Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Hukuman


__ADS_3

" Tuan muda, aku sudah memerintahkan anak buah kita untuk mencari di negara S, kita tunggu kabar baiknya." Ucap asisten Han


" Huh... baiklah, kalau kekurangan orang tambah lagi sampai istriku bisa di temukan." Ucap tuan muda David.


" Baik tuan." Jawab asisten Han patuh


" Oh iya tuan bagaimana para tawanannya? Apakah sebaiknya memberikan hukuman untuk mereka?" Tanya asisten Han


" Di mana mereka?" Tanya tuan muda David dengan nada dingin.


" Di ruangan bawah tanah." Ucap asisten Han


" Baiklah kita ke sana sekarang." Ucap tuan muda David


" Sayang, aku titip tuan muda kecil dan untuk tuan Toni nanti wakil pelayan menunjukkan kamar tuan." Ucap asisten Han


" Baik sayang." Jawab dokter Sandra sambil berjalan ke kamar tamu.


Dokter Sandra dan asisten Han terkadang menginap di mansion tuan muda David. Karen mengatakan kamar yang mereka tempati tidak akan di tempati oleh orang lain selain dokter Sandra dan asisten Han karena itulah dirinya berjalan ke kamar yang biasanya dirinya dan suaminya menginap.


" Apakah wanita ular itu sudah di tangkap?" Tanya Toni tanpa menjawab ucapan asisten Han.


" Memangnya kenapa?" Tanya asisten penasaran sambil berjalan mengikuti tuan muda David


" Kalau belum di tangkap aku akan pergi lagi untuk mencarinya dan memberikan pelajaran tetapi jika sudah di tangkap aku ingin menyiksanya sampai wanita itu menginginkan kematiannya." Ucap Toni sambil menahan amarahnya sambil mengikuti langkah asisten Han.


" Ikuti kami." Ucap asisten Han.


Ke tiga pria itupun menuruni anak tangga dan berjalan keluar pintu utama kemudian berbelok ke arah samping. Ke tiga pria itu melangkahkan kakinya dengan cepat dan masing-masing menahan amarahnya terlebih Toni dan tuan muda David.


Setelah berjalan lurus mereka belok ke arah kiri, Toni melihat tempat itu sangat sunyi dan terlihat angker karena banyaknya pohon besar dan rumput yang tinggi hingga tidak berapa lama melangkah terlihat ada pintu. Asisten Han melangkahkan kakinya dengan lebih cepat dan membuka pintu itu.


ceklek


Asisten Han membuka pintu tersebut dan mereka bertiga melihat dua belas orang yang terdiri dari Tini ( Ibunya Celline ), dokter Rizky, Celline, Veni dan delapan pria ( dua orang yang menangkap Toni dan enam orang yang menyerang Karen dan bodyguard waktu Karen pergi dari rumah dan di antar oleh bodyguard yang merangkap sopir ).


Mereka di ikat di ke dua tangan dan ke dua kakinya dengan erat, mereka berusaha melepaskan diri tapi ikatannya terlalu kuat. Di sisi kanan dan kiri terdapat masing-masing dua orang bodyguard yang menjaga mereka.

__ADS_1


Celline yang awalnya tersenyum ke arah tuan muda David langsung senyumannya memudar karena melihat perubahan warna mata tuan muda David dari warna biru menjadi warna merah seperti pandangan mata iblis yang siap menyiksanya sampai mati.


++ Adegan Tidak Untuk Di Tiru ++



Tuan muda David berjalan ke arah Celline kemudian membungkukkan badannya dan tangan kanannya langsung mencengkram dagu Celline dengan erat. Dulu tatapan penuh cinta dan kasih sayang kini berubah menjadi tatapan penuh kebencian dan dendam.


" Seandainya saja waktu kita bertemu di kantorku aku seharusnya membunuhmu bukan melepaskanmu begitu mudah." Ucap tuan muda David sambil meremas dagu Celline dengan erat.


Celline meringis menahan rasa sakit pada dagunya kemudian tangan tuan muda David berpindah pada leher Celline kemudian mencekiknya hingga Celline memukul tangan tuan muda David.


" Aku akan menyiksamu sampai kamu meminta padaku untuk membunuhmu karena tidak kuat akan siksaanku." Ucap tuan muda David


Wajah Celline mulai membiru karena kekurangan oksigen membuat tuan muda David melepaskan. Celline langsung terbatuk-batuk dan mengambil dan mengeluarkan nafasnya cepat-cepat.


uhuk uhuk uhuk uhuk


" Terlalu enak jika kamu mati sekarang." Ucap tuan muda David


Tuan muda David mengambilnya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah Celline. Wajah Celline berubah puas melihat tuan muda David menggenggam pisau tersebut.


" Wajah mulusmu akan aku buat ukiran yang sangat indah." Ucap tuan muda David sambil membelai wajah mulus Celline.


" Sayang, apa salahku? Bukankah sayangku sangat mencintaiku? Kenapa kamu berubah apakah ini karena wanita murahan itu maka sayangku berubah?" Tanya Celline tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.


plak


plak


Tuan muda David menampar pipi kanan dan kiri dengan menggunakan tangan kirinya membuat ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


" Jangan pernah menghina istriku, istriku lebih baik darimu!!!" Bentak tuan muda David


jleb


jleb

__ADS_1


" Akhhhhh sakit..." Teriak Celline sambil kepalanya digeleng-gelengkan untuk menghilangkan rasa sakit yang luar biasa.


Tuan muda David menusuk ke dua bola mata Celline hingga darah segar keluar dari ke dua bola matanya.


" Celline!!!" Teriak Tini, dokter Rizky dan Veni bersamaan


" Tutup mulut wanita ini." Perintah tuan muda David menunjuk ke arah Celline.


" Baik tuan." Jawab salah satu anak buahnya yang berjaga.


Anak buahnya langsung berjalan ke arah meja paling pojok di mana ada kotak seukuran peti mati yang tadi tuan muda David mengambil pisau. Anak buahnya itupun mengambil lakban kemudian berjalan mendekati Celline dan mulut Celline langsung di lakban hingga suara teriakan kesakitan Celline tidak terdengar lagi.


" Tutup ke dua matanya dengan lakban." Perintah tuan muda David tanpa punya rasa iba sedikitpun hatinya benar-benar mati akibat ulah Celline yang tega menyakiti istrinya dan juga dirinya harus kehilangan istrinya akibat ulah Celline.


" Baik tuan." Jawab salah satu anak buahnya yang berjaga.


Anak buahnya langsung melakban ke dua mata Celline yang masih mengeluarkan darah segar.


Tuan muda David berjalan ke arah dokter Rizky yang masih menggenggam pisau. Pisau yang sangat tajam dan runcing dan diarahkan ke tangan kanan dokter Rizky.


" Tangan kanan ini yang meracuni kakekmu hingga kakekmu meninggal dan tangan kanan ini pula istriku merasa bersalah karena kakekmu meninggal dan tidak mau menjadi dokter." Ucap tuan muda David.


jleb


" Akhhhhh.... sakit!!" Teriak dokter Rizky


Tuan muda David menusuk tangan kanan dokter Rizky kemudian memotongnya hingga putus.


" Brengs*k lebih baik kamu membunuhku." Umpat dokter Rizky


" Terlalu enak jika kamu langsung mati." Ucap tuan muda David dengan nada santai sambil pisaunya di lap di pakaian dokter Rizky.


Tuan muda David berjalan ke arah Veni membuat Veni sangat ketakutan dan berusaha untuk melepaskan diri tapi sia-sia karena ikatannya terlalu kuat.


" Lemparkan ke empat pria ini ke kandang buaya kebetulan sudah sangat lama binatang peliharaanku tidak memakan daging manusia." Perintah tuan muda David


" Dua lagi lemparkan ke kandang singa dan sisanya dua lagi lemparkan ke ikan piranha." Perintah tuan muda David.

__ADS_1


__ADS_2