Suami Kecilku

Suami Kecilku
Ch 55 - Mereka Sangat Cocok Sekali!


__ADS_3

Sontak saja Nara, Aina, Anissa, dan juga Raihana yang mendengarkan perkataan yang di ucapkan oleh Vannesha tersebut pun kini di buat menjadi terkikik geli karena Vannesha menyanyikan reff dari lagu soundtrack sinetron Suara Hati Istri tersebut.


"Kore mo ne sha kawaīdesu. Kare wa watashi ga gibo to issho ni mita sekken opera `tsuma no kokoro no koe' no saundotorakku o mohō shimashita. Indoneshia no sekken opera o miru tame ni Aina o shōtai shinakereba naranai yōdesu. Dorama wa takusan arimasuga, shīn wa totemo tanoshikute daisukidesu! Jissai, Indoneshia no sekken opera mo nihon'nodorama ya Kankoku no dorama yori mo fukuzatsudesu.U ̄ n, demo taitoru wa okashikute fūgawaride, sutōrī wa fukuzatsude, shīn wa dokutokude dokutokude, Indoneshia no sekken opera no yō ni kanjimasu (Lucu juga ini Nesha. Dia menirukan lagu soundrack dari sinetron Suara Hati Istri yang pernah aku tonton bersama Mama mertuaku. Sepertinya aku harus mengajak Aina untuk menonton sinetron Indonesia. Walaupun banyak dramanya, tapi adegannya seru dan aku suka itu! Sebenarnya, sinetron Indonesia juga lebih ribet dari Dorama Jepang dan Drama Korea. Umm, tapi judulnya yang aneh dan nyeleneh serta jalan ceritanya yang rumit dan adegan-adegan yang unik dan khas membuatku menyukai sinetron Indonesia)" batin Nara sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


Aina yang merasa penasaran akan lagu yang di nyanyikan oleh Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut pun menanyakan perihal lagu yang di nyanyikan oleh sahabat onlinenya tersebut. Aina bahkan kini sedang menanyakan perihal lagu yang di nyanyikan sahabat onlinenya tersebut dengan nada bicaranya yang menyiratkan antusiasme tersebut.


"Hahaha, you are so cute Nesha. You also use tunes like that. What's the title of that song? And is that song used for film soundtacks in Indonesia? I'm very curious about your answer, Nesha! (Hahaha, kamu ini lucu sekali Nesha. Kamu juga pakai nada-nada lagu yang seperti itu. Memangnya apa judul lagu itu? Dan apakah lagu itu di gunakan untuk soundtack film di Indonesia? Aku sangat penasaran sekali dengan jawabanmu, Nesha!)" tanya Aina yang di tujukan kepada Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut dengan nada bicaranya yang menyiratkan antusiasme tersebut.


"Umm, the song is called The Heart That You Hurt. The song became a soundtrack song on one of the Indonesian soap operas entitled The Voice of the Wife's Heart which aired on Indosiar. Because so often my mother invited me to watch it, I even memorized the entire song that was sung by the singer Rossa! Isn't that amazing? (Umm, lagu itu berjudul Hati Yang Kau Sakiti. Lagu itu menjadi lagu soundrack di salah satu sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri yang tayang di Indosiar. Karena begitu seringnya Mamiku mengajakku untuk menontonnya, bahkan aku sampai hafal keseluruhan lagu yang di nyanyikan oleh penyanyi Rossa tersebut! Menakjubkan bukan?)" jawab Vannesha yang di tujukan kepada Aina yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut dengan nada bicaranya yang menyiratkan sebuah kebanggan tersendiri yang ada di dalamnya.


Kali ini, bukan lagi Aina yang menjawab pertanyaan dan ucapan dari Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat onlinenya tersebut. Melainkan Anissa yang notabenenya adalah sahabat dari Vannesha tersebut.


Anissa kini tak hanya menjawab pertanyaan dan ucapan dari Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat gilanya tersebut, namun Anissa juga mencubit dengan sangat gemas kedua pipi chubby milik sahabat gilanya tersebut.


"Yes, it's amazing, my dear friend! This is a very proud feat for a Vannesha Mikhayle Faresta! (Ya, sangat menakjubkan, sahabat gilaku! Ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan untuk seorang Vannesha Mikhayle Faresta!)" ucap Anissa yang di tujukan kepada Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat gilanya tersebut sembari mencubit dengan sangat gemas kedua pipi chubby milik sahabat gilanya tersebut.


Sontak saja Vannesha yang mendapatkan cubitan gemas di kedua pipi chubbynya tersebut dari Anissa yang notabenenya merupakan sahabatnya tersebut pun langsung mengaduh kesakitan karena merasa sakit akan cubitan gemas yang di berikan di kedua pipi chubbynya tersebut oleh sahabatnya tersebut.


"Aww! Okay, okay. Release your pinch now, Anissa Kyara Zahran! It hurts this pinch from you! (Aww! Oke, oke. Lepaskan cubitanmu sekarang, Anissa Kyara Zahran! Sakit sekali rasanya cubitan darimu ini!)" ucap Vannesha yang di tujukan kepada sahabatnya tersebut dengan mengaduh kesakitan sembari mencoba untuk melepaskan kedua tangan sahabatnya tersebut yang masih mencubit dengan sangat gemas di kedua pipi chubbynya tersebut.

__ADS_1


"Is this the fate of me who has very chubby cheeks? Already making a joke, an exasperated person makes an easy target for my chubby cheeks! It's really annoying that it feels like I am constantly being treated like this by someone who is anxious about me! Do I need to do plastic surgery to get rid of my chubby cheeks? (Beginikah nasibku yang memiliki pipi yang sangat chubby? Sudah membuat lelucon, orang yang gemas justru langsung menjadikan kedua pipi chubbyku ini sebagai sasaran empuknya! Benar-benar menyebalkan sekali rasanya jika aku terus-terusan di perlakukan seperti ini orang yang sedang gemas terhadap diriku ini! Apakah aku perlu melakukan operasi plastik untuk menghilangkan kedua pipi chubbyku ini?)" batin Vannesna yang sebenarnya di tujukan kepada Anissa yang notabenenya merupakan sahabatnya tersebut sembari menarik dan menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar karena merasa sangatlah kesal akan perlakuan yang di terimanya dari sahabatnya tersebut.


Sama saja dengan apa yang di rasakan oleh Anissa, Raihana pun di buat menjadi tertawa sangat geli karena kelakuan Vannesha yang bisa terbilang sangatlah kekanak-kanakan tersebut. Bedanya, Raihana tidak sampai mencubit dengan sangat kemas pada kedua pipi chubby milik Vannesha tersebut.


"How childish this Nesha's behavior really is! How ridiculous! Looks like he is more suitable to participate in the casting of the soap opera player Voice of the Wife's Heart! Is it true? (Benar-benar sangat kekanak-kanakan sekali kelakuan kak Nesha ini! Sangat menggelikan sekali! Sepertinya dia lebih cocok untuk mengikuti casting pemain sinetron Suara Hati Istri! Benarkah?)" batin Raihana yang di tujukan kepada Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat sejati dari kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari memegangi perutnya sendiri karena merasa sangat sakit sendiri ketika dirinya terlalu banyak tertawa karena tingkah laku dari sahabat sejati dari kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut.


"Ahaha, it's so cute, Sis Nesha! Looks like you are suitable for the casting of the soap opera player Voice of the Wife's Heart! (Ahaha, sangat lucu sekali, kak Nesha! Sepertinya kamu cocok untuk mengikuti casting pemain sinetron Suara Hati Istri!)" ucap Raihana yang di tujukan kepada Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat sejati dari kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari tertawa dengan sangat geli di akhir kalimatnya tersebut.


Vannesha yang mendengarkan perkataan yang di ucapkan oleh Raihana yang notabenenya merupakan adik ipar perempuan dari sahabat sejatinya tersebut pun mengubah ekspresi wajahnya dari yang semula menyiratkan sebuah kebahagiaan, kini ekspresi wajahnya tersebut berubah jadi ekspresi wajah yang menyiratkan sebuah kekesalan yang sangatlah mendalam.


"Is he actually praising me or teasing me? I'm actually really annoyed with him! It sucks! (Dia ini sebenarnya memujiku atau meledekku, sih? Aku sebenarnya merasa sangat kesal dengannya! Menyebalkan sekali!)" umpat Vannesha yang di tujukan kepada Raihana yang notabenenya merupakan adik ipar perempuan dari sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari mengepalkan kedua tangannya secara sempurna karena merasa sangat kesal dengan perkataan yang di ucapkan oleh adik ipar perempuan dari sahabat sejatinya tersebut.


"Yes yes yes, it's up to you, Raihana. I won't mind it! (Ya ya ya, terserah kamu saja, Raihana. Aku tak akan mempermasalahkannya!)" ucap Vannesha dengan nada bicaranya yang sangat datar yang di tujukan kepada Raihana yang notabenenya merupakan adik ipar perempuan dari sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut.


"Hmmm, that's true said Raihana. Looks like you are suitable for the role of the main character in the soap opera The Voice of the Wife's Heart! You are very talented in acting like this. It's very rare, you know, that anyone can act this dramatic like you, Nesha! (Hmmm, benar itu kata Raihana. Sepertinya kamu cocok untuk berperan menjadi pemeran utama di sinetron Suara Hati Istri! Kamu ini sangat berbakat sekali di dunia akting seperti ini. Sangat jarang lho ada yang bisa akting dramatis sepertimu ini, Nesha!)" puji Nara kepada Vannesha yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Indonesia tersebut sembari mengangkat kedua jari jempolnya dan mengarahkan kepada sahabat sejatinya tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada sahabat sejatinya tersebut atas bakat akting terpendam yang di miliki oleh sahabat sejatinya tersebut.


Ekspresi wajah Vannesha yang semula menyiratkan sebuah kekesalan yang sangat mendalam pun kini mengubah ekspresi wajahnya menjadi ekspresi wajah yang menyiratkan sebuah kebahagiaan yang sangat mendalam karena mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut.


"Nara, you are the best! I love you more than I love myself! Love you more than love anything! (Nara, kamu memang yang terbaik! Aku sangat menyanyangimu lebih dari aku menyayangi diriku sendiri! Sangat menyayangimu lebih dari menyayangi apapun!)" batin Vannesha yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari menyunggingkan senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut secara perlahan-lahan.

__ADS_1


"Thank you for the compliment, Nara. You are also very talented at playing musical instruments! And there must be a lot of hidden talent in you that I didn't know about! (Terima kasih atas pujiannya, Nara. Kamu juga sangat berbakat dalam bermain alat musik! Dan pastinya ada banyak bakat terpendam pada dirimu yang tidak aku ketahui!)" puji Vannesha yang di tujukan kepada Nara yang notabenenya merupakan sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


"Hmm, you're welcome. Surely you also have a lot of hidden talents, Nesha! (Hmm, sama-sama. Pasti kamu juga memiliki banyak bakat yang terpendam, Nesha!)" jawab Nara yang di tujukan kepada sahabat sejatinya yang berasal dari Jepang tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik tersebut.


Beberapa saat kemudian, Nara, Rafa, Rafi, Raihana, Vannesha, Anissa, dan juga Aina pun kini sudah sampai di ruang keluarga yang ada di dalam rumah atau kediaman dari keluarga Yamada yang ada di kota Tokyo, Jepang ini.


Nara, Rafa, Rafi, Raihana, Vannesha, Anissa, dan juga Aina pun kini langsung menduduki sebuah karpet tebal yang berwarna peach yang terdapat di dalam rumah atai kediaman dari keluarga Yamada yang ada di kota Tokyo, Jepang ini.


Posisi duduk mereka di awali dengan Nara yang duduk bersebelahan dengan Rafa, lalu di lanjutkan dengan Vannesha yang bersebelahan dengan Anissa, serta Rafi yang bersebelahan dengan Raihana dan juga Aina.


Posisi duduk Nara dan Rafa yang notabenenya merupakan pasangan suami istri atau pasutri yang bersebelahan ini tentunya membuat Vannesha, Anissa, Rafi, Raihana, dan juga Aina menjadi mengiler karena menginginkan hal yang sama seperti ini pada pasangan mereka kelak.


Bahkan, Vannesha, Rafi, dan Aina sampai berdoa kepada Allah SWT agar segera mengirimkan jodoh mereka agar mereka bisa segera melakukan hal yang romantis kepada jodoh atau pasangan mereka masing-masing kelak.


"O Allah, send my mate before my eyes! Give instructions where he is now and who he is that you have written in the book of Lauhul Mahfudz to become my soul mate! I really want this to happen with my soul mate someday, O Allah! (Ya Allah, kirimkanlah jodoh hamba ke depan mata hamba! Berilah pentunjuk di mana dia sekarang dan juga siapa dia yang telah engkau tulis di kitab Lauhul Mahfudz untuk menjadi jodohku kelak! Hamba sangat menginginkan hal ini terjadi dengan jodoh hamba kelak, Ya Allah!)" batin Vannesha dengan memegangi dadanya sendiri karena terasa sesak melihat pemandangan yang agak romantis yang terjadi di antara sahabat sejatinya dan suami kecilnya tersebut.


"O Allah, I hope Aina will really be my soul mate! I really want to do romantic things for her later when I have become her legal husband and also she has become my legal wife! (Ya Allah, semoga saja Aina memanglah benar menjadi jodohku! Hamba ingin sekali melakukan hal romantis untuknya nanti ketika hamba sudah menjadi suami sahnya dan juga dia telah menjadi istri sahku!)" batin Rafi sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah cantik milik Aina yang kini sedang berada di sampingnya tersebut.


"O Allah, I hope Rafilah my soul mate that I've been waiting for so far! I really hope that he and I are matched and you join us in a sacred marriage bond. Aging with our cute, adorable, handsome, and beautiful children. Look at his handsome face at all times. Give thanks because you have presented himself only for me. I've been waiting for this for a long time. Now, I'm still waiting when this can happen! (Ya Allah, ku harap Rafilah jodohku yang sudah ku nantikan selama ini! Aku sangat berharap sekali bahwa aku dan dia berjodoh dan engkau menyatukan kami dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci. Menua bersama anak-anak kami yang lucu, menggemaskan, tampan, dan juga cantik. Memandang wajah tampannya pada setiap saat. Mengucapkan syukur karena engkau telah menghadirkan dirinya hanya untuk diriku ini. Hal itu sudah lama aku nantikan. Kini, aku masih menunggu kapan hal ini bisa terjadi!)" batin Aina sembari menatap dengan sangat lekat ke arah wajah tampan milik Rafi yang kini sedang berada di samping dirinya tersebut.

__ADS_1


Berbeda dengan Vannesha, Rafi, dan juga Aina yang berharap kepada Allah SWT untuk mengirimkan jodoh mereka masing-masing, Raihana justru memuji kecocokan antara kakak laki-laki pertamanya dengan kakak ipar perempuannya tersebut.


"Oh Allah, my first brother and sister-in-law are a perfect match! They are a perfect match! Their characteristics are the same, their faces are similar, and don't forget their very mysterious identities. You united my first brother and my favorite sister-in-law in a sacred marriage bond. You will bring some little angels who will accompany them everyday until they are old. I hope that my soul mate that you have written in the Lauhul Mahfudz book can give me a sense of comfort when I am with him! Looks like I have to make my first brother and my favorite sister-in-law as an example in everything, including in the future household! (Ya Allah, kakak laki-laki pertamaku dan kakak ipar perempuanku ini sangat cocok sekali! Mereka sangat cocok sekali! Sifat mereka yang sama, wajah mereka yang mirip, serta jangan lupakan jati diri mereka yang sangatlah misterius. Engkau satukan kakak laki-laki pertamaku dan kakak ipar perempuan kesayanganku ini dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci. Engkau akan menghadirkan beberapa malaikat kecil yang akan menemani keseharian mereka hingga mereka tua kelak. Ku harap, jodohku yang telah engkau tuliskan di kitab Lauhul Mahfudz ini bisa memberikanku rasa nyaman ketika aku sudah bersamanya nanti! Sepertinya aku harus menjadikan kakak laki-laki pertamaku dan kakak ipar perempuan kesayanganku ini sebagai contoh dalam segala hal, termasuk dalam hal rumah tangga kelak!)" batin Raihana yang di tujukan kepada kakak laki-laki pertamanya dan kakak ipar perempuan kesayangannya tersebut sembari dengan perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.


__ADS_2