Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Kangen Dengan Ayahku


__ADS_3

" Itu dilakukan karena kami tidak ingin kalian melakukan hubungan suami istri sebelum kalian berdua resmi menikah." Ucap daddynya dokter Sandra.


" Baik dad, mom. Han mengerti maksud perkataan mommy dan daddy. Sekali lagi terima kasih sudah mau menerima Han sebagai bagian dari keluarga. Han berjanji untuk melindungi dan memberikan kasih sayang terhadap Sandra dengan sepenuh hati seperti yang dilakukan Daddy selama ini." Ucap asisten Han.


" Daddy percaya padamu karena itulah daddy menyetujui hubungan kalian terlebih kamu sebagai laki-laki mau bertanggung jawab atas apa yang kalian berdua lakukan." Ucap daddynya dokter Sandra.


" Kalau begitu saya pamit dulu dan besok saya ke sini lagi untuk melamar Sandra." Ucap asisten Han


" Baik hati-hati di jalan nak Han." Jawab ke dua orang tuanya dokter Sandra.


" Sayang aku pulang dulu ya, jaga kesehatan dan jangan pikiran. Nanti malam aku akan menghubungi dirimu." Ucap asisten Han sambil mengusap rambut dokter Sandra dengan lembut.


" Baik sayang, kamu juga jaga kesehatan, hati-hati dan jangan telat makan." Ucap dokter Sandra


" Iya, terima kasih sayang." Jawab asisten Han sambil berdiri.


Dokter Sandra hanya tersenyum dan ikut berdiri begitu pula dengan ke dua orang tuanya. Asisten Han berpamitan dengan ke dua orang tua dokter Sandra kemudian dokter Sandra mengantar asisten Han sampai depan pintu sedangkan ke dua orang tuanya kembali duduk di ruang tamu.


Asisten Han mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik tuan muda David. Singkat cerita kini asisten Han sudah sampai di mansion dan di sambut oleh kepala pelayan.


" Silahkan tuan langsung ke ruang kerja tuan muda." Ucap kepala pelayan.


Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke ruang kerja tuan muda David.


tok


tok


tok


" Masuk." Ucap tuan muda David.


ceklek


Asisten Han membuka pintu dan melihat tuan muda David menatap dirinya dengan tatapan tajam.


" Dari man saja? kenapa lama?" Tanya tuan muda David tanpa basa basi.


" Maaf tuan, tadi ada sedikit masalah." Jawab asisten Han


" Masalah apa?" Tanya tuan muda David.


" Hm.... tadi saya menemui orang tua Sandra dan rencana dua hari lagi kami akan menikah." Ucap asisten Han


" Sandra sahabat istriku? secepat itu kalian menikah? apa yang terjadi?" Tanya tuan muda David beruntun.

__ADS_1


" Iya benar sahabat nyonya, itu karena kami melakukan ..." Ucap asisten Han menggantungkan kalimatnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Apa?? setahuku kamu buka pria seperti itu! apakah Sandra menggodamu?" Tanya tuan muda David dengan nada terkejut.


" Tidak tuan muda, itu karena kami di jebak oleh dua orang." Ucap asisten Han


" Ceritakan lebih detail." Pinta tuan muda David.


Asisten Han pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan tuan muda David hanya mendengarkan tanpa mencela ucapan asisten Han.


" Begitu tuan muda ceritanya." Ucap asisten Han mengakhiri ceritanya.


" Bagus, orang seperti mereka harus diperlakukan seperti itu." Ucap tuan muda David yang menyetujui hukuman untuk ke dua orang itu.


" Maaf tuan, besok kami akan mengadakan acara lamaran apakah tuan muda dan nyonya datang di acara lamaran kami?" Tanya asisten Han.


" Aku pasti akan datang tapi kalau istriku aku akan bertanya dulu." Ucap tuan muda David.


" Baik tuan, terima kasih. Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya asisten Han


" Istriku ingin mempunyai kolam ikan, tanaman buah dan taman bunga warna warni, buatkan di halaman belakang." Ucap tuan muda David.


" Baik tuan." Jawab asisten Han


" Sekarang kamu pergilah." Usir tuan muda David sambil berjalan meninggalkan asisten Han.


( " Aduh tuan, kenapa tidak telepon saja, saya pikir ada yang penting. Sudah ke sini buru-buru dan ternyata hiks... hiks... nasib asisten." Ucap asisten Han dalam hati sambil menangis dalam hati juga).


Asisten Han berjalan meninggalkan mansion menuju ke apartemennya sedangkan tuan muda David berjalan menuju ke arah kamarnya.


ceklek


Tuan muda David membuka pintu kamarnya dan melihat istrinya sedang berdiri menatap halaman yang tertutup kaca jendela.


grep


" Lagi mikirin apa?" Tanya tuan muda David sambil memeluk istrinya dari arah belakang.


" Tidak ada apa-apa, hanya saja aku kangen dengan ayahku." Ucap Karen sambil memegang ke dua tangan suaminya.


Tuan muda David melepaskan pelukannya dan membalikkan badan istrinya.


" Bukankah ayahmu sudah menjualmu kenapa kamu masih merindukannya?" Tanya tuan muda David sambil memegang dagu istrinya agar menatap dirinya.


" Aku tahu itu tapi aku tidak tahu kenapa aku merindukannya. Apakah daddy mau menemani mommy menengok ayahku?" Tanya Karen mengubah nama panggilan sambil menatap wajah tampan suaminya.

__ADS_1


" Mommy, daddy?" Tanya tuan muda David mengulangi perkataan istrinya.


" Bukankah sebentar lagi kita menjadi orang tua? apakah sayangku tidak suka?" tanya Karen dengan tatapan sendu.


grep


" Tentu sangat suka, daddy tidak sabar menunggu kelahiran anak kita." Ucap tuan muda David sambil memeluk istrinya.


" Terima kasih daddy, daddy maukah menemui ayahku?" Tanya Karen mengulangi perkataannya sambil membalas pelukan suaminya.


" Baiklah." Jawab tuan muda David


cup


Karen melepaskan pelukannya kemudian mendorong perlahan tubuh suaminya dan mengecup bibirnya dengan singkat.


" Terima kasih Daddy, mommy sangat mencintaimu." Ucap Karen sambil tersenyum bahagia


Tuan muda David hanya tersenyum dan memeluk istrinya dari arah samping.


" Ayo kita siap ke rumah ayahmu." Ucap tuan muda David yang belum mengakui sebagai ayah mertua karena dirinya masih kesal karena tega menjual anak tirinya.


" Baik daddy." Jawab Karen


Merekapun mengganti pakaian dan pergi ke rumah ayah tiri Karen. Tuan muda David dan istrinya duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan bodyguard yang merangkap sopir duduk di kursi pengemudi bersama bodyguard wanita.


Sejak Karen hamil selalu ingin berdekatan dengan suaminya.


" Daddy." Panggil Karen sambil kepalanya menyandar di bahu suaminya.


" Hmm.." Ucap tuan muda David berupa deheman


" Nanti pulang dari rumah ayah kita makan di pinggir jalan ya." Pinta Karen sambil jari telunjuknya membuat pola abstrak di dada suaminya.


" Makanannya kurang sehat mommy lebih baik kita makan di restoran saja." Ucap tuan muda David sambil menahan hasratnya akibat ulah istrinya.


" Tapi mommy ingin." Ucap Karen sambil menusuk-nusuk dada suaminya dengan menggunakan jari telunjuknya.


" Mommy stop." Ucap tuan muda David sambil menahan jari telunjuk istrinya


" Kenapa dad?" Tanya Karen dengan nada bingung


" Mommy, kalau melakukan seperti ini terus yang ada daddy akan memakan mommy." Bisik tuan muda David.


Karen melepaskan jarinya yang di genggam suaminya kemudian mengarahkan tangannya ke adik kecil suaminya yang terasa sesak.

__ADS_1


" Pffftttt hahahaha..." Tawa Karen pecah


__ADS_2