
Sementara itu, Raihana yang mendapatkan pujian dari Nayako yang notabenenya merupakan teman lama dari sang Mama pun kini warna wajahnya sudah berubah dari berwarna putih menjadi berwarna merah seperti kepiting rebus karena dirinya merasa malu akan pujian yang di berikan oleh teman lama dari sang Mama tersebut.
Namun, memanglah tak dapat di pungkiri jika Raihana juga merasa sangatlah senang ketika dirinya mendapatkan pujian dari Nayako yang notabenenya merupakan teman lama dari sang Mama tersebut yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang aktris yang sangatlah berbakat.
Ya, sedari Raihana berusia 5 tahun, Raihana sudah terjun ke panggung dunia hiburan Indonesia dan Raihana juga sudah terjun ke dunia kreator YouTube. Tak hanya itu saja, Raihana bahkan kini sudah mendapatkan tawaran untuk menjadi pemain utama perempuan dalam sebuah Drama Korea yang berjudul Miss You, My Love yang di tawarkan oleh sebuah perusahaan agensi Drama Korea di kota Seoul, Korea Selatan.
Rencananya, Raihana akan memulai shooting Drama Korea yang berjudul Miss You, My Love di bulan Desember di tahun ini. Shooting Drama Korea tersebut mulai di mainkan pada musim dingin di tahun ini dengan berlokasikan di kota Seoul, Korea Selatan.
Wajar saja jika Nayako memuji Raihana sebagai aktris yang berbakat, karena Raihana juga sudah berhasil masuk ke dunia hiburan Korea Selatan. Hal itu juga menandakan bahwa bakat akting alami yang di miliki oleh Raihana itu sangatlah bagus dan mengesankan sehingga membuat sebuah perusahaan agensi Drama Korea di kota Seoul, Korea Selatan untuk menjadikan Raihana sebagai pemain utama perempuan dalam Drama Korea yang berjudul Miss You, My Love.
Tak hanya itu saja, bakat akting yang kini di miliki oleh seorang Myesha Raihana Abayomi ini pun ternyata di turunkan oleh sang Mama yang notabenenya juga merupakan seorang Aktris yang langganan bermain Film Bioskop Indonesia dan Film Bioskop Jepang.
Tentu saja benar kata pepatah yang menggambarkan kejadian yang seperti ini, bahwa buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kebanyakan juga bakat yang di miliki oleh seorang anak di turunkan oleh orang tuanya. Entah itu Ayahnya, maupun Ibunya.
"Ah, this Auntie could be making me really embarrassed for getting compliments like that from her. However, I also cannot deny that I am indeed a very talented actress. So, I was able to get an offer from an agency company in Seoul, South Korea to become the female lead in a Korean Drama entitled Miss You, My Love. Hmmm, I also feel very proud to be able to pass down the acting talent of my mother. It is true that the saying goes. The fruit does not fall far from the tree! (Ah, Bibi ini bisa saja membuatku menjadi sangat malu karena mendapatkan pujian seperti itu darinya. Namun, tidak dapat aku pungkiri juga bahwa diriku ini memanglah seorang aktris yang sangat berbakat. Sehingga, aku bisa mendapatkan penawaran dadi sebuah perusahaan agensi di kota Seoul, Korea Selatan untuk menjadi pemain utama perempuan dalam sebuah Drama Korea yang berjudul Miss You, My Love. Hmmm, aku juga merasa sangat bangga karena bisa menuruni bakat akting dari Mamaku. Memang benar kata pepatah. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya!)" batin Raihana yang di tujukan kepada Nayako yang norabenenya merupakan teman lama dari sang Mama tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil yang bermaknakan sebuah kebahagiaan di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.
Raihana yang tadinya mendapatkan sebuah pujian dari Nayako yang notabenenya merupakan teman lama dari sang Mama tersebut yang mengatakan bahwa dirinya tersebut merupakan seorang aktria yang sangatlah berbakat pun kini langsung merendahkan dirinya sekaligus berterima kasih kepada Nayako atas pujian yang di berikan olehnya kepada Raihana.
"Ah, Auntie. Don't praise Rai like that! Rai is now a shame right. But, thank you also for the compliment, Auntie (Ah, Bibi. Jangan memuji Rai seperti itu! Rai sekarang menjadi malu kan. Tapi, terima kasih juga atas pujiannya, Bibi)" ucap Raihana yang bermaksudkan untuk merendahkan dirinya sekaligus berterima kasih kepada Nayako yang notabenenya merupakan teman lama dari sang Mama tersebut atas pujian yang di berikan olehnya kepada Raihana sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik dan imut tersebut.
Nayako yang mendengarkan Raihana yang notabenenya merupakan putri bungsu dari teman lamanya tersebut pun kini secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik khas perempuan Jepang tersebut.
Jika di lihat dari sifatnya, Raihana dan Aina terlihat sangatlah mirip bak saudara kembar yang terpisah selama beberapa waktu. Sifat Raihana dan Aina yang sama-sama suka membuat keributan, sangatlah aktif sehingga tidak bisa diam, dan sangat ingin tahu terhadap hal yang di inginkan olehnya pun membuat Nayako merasa Raihana ini merupakan saudara kembar dari putri tunggalnya, Aina Yoshida.
Sifat Raihana dan Aina yang friendly alias ramah dan mudah bergaul pun membuat Raihana maupun Aina dengan cepat bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya, bisa di bilang seperti Bunglon ya.
Hal ini semakin membuat Nayako merasa sangat bahagia atas kedekatan Raihana, putri bungsu dari teman lamanya dan Aina, putri tunggalnya yang sama seperti kedekatan dirinya dengan Amaya dan juga Rania yang notabenenya merupakan teman dan sahabat dekat tersebut.
Hal ini juga membuat Nayako menjadi semakin tenang jika Aina, putri tunggalnya tersebut benar-benar berjodoh dan menikah dengan Rafi, putra kedua dari pasangan Raihan dan Rania. Di karenakan sifat Raihana, Rania, dan Aina yang sangatlah mirip, pastinya akan membuat putri tunggalnya tersebut menjadi sangat nyaman ketika menjadi bagian dari keluarga Abayomi.
"Anata wa totemo airashī, raihana. Anata no seikaku wa watashi no hitorimusume, Yoshida Mana no soreto hijō ni nite imasu. Anata wa ryōhō tomo ōsawagi suru no ga sukide, totemo kappatsunanode chinmoku suru koto wa dekimasen, soshite anata ga nozomu mono ni hijō ni kyōmigārimasu, anata no yūkō-tekide shakō-tekina seishitsu wa anata o anata no mawari no kankyō ni kantan ni tekiō sa sete anata o futago no yō ni shimasu shibarakunoaida bunretsu shita hito. O ni-ri no shinmitsu-sa wa, jitsuwa watashi no tomodachideari shitashī tomodachidearu amaya to rania e no watashi no shinmitsu-sa no yōna monodesu. Hitorimusume ga rafi to taisen shita toki wa amari shinpai shite inakatta to omoimasu. Aba yomi-ka no atarashī kazokudearu Aina no tōchaku ni yotte, aba yomi-ka wa tashika ni dai kangeidesu. Kekkyokunotokoro, raihana, rania, Aina no hijō ni nita tokuchō wa, watashi no yuiitsu no musume ga raihan to rania no jinandearu rafi to hontōni itchi shita toki, watashi o ochitsuka semashita. (Kamu ini sangatlah menggemaskan sekali, Raihana. Sifatmu sangatlah mirip dengan sifat putri tunggalku, Aina Yoshida. Kalian sama-sama suka membuat keributan, sangatlah aktif sehingga tidak bisa diam, dan sangat ingin tahu terhadap hal yang di inginkan, sifat kalian yang friendly alias ramah dan mudah bergaul pun membuat kalian mudah beradaptasi dengan lingkungan di sekitar kalian membuat kalian itu seperti saudara kembar yang berpisah selama beberapa waktu. Kedekatan kalian berdua saja sudah seperti kedekatanku dengan Amaya dan Rania yang notabenenya merupakan teman dan sahabat dekatku. Aku rasa aku tidak terlalu khawatir ketika putri tunggalku memanglah berjodoh dengan Rafi. Karena keluarga Abayomi pastinya sangatlah welcome dengan kedatangan Aina yang menjadi anggota keluarga baru di keluarga Abayomi. Lagi pula, sifat Raihana, Rania, dan Aina yang sangatlah mirip membuatku menjadi semakin tenang ketika nanti putri tunggalku itu benar-benar berjodoh dengan Rafi, putra kedua dari Raihan dan Rania)" batin Nayako yang di tujukan kepada Raihana yang notabenenya merupakan anak dari teman lamanya tersebut sembari secara perlahan-lahan menyunggingkan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang cantik khas perempuan Jepang tersebut.
Nayako yang kini sedang di buat menjadi merasa sangat gemas terhadap Raihana yang notabenenya merupakan putri bungsu dari teman lamanya tersebut pun langsung mencubit dengan sanvat gemas kepada dua pipi chubby milik Raihana tersebut.
"Uh, honey. You are so adorable, just like my only daughter, Aina. Don't ever lower yourself again, okay? You are a very talented actress, Raihana! (Uh, sayang. Kamu ini sangatlah menggemaskan sekali, seperti putri tunggalku, Aina. Jangan pernah merendahkan dirimu lagi, oke? Kamu adalah seorang aktris yang sangatlah berbakat, Raihana!)" ucap Nayako yang di tujukan kepada Raihana yang notabenenya merupakan putri bungsu dari teman lamanya tersebut sembari mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby milik Raihana tersebut.
Sementara itu, Rania yang kini sedang sibuk mengotak-atik Android TV menggunakan remote control yang ada di ruang keluarga yang ada di rumah atau kediaman keluarga Yamada yang ada di kota Tokyo, Jepang pun langsung melayangkan beberapa kalimat protesnya ketika melihat Nayako yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut sedang mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby milik putri bungsunya tersebut.
Bagi Rania, tidak ada seorang pun yang di izinkannya untuk mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby milik putri bungsunya tersebut. Hal ini di karenakan Rania tidak ingin kedua pipi chubby milik putri bungsunya tersebut menjadi mengempis karena terlalu banyak di cubit oleh orang lain.
Rania juga mengklaim bahwa hanya dirinya lah yang boleh mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby milik putri bungsunya tersebut. Bukankah hal ini terdengar sangatlah egois? Namun, Rania sama sekali tidak merubah keputusannya yang terdengar sangatlah egois ini.
Di dalam hati kecilnya yang paling dalam, kini Rania tak henti-hentinya memberikan kata-kata umpatan yang pantas untuk di berikan kepada Nayako yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut yang menurutnya sudah sangat lancang untuk mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby milik putri bungsunya tersebut.
"Damn you, Nayako! How dare you so presumptuously to pinch so lovingly at my youngest daughter's two chubby cheeks! Only I can pinch her cheeks as much as you want! The others I really don't allow! This is mine alone, only mine! You have to understand that, damn Nayako! (Sialan kamu ini, Nayako! Berani-beraninya kamu dengan sangat lancang untuk mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby milik putri bungsuku! Hanya aku lah yang boleh mencubit pipinya sepuas-puasnya! Yang lain sangat tidak aku perbolehkan! Ini hanyalah milikku seorang, hanya milikku! Kamu harus mengerti itu, Nayako sialan!)" umpat Rania yang di tujukan kepada Nayako yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut sembari menatap ke arah wajah cantik khas perempuan Jepang dengan tatapan tajamnya.
Tak hanya memberikan kecaman kepada Nayako yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut di dalam hati kecilnya saja, Rania juga memberikan kecaman secara langsung kepada Nayako melalui mulutnya sendiri.
"Why are you so presumptuously pinching so lovingly at my youngest daughter's chubby cheeks? Never again to pinch my youngest daughter's chubby cheeks so exasperatedly again! Or you will find out the consequences later! (Mengapa kamu dengan sangat lancang mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby putri bungsuku? Jangan pernah lagi untuk mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby putri bungsuku lagi! Atau kamu akan mengetahui akibatnya nanti!)" ancam Rania kepada Nayako yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut sembari menatap ke arah wajah cantik khas perempuan Jepang dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Nayako yang mendapatkan sebuah ancaman dari Rania yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut pun langsung terkekeh kecil karena merasa geli ketika mendengarkan perkataan yang ucapkan oleh teman lamanya tersebut.
"Hahaha, you are so cute. Why can't I pinch the chubby cheeks of your youngest daughter so exasperently? Then, what is the result that I will receive? Hmm, this is ridiculous! (Hahaha, kamu ini lucu sekali. Memangnya kenapa aku tidak boleh mencubit dengan sangat gemas kepada dua pipi chubby putri bungsumu ini? Lalu, apakah akibat yang akan aku terima? Hmm, ini sangat menggelikan sekali!)" tanya Nayako yang di tujukan kepada Rania yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut dengan nada bicaranya yang terdengar sangatlah meledek sembari terkekeh kecil karena merasa geli ketika mendengarkan perkataan yang ucapkan oleh teman lamanya tersebut.
Sontak saja Rania yang mendengarkan pertanyaan Nayako yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut yang terdengar sangatlah meledek dirinya tersebut pun kini di buat menjadi sangatlah kesal hingga menggeram kepada Nayako untuk mengekspresikan rasa kesalnya kepada teman lamanya tersebut.
"You are!___ (Kamu ini!___)" geram Rania yang di tujukan kepada Nayako yang notabenenya merupakan teman lamanya tersebut yang bertujuan untuk mengekspresikan rasa kesalnya kepada teman lamanya tersebut.
Namun, seketika perkataan Rania pun terhenti karena tak sengaja mendengar lagu soundtrack dari Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri. Lagu soundtrack tersebut berjudul Hati Yang Kau Sakiti yang di nyanyikan oleh Rossa.
Tentu saja Rania langsung menyimak lagu soundtrack dari Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri yang notabenenya merupakan Sinetron favoritnya tersebut.
Bagi warga +62, atau Warga Negara Indonesia pun tentunya tak asing lagi dengan lagu Hati Yang Kau Sakiti yang di nyanyikan oleh Rossa ini. Di karenakan lagu ini sudah di jadikan lagu soundtrack dari Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri, Sinetron Indonesia favoritnya para Emak-Emak negara +62 atau Emak-Emak Indonesia.
Hati Yang Kau Sakiti - Rossa
*Jangan pernah katakan bahwa
Cintamu hanyalah untukku
Karena kini kau telah membaginya
Maafkan jika memang kini
Harus ku tinggalkan dirimu
Karena hatiku slalu kau lukai
Tak ada lagi yang bisa ku lakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa
Ku menangis
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya
Ku menangis
Melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus slalu kau tahu
Akulah hati yang telah kau sakiti
__ADS_1
Maafkan jika memang kini harus ku tinggalkan dirimu
Karena hatiku slalu kau lukai
Tak ada lagi yang bisa ku lakukan tanpamu
Ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa
Ku menangis
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya
Ku menangis
Melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus slalu kau tahu
Akulah hati yang telah kau sakiti
Ku menangis
Harus slalu kau tahu
Akulah hati yang telah kau sakiti*
Setelah lagu soundtrack dari Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hari Istri sudah selesai di putar, kini layar Televisi pun mulai menampilkan adegan KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang di lakukan oleh seorang Suami kepada Istrinya.
"Dasar perempuan tidak berguna! Cepat cari uang sana! Aku tidak mau tahu, pokonya kamu harus memberikan uang 20 juta kepadaku, entah cara apa yang harus kamu lakukan! Aku tidak perduli itu! Cepat pergi sana, cari uang untukku!" teriak seorang laki-laki sembari memberikan sebuah tamparan kepada pipi seorang wanita yang di ketahui merupakan Istrinya tersebut.
"Ya Allah, Mas. Kalau Mas masih mau mabuk-mabukan dengan uang itu, maka Adek tidak mau memberikan uang itu untuk Mas. Ingat Mas, Allah tidak suka dengan para hambanya yang dengan sengaja melanggar semua larangannya!" tolak seorang wanita dengan halus kepada seorang laki-laki yang di ketahui merupakan Suaminya tersebut.
"Diam kau! Jangan mencoba menasihatiku seperti seorang Ustazah! Kau harus berikan uang 20 juta itu kepadaku! Aku sangat tidak suka ada orang yang menasihatiku! Kau itu sebagai seorang Istri harus patuh kepada Suami!" bentak seorang laki-laki kepada seorang wanita yang di ketahui merupakan Istrinya tersebut.
"Ya Allah, Mas. Sadarlah, Mas! Bertaubatlah kepada Allah, Mas! Kamu ini sudah berada di jalan yang sesat, bukan di jalan yang lurus!" ucap seorang wanita kepada seorang laki-laki yang di ketahui merupakan Suaminya tersebut sembari meneteskan air matanya tersebut secara perlahan-lahan.
Sontak saja adegan KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini pun langsung menyulut api amarah yang ada di dalam diri Rania. Rania yang kini sedang merasa sangat kesal pun kini memaki-maki pemain laki-laki tersebut dengan kata-katanya yang sedikit kasar.
"You man has no character! How dare you behave like that to your own wife! If my husband is like that, then I have given triple divorce and automatically divorce from me immediately! (Dasar laki-laki tidak berakhlak! Berani-beraninya kamu berlaku seperti itu kepada istrimu sendiri! Kalau suamiku seperti itu, maka sudah aku beri talak tiga dan otomatis langsung bercerai dariku!)" maki Rania yang di tujukan kepada pemain laki-laki tersebut dengan kata-katanya yang sedikit kasar serta nada bicaranya yang sengaja di tinggikan 1 oktaf tersebut.
Rafa yang melihat tingkah laku sang Mama ketika sedang menonton Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri itu pun kini sedang mengusap-usap wajah tampannya tersebut dengan sangat frustasi akibat tingkah laku sang Mama tersebut.
Ya, Rafa sudah sangat hafal dengan tingkah laki sang Mama ketika sedang menonton Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri itu akan sangat memusingkan dan membuat semua orang yang ada di sekitarnya menjadi sangat terganggu akibat suara teriakan yang di ucapkan oleh sang Mama tersebut.
__ADS_1
Di dalam hati kecilnya yang paling dalam, Rafa pun kini sedang mengeluh mengenai tingkah laku sang Mama ketika sedang menonton Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri itu akan sangatlah memusingkan dirinya dan membuat dirinya ingin pergi sejauh-jauhnya agar tidak menjadi pusing lagi karena tingkah laku sang Mama tersebut.
"O Allah, why is my mother's behavior when she is watching the Indonesian soap opera entitled the wife's conscience so confusing like this? Huh, this Mama just makes a headache! I now want to get as far away from my mother! If necessary I just go to Antarctica so Mama can't find me anymore! (Ya Allah, kenapa tingkah laku Mamaku ketika sedang menonton Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati istri sangatlah memusingkan seperti ini? Huh, Mama ini membuat pusing saja! Aku sekarang ingin pergi sejauh-jauhnya dari Mamaku! Bila perlu aku pergi ke Antartika saja agar Mama tidak bisa mencariku lagi!)" keluh Rafa yang di tujukan kepada sang Mama sembari mengusap-usap wajah tampannya tersebut dengan frustasi akibat tingkah laku sang Mama ketika sedang menonton Sinetron Indonesia yang berjudul Suara Hati Istri tersebut.