
" Celline sangat yakin jika David masih mencintaiku, tiga hari lagi Celine pergi ke perusahaan William Cooperation." Sambung Celline.
" Kenapa tidak besok saja?" Tanya ibunya Celline.
" Besok aku mau ke salon kecantikan agar wajahku fresh dan bertambah cantik jika bertemu dengan kekasihku." ucap Celline dengan penuh percaya diri.
" Tunggu kak, maksud kakak tuan muda David?" Tanya Veni dengan nada terkejut.
" Dari mana kamu tahu?" Tanya Celline dengan nada terkejut.
" Aku bekerja sebagai bodyguardnya istri tuan muda David." Ucap Veni
" Apa??? Kenapa tante tidak tahu?" Tanya Ibunya Celline
" Sejak kapan kamu bekerja?" Tanya Celline
Mereka bicara secara bersamaan hanya ucapan mereka berbeda.
( " Huh tante mana perduli aku kerja sama siapa karena di pikiran tante setiap aku gajian selalu meminta uangku." Ucap Veni dalam hati sambil menahan kesal ).
" Kenapa diam hah!!" Bentak mereka berdua
" Maaf tante, bukan kah tante tidak pernah bertanya aku kerja dimana?" Tanya Veni sambil menatap ke arah ibunya Celline.
" Kalau aku mulai bekerja sebagai bodyguard sejak istri tuan muda David hamil. Tuan muda David tidak ingin istrinya terluka atau disakiti oleh orang lain karena itulah memperkerjakan bodyguard." Ucap Veni sambil menahan amarahnya.
" Aku tidak percaya kalau David cepat berpaling dariku. Aku sangat yakin jika aku datang pasti tuan David mencintaiku lagi dan meninggalkan istrinya." Ucap Celline penuh percaya diri.
( " Huh... ada saingan lagi, tapi sudahlah setidak-tidaknya kakak sepupuku bisa menyingkirkan istri tuan muda David jika sudah tersingkir giliran aku yang akan menyingkirkan kak Celline" Ucap Veni dalam hati ).
" Lebih baik kakak cepat bertindak karena aku melihat tuan muda David dan istrinya sangat romantis." Ucap Veni berusaha memprovokasi kakak sepupunya.
" Apa!!! Tidak mungkin!!" Pekik Celline tidak percaya
" Kenapa kakak tidak percaya padaku?" Tanya Veni polos
" Karena dulu ketika kami pacaran sikapnya sangat dingin pada kakak dan tidak pernah sedikitpun romantis dengan kakak." Ucap Celline mengaku
" Kenapa kakak bertahan?" Tanya Veni penasaran
" Tentu saja karena uangnya, dasar bodoh." Ucap Celline dengan nada ketus
( " Huh... lihat saja kalau ada kesempatan aku akan merebutnya." Ucap Veni dalam hati ).
Veni sangat kesal dengan ucapan Celline tapi Veni berusaha tersenyum agar kakak sepupunya dan tantenya tidak curiga.
__ADS_1
" Kalau karena uang kenapa kakak memutuskannya?" Tanya Veni penasaran.
" Karena dia cacat dan lumpuh makanya aku tinggalin dan aku menikah dengan musuh David." Ucap Celline.
Veni hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Veni kamu pergilah aku lagi malas bicara denganmu." Usir Celline.
" Ok." Jawab Veni sambil tersenyum sambil menahan amarahnya.
Veni membalikkan badannya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Ibu, kenapa sih Veni tinggal di sini?" Protes Celline
" Aduh Celline, semenjak kamu menikah kamu hanya mengirimkan uang hanya beberapa kali setelah itu kamu tidak mengirimkan ibu uang lagi terus Veni datang katanya bos pusat menyuruhnya untuk dipindahkan di pusat. Ya sudah ibu biarkan tinggal di sini kan lumayan ibu dapat duit darinya." Ucap ibunya Celline
" Berarti ibu meminta Veni uang makanya mengijinkan Veni tinggal di sini?" Tanya ulang Celline
" Tentu donk masa tidak, rugi banget kalau dia numpang makan dan minum." Ucap ibunya Celline.
" Tapi aku melihat Veni licik bu." Ucap Celline
" Tenang saja kita berdua lebih licik dari Veni, kamu jangan pikirkan itu yang penting sekarang kamu istirahat terus besok ke salon. Oh iya ibu tidak ada duit kamu ada duit tidak?" Tanya Ibunya Celline
" Ada sih bu." Ucap Celline sambil mengeluarkan dompet dan memberikan dua puluh lembar warna merah ke ibunya Celline.
" Iya aku tahu, nanti kalau aku sudah pacaran dengan David lagi ibu akan kuberikan uang yang sangat banyak dan bisa belanja di mall seperti dulu lagi." Ucap Celline
" Ya baiklah." Jawab ibunya Celline
cup
" Kalau begitu Celline istirahat dulu." Ucap Celline
" Ok, selamat beristirahat." Jawab ibunya Celline
Celline hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan keluar dari kamar ibunya untuk beristirahat di kamarnya. Veni yang sengaja mencuri dengar pembicaraan mereka hanya mengepalkan ke dua tangannya dan ketika Celline pergi diapun buru-buru bersembunyi.
( " Awas saja kalian berdua, tunggu saja pembalasanku." ucap Veni dalam hati ).
Setelah Celline sudah menjauh Veni melanjutkan langkahnya menuju ke arah kamarnya. Veni berbaring sambil mengingat masa lalunya.
Masa Lalu Veni
Veni bekerja sebagai staf keuangan di perusahaan cabang milik tuan muda David. Sebelum kejadian kecelakaan, setiap dua bulan sekali tuan muda David datang ke kantor cabang untuk mengecek keadaan kantor cabangnya.
__ADS_1
" Hari ini ceo perusahaan ini milik tuan muda David akan datang."ucap salah satu karyawati.
" Iya benar, makanya aku tampil cantik agar tuan muda David melirik aku." Ucap temannya.
" Aduh sayang, hari ini aku di suruh menemani wakil manager keuangan untuk pergi ke bank." Keluh Veni
" Yang sabar ya Ven." Ucap temannya
" Aku kesal tahu, sudah menunggu dua bulan eh di suruh pergi, kesel.... kesel.." ucap Veni dengan wajah di tekuk.
" Ya bagaimana lagi kita orang pekerja harus nurut sama bos kita." Ucap temannya.
" Iya sih tapi kan kesempatan untuk mendekati tuan muda David jadi gagal deh." Ucap Veni dengan wajah yang muram.
" Yang biasa menemani wakil manager keuangan hari ini sakit ya makanya wakil manager keuangan nyuruh kamu?" tanya teman lainnya
" Iya sebel aku sama dia, awas saja kalau sudah sembuh dan masuk kerja aku bikin rempeyek." ucap Veni dengan nada kesal.
" Memangnya makanan." Ledek teman-temannya.
Semuanya tertawa kecuali Veni karena dirinya sangat kesal dengan temannya yang tidak masuk kerja karena sakit.
" Veni, ayo cepat berangkat." Perintah wakil manager keuangan yang tiba-tiba datang.
" Baik tuan." Jawab Veni
Veni membalikkan badannya dan berjalan ke arah wakil manager keuangan yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Mereka pun berangkat menuju ke bank setelah urusan bank selesai mereka kembali lagi ke perusahaan namun dalam perjalanan yang agak sepi mobil yang ditumpangi Veni di cegat oleh enam pria yang menggunakan senjata tajam.
" Veni, kamu di dalam mobil saja biar aku dan sopir melawan mereka." Ucap wakil manager keuangan sambil turun dari mobil dan diikuti oleh sopir.
Sopir yang merangkap bodyguard melawan ke enam pria dan di bantu oleh wakil manager keuangan yang bisa bela diri.
" Ck.. kelamaan nanti keburu tuan muda David pulang lagi." Ucap Veni sambil turun dari mobil.
Suasana hatinya yang sedang buruk membuat Veni melampiaskan kemarahannya ke para penjahat.
bugh
duak
akhhhhh
bruk
Veni memukul dan menendang adik kecil dengan sangat kencang milik salah satu penjahat tersebut hingga ambruk sambil memegangi adik kecilnya.
__ADS_1
" Dasar wanita gila." Umpat penjahat itu