
"Maira jika memang benar suamimu itu hanya membuatmu sakit, dan bersedih, aku bersumpah akan merebutmu dari suamimu itu yang tidak tau caranya bersyukur memilikimu," ujar Azlan serius. Ada sebuah amarah di balik matanya saat mengingat wajah takut dan sendu saat mendengar nama Arhand.
"Ma-mas ..." panggil Maira mendekat, sembari meremas jari-jarinya agar ia bisa mengontrol rasa gugup dan ketakutannya.
"Siapkan makanan untukku," ujar Arhand datar.
Maira terkejut mendengar ucapan suaminya. "Hu?" ujarnya ambigu karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Arhand mendongakkan kepalanya. "Kenapa?, Kamu tidak ingin?, atau kamu hanya akan memasak jika Tuan Dirga yang ingin," ujarnya dengan nada sedikit seperti orang yang lagi marah, cemburu, entahlah.
Maira semakin di buat bingun dengan sikap dan ucapan suaminya yang tak biasa. "Maksud, Mas?" tanyanya. Maira bersikap seperti itu bukan apa, dia hanya takut jika sampai membuat Arhand marah dan sikapnya tambah listing dingin padanya, dan selama ini Arhand sama sekali tak suka makan masakannya. Jadi menurutnya ini terlalu mengangukkan dan membingungkan, aneh.
"Cepat buatkan aku makanan," ujarnya dengan datar dan terlihat sedikit kesal.
Maira dengan cepat pergi ke dapur, mengeluarkan bahan-bahan makananya, dan mendadak untuk suaminya. Hatinya bahagia akhirnya setelah lama menunggu hari ini tiba, di mana Arhand makan masakannya atas ke keinginannya, namun di tengah ke kebahagiaannya itu terselip banyak pertanyaan atas sikap Arhand yang berubah walau ekspresinya masih datar, tapi Maira bisa merasakan sikap suaminya tak sedingin tadi pagi.
__ADS_1
Dari meja makan Arhand menatap Maira, yand memaki dengan sangat lincah, dan terlihat sangat cantik. Di tengah lamunannya tiba-tiba ucapan Aditya kembali berputar di kepalanya.
"Dengarkan aku Arhand ... aku berbicara seperti ini karena aku pernah merasakannya, dan aku tak ingin kamu merasakannya ... karena itu sangat menyakitkan. Arhand, seorang wanita memiliki batas ke sabaran, dan jika kesabaran itu sudah tidak ada percayalah kamu tidak akan bisa menggapainya lagi walau kau berusaha sangat keras, apa lagi jika ada seorang pria yang memberikan kenyamanan dan rasa aman, kamu akan lebih mustahil mendapatkannya. Kamu hanya bisa menyesali semuanya, tapi saat itu sudah sangat terlambat," ujar Aditya pada saat mereka di balkon sungai melihat Maira yang menangis sendiri sampai Qesya datang, membuat Maira tersenyum. Lalu Azlan juga datang menghampiri dengan tatapan mata yang begitu dalam pada Maira.
Di dapur Maira melirik suaminya yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip. "Mas Arhand, kenapa menatap aku seperti itu?, Apa Mas Arhand sedang marah padaku karena keluar tanpa mengatakan apapun padanya? atau Mas Arhand marah karena ke jadian kemarin?" tanya Maira pada dirinya sendiri sembari terus mengaduk masakannya.
"Iya, Allah aku mohon lapangkan dada suami hamba. Sunggu hamba sangat takut," ujar Maira berdoa dalam hatinya memohon agar sang Kuasa memberikan hari suaminya kelapangan.
......................
"Menjaga ke sucian mataku biar tetap terjaga," ujar Qesya asal dan berjalan ke kamarnya, dan tak jati saat mendapat pukulan dari Anis.
Plak.
"Kamu fikir aku sama Iqbal ngapain, sampai membuat matamu ternoda," ujar Anita tak terima dengan ucapan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Bergelayut manja, saling merayu, saling suap," ujar Qesya semangat terus melangkah ke kamarnya.
"Itu mah, bermesraan dan itu tidak akan membuat mata kamu ternodai, lanjut tau itu," teriak Anis karena Qesya sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Tidak!. Aku tidak tau itu," jawab Qesya berteriak dari dalam kamarnya.
"Dia sangat tampan ... Siapa tadi namanya?" ujarnya berusaha mengingat nama Azlan.
"Ah'ah ... namanya Azlan. Sangat tampan seperti orangnya," ujar Qesya lagi. Qesya membaringkan tubuhnya di ranjang dan mengingat wajah tampan Azlan bak patung romawi. Maira berguling-guling sendiri karena salting saat mengingat senyum manis dan sikap cuek pada orang yang baru saja ia kenal. Sangat cool.
...#continue ......
...Enjoy your reading novel "SUAMIKU BUKAN UNTUKKU."...
...See you the next episode, Readers....
__ADS_1
.......