
Mereka berdua terpaksa keluar dari kafe tersebut dan berdiri di samping cafe.
plak
" Aku sangat menyesal karena wanita yang aku nikahi ternyata adalah wanita ular." Ucap Toni sambil menampar Tini untuk ke dua kalinya.
" Hahahaha, sudah terlambat kamu menyesalinya Toni." Ucap Tini sambil tertawa jahat.
" Dasar wanita murahan." Ucap Toni sambil tangannya di angkat ke atas.
grep
Seorang gadis cantik menahan tangan Toni karena ingin menampar pipi Tini.
" Dasar pria arogant beraninya menampar tanteku." Ucap seorang gadis sambil tetap menahan tangan pria itu.
bruk
Gadis itupun melepaskan tangannya kemudian mendorong tubuh pria itu dengan sekuat tenaganya hingga terjatuh.
" Ayo tante kita pergi dari sini." Ucap gadis tersebut sambil menatap tajam ke arah pria tersebut membuat gadis itu langsung membulatkan matanya tapi langsung bisa menguasai keadaan.
Pria itu langsung berdiri dan ingin memukul gadis itu tapi insting gadis tersebut kuat sehingga bisa menghindar.
duag
bruk
" Si*l... sakit." Umpat pria itu.
Gadis itupun menendang adik kecil milik pria itu membuat pria itu jatuh berlutut sambil memegang adik kecilnya.
Gadis itu menarik Tini dan meninggalkan tempat tersebut tanpa memperdulikan pria tersebut yang sedang menahan rasa sakit teramat sangat.
" Ayo tante naik ke mobil." Ucap gadis tersebut sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
" Ok." Jawab Tini singkat sambil ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.
" Dia siapa tante?" Tanya gadis itu
" Dia mantan suamiku, terima kasih Veni kamu datang tepat waktu." Jawab Tini
" Sama-sama tante." Ucap Veni
" Si*l pipiku sakit." Ucap Tini sambil memegangi ke dua pipinya yang lebam bekas tamparan Toni.
__ADS_1
Veni hanya diam sambil mendengar dengan setia gerutuan Tini hingga tidak terasa mereka sudah sampai di rumah milik Tini. Mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah yang sudah ada Celline dengan wajah tak kalah mengenaskan seperti Tini.
" Sayang, wajahmu kenapa?" Tanya Toni dengan nada kuatir sambil berjalan ke arah Celline
" Hiks... hiks... Ibu... aku kesal dengan David, David menamparku." Ucap Celline sambil terisak dan memeluk ibunya.
" Ssttt... sudah ceritakan apa yang terjadi kenapa David menamparmu? karena setahu ibu David itu sangat mencintaimu jadi bagaimana mungkin David menamparmu." Ucap Tini ibunya Celline sambil membalas pelukan putri semata wayangnya.
" Aku merayunya dan ingin kembali tapi David tidak mau terus aku menjelekkan istrinya tapi David menamparku." Ucap Celline menjelaskan.
" Tuan David memang mencintai istrinya, siapapun yang menjelekkan maka tidak segan-segan memukulnya." Ucap Veni
" Dari mana kamu tahu?" Tanya Tini dan Celline bersamaan.
" Waktu itu istrinya ingin di masak kan oleh suaminya dan suaminya membuatkan dengan meminta bantuan manager kantin tapi manager kantin dengan sengaja memberikan garam yang sangat banyak membuat suaminya atau tuan muda David sangat marah dan menghukum manager kantin tersebut." Ucap Veni yang hanya menyebutkan manager kantin.
Veni tidak mungkin dirinya juga pernah sempat mendapatkan hukuman oleh tuan muda David karena menjelekkan istrinya dan pernah mengatakan menyatakan cinta serta ingin menikah dengan tuan muda David karena dirinya tidak ingin dicurigai rencana liciknya oleh kakak sepupunya Celline dan tante Tini.
" Kalau begitu susah untuk memisahkan mereka." Ucap Tini sambil berfikir.
Ke tiga wanita itu berfikir untuk mencari jalan agar hubungan Karen dan tuan muda David dapat dipisahkan.
" Oh ya aku baru ingat waktu itu nyonya Karen istrinya tuan muda David pernah ke rumah pria yang tadi kita bertemu. Tante masih ingatkan dengan pria itu yang katanya mantan suaminya?" Tanya Veni
" Pria itu ayah tiri nyonya Karen, nyonya Karen sangat sayang pada ayah tirinya tapi ayah tirinya sangat membencinya." Ucap Veni
" Apa??? bagaimana mungkin? Bisa tunjukkan foto nyonya Karen atau ibunya nyonya Karen?" Tanya Tini dengan nada terkejut.
" Aku ada sebentar." Ucap Veni sambil mengambil ponselnya kemudian mencari di aplikasi galeri setelah ketemu ponselnya
diberikan ke Tini.
Tini menerima ponsel tersebut dan matanya membulat sempurna.
" Dia?? Bagaimana mungkin?" Tanya Tini dengan nada sangat terkejut.
" Apakah Tante mengenal dengan nyonya Karen?" Tanya Veni
" Wajahnya sangat mirip dengan ibunya." Ucap Tini
" Apa??" Teriak Veni dan Celline bersamaan
Ibunya Celline terdiam sambil berfikir agak lama dan dirinya mempunyai ide.
" Aku ada ide, Celline dan Veni kalian berdua punya uang lima belas juta?" Tanya Tini
__ADS_1
" Buat apa?" Tanya Celline dan Veni serempak
" Ibu ada ide." Ucap Tini ibunya Celline
" Ide apa?" Tanya Celline dan Veni serempak lagi.
Tini berbisik ke Celline dan Veni agar para pembaca tidak tahu apa rencana jahat Tini. Celline dan Veni hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Uangku habis bu." Ucap Celline
" Aku ada, pakai uangku saja." Ucap Veni dengan penuh semangat.
" Ada apa ini? kok kalian bertiga berkumpul di sini?" Tanya seorang pria tampan yang tiba-tiba datang.
" Kak Rizky." Panggil Celline
" Nah kebetulan ada Rizky, ibu dengar kamu mencintai Karen bukan?" Tanya Tini
" Benar Bu, tapi aku tidak tahu di mana Karen berada." Ucap Rizky dengan wajah lesu.
" Ibu tahu, apakah kamu mau ikut rencana ibu?" Tanya Tini
" Ceritakan saja bu, apa rencana ibu?" Tanya Rizky tanpa basa basi
Tini menceritakan semua rencana liciknya dan Rizky yang sangat mencintai Karen sekaligus membencinya menyetujui ide jahat ibunya.
" Rizky setuju bu, aku memang mencintainya dan sekaligus membencinya karena berulang kali aku menyatakan cinta selalu ditolaknya dan aku ingin membalas rasa sakitku ini." Ucap Rizky sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
" Bagus, terserah kamu apakan Karen aku tidak perduli." Ucap Tini
" Mengenai penculikan biar orang Rizky yang melakukannya bu." Ucap Rizky
" Baiklah terserah padamu tapi ingat lakukan dengan rapi jangan sampai ketahuan." Ucap Tini
" Tenang saja bu, kematian kakek saja sampai sekarang tidak ada yang tahu kalau aku yang sengaja memberinya racun." Ucap Rizky dengan nada santai
" Apa?? Jadi kakak yang meracuni kakek bukan dokter Karen?" Tanya Celline dengan nada terkejut
" Iya benar, kakak sangat kesal dan dendam dengan kakek karena ingin mencabut fasilitasku dan semua harta warisan akan diberikan ke cucu lain karena itulah kakak kesal dengan sengaja membunuhnya dan juga kakak ingin dokter Karen merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan pasien. Hatiku sangat puas melihat kesedihan di matanya ketika kakekku meninggal." Ucap Rizky tanpa dosa
" Kenapa kami tidak tahu?" Tanya Tini dan Celline bersamaan
" Ibu dan Celline sibuk dengan dunia masing-masing." Ucap Rizky
" Berarti ayahku akan memberikan harta warisan untuk anak haram itu." Ucap Tini sambil menahan kesal dengan ayah kandungnya.
__ADS_1