Suamiku Bukan Untukku

Suamiku Bukan Untukku
Bab 31 Lunch III


__ADS_3

"Terima kasih, Mas," ujar Maira keluar dari mobil.


"Huem," sahut Arhand lalu kembali menutup pintu mobilnya.


"Hu?" kaget Maira saat Arhand mengandeng tangannya.


Arhand menatap istrinya yang tak bergeming. "Ada apa?, Ayo," ujar Arhand dengan lembut.


Maira tersadar. "Iy-iya, Mas," ujarnya dengan gugup, bahkan tangannya gemetaran saking gugupnya. Jantungnya berdebar sangat kencang, serasa mau copot.


Mereka berjalan ke pintu restoran, dan langsung di sambut oleh pegawai restoran. "Selamat datang, Tuan dan Nyonya di restoran kami," ujarnya dengan sopan dan ramah.


Maira tersenyum manis, membalas Mbak pegawai restoran. "Terima kasih, Mbak," ujarnya dengan lembut.


"Meja di bagian belakang yang bisa langsung melihat pantai bebas, masih ada yang kosong?" tanya Arhand dengan datar. Tak ada ekspresi sana sekali di wajahnya.


"Ada, Tuan. Silahkan ikuti rentan kami," ujar resepsionis.


"Mari, Tuan dan Nyonya," ujar teman resepsionis dengan ramah.


Arhand dan Maira mengikuti pegawai restoran dari belakang, dan tetap bergandengan tangan.


"Mas," panggil Maira mendongankkan wajahnya melihat wajah tampan Arhand.


"Huem?" sahut Arhand menatap ke samping.


Maira tersenyum dengan hangat lalu berucap dengan sangat lembut. "Terima kasih, Mas," ujar Maira dan menyandarkan kepala di lengan suaminya.


"Untuk?" tanya Arhand mengusap tangan istrinya dengan lembut.


Maira kembali mendongakkan kepalanya, menatap wajah tampan suaminya. "Untuk semuanya. Aku benar-benar bahagia," ujar Maira jujur dan senyum bahagia.


Arhand menghentika langkahnya, menatap lalu menarik Maira masuk kedalam pelukannya, lalu menarik dagu istrinya membuat kepala Maira mendongakkan kepalanya. "Semua ini tidaklah gratis ( membelai bibir istrinya ), nanti malam kamu akan mencicilnya dan nanti setelah tamu yang tak di undangmu itu pergi baru kau bayar cash," ujarnya penuh senyum smirk.


Seketika bulu kuduk Maira berdiri, kejadian malam itu kembali berputar di kepalanya. Bagaimana milik suaminya itu yang gagah membuatnya menggila tak karuan, dengan rasa sakit dan nikmat jadi satu.


Seakan mengerti dengan perubahan raut wajah istrinya, Arhand menoel hidung Maira. "Apa yang kamu pikirkan?" tanya dengan alis terangkat satu.


Maira tertunduk malu, pipinya sudah berubah merah merona yang selalu menambah kecantikannya.

__ADS_1


Maira kaget, tersadar dari lamunannya. "Hu?, Tidak ada, Mas," ujarnya tertunduk malu, pipinya sudah berubah merah merona yang selalu menambah kecantikannya.


Melihat pipi merona istrinya Arhand semakin ingin menggoda istri kecilnya. "Kamu mengingat kejadian malam itu?, Apa kamu sudah tidak sabar?, Aku juga sudah tidak sabar untuk memakanmu lagi," ujarnya dengan suara super seksinya, yang membuat bulu kuduk Maira berdiri disemua.


"Ma-mas ..." ujar Maira gugup karena Arhand semakin mendekatkan wajahnya sedangkan mereka serang berada di tempat umum.


"Huem?" tanya Arhand tak menghiraukan ucapan Maira, ia semakin mendekatkan wajahnya, namun saat Maira menutup matanya sebuah senyum terbit di bibirnya.


Maira kembali mebuka matanya kala Arhand tak kunjung menciumnya. "Mas," ujarnya saat melihat wajah Arhand yang menatapnya dengan senyum merekah diwajahnya. Melihat hal itu Maira mengerti bahwa baru saja ia di kerjaain oleh suaminya.


"Silahkan, Tuan," ujar pegawai restoran membukakan pintu ruangan belakang.


Maira segera melepas tangan Arhand yang memeluknya. "Terima kasih, Mbak," ujarnya mendekat ke arah pegawainya.


"Sama-sama, Nyonya. Saya permisi dulu, nanti rekan kami yang lain akan datang untuk melayani Tuan dan Nyonya," ujar pegawai saat Maira dan Arhand sudah duduk.


"Iya, terima kasih, Mbak," balas Maira dengan senyum manisnyayang tak pernah luntur hari ini.


"Sama-sama, Nyonya. Permisi," pamit pegawai restoran.


"Kamu suka?" tanya Arhand.


"Cantik," ucap Arhand tanpa sadar.


"Hu?, Apa Mas Arhand mengatakan sesuatu?" tanya Maira karena samar-samar mendengar suara Arhand seperti mengatakan sesuatu.


"Tidak ada," ujar Arhand.


......................


Dengan cepar Qesya keluar dari mobil. "Wa tempatnya sangat indah," takjubnya menatap restoran dan pantai-pantai di belakangnya.


"Jangan bertingkah berlebihan, kita kesini bukan untuk makan siang santai, tapi untuk meeting," ujar Aditya datar.


Qesya menatap Aditya. "Saya tau, Tuan. Tapi bolehkah Tuan mengambil foto untukku?, satu saja😁," ujarnya dengan penuh harap.


Aditya menghembuskan napas kasar. "Cepat keluarkan ponselmu?" ujarnya dengan datar.


"Terima kasih, Tuan. Ini ( memberikan ponselnya )."

__ADS_1


Qesya terus berpose sedangkan Aditya terus mengambil foto-foto Qesya dengan sabar.


"Kakak, Boneka Beruang," teriak Rian berlari ke arah Qesya, dan di belakangnya ada Clarisa dan Azlan berjalan berdampingan..


"Rian?" ujarnya namun matanya terfokus pada Azlan dan Clarisa yang berjalan berdampingan seperti seorang sepasang suami istri.


"Apa Rian adalah anak Om Azlan dan Nona Clarisa adalah istrinya?, Kenapa hatiku sakit begini," ujar batin Qesya yang tiba-tiba terasa sesak.


"Kamu kenapa?" tanya Aditya karena melihat perubahan wajah Qesya.


Qesya tersadar dan cepat merubah ekspresinya. "Hu?, Tidak ada, Tuan," ujarnya.


"Hai, Aditya, Nona Qesya," sapa Clarisa.


"Hai, Tuan, Nona Dirga," balas Aditya.


"Ha-hai, Nona Clarisa," ujar Qesya terbata-bata, matanya tak hentinya menatap Alzan, dan di pelupuk matanya sudah terlihat menahan sebuah bendungan.


"Apa Nona Qesya sakit?, Kenapa wajahnya pucat seperti itu?" tanya Clarisa.


Qesya kembali tersadar dan cepat mengubah ekspresinya. "Hu?, Tidak ada apa-apa kok, Nona Clarisa," ujarnya.


"Maaf, Tuan, boleh kita masuk klein akan tiba, tidak enak membuatnya menunggu," ujar Qesya cepat.


"Huem," sahut Aditya.


"Tua, Nona Dirga, kami masuk lebih dulu. Permisi," ujar Qesya lagi pada Azlan dan Clarisa yak lupa ia mengusap rambut Rian.


"Permisi," ujar Aditya. Setelah itu mereka berdua berjalan masuk ke dalam restoran begitu pun dengan Clarisa dan Azlan ikut masuk kedalam restoran.


...#continue .......


...Hai, Readers jangan lupa:...


...Vote. ...


...Like. ...


...Comments. ...

__ADS_1


...Favorite. ...


__ADS_2