Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Tuan Muda David Menangis


__ADS_3

Tanpa sadar tuan muda David menangis dan mendekati wajah Karen yang masih setia memejamkan matanya.


cup


" Bangunlah sayang aku mohon padamu beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki kesalahanku." Ucap tuan muda David kemudian mengecup bibir istrinya yang sudah dingin.


Tuan muda David menangis hingga mengenai wajah istrinya dan tidak berapa lama suara nyaring detak jantung mulai hilang dan berdetak kembali membuat tuan muda David tersenyum bahagia.


" Maaf tuan, silahkan tuan menunggu di luar." Ucap perawat


Tuan muda David akhirnya keluar dan duduk di sebelah asisten Han dengan mata sembab. Sungguh dirinya sangat takut jika istrinya pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya sedangkan asisten Han hanya diam tanpa bicara.


Setengah jam menunggu akhirnya pintu ruangan ICU terbuka dan tuan muda David langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut.


" Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya tuan muda David dengan nada kuatir.


" Kondisinya sudah tidak mengkuatirkan lagi, tuan sering-seringlah mengajak istri tuan untuk mengobrol agar cepat sadar." Ucap dokter tersebut.


" Boleh saya menemui istriku dok?" Tanya tuan muda David.


" Silahkan tuan." Jawab dokter tersebut.


Tuan David langsung berjalan ke arah ruang ICU dan masuk ke dalam. Tuan muda David duduk di kursi samping ranjang istrinya.


" Sayang cepatlah sadar, aku tidak sabar ingin melihat senyumanmu, tawamu dan semua yang ada padamu apalagi aku tidak sabar untuk melihat anak kita." Ucap tuan muda David sambil membelai perut istrinya yang masih rata.


Karena lelah tuan muda David tertidur dengan posisi duduk, kepalanya bersandar di ranjang dengan ke dua tangannya dan tangan Karen yang tidak memakai infus sebagai bantalan kepalanya. Tuan muda David bermimpi bertemu dengan istrinya yang sedang menatap bunga.


" Istriku." Panggil tuan muda David


Karen memiringkan tubuhnya dan melihat suaminya sambil tersenyum dan menatap wajah tampan suaminya.


" Suamiku..." Jawab Karen sambil tersenyum manis.


" Sayang, aku sangat merindukanmu." Ucap tuan muda David sambil mendekati istrinya dan memeluknya.


" Suamiku, jaga dirimu baik-baik jika kamu sudah menemukan penggantiku menikahlah dengannya." Ucap Karen sambil membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


" Aku sangat mencintaimu, aku mohon jangan tinggalkan aku." Mohon tuan muda David sambil memeluk istrinya dengan erat.


" Suamiku sangat mencintaiku? benarkah?" Tanya Karen tidak percaya.


" Iya sayang, aku sangat mencintaimu sekarang berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkan aku." ucap tuan muda David.


" Tapi maaf suamiku, aku ingin pergi dan lihat di sana ada orang tuaku aku ingin ikut ibuku." Ucap Karen sambil melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh suaminya kemudian menunjuk ibunya yang sedang melambaikan tangannya.


" Tidak, aku tidak akan mengijinkan dirimu jika kamu akan pergi dariku." Ucap tuan muda David sambil memeluk istrinya kembali dengan erat seakan tidak ingin istrinya pergi.


" Aku mohon kasih aku kesempatan untuk ke dua kalinya untuk memperbaiki kesalahanku." Mohon tuan muda David.


Karen hanya menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan suaminya.


" Terima kasih sayang." Ucap tuan muda David.


" Aku sangat mencintaimu dan juga anak kita, setelah kamu sehat kita bersama-sama mengecek kandungan anak kita." Ucap tuan muda David.


" Anak kita?" Tanya ulang Karen


" Iya anak kita, di dalam perutmu ada anak kita." Ucap tuan muda David sambil mendorong perlahan tubuh istrinya kemudian mengusap perut istrinya yang masih rata.


" Iya sayang di dalam perutku ada anak kita, kita pulang yuk?" Ajak suaminya.


" Iya sayang." Jawab Karen sambil tersenyum.


Tuan muda David merasakan bahunya ada yang menepuknya membuat tuan muda David memaksakan diri untuk terbangun.


" Maaf tuan muda David, saya membawakan pakaian ganti." Ucap asisten Han


Tuan muda David memalingkan wajahnya ke arah istrinya yang masih setia memejamkan matanya membuatnya mendesah dengan kasar.


" Aku pikir istriku sadar ternyata hanya mimpi." Ucap tuan muda David dengan wajah lesu sambil bangun dari kursi dan mengambil pakaian yang di bawa oleh asisten Han.


Tuan muda David meninggalkan asisten Han berdua dengan Karen karena tuan muda David tahu dan percaya kalau asisten Han hanya menganggap Karen sebagai adiknya.


" Nyonya segeralah sadar, kasihan tuan muda David." Ucap asisten Han sambil menggenggam tangan Karen yang sudah dianggap sebagai adiknya.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara asisten Han meninggalkan Karen dan duduk di ruang tunggu sambil menunggu tuan muda David. Tidak berapa lama tuan muda David datang dalam kondisi tubuh segar hanya wajahnya yang muram.


" Tuan, waktunya makan siang apakah tuan mau memesan makanan?" Tanya asisten Han


" Aku belum ingin makan karena istriku belum sadar." Ucap tuan muda David sambil berjalan menuju ke arah pintu icu.


" Maaf tuan, jika tuan sakit siapa yang akan menjaga istri tuan?" Tanya asisten Han


Tuan muda David menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


" Baiklah pesankan aku makanan." Ucap tuan muda David sambil membuka pintu icu.


" Baik tuan." Jawab asisten Han.


Asisten Han berdiri dan berjalan menuju ke arah kantin sedangkan tuan muda David masuk ke dalam ruangan ICU dimana istrinya masih setia memejamkan matanya. Tuan muda David duduk di kursi samping istrinya.


" Sayang cepatlah sadar, aku sangat merindukan suaramu dan senyuman mu." Lirih tuan muda David sambil menggenggam tangan istrinya.


" Maafkan aku, yang tidak mengerti kalau selama ini perkataan ku ternyata menyakiti perasaanmu. Kini aku sadar kalau kamu wanita berbeda kamu sangat tulus mencintaiku begitu pula dengan diriku mulai sekarang dan seterusnya aku mencintaimu dengan tulus. Aku mohon kasih aku kesempatan ke dua." Mohon tuan muda David.


ceklek


Asisten Han membuka pintu icu lalu berjalan mendekati tuan muda David.


" Maaf tuan, ini makanannya." Ucap asisten Han


" Aku malas makan Han." Ucap tuan muda David.


" Maaf tuan, jika tuan tidak makan nanti tuan sakit terus siapa yang akan menjaga nyonya Karen?" Tanya asisten Han


Lagi - lagi tuan muda David menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Baiklah." Jawab tuan muda David sambil berdiri dan mengambil bungkusan plastik dan keluar dari ruangan tersebut.


" Nyonya lihatlah, baru kali aku mendengar tuan muda David memohon agar nyonya cepat sadar karena seumur hidup tuan muda David tidak pernah memohon. Cepatlah sadar nyonya agar tuan muda David semangat untuk hidup." ucap asisten Han


Setelah selesai berbicara asisten Han meninggalkan Karen dan duduk di ruang tunggu sambil menunggu tuan muda David selesai makan. Tanpa sepengetahuan asisten Han perlahan tangan Karen bergerak-gerak kemudian berhenti kembali.

__ADS_1


Selesai makan tuan muda David masuk kembali sambil menggenggam tangan istrinya.


" Sayang aku sudah makan tapi rasanya tidak enak selain masakanmu." Ucap tuan muda David dengan nada lirih.


__ADS_2