
" Ok." Jawab dokter Sandra sambil menerima kemeja tersebut.
Asisten Han tersenyum kemudian mengambil pakaian santai untuk dipakai dirinya.
" Kak Han kenapa memakai bajunya di depanku." Protes dokter Sandra sambil memejamkan ke dua matanya.
" Memangnya kenapa? Bukankah sayangku sudah melihat tubuh polosku?" Goda asisten Han
" Kak Han mesum." Ucap dokter Sandra tanpa menjawab ucapan asisten Han yang senang menggoda dirinya.
" Pffftttt hahahaha.." Tawa lepas asisten Han
Dokter Sandra hanya menekuk wajahnya dengan kesal membuat asisten Han mengacak rambut dokter Sandra.
" Sayang, kan aku sudah bilang panggil aku dengan sebutan sayang." Ucap asisten Han
" Maaf aku lupa." Ucap dokter Sandra.
cup
" Ya sudah, aku masak dulu." Ucap asisten Han sambil mengecup kening dokter Sandra.
" Seharusnya aku yang masak." Jawab dokter Sandra
" Tidak apa-apa punyamu masih sakit nanti saja kalau sudah tidak sakit lagi." Ucap asisten Han sambil tersenyum kemudian membalikkan badannya meninggalkan dokter Sandra sendirian di kamarnya.
" Mudah-mudahan kak Han benar-benar tulus mencintaiku." Ucap dokter Sandra
Dokter Sandra membuka jubahnya kemudian memakai kemeja kesayangan asisten Han.
" Tidak enak kalau tidak pakai dalaman." Ucap dokter Sandra
Dokter Sandra mengambil tasnya kemudian membukanya untuk mengambil ponselnya.
" Ponselku sudah lowbat, coba aku cari di laci kak Han." Ucap dokter Sandra
Dokter Sandra berusaha berdiri karena bagian privasinya masih terasa perih.
" Ck. tenaga kak Han benar-benar kuat punyaku sampai perih." Ucap dokter Sandra
Dokter Sandra membuka laci dan melihat ada dua lembar foto dan matanya membulat sempurna melihat foto tersebut.
" Kenapa fotoku ada di sini?" Tanya dokter Sandra sambil memegang foto dirinya yang sedang memakai pakaian dokter dan satunya lagi ketika dirinya memakai pakaian operasi.
" Apa waktu itu kak Han diam-diam mengambil fotoku ya? Tapi kenapa waktu itu aku sapa cuek banget?" Tanya dokter Sandra
" Sudahlah nanti aku tanyakan saja yang penting aku mau mencari charger ponsel dulu." Ucap dokter Sandra.
Dokter Sandra membuka laci ke dua dan melihat charger ponsel dan dokter Sandra mengambilnya untuk mencharge ponselnya.
__ADS_1
" Kok masih delapan puluh persen kenapa ponselku mati? Apa ponselku sudah mulai rusak ya?" Tanya dokter Sandra sambil berfikir.
ceklek
Asisten Han membuka pintu dan melihat dokter Sandra sedang melamun sambil memegangi ponselnya. Asisten Han meletakkan nampan tersebut di atas meja dekat ranjang kemudian berjalan ke arah dokter Sandra.
grep
" Siapa yang telephone yank?" Tanya asisten Han sambil memeluk dokter Sandra dengan nada cemburu.
" Aduh sayang, bikin aku kaget." Ucap dokter Sandra sambil mengelus dadanya.
Asisten Han mengambil ponsel milik dokter Sandra untuk melihat siapa yang menghubungi orang yang dicintainya tapi tidak ada satupun panggilan masuk.
cup
" Sayang, mikirin apa?" Tanya asisten Han sambil mengecup leher dokter Sandra
" Tidak ada hanya saja kok aku bingung kenapa masih delapan puluh persen ponselku mati ya?" Tanya dokter Sandra sambil berfikir.
Dokter Sandra tidak memperdulikan asisten Han mengecek ponselnya karena dirinya tidak mau menyembunyikan sesuatu karena bagi dirinya kejujuran adalah kunci dari suatu hubungan.
" Jika aku mengatakan sesuatu apakah kamu marah?" Tanya asisten Han
" Tidak kenapa aku mesti marah?" Tanya dokter Sandra dengan nada bingung sambil melepaskan ke dua tangan asisten Han yang sedang memeluk dirinya.
" Kemarin ponselmu berdering awalnya aku diamkan tapi ponsel milikmu tidak berhenti berdering hingga akhirnya aku angkat. Ketika aku hallo seseorang langsung mematikan sambungan komunikasi kemudian berdering kembali aku hallo lagi sama seperti tadi orang itu mematikan sambungan komunikasi." Ucap asisten Han
" Ke tiga kalinya berbunyi aku diam dan orang itu menghinamu dan aku memaki orang itu lalu aku langsung matikan ponselmu. Karena aku masih kesal ponselmu aku buat off agar orang itu tidak menghubungi dirimu lagi." Ucap asisten Han menjelaskan
" Karena itu ponselku mati." Ucap dokter Sandra
" Iya benar, apakah kamu marah?" Tanya asisten Han.
grep
" Tidak, buat apa aku marah." Ucap dokter Sandra memeluk asisten Han
cup
" Terima kasih karena tadi aku pikir kamu marah padaku." Ucap asisten Han sambil membalas pelukan dokter Sandra dan mengecup keningnya.
" Tadi aku pikir ponselku rusak ternyata tidak." Jawab dokter Sandra.
" Kamu tidak memakai dalaman?" Goda asisten Han sambil tangannya masuk ke dalam ke meja dokter Sandra
" Tidak, ahhhh... bagaimana aku memakainya semua pakaianku basah." Ucap dokter Sandra sambil mendesah.
" Lagi ya? setelah itu kita makan." Pinta asisten Han dengan suara berat
__ADS_1
Dokter Sandra hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Merekapun melakukan kegiatan suami istri di pagi hari hingga setengah jam kemudian lahar milik asisten Han keluar barulah mereka berhenti melakukan kegiatan suami istri.
cup
" Terima kasih sayang." Bisik asisten Han sambil memeluk dokter Sandra
Dokter Sandra hanya menganggukkan kepalanya sambil kepalanya bersandar di dada bidang asisten Han.
" Sayang, mandi lagi yuk? badanku lengket." Ucap asisten Han
" Gendong." Ucap dokter Sandra manja.
Asisten Han tersenyum dan menggendong dokter Sandra ala bridal style. Singkat cerita kini mereka sudah selesai mandi dan asisten Han memakai pakaian santai sedangkan dokter Sandra hanya memakai kemeja milik asisten Han.
" Aku suapi ya" Ucap asisten Han sambil menyendok makanan dan menyuapi dokter Sandra.
" Aku makan sendiri." Ucap dokter Sandra
" Tidak ada penolakan." Ucap asisten Han
Dokter Sandra membuka mulutnya dan asisten Han menyuapi dokter Sandra di suapan ke dua dokter Sandra menahan tangan asisten Han.
" Sayangku juga makan." Ucap dokter Sandra sambil menggenggam tangan asisten Han kemudian mengarahkan ke mulut asisten Han.
Asisten Han membuka mulutnya dan mereka saling menyuapi hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Tidak berapa lama terdengar suara bel apartemen.
cup
" Aku ke bawah dulu ya." Pamit asisten Han sambil mengecup bibir dokter Sandra
" Ok." Jawab dokter Sandra
Asisten Han berdiri dan berjalan keluar kamarnya meninggalkan dokter Sandra sendirian.
" Baru kali ini aku diperlakukan seperti ini semoga perlakuan kak Han tidak berubah. Aku semakin mencintaimu sayang... sangat... sangat... dan sangat mencintai dirimu." Ucap dokter Sandra
" Kehadiran dirimu sangat berarti buatku, kesedihanku berangsur-angsur menghilang. Aku bersyukur bisa bertemu denganmu." Sambung dokter Sandra.
Tidak terasa air matanya keluar hatinya sangat terharu dan bahagia karena asisten Han sangat perhatian pada dirinya.
ceklek
Pintu terbuka asisten Han membuka pintu dan melihat dokter Sandra menangis membuat dirinya berjalan dengan cepat dan duduk di samping ranjang.
" Ada apa? Siapa yang menyakiti dirimu?" Tanya asisten Han sambil menghapus air mata dokter Sandra dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
grep
" Aku menangis karena bahagia bertemu dengan orang sebaik dirimu." Ucap dokter Sandra sambil memeluk asisten Han
__ADS_1