Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Kenapa mommy tertawa geli?


__ADS_3

" Kalau begitu selamat bekerja menjadi bodyguard nyonya David." Ucap asisten Han sambil berdiri tanpa mengulurkan tangannya ).


" Bodyguard nyonya David?" Tanya Veni mengulangi perkataan asisten Han


" Iya benar, memangnya kenapa?" Tanya asisten Han sambil menaikan salah satu alisnya.


duar


duar


Bagai petir di siang bolong Veni sangat terkejut mendengar ucapan asisten Han. Hatinya sangat hancur dan sakit hati tapi Veni berusaha untuk menutupinya.


" Oh ya satu lagi nyonya David sedang hamil jadi jika nyonya David terluka sedikit saja maka nyawamu menjadi taruhannya." Ucap asisten Han memperingatkan Veni.


" Silahkan nona pergi." Sambung asisten Han sambil mengusir Veni.


" Baik tuan." Jawab Veni sambil menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


( " Sial berbulan-bulan aku menunggu agar bisa bekerja di pusat agar bisa menjadi nyonya David tapi setelah satu tahun yang aku tunggu sia-sia saja." Ucap Veni dalam hati ).


( " Aku tidak perduli tuan muda David harus menjadi milikku, aku akan merebutnya dengan cara kotor sekalipun. Aku seorang bodyguard dan aku bisa mencari kesalahan istrinya agar tuan muda David menceraikan istrinya kemudian menikah denganku." Ucap Veni dalam hati dengan penuh percaya diri ).


( " Oh ya di kota ini aku numpang di rumah tanteku dulu karena kalau menyewa rumah uangku bakalan habis." Ucap Veni dalam hati ).


Veni berjalan meninggalkan perusahaan tersebut dan kebetulan di depan perusahaan ada taksi yang sedang menurunkan penumpang.


" Pak, jalan xxxx No 20." Ucap Veni sambil membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.


" Baik nona." Jawab sopir taksi tersebut.


Sopir taksi itupun mengendarai mobil menuju ke tempat yang di tunjuk oleh Veni. Setengah jam kemudian Veni sudah sampai di sebuah rumah milik tantenya.


tok tok tok


ceklek


Seorang wanita paruh baya membuka pintu dan melihat Veni sedang berdiri menatap dirinya.


" Veni." Panggil wanita paruh baya sambil berjalan mundur agar Veni bisa masuk ke dalam.


" Tante apa kabar?" Tanya Veni sambil masuk ke dalam


" Baik." Jawab tantenya


" Tante aku numpang tinggal di sini ya?" Ucap Veni

__ADS_1


" Boleh saja tapi tidak gratis, setiap bulan bayar satu juta. Makan tanggung sendiri tante tidak bisa masak." Ucap tantenya tanpa basa basi.


" Berarti satu juta itu hanya numpang tidur saja?" Tanya Veni


" Ya betul, oh ya listrik dan air kamu yang bayar." Ucap tantenya tanpa punya rasa malu.


" Oh iya kenapa kamu ingin numpang di sini?" Tanya tantenya.


" Bos pusat menyuruhku untuk dipindahkan di pusat." Ucap Veni berbohong padahal dirinya yang meminta dipindahkan.


" Oh begitu." Ucap tantenya.


" Baiklah, mana kamarku?" Tanya Veni tanpa basa basi.


" Di ruang tamu yang itu." Tunjuk tantenya.


Veni langsung berjalan ke arah kamar untuk beristirahat sedangkan tantenya kembali masuk ke dalam kamarnya.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


" Lihat saja nanti kalau kak Celline berhasil mengusir nyonya David aku akan mengatakan ke tuan muda David kalau kak Celline tidak mencintainya dan hanya mengincar hartanya. Syukurlah tadi aku sempat merekam percakapan mereka berdua. Aku akan mencari lagi kejelekan kak Celline agar tuan muda David percaya padaku." Ucap Veni


Karena lelah Veni berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Veni sudah tertidur pulas.


xxxxxxx


Hari berlalu dengan cepatnya dan seperti biasa Karen sudah bangun pagi dan kini sedang memasak untuk suaminya. Walau sudah hamil besar dan tinggal menunggu tiga minggu lagi tapi Karen selalu menyiapkan makanan untuk suaminya.


Selesai memasak Karen meletakkan makanannya di meja makan dengan di bantu kepala pelayan.


" Nyonya sudah hamil besar, biar kami saja yang meletakkan semua makanan di meja makan." Ucap kepala pelayan.


" Tidak apa-apa, kata orang kalau sudah hamil besar harus banyak gerak agar persalinannya lancar." Ucap Karen sambil tersenyum.


Kepala pelayan membalas senyuman Karen hatinya sangat bahagia karena sejak kedatangan Karen mansion ini terasa hidup dan lebih berwarna terlebih tuan muda David banyak berubah sering tersenyum dan tidak pernah marah-marah seperti dulu.


Bukan dirinya saja yang suka semua penghuni mansion juga suka dengan kedatangan nyonya Karen yang baik hati dan tidak sombong seperti nyonya-nyonya besar di luaran sana.


" Bibi, aku ke kamar dulu mau menyiapkan keperluan suamiku mandi." Ucap Karen setelah selesai menyiapkan makanan untuk suaminya.


" Baik nyonya, hati-hati naik tangga." Ucap kepala pelayan.


" Baik bi, terima kasih atas perhatiannya." Ucap Karen sambil tersenyum


Karen berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya.

__ADS_1


ceklek


Karen membuka pintu dan melihat suaminya masih tertidur pulas. Karen berjalan ke arah kamar mandi untuk mengisi bathub dengan menyalakan kran setelah di rasa cukup Karen mematikan kran.


ceklek


Karen membuka pintu dan melihat suaminya masih juga tertidur pulas membuat Karen tersenyum. Karen berjalan ke arah ranjang dan duduk di samping suaminya, wajah Karen di dekatkan ke wajah suaminya.


cup


Karen mengecup singkat bibir suaminya kemudian mengangkat kepalanya tapi tuan muda David memegang tengkuk leher Karen kemudian mencium bibirnya hingga Karen hampir kehabisan nafas barulah melepaskan tangannya. Karen mengangkat kepalanya sambil mengatur nafasnya kemudian tersenyum menatap suaminya.


" Pagi daddy." Ucap Karen


" Pagi mommy, sudah jam berapa?" Tanya tuan muda David


" Jam sembilan pagi." Ucap Karen usil


" What!!! Aduh mommy kenapa tidak bangunin daddy?" Tanya tuan muda David dengan nada panik sambil bangun dari tidur dan langsung melangkahkan kakinya dengan lebar menuju ke arah kamar mandi.


" Hehehehe... percaya aja kalau mommy bohong." Ucap Karen sambil terkekeh-kekeh.


Karen menyiapkan pakaian kerja suaminya kemudian meletakkan di sofa.


ceklek


Tuan muda David keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya. Tuan muda David dengan cuek melepaskan handuknya dan membuang secara asal kemudian memakai pakaian dengan cepat.


Karen dengan sabar mengambil handuk dan pakaian kotor suaminya tanpa banyak protes sedikitpun. Suaminya mempunyai kebiasaan jelek salah satunya yaitu sebelum mandi membuang asal pakaiannya begitu pula jika sudah selesai mandi membuang asal handuk yang baru dipakainya.


" Mommy bantu pakaikan dasi." Ucap tuan muda David manja.


" Ok." Jawab Karen singkat sambil tersenyum.


Karen memakaikan dasi suaminya setelah selesai Karen memakaikan jasnya.


" Daddy kenapa buru-buru?" Tanya Karen sambil merapikan jas suaminya.


" Hari ini ada meating mom jam sembilan pagi." Jawab tuan muda David


" Oh iya daddy tidak sempat makan, makanan yang mommy masak masukkan saja ke kotak makanan nanti selesai meating daddy baru makan." Ucap tuan muda David


" Hehehehe." Karen hanya terkekeh geli


" Kenapa mommy tertawa geli?" Tanya tuan muda David dengan curiga sambil menaikkan salah satu alisnya.

__ADS_1


__ADS_2