
Karen mendengar semua ucapan Celline dengan dokter Rizky membuat Karen menangis karena gagal menyelamatkan nyawa pasien.
" Seandainya aku datang lebih awal lagi." Ucap Karen dengan nada lirih sambil menekan tombol lantai dasar.
" Tapi aku tidak tega melihat pria itu terluka. Apakah yang aku lakukan salah?" Tanya Karen sambil menghapus air matanya dengan kasar
Ting
Pintu lift terbuka Karen keluar dan melanjutkan langkahnya dengan gontai. Karen menunggu angkutan umum karena mobilnya sudah dijual oleh ayah tirinya. Setelah angkutan umum datang Karen naik hingga di jalan yang sepi Karen turun karena angkotnya tidak melewati rumahnya.
Tanpa sepengetahuan Karen sebuah mobil mengikuti Karen dari rumah sakit hingga Karen turun dari angkutan umum dan berjalan kaki. Mobil itupun langsung melaju dengan kencang tinggi ke arah Karen dan Karen yang tersadar dari lamunannya berusaha untuk menghindar.
brak
akhhhhhhhh
bruk
Karen berusaha menghindar namun karena mobil itu melaju dengan sangat kencang membuat Karen terjatuh dan kepalanya terbentur batu hingga kepalanya mengeluarkan darah segar.
" Celline.." Ucap Karen dengan nada lirih sambil melihat Celline yang sedang menatap dirinya dengan penuh kebencian setelah itu dirinya tidak sadarkan diri.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Setelah aku sadar aku berada di rumah dan kata ayahku aku ditemukan oleh tetanggaku yang kebetulan lewat dan kata ayahku aku sempat koma tiga hari." Ucap Karen.
" Kenapa kamu tidak di bawa ke dokter?" Tanya dokter Sandra
" Kamu tahu ayahku suka berjudi sejak istrinya sekaligus ibu tiriku pergi meninggalkannya karena itulah hutangnya sangat banyak sehingga tidak bisa panggil dokter dan beruntung tetanggaku seorang tabib keturunan orang Chinese jadi aku diobati dengan menggunakan pengobatan tradisional." Ucap Karen menjelaskan.
" Terus masalah hilang ingatan?" Tanya dokter Sandra
" Ketika aku tersadar dari koma aku hanya ingat aku kuliah sambil bekerja sebagai sekretaris sedangkan kita terpisah karena kamu melanjutkan kuliah ke luar negeri. Empat hari kemudian aku dijual oleh ayah tiriku." Ucap Karen.
" Berarti kamu mengalami hilang ingatan." Ucap dokter Sandra
" Ya benar aku mengalami hilang ingatan." Ucap Karen
" Terus sejak kapan ingatanmu kembali?" Tanya dokter Sandra
" Baru hari ini." Ucap Karen
" Kenapa bisa?" Tanya dokter Sandra
" Waktu itu aku membantu seorang nenek menyebrang jalan dan tiba-tiba ada truk melaju kencang. Aku mendorong nenek itu tapi aku yang tertabrak truk itu, setengah sadar aku melihat suamiku menggendongku dan dalam perjalanan ke rumah sakit aku tidak ingat apa-apa lagi. Kata suamiku aku mengalami koma selama dua bulan dan baru tersadar sekarang." Ucap Karen menjelaskan.
__ADS_1
Dokter Sandra menganggukkan kepalanya tanda mengerti kenapa sahabatnya tidak ada kabar beritanya.
" Sandra, aku mohon padamu untuk berjanji jangan bilang sama suamiku atau siapapun kalau aku seorang dokter." Mohon Karen
" Memangnya kenapa?" Tanya dokter Sandra dengan nada bingung.
" Karena aku masih merasakan sangat bersalah gara - gara aku kakeknya dokter Rizky meninggal dan aku tidak pantas menjadi seorang dokter." Ucap Karen sambil menutup wajahnya dan tidak berapa lama air matanya keluar.
" Ssttt sudah, itu bukan salahmu. Mati dan hidup seseorang sudah di atur sama yang Di Atas jadi itu bukan salahmu." Ucap dokter Sandra
" Aku tahu, tetapi rasa bersalah itu terus-terusan menggangguku. Kamu maukan tidak mengatakan ke suamiku ataupun ke orang lain?" Tanya Karen sambil menghapus air matanya.
" Tapi jika suamimu bertanya bagaimana?" Tanya dokter Sandra
" Bilang saja kita dulu bersahabat waktu sekolah dan tidak sengaja bertemu di rumah sakit." Ucap Karen sambil menatap wajah sahabatnya dengan tatapan memohon.
Dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap sahabat lamanya.
" Baiklah aku berjanji." Ucap dokter Sandra.
" Terima kasih kamu memang sahabatku." Ucap Karen sambil memeluk sahabatnya.
" Sesama sahabat harus saling membantu bukan." Ucap dokter Sandra sambil membalas pelukan sahabatnya.
Tidak berapa lama merekapun melepaskan pelukannya.
" Tidak, oh ya kata suamiku aku hamil nanti kamu yang periksa kehamilanku ya?" Pinta Karen
" Apa kamu hamil? Aduh senang banget sahabatku hamil semoga kalian hidup bahagia karena kamu orang baik." Ucap dokter Sandra dengan tulus sambil memeluk sahabatnya kembali.
" Terima kasih." Jawab Karen sambil membalas pelukan sahabatnya.
" Kamu memberi kabar yang sangat mengejutkan pertama sudah lama tidak ada kabarnya ke dua setelah kasih kabar kamu menikah dan yang ke tiga kamu hamil, yang ke empat apa?" Tanya dokter Sandra
" Yang ke empat kami sudah menemukan pengganti kekasihmu?" Tanya Karen
Dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Belum, aku masih trauma untuk mengenal cowok, kamu tahu bukan satu hari sebelum kami menikah dia selingkuh dengan ibu tiriku sungguh sangat menjijikkan jika mengingat hal itu." Ucap dokter Sandra
" Sudahlah lupakan pria breng**k itu masih ada pria yang lebih baik dari dia." Ucap Karen sambil menepuk bahu sahabatnya.
" Iya benar lupakan pria breng**k itu." Ucap dokter Sandra.
" Oh ya sekarang kamu tinggal di mana? Apakah masih di apartemen yang dulu?" Tanya Karen.
__ADS_1
Karen hanya ingat terakhir sahabatnya pindah dari rumah sejak pernikahannya batal dan tinggal di apartemen.
" Iya benar aku tinggal di apartemen." Ucap dokter Sandra.
Tiba - tiba ponsel dokter berdering dan dokter Sandra langsung membuka tasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Rumah sakit telepon." Ucap dokter Sandra
" Angkatlah siapa tahu penting." Ucap Karen
" Ok." Jawab dokter Sandra.
Dokter Sandra menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo." Panggil dokter Sandra
" Maaf dokter, ada pasien yang mau melahirkan dan pasien ingin kalau dokter Sandra yang membantu persalinan normalnya." Ucap seorang perawat.
" Baik aku akan datang." Ucap dokter Sandra
" Baik, terima kasih dok." Jawab perawat tersebut.
" Ok, bye." Jawab dokter Sandra
" Bye." Jawab perawat
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan dokter Sandra menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas.
" Karen maaf aku ke rumah sakit dulu, aku tunggu kedatanganmu di rumah sakit." Ucap dokter Sandra
" Ok." Jawab Karen singkat
Dokter Sandra pun berjalan meninggalkan ruang perawatan menuju ke arah parkiran mobil
Lima menit kemudian pintu ruang perawatan VVIP terbuka Karen melihat suaminya berjalan mendekati dirinya sambil membawakan buket bunga mawar.
cup
" Maaf sayang, tadi di kantor ada masalah jadi aku agak lama." Ucap tuan muda David sambil mengecup bibir istrinya.
" Tidak apa-apa sayang." Ucap Karen sambil tersenyum
" Oh ya sayang, aku membawa bunga untukmu dan semoga kamu suka dengan bunga ini." ucap tuan muda David sambil memberikan buket bunga ke arah istrinya.
__ADS_1
" Terima kasih sayang tentu saja aku suka." Jawab Karen sambil menerima buket mawar kemudian mencium harum bunga mawar tersebut.