Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Kalau ada imbalannya aku mau


__ADS_3

" Kita berdoa saja semoga nyonya Karen tidak apa - apa." Ucap asisten Han


" Amin, tapi walau bagaimanapun tuan muda David tetap akan memberikan hukuman untuk kita." Ucap bodyguard itu.


" Sudah menjadi resiko kita bekerja." Ucap asisten Han pasrah dan bersiap menerima hukuman.


" Han, aku sudah bilang untuk menjaga istriku tapi kenapa istriku terluka hah!!" Bentak tuan muda David sambil menatap tajam ke arah asisten Han


" Dan kamu juga, buat apa memperkerjakan bodyguard kalau tidak bisa menjaga istriku!!" Bentak tuan muda David sambil menatap tajam ke arah bodyguardnya.


Tuan muda David berdiri dari kursi rodanya dan berjalan ke arah asisten Han untuk memberikan hukuman. Tangan kiri tuan muda David mencengkram kerah asisten Han dan tangan kanannya siap memukul asisten Han sedangkan asisten Han hanya pasrah apa yang akan dilakukan oleh tuan muda David.


ceklek


Tuan muda David melepaskan ke dua tangannya dan berjalan ke arah dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya tuan muda David


" Luka yang di perut nyonya terbuka kembali dan di tambah pukulan demi pukulan yang diterimanya membuat nyonya tidak sadarkan diri." Ucap dokter tersebut


" Boleh aku menemui istriku?" Tanya tuan muda David sambil menggengam ke dua tangannya menahan emosinya.


" Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang icu, tuan bisa melihatnya." Ucap dokter tersebut.


" Baik dok." Jawab tuan muda David


Dokter itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian masuk kembali ke ruangan igd.


" Untuk saat ini hukuman untuk kalian belum dulu dan sekarang aku minta untuk kalian menghukum ke empat wanita itu. Aku ingin mereka di siksa sampai ke empat wanita itu hanya menginginkan kematiannya." Perintah tuan muda David dengan tatapan dingin dan datar.


" Baik tuan." Jawab asisten Han dan bodyguardnya serempak


Asisten Han dan bodyguard itu pergi meninggalkan tuan muda David. Tidak berapa lama pintu ruangan ugd terbuka dan dua orang perawat mendorong brankar di mana Karen sedang berbaring di ranjang menuju ke ruang icu.


Kini tuan muda David duduk di kursi samping istrinya yang masih setia memejamkan matanya, wajah istrinya masih lebam membuat dirinya berusaha menahan amarahnya terhadap ke empat wanita yang telah melukai istrinya.


" Istriku bangunlah." Pinta tuan muda David dengan nada lirih


" Kenapa kamu suka sekali di rumah sakit, bangunlah aku sangat merindukanmu." Ucap tuan muda David.


Karen hanya diam tidak menjawab ucapan suaminya membuat tuan muda David menjadi sedih.


" Jika kamu tidak bangun aku akan menghukum asisten Han dan bodyguard karena telah lalai menjagamu." Ancam tuan muda David di telinga istrinya.

__ADS_1


Karen masih saja diam dan tidak menggerakkan tangannya sama sekali. Karena lelah tuan muda David meletakkan kepalanya di ranjang dengan tangan Karen dan tangannya sebagai bantalannya.


Tidak berapa lama Karen perlahan membuka matanya dan tangan kanannya terasa berat. Karen melihat ke arah samping suaminya sedang berbaring di tangannya.


Tangan Karen di angkat dan diarahkan ke rambut suaminya. Karen membelai rambut suaminya sambil tersenyum.


" Suamiku." Panggil Karen lirih


Tuan muda David perlahan membuka matanya dan duduk dengan tegap.


" Istriku sudah bangun, apakah ada yang sakit?" Tanya tuan muda David.


" Hanya sedikit, aku di mana?" Tanya Karen sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


" Di rumah sakit, kepalamu pusing?" Tanya tuan muda David dengan nada cemas.


Karen hanya diam bayangan dirinya kuliah di kedokteran dan menjadi seorang dokter membuat kepalanya semakin sakit.


" Suamiku kepalaku sakit... akhhhhhhhh..." Ucap Karen sambil berteriak karena kepalanya seperti terkena tusukan ribuan jarum.


bruk


Karen tidak sadarkan diri kembali membuat tuan muda David panik dan menekan tombol yang berada di dekat ranjang istrinya. Tidak berapa lama dokter dan perawat datang.


" Ada apa tuan?" Tanya dokter tersebut


" Baik tuan, saya akan mengecek nyonya Karen dan maaf tuan menunggu di luar." Pinta dokter tersebut


" Baik." Jawab tuan muda David


Tuan muda David meninggalkan mereka bertiga dengan hati cemas sebenarnya dirinya ingin menunggunya tapi dia tidak ingin egois karena itu peraturan dari rumah sakit terlebih dirinya tidak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya.


Tuan muda David duduk di kursi sambil menunggu berita dari dokter tersebut. Tidak berapa lama pintu ruangan ICU terbuka tampak dokter berjalan ke arah tuan muda David.


" Bagaimana keadaan istriku dok?" tanya tuan muda David sambil berdiri dan berjalan mendekati dokter tersebut.


" Sepertinya ingatan masa lalunya kembali karena itulah kepalanya terasa sakit, sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan VVIP." Ucap dokter tersebut.


Tuan muda David hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama pintu ruang ICU terbuka dan dua perawat mendorong brankar di mana istrinya berbaring dan menatap suaminya sambil tersenyum.


Kini tuan muda David duduk di kursi samping istrinya sambil memegang tangan istrinya yang tidak ada infusnya.


" Istriku, apakah ada yang sakit?" Tanya Kini tuan muda David.

__ADS_1


" Sudah lumayan, suamiku aku haus." Ucap Karen


" Sebentar." Ucap tuan muda David.


Tuan muda David mengambil gelas dan diberikan ke istrinya dengan menggunakan sedotan. Karen meminum hingga menyisakan setengah gelas.


" Terima kasih." Ucap Karen


Tuan muda David hanya tersenyum dan membelai wajah cantik istrinya.


" Suamiku bukalah topengnya." Pinta Karen


" Memang kenapa?" Tanya tuan muda David.


" Aku tahu suamiku yang paling tampan tidak betah memakai topeng." Ucap Karen sambil tersenyum.


" Kamu meledekku?" Tanya tuan muda David.


" Apakah di wajahku terlihat kalau aku meledek suamiku sendiri." Ucap Karen sambil menatap mata suaminya.


Tuan muda David menatap mata Karen dan tidak ada kebohongan di matanya, tuan muda David akhirnya membuka topengnya.


" Suamiku, aku sangat mencintaimu dan aku melihat ketampanan suamiku bukan di lihat dari wajah tapi perhatian suamiku terhadapku." Ucap Karen yang tidak pernah lepas menatap mata suaminya.


" Terima kasih istriku, kamu membuatku merasa nyaman." Ucap tuan muda David.


" Kita kan suami istri jadi suami istri harus saling memberikan kenyamanan." Ucap Karen sambil tersenyum.


Tuan muda David hanya tersenyum dan membelai wajah cantik istrinya.


" Suamiku, aku tadi mendengar akan menghukum asisten Han dan bodyguard, apakah benar?" Tanya Karen


" Iya benar karena mereka tidak menjagamu, darimana istriku tahu?" Tanya tuan muda David.


" Waktu suamiku berbisik di telingaku, bolehkah aku minta satu hal?" Tanya Karen


" Tergantung." Ucap tuan muda David.


" Kok gitu." Ucap Karen


" Kalau ada imbalannya aku mau." Ucap tuan muda David.


" Apakah uang?" Tanya Karen

__ADS_1


" Aish.. uangku sangat banyak." Ucap tuan muda David.


" Lalu apa donk?" Tanya Karen bingung.


__ADS_2