
" Baik." Jawab Karen singkat.
Karen berjalan mengikuti langkah suaminya dari arah belakang.
ceklek
Tuan muda David membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk menyikat gigi dan membasuh wajahnya setelah selesai tuan muda David keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di ranjang tanpa memperdulikan keberadaan Karen.
Setelah suaminya keluar dari kamar mandi Karen berjalan ke arah mandi untuk menyikat gigi kemudian membasuh wajahnya.
ceklek
Karen keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sudah tertidur dengan pulas. Karen yang tidak bisa tidur berjalan ke arah balkon kemudian membuka pintu balkon dan menutupnya agar angin malam dari luar tidak masuk ke dalam kamar mereka.
Karen duduk di sofa yang berada di balkon dan menatap langit-langit dan melihat bintang-bintang bertaburan dan bulan purnama membuat Karen betah melihatnya.
" Seandainya aku jadi salah satu bintang alangkah senangnya hatiku bisa menerangi bumi." Ucap Karen sambil tersenyum tapi wajahnya tersirat akan kesedihan.
" Aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga besok pagi operasi wajah berhasil dan jika seandainya suamiku tidak membutuhkan aku lagi karena sudah menemukan penggantiku di saat itulah aku pergi dari kehidupan suamiku." Sambung Karen
" Kesedihan Karen yang melihat sikap dingin suaminya yang tiba - tiba membuat dirinya terluka.
tes
tes
tes
Air mata Karen tidak berhenti menetes agar rasa sesak di hatinya merasa lega. Karena lelah Karen merebahkan tubuhnya dan tertidur di sofa balkon tanpa memperdulikan rasa dingin yang menyiksa tubuhnya karena hatinya sangat terluka.
Tuan muda David yang sudah tertidur pulas tiba - tiba tangan kanannya mengarah ke sebelah ranjang di mana Karen biasanya berbaring di sampingnya tapi tuan muda David tidak merasakan tubuh Karen membuat tuan muda David mencari Karen dengan cara meraba - raba ranjangnya tapi tetap tidak ada membuat tuan muda David terpaksa membuka matanya.
" Kemana istriku?" Tanya tuan muda David
" Karen." Panggil tuan muda David
hening
hening
__ADS_1
" Apakah istriku sedang minum?" Tanya tuan muda David pada dirinya sendiri.
" Kebetulan aku juga haus, aku akan turun ke bawah." Ucap tuan muda David
Tuan muda David menuruni anak tangga ke lantai satu sambil membawa gelas kosong. Sampai di lantai satu tuan muda David mengambil air minum di kulkas karena dirinya ingin meminum air dingin.
" Karen juga tidak ada, kemana istriku pergi?" Tanya tuan muda David pelan
Tuan muda David naik kembali ke kamarnya dan melihat Karen tidak ada. Tuan muda David hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Karen." Panggil tuan muda David
hening
hening
" Kemana istriku? sudahlah lebih baik aku tidur saja." Ucap tuan muda David sambil berbaring di ranjang.
Tuan muda David memejamkan matanya tapi dirinya tidak bisa tidur tanpa memeluk istrinya membuat tuan muda David membuka matanya kembali dan duduk di ranjangnya.
" Kemana dia? Coba aku lihat di balkon? tapi apa mungkin di balkon? tapi coba sajalah." Ucap tuan muda David penasaran.
" Perasaan sudah aku kunci tapi kenapa sekarang tidak terkunci?" Tanya tuan muda David dengan nada bingung.
Tuan muda David masuk ke dalam balkon dan melihat Karen sedang tertidur sambil memeluk tubuhnya dan melihat mata istrinya sembab.
" Kenapa istriku menangis lagi? Sudahlah aku gendong saja nanti sakit." Ucap tuan muda David.
Tuan muda David menggendong tubuh Karen yang sudah dingin karena cuaca malam yang lumayan dingin menuju ke ranjang mereka dan dengan hati - hati tuan muda David menurunkan tubuh Karen ke ranjang dengan selimut tebal kemudian tuan muda David membalikkan badannya dan berjalan ke arah balkon untuk menutup pintu balkon dan menguncinya.
Tuan muda David berjalan ke arah ranjang dan masuk ke dalam selimut bertepatan Karen memeluk tubuh tuan muda David dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Tuan muda David membalas pelukan Karen dan tidak berapa lama tuan muda David menyusul Karen ke dalam mimpi indah mereka.
Malam berganti pagi, Karen perlahan membuka matanya dan melihat dirinya sudah berada di ranjang. Karen sangat terkejut karena dirinya memeluk suaminya dengan kepala bersandar di dada bidang suaminya. Karen berusaha mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya.
" Perasaan semalam aku tertidur di sofa balkon tapi kenapa sekarang pindah ke ranjang? Apa suamiku yang memindahkan aku? Pasti suamiku yang memindahkan aku memangnya siapa lagi?" Ucap Karen
Karen berusaha melepaskan tangan tuan muda David kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.
ceklek
__ADS_1
Karen membuka pintu kamar mandi dan mandi dengan menggunakan shower lima belas menit kemudian Karen sudah selesai mandi.
ceklek
Karen membuka pintu kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi sebagian dua gunung kembarnya dan menutupi sebagian paha putihnya yang sangat mulus kemudian berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil pakaiannya.
Karen dengan santai membuka lilitan handuknya dan menaruhnya di meja dekat ranjang
bruk
" Akhhhhh." Teriak Karen
Tuan muda David menarik tangan istrinya hingga jatuh menimpa tubuh suaminya dan sama - sama dalam kondisi polos tanpa sehelai benangpun.
" Suamiku." Panggil Karen terkejut
" Pagi - pagi sudah menggodaku? hmmm..." Bisik suaminya sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
Tuan muda David membalikkan badannya dan kini Karen berada di bawah tubuh tuan muda David. Tuan muda David memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup tuan muda David menyatukan miliknya ke tubuh Karen.
" Honey... ahhh." Desah Karen
******* Karen membuat tuan muda David bersemangat menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga tidak berapa lama keluarlah lahar milik tuan muda David. Tuan muda David menarik kerisnya dan berpindah ke arah samping kemudian memeluk istrinya.
" Suamiku sejak kapan melepaskan pakaian?" Tanya Karen sambil membalas pelukan suaminya.
" Sejak kamu bangun dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa membawa pakaian dan aku langsung membuka seluruh pakaianku hingga polos tanpa sehelai benangpun." Ucap tuan muda David dengan kalimat vulgarnya.
" Suamiku kenapa mesum?" Tanya Karen sambil kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.
" Mesum hanya sama istri sendiri tidak apa-apa bukan?" Tanya tuan muda David
" Tidak apa - apa." Jawab Karen dengan wajah masih merah merona.
" Semalam kenapa tidur di balkon? dan kenapa kamu menangis?" Tanya tuan muda David penasaran.
" Semalam aku sangat asyik menatap bulan dan bintang - bintang sambil duduk di sofa balkon. Karena aku mengantuk aku tertidur di sofa balkon. Aku tidak menangis itu karena aku kelilipan debu." Ucap Karen berbohong.
" Benarkah? Tapi dari tatapan matamu kamu berbohong." Ucap tuan muda David sambil menaikkan salah satu alis matanya.
__ADS_1
" Oh iya bukankah hari ini suamiku operasi wajah? Kita harus bersiap - siap berangkat ke rumah sakit." Ucap Karen mengalihkan pembicaraan dan tidak menjawab pertanyaan tuan muda David.