
Asisten Han tahu kalau dokter Sandra adalah seorang dokter karena itulah asisten Han tidak bertanya sedangkan kalau Karen dirinya sangat terkejut karena itulah dirinya bertanya sedangkan Karen menutup mulutnya karena keceplosan.
" Apakah nyonya Karen dengan dokter Karen adalah orang yang sama?" Tebak asisten Han
Karen menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya.
" Kenapa nyonya tidak jujur mengatakan pada kami terlebih tuan muda David?" Tanya asisten Han
" Aku juga baru tahu ketika aku tersadar dari koma, selama ini aku hilang ingatan." Ucap Karen
" Coba ceritakan semuanya?" Pinta asisten Han
Karen mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan asisten Han dan dokter Sandra hanya diam mendengarkan cerita Karen.
" Begitulah yang terjadi kak." Jawab Karen
" Eh tunggu aku baru ingat orang yang menabrakku adalah orang yang sama dengan calon istri tuan muda David." Ucap Karen baru teringat ketika melihat foto suaminya bersama wanita yang menabraknya.
" Maksud nyonya wanita yang menabrak nyonya waktu itu adalah nona Celine?" Tanya asisten Han dengan nada terkejut.
" Iya benar aku ingat sebelum aku pingsan aku sempat melihat wanita itu turun dari mobil dan menatapku dengan tatapan tajam setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi." Ucap Karen
" Aku akan mengatakan semuanya ke tuan muda David." Ucap asisten Han
" Kak Han, aku mohon rahasiakan ini dengan suamiku." Mohon Karen
" Memangnya kenapa?" Tanya asisten Han
" Karena bisa saja dua hal yang akan terjadi dengan suamiku." Ucap Karen
" Maksud nyonya dua hal yang terjadi dengan tuan muda David apa?" Tanya asisten Han dengan nada bingung.
" Hal yang pertama suamiku akan marah dan dendam pada Celine hal itu bisa merusak jiwanya untuk membalas dendam terhadap Celine dan hal yang ke dua suamiku mengira aku pura-pura menfitnahnya dan hal itu bisa membuat suamiku membenciku padahal kak Han tahu suamiku banyak berubah. Apakah kak Han ingin aku seperti sebelumnya mengalami luka batin?" Tanya Karen sambil menatap asisten Han dengan tatapan sendu.
" Jadi aku mohon jangan katakan pada suamiku." Mohon Karen.
Asisten Han menghembuskan nafasnya dengan perlahan mendengarkan permohonan Karen membuat dirinya di lema.
" Baiklah aku tidak akan mengatakannya tapi dengan satu syarat jika nyonya sudah siap katakanlah pada tuan muda David karena tuan muda David tidak suka dibohongi." Ucap asisten Han
" Baiklah aku akan mengatakan saat yang tepat." Ucap Karen
__ADS_1
" Oh iya dokter Sandra kata tuan muda David dokter bekerja di rumah sakit Pelita Kasih?" Tanya asisten Han
" Iya benar, memangnya kenapa?" Tanya dokter Sandra
" Tuan muda David meminta anda untuk pindah ke rumah sakit Bunda Kasih karena nyonya Karen akan di periksa di rumah sakit milik tuan muda David dan dokternya adalah anda. Apakah dokter bersedia pindah ke rumah sakit Bunda Kasih?" Tanya asisten Han
" Aku bersedia pindah karena aku ingin dekat dengan sahabatku tapi beri aku waktu seminggu untuk menyelesaikan pekerjaanku di rumah sakit Pelita Kasih. Asisten Han pasti mengerti maksud aku." Ucap dokter Sandra.
" Iya aku mengerti." Jawab asisten Han.
" Aku ingin menemui suamiku lebih dulu." Ucap Karen sambil berdiri.
" Kalau begitu aku juga keluar." Jawab dokter Sandra dan asisten Han bersamaan.
Mereka bertiga keluar dari kamar milik tuan muda David. Mereka menuruni anak tangga sampai di lantai satu Karen berjalan ke arah kanan menuju ke ruang kerja milik suaminya sedangkan dokter Sandra dan asisten Han berjalan ke arah kiri menuju ke ruang keluarga
ceklek
Karen membuka pintu ruang kerja suaminya dan melihat suaminya menatap tanaman bunga yang di tanam oleh istrinya dari balik jendela.
grep
" Lagi mikirin siapa sayang?" Tanya Karen sambil memeluk suaminya dan kepalanya bersandar di punggung suaminya.
Karen melepaskan pelukannya dan membalikkan badan suaminya kemudian tersenyum.
" Sayang, apakah kamu memikirkan apa yang dikatakan oleh dokter kalau kita tidak boleh melakukan hubungan suami istri?" Tanya Karen sambil membelai wajah tampan suaminya.
" Dari mana kamu tahu?" Tanya tuan muda David
" Berarti sayangku memikirkan hal itu ya?" Tanya Karen tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
" Iya tentu saja aku memikirkan hal itu, kamu tahu aku pertama kali merasakan betapa nikmatnya melakukan hubungan suami istri tapi haruskah aku puasa selama kamu melahirkan." Ucap tuan muda David
" Setelah melahirkan kita puasa hampir dua bulan tidak melakukan hubungan suami istri." Ucap Karen
" What?? selama itu??" Ucap tuan muda David dengan nada terkejut sambil memegangi adik kecilnya.
" Kasihan kamu dek tidak dapat jatah selama sembilan bulan." Ucap tuan muda David berbicara dengan adik kecilnya dengan wajah di tekuk.
" Pffftttt... Hahahaha..." Tawa Karen pecah mendengar ucapan suaminya yang vulgar mirip anak kecil yang tidak diberi permen lolipop.
__ADS_1
" Tidak lucu tahu." Ucap tuan muda David sambil berjalan melewati Karen.
grep
Karen memeluk kembali suaminya dari arah belakang dan menyadar kepalanya di punggung suaminya yang sangat dicintainya.
" Maaf sayang, habis sayangku lucu banget makanya aku tertawa." Ucap Karen sambil menggigit bibirnya agar berhenti tertawa.
Tuan muda David hanya diam sambil menikmati pelukan istrinya.
" Sayang, jika sayangku ingin melakukan hubungan suami istri kita bisa melakukan itu sekarang." Ucap Karen
Tuan muda David melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badannya menatap wajah cantik istrinya.
" Aku tidak mau melakukan hubungan suami istri denganmu." Ucap tuan muda David
" Kenapa?" Tanya Karen dengan wajah memerah menahan air matanya.
ctak
" Aduh." Ucap Karen sambil mengusap keningnya yang di sentil oleh suaminya.
" Tentu saja aku tidak mau karena kamu dan anak kita adalah orang yang sangat kucintai dan aku tidak sanggup jika aku kehilangan kalian berdua. Kalau aku ingin melakukan itu sama saja aku egois hanya memikirkan diriku sendiri." Ucap tuan muda David sambil mengusap kening istrinya kemudian meniupnya.
" Jika kita tidak melakukan hubungan suami istri lalu bagaimana dengan suamiku?Apakah suamiku akan mencari wanita lain?" Tanya Karen
ctak
" Aish... sakit tahu." Omel Karen sambil mengusap keningnya
" Maaf habis istriku bilang seperti itu kesannya kalau aku itu pria brengsek." Ucap tuan muda David sambil mengusap kembali kening istrinya dan meniupnya.
" Lalu apa yang suamiku lakukan?" Tanya Karen penasaran
" Aku akan beli sabun yang banyak." Ucap tuan muda David
Karen yang mengerti maksud suaminya sangat terharu dengan ucapan suaminya kemudian memeluk suaminya.
" Terima kasih sayang, sayangku sangat tulus mencintaiku." Ucap Karen
" Aku juga terima kasih karena kehadiranmu sangat berarti buatku." Jawab tuan muda David
__ADS_1
" Sayang, apa yang dikatakan dokter itu tidak benar." Ucap Karen
"