
" Dokter Sandra, bukankah waktu itu kamu yang mengobati lukaku?" Tanya tuan muda David tanpa memperdulikan keterkejutan pertemuan asisten Han dengan dokter Sandra.
" Maaf tuan, saya lupa karena saya banyak mengobati pasien." jawab dokter Sandra sambil berusaha mengingat tuan muda David.
" Apakah kamu tidak ingat beberapa bulan yang lalu aku terluka karena kecelakaan dan di tolong oleh seorang dokter yang bernama dokter Karen." Ucap tuan muda David
Dokter Sandra terdiam sambil berusaha mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu dan menatap tuan muda David kemudian berlanjut menatap asisten Han.
" Iya saya ingat." Ucap dokter Sandra.
" Bagaimana kabar dokter Karen?" Tanya tuan muda David penasaran
" Tunggu dulu sebelum aku jawab, aku ingin bertanya bolehkah?" Tanya dokter Sandra
" Boleh, tanya apa?" Tanya tuan muda David
" Seingatku waktu itu ada pasien dengan wajah di balut perban begitu pula dengan ke dua kakinya. Menurut informasi yang saya dengar kalau wajah pasien cacat dan ke dua kakinya lumpuh sedangkan tuan..." Ucap dokter Sandra menggantungkan kalimatnya.
" Aku tahu maksudmu, berkat istriku aku bisa berjalan dan mengenai wajahku aku operasi." Ucap tuan muda David
Dokter Sandra menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Sekarang gantian aku bertanya, bagaimana kabar dokter Karen?" Tanya tuan muda David mengulangi perkataannya.
" Dokter Karen sudah menikah dan sudah hamil." Jawab dokter Sandra
deg
( " ***Kenapa jantungku berdetak kencang ya? seakan kecewa ketika mendengar ucapan dokter Sandra kalau dokter Karen sudah menikah dan sudah hamil. Tidak... tidak... aku tidak boleh menyakiti hati istriku apalagi sekarang istriku juga sudah hamil." ucap tuan muda David dalam hati berusaha menghilangkan perasaannya terhadap dokter Karen).
( " Dunia ini ternyata sempit juga pria di depanku ini ternyata istri sahabatku. Pria yang di tolong waktu mengalami kecelakaan dan lucunya pria ini tidak tahu kalau dokter Karen dan Karen adalah wanita yang sama. Maaf aku tidak mungkin mengatakan kalau istrimu adalah dokter Karen, dokter Karen yang pernah menyelamatkan nyawamu." Ucap dokter Sandra dalam hati).
" Syukurlah aku ikut senang kalau dokter Karen menikah. Kalau boleh tahu menikah dengan siapa? dan menikah di mana?" Tanya tuan muda David penasaran.
" Maaf tuan, sahabatku hanya mengatakan sudah menikah dan sedang hamil jadi saya tidak tahu lebih detail." Ucap dokter Sandra
" Kamukan sahabat..." Ucapan tuan muda David terpotong oleh pintu kamarnya terbuka.
ceklek
Dokter itu membuka pintunya dan menatap tuan muda David yang semakin tampan membuat dirinya semakin mencintainya.
" Bagaimana keadaan istriku?" Tanya tuan muda David
" Istri tuan sudah sadar, keadaannya sudah mulai membaik." Jawab dokter tersebut.
" Aku akan melihatnya." Ucap tuan muda David
__ADS_1
" Maaf tuan boleh saya bicara sebentar?" Tanya dokter tersebut
" Bicaralah sekarang." Jawab tuan muda David dengan tegas
" Ini masalah pribadi." Jawab dokter tersebut
" Kalau begitu saya masuk ke dalam melihat sahabatku." Jawab dokter Sandra
Tuan muda David hanya menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan untuk masuk ke dalam kamarnya.
" Saya juga ingin melihat nyonya Karen." Ucap asisten Han berbohong.
Asisten Han ingin menemui dokter Sandra karena itulah dirinya terpaksa berbohong tapi tuan muda David yang sangat cerdas langsung berbicara dengan tegas karena tuan muda David tahu kalau asisten Han berbohong dan dirinya juga tahu kalau sebenarnya asisten Han ingin bertemu dengan dokter Sandra.
" Masuk ke dalam kamarku gajimu aku potong delapan puluh lima persen." Ancam tuan muda David
" Aish menyebalkan." Gerutu asisten Han
Tuan muda David menatap tajam ke arah asisten Han.
" Ceritakan." Ucap tuan muda David
Dokter tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap wajah tampan tuan muda David.
" Kehamilan istri tuan masih muda dan sangat membahayakan janin dan juga istri tuan." Ucap dokter tersebut
" Selama kehamilan tuan di larang melakukan hubungan suami istri karena bisa membahayakan janin dan istri tuan." Ucap Dokter tersebut menjelaskan.
Tuan muda David hanya menutup wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
" Saya tahu ini terlalu berat tapi jika tuan tetap memaksakan saya takut janin dan ibunya tidak bisa diselamatkan." Ucap dokter tersebut
" Dokter tidak berbohong kan?" Tanya tuan muda David
" Buat apa saya berbohong, apa tuan tidak melihat kenapa istri tuan pingsan? apa sebelumnya tuan sempat melakukan hubungan suami istri? Pasti jawabannya iya karena itulah istri tuan mengalami kram pada perutnya dan mengakibatkan istri tuan pingsan." Ucap dokter tersebut
" Sampai kapan kami bisa melakukannya?" Tanya tuan muda David
" Sampai istri tuan melahirkan." Jawab dokter tersebut
( " Di saat kamu menginginkan hubungan suami istri di saat itu pulalah aku akan masuk dan memuaskan hasratmu setelah itu kita menikah dan istrimu akan aku tendang." Ucap dokter tersebut dalam hati ).
" Kamu pergilah." Usir tuan muda David
" Baik tuan." Jawab dokter tersebut
Dokter tersebut meninggalkan mereka berdua sambil tersenyum.
__ADS_1
( " Dari dulu aku sangat mencintaimu tapi kamu bersama Celline dan akan menikah dengannya tapi gagal dan ketika aku mau masuk kamu malah menikah dengan wanita lain. Dulu aku mau mengalah tapi sekarang tidak lagi karena istrimu tidak pantas bersanding dengan dirimu." Ucap dokter tersebut dalam hati ).
" Tuan..." Ucapan asisten Han terpotong oleh tuan muda David.
" Aku ingin ke ruang kerja." Ucap tuan muda David sambil berjalan meninggalkan asisten Han.
" Baik tuan." Jawab asisten Han
tok
tok
tok
" Masuk." Jawab Karen
ceklek
Asisten Han yang penasaran dengan dokter Sandra nekat mengetuk pintu dan setelah mendapatkan jawabannya asisten Han membuka pintu kamar majikannya. Asisten Han melihat nyonya Karen dan dokter Sandra sedang menatapnya.
" Kak Han, suamiku ke mana?" Tanya Karen
" Tuan muda sedang di ruang kerja." Jawab asisten Han
" Kak Han, ada apa dengan suamiku? Tanya Karen penasaran
" Tidak ada apa-apa nyonya, tuan muda David melanjutkan pekerjaannya yang tertunda." Jawab asisten Han berbohong.
Karen menatap asisten Han dengan tatapan berbeda seperti menyembunyikan sesuatu.
" Kak Han, aku tahu pasti ada yang kak Han sembunyikan dariku." Ucap Karen
Asisten Han menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menceritakan semuanya yang tadi di dengarnya.
" Begitulah yang terjadi nyonya." Jawab asisten Han mengakhiri ceritanya.
" Pffftttt hahahahahaha... " Tawa Karen dan dokter Sandra
" Kenapa nyonya dan dokter tertawa?" Tanya asisten Han
" Karena dokter itu berbohong." Jawab Karen dan dokter Sandra serempak
" Apa?? bagaimana nyonya dan dokter Sandra tahu?" Tanya asisten Han dengan nada terkejut.
" Karena aku dokter." Jawab Karen dan dokter Sandra serempak.
" Nyonya Karen dokter?" Tanya asisten Han mengulangi perkataan nyonya Karen dengan nada terkejut.
__ADS_1