Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Karen dan Tuan Muda David


__ADS_3

Karen yang sudah tertidur pulas tanpa sadar membalikkan badannya dan menghadap suaminya begitu pula dengan tuan muda David tanpa sadar memeluk istrinya seperti memeluk guling Karen pun membalas pelukan suaminya. Siang berganti sore sepasang suami istri masih tertidur dengan pulas. Perlahan Karen membuka matanya dan menatap wajah suaminya.


( " Suamiku, aku akan pergi dari kehidupan mu jika aku melihat suamiku bahagia dengan wanita lain." Ucap Karen tidak terasa air matanya keluar membasahi pipinya yang mulus ).


Tidak berapa lama tuan muda David perlahan membuka matanya membuat Karen memejamkan matanya agar tidak ketahuan kalau dirinya memeluk suaminya.


" Kenapa istriku menangis? Apakah istriku mimpi buruk?" Tanya tuan muda David pelan tapi terdengar jelas oleh Karen.


Tuan muda David menghapus air mata Karen dengan menggunakan ibu jarinya kemudian memeluknya kembali.


" Kenapa dekat dengan istriku, aku ingin merasakan tubuhnya? adik kecilku selalu tegang apalagi tubuh kami tidak menggunakan sehelai benang pun." Ucap tuan muda David pelan.


Tuan muda David tidak bisa menahan hasratnya membuat tuan muda David membuang selimutnya dengan asal. Tuan muda David menaiki tubuh istrinya dan memberikan pemanasan terlebih dahulu membuat Karen membuka matanya.


" Aku ingin merasakan tubuhmu lagi." Bisik tuan muda David.


Tuan muda David memasuki tubuh istrinya membuat mereka saling mendesah hingga satu jam lamanya akhirnya keluar lahar miliknya. Tuan muda David menarik kerisnya dan menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya kemudian memeluk istrinya dan mengecup kening istrinya dengan lembut.


" Terima kasih, tubuhmu membuatku candu." Bisik tuan muda David.


Karen hanya tersenyum dan membalas pelukan suaminya. Setelah dua jam lamanya adik kecil tuan muda David menegang kembali membuat tuan muda David mengulanginya kembali ke istrinya. Dirinya juga tidak mengerti kenapa tubuh istrinya membuat dirinya menjadi candu selalu bergairah.


Setelah puas bermain di tubuh istrinya, tuan muda David yang berada di atas tubuh istrinya menarik kembali keris miliknya dan memindahkan tubuhnya ke samping Karen.


Karen yang sangat lelah memejamkan matanya untuk tidur kembali. Tuan muda David memeluk istrinya dan tidak berapa berapa lama mereka pun tertidur kembali melewatkan jam makan malam. Jam sembilan malam Karen dan tuan muda David sama - sama membuka matanya karena mereka sama - sama lapar.


" Aku sangat lapar, buatkan aku makanan." minta tuan muda David.


" Baik." Jawab Karen singkat.


Karen bangun dengan tubuh polosnya sambil mengambil handuk jumbo untuk menutupi tubuh polosnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Setelah selesai membersihkan dirinya Karen memakai jubah handuk menuju ke arah lemari sedangkan tuan muda David turun dari ranjangnya dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun dan berjalan santai menuju ke arah kamar mandi membuat Karen berhenti sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Tuan muda David yang melihat Karen memejamkan matanya membuat tuan muda David tersenyum betapa menggemaskan istrinya.


" Kenapa matamu di tutup?" tanya tuan muda David


" Bisakah suamiku ke kamar mandi memakai handuk atau selimut? Apakah suamiku tidak malu memperlihatkan tubuh polos suamiku padaku?" Tanya istrinya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" Bukankah kamu sudah melihat tubuh polosku begitu pula aku juga sudah hapal bentuk tubuh polosmu. Jadi buat apa aku mesti malu untuk memperlihatkan tubuh polosku ke istriku." Ucap tuan muda David dengan polos


" Tapi tetap saja aku malu." Ucap Karen dengan wajah memerah


" Kenapa malu, apakah kamu ingin kita melakukan lagi?" Goda tuan muda David.


" Tidak - tidak. Suamiku mandilah sebentar lagi aku akan masak." Ucap Karen mengalihkan pembicaraan.


" Ok." Jawab tuan muda David sambil tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju ke arah kamar mandi.


Karen membuka pintu lemari dan mengambil pakaian tidur berikut ********** kemudian memakainya. Selesai memakai pakaiannya Karen mengambil satu stel pakaian berikut celana boxer milik suaminya kemudian di letakkan di ranjang. Karen keluar dari kamarnya menuju ke arah dapur untuk memasak.


" Selamat malam nyonya." Sapa kepala pelayan.


" Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya kepala pelayan dengan ramah.


" Tidak ada, aku hanya ingin memasak untuk suamiku dan juga untukku karena kami sangat lapar." Ucap Karen sambil membuka kulkas untuk mengambil bahan - bahan yang dibutuhkan.


" Maafkan saya nyonya karena saya tidak berani mengganggu tuan dan nyonya di kamar." Ucap kepala pelayan sambil menundukkan kepalanya sebentar kemudian menatap Karen


" Memangnya kenapa?" Tanya Karen dengan nada bingung.


" Peraturan tuan muda David nyonya jika tuan muda David sedang di kamar tidak boleh mengganggu istirahat tuan muda David walau waktu jam makan sekalipun." Ucap kepala pelayan menjelaskan


" Bagaimana kalau tuan muda David pingsan? Kalau tidak ada yang berani masuk ke kamarnya." Ucap Karen


" Maaf nyonya, sekali lagi saya mohon maaf nyonya terus terang saya juga pernah memikirkan hal itu tapi ketika saya melakukan seperti yang nyonya katakan saya kena marah tuan muda David." Jawab kepala pelayan.

__ADS_1


" Sejak saat itu saya tidak berani melakukan lagi." Sambung kepala pelayan.


" Saya mengerti, nanti aku yang akan mengatakan ke suamiku." Jawab Karen


" Saya mohon nyonya, jangan katakan itu." Mohon kepala pelayan dengan wajah ketakutan.


" Mengatakan apa?" Tanya tuan muda David tiba - tiba datang dan bertanya membuat mereka berdua terkejut.


Karen menatap kepala pelayan dan kepala pelayan menggelengkan kepalanya seakan mengatakan jangan mengatakan ke tuan muda David.


" Tidak ada suamiku." Ucap Karen sambil tersenyum manis


" Kenapa belum memasak?" Tanya tuan muda David sambil menatap tajam ke arah istrinya.


" Maaf secepatnya aku akan memasak." Jawab Karen.


Karen mengambil bahan - bahan yang tadi diambilnya dari kulkas menuju ke meja dapur. Tuan muda David hanya diam dan hanya duduk di kursi makan sambil memandang kepala pelayan dengan tatapan tajam.


" Maaf tuan dan nyonya saya mau kembali ke kamar." Pamit kepala pelayan


" Ok. Terima kasih." Jawab Karen


" Sama - sama nyonya." Jawab kepala pelayan.


Kepala pelayan itupun meninggalkan mereka berdua. Karen mengikat rambutnya sampai ke atas kemudian mulai memasak. Setengah jam kemudian Karen sudah selesai memasak dan menghidangkan dua piring untuk suaminya dan juga dirinya.


" Suamiku, sudah matang makanannya, kita makan yuk?" Ajak Karen sambil duduk di samping suaminya.


Tuan muda David hanya diam dan mulai makan tanpa bicara sedikitpun membuat Karen bingung dengan sikap suaminya yang tiba - tiba berubah menjadi dingin. Setelah setengah jam mereka sudah selesai makan dan Karen berdiri hendak merapikan piring dan gelas kotor untuk di cuci tapi di larang oleh suaminya.


" Tinggalkan saja biar pelayan yang melakukannya." Perintah tuan muda David.


" Baik suamiku." Ucap Karen patuh.

__ADS_1


Tuan muda David langsung berjalan meninggalkan Karen sendirian membuat Karen menatap punggung suaminya dengan tatapan sendu namun baru kakinya akan melangkah ke anak tangga tuan muda David langsung menghentikan langkahnya.


" Sampai kapan kamu ada di situ? Sudah malam tidurlah besok aku harus operasi wajahku dan aku tidak ingin bangun kesiangan." Ucap tuan muda David.


__ADS_2