Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Asisten Han


__ADS_3

Asisten Han mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya untuk menangkap ke enam pria tersebut. Selesai menghubungi ponselnya di simpan kembali ke dalam sakunya.


grep


" Sayang, aku mohon puaskan aku." Mohon dokter Sandra sambil memeluk asisten Han


deg


deg


Jantung asisten Han berdetak kencang, dirinya juga sama menginginkan hal tersebut.


" Si*l kita di jebak ayo kita pergi dari sini." Ucap asisten Han sambil menggendong dokter Sandra ala bridal style dan berjalan dengan cepat menuju ke arah mobil.


Asisten Han menurunkan dokter Sandra kemudian membuka pintu mobil.


" Masuklah ke dalam mobil, kamu gigit bibirmu agar kamu sadar." Pinta asisten Han.


Dokter Sandra melakukan apa yang di pinta oleh asisten Han sambil masuk ke dalam mobil. Asisten Han menutup pintu kemudian memutari mobil untuk masuk ke dalam kursi pengemudi.


" Si*l akan aku balas orang yang berani melakukan ini." Ucap asisten Han sambil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


Sepuluh menit kemudian asisten Han sudah sampai di apartemen miliknya kemudian menekan pin apartemennya. Mereka berdua masuk ke dalam apartemen dan berjalan ke arah kamar asisten Han yang tidak pernah dimasuki oleh gadis manapun dan hari ini dokter Sandra lah gadis pertama yang masuk ke dalam kamarnya.


Asisten Han berjalan ke arah kamar mandi dan langsung menyalakan air shower dengan diikuti oleh dokter Sandra.


grep


" Kak Han." Panggil dokter Sandra sambil memeluk asisten Han dari arah belakang.


Asisten Han memejamkan matanya menghilangkan pikiran mesumnya bukan hanya dokter Sandra yang menahan hasratnya dirinya juga sama. Jari jemari dokter Sandra melepaskan kancing jas asisten Han kemudian membuangnya secara asal.


Di lanjutkan membuka dasi asisten Han kemudian membuka satu persatu kancing kemeja asisten Han.


" Sayang, ku mohon berhenti." Mohon asisten Han dengan suara mulai berat sambil menahan ke dua tangan dokter Sandra.


" Sayang aku mohon puaskan aku." ucap dokter Sandra sambil berusaha melepaskan tangannya setelah berhasil dokter Sandra mengarahkan salah satu tangannya membelai adik kecil milik asisten Han yang sudah mulai mengeras.


Asisten Han memejamkan matanya menikmati sentuhan pertama kali dari seorang gadis terlebih gadis itu sangat dicintainya. Asisten Han mematikan air shower kemudian membalikkan badannya.


" Maaf aku tidak bisa menahannya." Ucap asisten Han dengan suara semakin berat.


Asisten Han membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun begitu pula dengan dokter Sandra kemudian asisten Han menggendong dokter Sandra dan berjalan ke arah ranjang.


Asisten Han memberikan pemanasan terlebih dahulu sesuai apa yang pernah di tontonnya dari video kiriman temannya. Setelah di rasa cukup asisten Han mulai menyatukan tubuhnya ke tubuh dokter Sandra.


jleb

__ADS_1


" Akhhhhh... sakit.." Teriak dokter Sandra sambil mencakar punggung asisten Han hingga berdarah.


" Maaf, aku tidak bisa menghentikannya." ucap asisten Han yang pertama kali merasakan hubungan suami istri kemudian mengecup bibir dokter Sandra.


Setelah berhenti menangis asisten Han mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga keluarlah lahar miliknya.


" Maaf aku ingin kamu hamil anakku." Bisik asisten Han menumpahkan laharnya ke rahim dokter Sandra.


Dokter Sandra hanya menganggukkan kepalanya. Setelah selesai barulah adik kecilnya di tarik kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


" Aku akan bertanggung jawab." Ucap asisten Han yang melihat adik kecilnya ada bekas noda merah milik dokter Sandra kemudian memeluk tubuh dokter Sandra.


Dokter Sandra hanya memejamkan matanya karena dirinya sangat lelah dan membalas pelukan asisten Han. Setengah jam kemudian asisten Han menginginkan kembali dan akhirnya mereka pun melakukan kegiatan suami istri.


cup


" Terima kasih telah menjaga kehormatanmu, secepatnya kita akan menikah." Ucap asisten Han setelah selesai melakukan kegiatan suami istri.


Mereka berdua tidur saling berpelukan dan dokter Sandra menyandarkan kepalanya di dada bidang asisten Han.


xxxxxxx


Malam berganti pagi suara burung saling bersahutan perlahan asisten membuka matanya dan melihat pertama kalinya wajah cantik dokter Sandra.


( " Pantas saja tuan sangat betah melakukan kegiatan suami istri ternyata enak banget. Aku tidak menyangka sama sekali bisa melakukan ini bersama wanita yang aku cintai." Ucap asisten Han dalam hati ).


Perlahan dokter Sandra membuka matanya membuat asisten Han memejamkan matanya.


Dokter Sandra berusaha mengingat apa yang terjadi dan matanya langsung membulat sempurna setelah mengingat semuanya membuat dirinya mengintip selimutnya.


" Tu... buhku polos.. aku melakukannya bersama kak Han." Gumam dokter Sandra sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Tidak berapa lama air mata dokter Sandra keluar.


" Hiks ... hiks... hiks..." Tangis dokter Sandra


Asisten Han membuka matanya ketika kekasihnya menangis kemudian memeluknya.


" Maaf aku tidak bisa menahannya, aku akan bertanggung jawab secepatnya kita menikah." Ucap asisten Han


" Hiks... hiks... hiks... aku kotor hiks... hiks... hiks..." ucap dokter Sandra sambil terisak dan membalas pelukan asisten Han.


" Sstt... tidak.. kamu tidak kotor." ucap asisten Han sambil mengusap punggung dokter Sandra.


" Tiga hari lagi kita akan menikah." Ucap asisten Han


" Secepat itukah?" Tanya dokter Sandra

__ADS_1


Asisten Han mendorong perlahan tubuh dokter Sandra kemudian menangkup ke dua pipinya.


" Lebih cepat lebih baik apalagi aku sangat mencintaimu." Ucap asisten Han sambil tersenyum


Dokter Sandra hanya menganggukkan kepalanya tanpa protes karena apa yang dikatakan oleh asisten Han adalah benar adanya.


" Kita mandi dulu setelah itu aku akan memasak." Ucap asisten Han


" Kakak bisa memasak?" Tanya dokter Sandra tidak percaya.


ctak


" Aduh sakit." Jawa dokter Sandra sambil mengusap keningnya.


" Maaf, habis kamu tidak percaya." ucap asisten Han sambil mengelus kening dokter Sandra


Dokter Sandra hanya tersenyum sambil berusaha bangun tapi bagian privasinya terasa sangat perih.


" Ssttt... Sakit." Rintih dokter Sandra sambil memegang privasinya.


whushh


Tanpa banyak bicara asisten Han menggendong dokter Sandra dan berjalan ke arah kamar mandi.


" Kak, turunkan aku." Ucap dokter Sandra sambil tangan kirinya menutup ke dua gunung kembarnya dan tangan kanannya menutup privasinya.


" Aku tahu pasti punyamu perih makanya aku gendong, kenapa ditutupi? Bukankah aku sudah melihat semuanya?" Goda asisten Han


" Malu." Jawab dokter Sandra dengan wajah memerah menahan malu.


" Kenapa malu?" Goda asisten Han kembali.


" Kak Han mesum." Ucap dokter Sandra tanpa menjawab pertanyaan asisten Han


" Pffftttt hahahaha... mesum hanya bersamamu." Jawab asisten Han sambil meletakkan dokter Sandra di closed.


Asisten Han mengisi air di bathtub dengan air hangat setelah di rasa cukup asisten Han mematikan showernya kemudian menggendong kembali dokter Sandra.


Hampir satu jam mereka baru keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk. Asisten Han meletakkan tubuh dokter Sandra di ranjang kemudian membuka lemari pakaian.


" Kamu pakai kemejaku dulu nanti aku akan hubungi anak buahku untuk membeli pakaian untukmu." Ucap asisten Han sambil memberikan kemeja kesayangannya ke dokter Sandra.


xxxxxxx


Besok Senin biasanya dapat vote dari novel, berikan votenya ke author ya biar author semangat menulisnya.


Jangan lupa tinggalkan komentar yang membuat author semangat menulisnya, like, hadiah dan votenya. Terima kasih banyak.

__ADS_1


Salam author,


Yayuk Triatmaja


__ADS_2