Vannesha, dan juga Anissa yang telah di takdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi sahabatnya, Vannesha dan Anissa juga mengucapkan rasa syukurnya atas di kirimkannya Nara untuk menjadi sahabat mereka yang telah di takdirkan oleh Allah SWT.


"Equally, I also feel very lucky for sending you both to become my friends who have been destined by Allah for me. What's more, Nara, who is neutral and calm, is perfect for being my best friend. As well as Nesha who is also on the side of one party and the installments are very suitable to be my best friend too. My nature is like this being in the middle between the two of you. Nara is an Introvert, Nesha is an extrovert, and I am an Ambivert. Very suitable right? (Sama, aku juga merasa sangat beruntung atas di kirimkannya kalian berdua untuk menjadi sahabatku yang telah di takdirkan oleh Allah untukku. Terlebih lagi, Nara yang bersifat netral dan tenang itu sangat cocok untuk menjadi sahabatku. Serta Nesha juga yang bersifat memihak suatu pihak dan pecicilan itu sangatlah cocok untuk menjadi sahabatku juga. Sifatku yang seperti ini menjadi berada di tengah-tengah antara sifat kalian berdua. Nara yang bersifat Introvert, Nesha yang bersifat Ekstrovert, serta aku yang bersifat Ambivert. Sangat cocok bukan?)" ucap Anissa kepada Nara dan Vannesha sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


Amaya yang kebetulan saja kini sudah berada di dekat Anissa pun bisa mendengar dengan jelas apa yang sahabat dari putri bungsunya tersebut katakan. Bahkan, Amaya juga sampai membalas dan membenarkan ucapan Anissa yang notabenenya adalah sahabat dari putri bungsunya tersebut mengenai sifat putri bungsunya yang bisa di golongkan dengan sifat Introvert tersebut.


"Hmm, you said right, umm what's your name? Nara is indeed an introvert. His character has indeed passed down from his mother and father. Her brother is also an introvert. Just like his father, mother, and also Nara (Hmm, benar katamu, emm siapa namamu? Nara memanglah bersifat Introvert. Sifatnya itu memang menurun dari Mama dan Papanya. Kakaknya juga bersifat Introvert. Sama seperti Papanya, Mamanya, dan juga Nara)" ucap Amaya yang sengaja membalas dan membenarkan ucapan Anissa yang notabenenya adalah sahabat dari putri bungsunya tersebut.


"My name is Anissa Kyara Zahran, auntie. Auntie can call me by calling Nissa (Nama saya Anissa Kyara Zahran, tante. Tante bisa memanggilku dengan panggilan Nissa)" jawab Anissa kepada Amaya yang notabenenya adalah Mama kandung dari Nara yang merupakan sahabatnya tersebut dengan nada bicaranya yang sangatlah lembut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Okay, Nissa. Just call me by calling Mama like you call your own Mama with a call like this. Don't be too formal! (Oke, Nissa. Panggil saja saya dengan panggilan Mama seperti kamu memanggil Mamamu sendiri dengan panggilan seperti ini. Tidak usah terlalu formal ya!)" ucap Amaya dengan nada bicaranya yang sangatlah lembut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Just call Mama Maya so you can distinguish her call from your call to your mother, Nissa (Panggil saja Mama Maya agar bisa membedakan panggilannya dengan panggilanmu kepada Mamamu, Nissa)" lanjut Amaya yang berbicara kepada Anissa yang notabenenya adalah sahabat dari putri bungsunya tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.

__ADS_1


Anissa yang kini sedang mendengarkan perkataan Amaya yang notabenenya adalah Mama kandung dari Nara yang merupakan sahabatnya tersebut pun mendadak menjadi canggung dan kikuk kepada Amaya ketika Amaya memintanya untuk memanggilnya dengan panggilan 'Mama' yang menurutnya agak aneh jika harus memanggil Mama dari sahabatnya tersebut dengan panggilan 'Mama'.


"It seems very strange when asked by a person who is a Mama from my own best friend to call her as 'Mama'. However, I have to be able to adjust myself so that I can still call her mother Nara as 'Mama', because I don't want her Nara to be disappointed in me because I can't grant her request. Cheer up, Nissa! (Memang terkesan sangatlah aneh ketika di suruh oleh orang yang merupakan Mama dari sahabatku sendiri untuk memanggilnya dengan panggilan 'Mama'. Tetapi, aku harus bisa menyesuaikan diriku agar aku tetap bisa memanggil Mamanya Nara dengan panggilan 'Mama', karena aku tak mau Mamanya Nara menjadi kecewa terhadapku karena aku tak bisa mengabulkan permintaannya. Semangat, Nissa!)" batin Anissa yang mencoba untuk memotivasi atau menyemangati dirinya sendiri sembari menatap ke arah wajah cantik milik Amaya yang notabenenya adalah Mama dari sahabatnya tersebut yang tak lain adalah Nara dengan tatapan lekatnya.


Rania yang kini sedang mendengarkan ucapan yang sengaja membalas dan membenarkan ucapan Anissa yang notabenenya adalah sahabat dari menantu kesayangannya tersebut pun kini merasa tertarik untuk membahas lebih dalam mengenai sifat menantu kesayangannya tersebut yang bisa di golongkan sebagai seseorang yang bersifat Introvert.


"Hey, my bes! What is the definition of an introvert experienced by my beloved daughter-in-law? I am now very curious about the nature and personality of my beloved daughter-in-law, which seems almost similar to the nature and character of my first son who has the status of her husband. (Hei, besanku! Definisi Introvert yang di alami oleh menantu kesayanganku ini seperti apa sih? Aku sekarang menjadi sangat penasaran dengan sifat dan kepribadian menantu kesayanganku yang sepertinya hampir mirip dengan sifat dan karakter putra pertamaku yang berstatus menjadi suaminya itu)" ucap Rania kepada Amaya yang notabenenya adalah sahabat karibnya sekaligus besannya tersebut sembari menepuk dengan perlahan-lahan salah satu bahu Amaya yang notabenenya adalah sahabat karibnya sekaligus besannya tersebut dengan tangan kanannya tersebut.


Sontak saja Amaya yang kini sedang mendapatkan tepukan secara perlahan-lahan dari Rania yang notabenenya adalah sahabat karibnya sekaligus besannya tersebut pun langsung mengalihkan tatapan dan wajahnya yang cantik tersebut ke arah wajah cantik milik Rania yang notabenenya adalah sahabat karibnya sekaligus besannya tersebut.


"Um, yes. The nature and personality of my beloved daughter-in-law is indeed very similar to the character and personality of my first son, who incidentally is his own husband. The difference is that Rafa never tells others about his heart and feelings. So, only he knows his own heart and feelings. If someone can know Rafa's heart and feelings, then someone means more than his own mother or someone who can make him open his mouth to Rafa to tell him about his heart and feelings. Just like Nara, someone who can know his heart and feelings must be someone who is very valuable and meaningful in his life. I hope you do not be offended by what I say about our sons and daughters who do not want to share their hearts and feelings with us, who in fact are their own mothers. The factors that cause them to bury their own feelings are usually caused by not wanting to burden our minds as their parents, and they also want to be able to solve their own problems when they have a problem that they don't tell us about. So, just think positively about the factors that cause our sons and daughters to become like this. Okay? (Emm, ya. Sifat dan kepribadian menantu kesayanganku itu memang sangatlah mirip dengan sifat dan kepribadian putra pertamaku yang notabenenya merupakan suaminya sendiri. Perbedaannya sih Rafa itu tidak pernah bercerita tentang isi hati dan perasaannya kepada orang lain. Jadi, hanya dirinya saja yang mengetahui isi hati dan perasaannya sendiri. Jika seseorang bisa mengetahui isi hati dan perasaannya Rafa, maka seseorang itu lebih berarti dari Mamanya sendiri atau seseorang itu menjadi seseorang yang bisa membuatnya untuk membuka mulutnya Rafa untuk bercerita mengenai isi hati dan perasaannya. Sama seperti Nara, seseorang yang bisa mengetahui isi hati dan perasaanya pastilah orang yang sangatlah berharga dan berarti di dalam hidupnya. Aku harap, kamu jangan tersinggung dengan ucapanku ini mengenai putra dan putri kita yang tidak mau menceritakan isi hatinya dan perasaannya sendiri kepada kita yang notabenenya adalah Mamanya sendiri. Faktor yang menyebabkan mereka memendam perasaan mereka sendiri biasanya di akibatkan karena tidak mau membebani pikiran kita sebagai orang tua mereka, serta mereka juga ingin bisa memecahkan masalah mereka sendiri ketika mereka sedang ada suatu masalah yang tidak mereka ceritakan kepada kita. Jadi, berfikir positif saja mengenai faktor-faktor yang menyebabkan putra dan putri kita menjadi seperti ini. Oke?)" ucap Rania dengan panjang lebar kepada Amaya yang notabenenya merupakan sahabat karibnya sekaligus besannya tersebut mengenai sifat dan kepribadian putra pertama serta menantu kesayangannya tersebut yang mempunyai sifat Introvert.


"Yes, I always think positively about this. I always remember the lessons they can take through their introverted personality and personality like this. Because I also have the same nature as my youngest daughter and handsome son-in-law. Appreciating them about this and don't force them to tell their own heart and feelings is indeed the way we have to do it forever as a Mama and a Mama-in-law for both of them. (Ya, aku selalu berfikir positif tentang hal ini. Aku selalu mengingat hikmah yang bisa mereka ambil melalui sifat dan kepribadian mereka yang Introvert seperti ini. Karena aku juga memiliki sifat yang sama seperti putri bungsu dan menantu tampanku itu. Menghargai mereka mengenai hal ini serta jangan memaksa mereka untuk menceritakan isi hati dan perasaan mereka masing-masing pun memang menjadi cara yang harus kita lakukan sampai kapan pun sebagai seorang Mama dan seorang Mama mertua untuk mereka berdua ini)" ucap Amaya dengan sangat panjang lebar kepada Rania yang notabenenya merupakan sahabat karibnya sekaligus besannya tersebut mengenai sifat dan kepribadian putri bungsunya serta menantu tampannya tersebut.


Sementara itu di kursi tempatnya duduk, Nara yang mendengar perkataan sang Mama yang membocorkan tentang sifat dan kepribadiannya yang bisa di golongkan sebagai orang yang bersifat Introvert tersebut kepada sang Mama mertuanya pun kini sedang membulatkan kedua matanya sendiri karena merasa kesal, marah, sekaligus geram sendiri karena perkataan sang Mama yang di tujukan kepada sang Mama mertua tersebut yang sedang membicarakan tentang sifat dan kepribadiannya tersebut.


Perasaan kesal, marah, sekaligus geram memang sudah bercampur dengan rata menjadi satu di dalam hati Nara yang kini sedang di tujukan untuk sang Mama tersebut. Namun apalah daya, Nara lagi dan lagi hanya bisa memendam perasaannya yang kini sedang di tujukan untuk sang Mama tersebut dengan harapan agar Nara tidak menjadi anak yang durhaka dengan orang tua, terutama kepada seorang Mama yang telah mengandungnya selama 9 bulan, melahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, menyusuinya dari dirinya bayi sampai berusia 2 tahun, serta membesarkan dirinya sampai berusia 16 tahun ini.

__ADS_1


"Mama, Nara wa mama ni hara o tate, ikari, ikari o kanjite imasuga, nikutai-teki matawa kotoba ni yoru bōryoku o fukumu kōdō ya kotoba de, Nara ga mama ni sore o hyōgen suru koto wa kesshite arimasen. Nara ga ima kanjite iru kimochi o, kokoro no okusoko, mama ni umemashou. Nara wa, Nara no ryōshin, tokuni Nara o 9kagetsu-kan ninshin shi, jibun no inochi o kiken ni sara shite Nara o umi, Nara ga 2-sai ni naru made junyū shi, Nara ga 16-sai ni naru made sodateru mama ni fu jūjun'na kodomo ni naranai kagiri,-sō suru tsumoridesu. Kotoshi. Nara wa mama o nikutai-teki ni mo sukoshi mo kizutsuketakunakatta. Mama wa Nara no jinsei de mottomo kachinoaru joseinanode, anata no suekko no mama! (Mama, walaupun Nara sedang merasa kesal, marah, sekaligus geram kepada Mama, Nara tidak akan pernah mengekspresikannya kepada Mama dengan perbuatan ataupun perkataan yang mengandung sebuah kekerasan fisik maupun verbal di dalamnya. Biarlah Nara memendam sendiri perasaan yang Nara alami pada saat ini di dalam lubuk hati yang paling dalam, Mama. Nara rela lakukan asalkan Nara tidak menjadi anak yang durhaka kepada orang tua Nara sendiri, terutama kepada Mama yang telah mengandung Nara selama 9 bulan, melahirkan Nara dengan mempertaruhkan nyawa Mama sendiri, menyusui Nara sampai Nara berusia 2 tahun, serta membesarkan Nara hingga Nara berusia 16 tahun ini. Nara tidak ingin melukai fisik atau perasaan Mama walaupun hanya sedikitpun. Karena Mama adalah perempuan yang paling berharga di dalam hidup Nara, putri bungsumu sendiri, Mama!)" batin Nara dengan menatap wajah cantik milik sang Mama tersebut dengan tatapan lekatnya sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


Suasana di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Abayomi pun mendadak menjadi hening di karenakan tidak adanya seseorang pun yang kunjung membuka suaranya untuk memecah keheningan yang terjadi di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Abayomi tersebut.


Melihat suasana di dalam pesawat jet pribadi yang kini sedang menjadi hening tersebut pun Vannesha dengan segera merencanakan sebuah rencana untuk memecahkan keheningan yang kini sedang terjadi di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Abayomi tersebut.


"A Vannesha Mikhayle Faresta can easily create a plan to break the silence that is happening somewhere. Now is the time for Nesha to act to break the silence that occurs in this Abayomi family's private jet! (Seorang Vannesha Mikhayle Faresta bisa dengan mudahnya menciptakan sebuah rencana untuk memecahkan sebuah keheningan yang terjadi di suatu tempat. Sekarang saatnya Nesha yang akan beraksi untuk memecahkan sebuah keheningan yang terjadi di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Abayomi ini!)" batin Vannesha sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman licik di wajahnya yang cantik tersebut.


"Huhu, I'm also very lucky to be friends with you two, even luckier if I can be friends with Aina too. Friends are not about loyalty let alone cohesiveness and affection, but friends are about a group of people who like to watch Korean dramas! (Huhu, aku juga sangat beruntung bisa bersahabat dengan kalian berdua, lebih beruntung lagi jika aku bisa bersahabat dengan Aina juga. Sahabat itu bukan tentang kesetiaan apalagi kekompakan dan kasih sayang, namun sahabat itu tentang sekelompok orang yang suka menonton Drama Korea!)" ucap Vannesha kepada Nara dan Anissa dengan nada bicaranya yang sengaja di dramatisir sembari menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


Sontak saja semua orang yang ada di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Abayomi tersebut pun menjadi tertawa kecil karena ucapan yang di ucapkan oleh Vannesha tersebut. Tanpa terkecuali Nara dan Rafa yang notabenenya merupakan pasangan suami istri yang memiliki sifat dan kepribadian yang Introvert tersebut.


Berbeda dengan Naura, Mami kandung Vannesha yang nampaknya kini tengah merasa kesal, marah, sekaligus geram sendiri kepada putri bungsunya tersebut karena ucapan yang di ucapkan oleh putri bungsunya tersebut.


Walaupun rasanya mustahil atau tak mungkin untuk memarahi sekaligus menjewer kedua telinga putri bungsunya tersebut dengan sangat kuat, Naura pun kini melampiaskan semua kekesalannya, kemarahannya, sekaligus kegeramannya tersebut kepada putri bungsunya dengan kata-kata nasihat yang banyak mengandung ancaman di dalamnya, namun Naura sengaja menasihati putri bungsunya tersebut dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah lembut tersebut.


"Nesha unfortunately Mami, if you want to be grateful and thankful for the presence of your two best friends in your life, don't be like that. Don't speak in such a dramatized tone, and don't include the word 'Korean Drama' in it if you don't want to be banned from watching Korean Dramas anymore by Mami! (Nesha sayangnya Mami, jika kamu ingin bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya kedua sahabatmu itu di dalam hidupmu janganlah seperti itu. Jangan berbicara dengan yang nada bicara yang di dramatisir seperti itu, serta jangan menyertakan kata 'Drama Korea' di dalamnya jika kamu tidak ingin dilarang menonton Drama Korea lagi oleh Mami!)" ucap Naura kepada Nesha yang notabenenya merupakan putri bungsunya tersebut yang mengandung nasihat sekaligus ancaman kepada putri bungsunya tersebut sembari berbicara dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah lembut tersebut.

__ADS_1


__ADS_2