Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Extra Part


__ADS_3

Perawat itupun mengutak atik laptopnya hingga lima menit kemudian perawat itu menatap dokter Sandra.


" Barusan keluar dari rumah sakit." Jawab perawat itu.


" Kalau boleh tahu mereka tinggal di mana?" Tanya dokter Sandra


" Maaf kami tidak bisa memberikan data pasien rumah sakit." Ucap perawat tersebut.


" Aku ingin bertemu dengan pemilik rumah sakit ini?" Ucap tuan muda David dengan nada dingin


" Tapi..." Ucapan perawat terpotong oleh tatapan mematikan dari tuan muda David.


" Bilang saja tuan muda David William." Ucap asisten Han


" Baik tuan." Jawab perawat itu dengan sopan karena dirinya tahu siap itu tuan muda David William.


Perawat itupun menghubungi pemilik rumah sakit dan berbicara tentang keperluannya setelah selesai bercakap perawat itupun menutup telepon.


" Maaf tuan ikuti kami." Ucap perawat itu.


Perawat itupun berjalan dan diikuti oleh mereka hingga mereka masuk ke dalam lift dan menekan tombol dua belas.


Ting


Pintu lift terbuka mereka keluar dari ruangan persegi empat kemudian berjalan hingga mereka berhenti di depan pintu.


tok tok tok


" Masuk." Ucap pemilik rumah sakit


ceklek


" Silahkan masuk tuan-tuan dan nyonya." Ucap perawat itu.


Merekapun masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh pemilik rumah sakit.


" Silahkan duduk." Ucap pemilik rumah sakit.


Tuan muda David, asisten Han dan dokter Sandra duduk di sofa.


" Maaf tuan ada yang bisa kami bantu?" Tanya pemilik rumah sakit dengan nada sopan.

__ADS_1


" Aku ingin tahu alamat rumah nyonya Angelina Jolie." Ucap tuan muda David.


" Baik, tunggu sebentar." Jawab pemilik rumah sakit


Pemilik rumah sakit berdiri dan menekan tombol telephone di meja kerjanya. Pemilik rumah sakit itupun menghubungi pegawai bagian administrasi setelah selesai berkomunikasi pemilik rumah sakit itupun menutup teleponnya.


" Nyonya Angelina Jolie tinggal di apartemen xxxxxxx." Ucap pemilik rumah sakit.


" Baik, terima kasih atas kerja samanya." Ucap tuan muda David dan langsung berdiri meninggalkan tempat tersebut dengan diikuti oleh dokter Sandra dan asisten Han.


" Han, kita berangkat sekarang karena aku takut istriku pergi lagi." Ucap tuan muda David yang merasa kuatir.


" Baik tuan." Jawab asisten Han.


Merekapun pergi meninggalkan rumah sakit dan pergi menuju ke apartemen di mana Karen dan putra ke duanya berada di apartemen tersebut.


xxxxxxx


Di negara yang sama seorang pria paruh baya menggendong bayi mungil sambil menatap ponakannya yang berbaring lemah di ranjang. Siapa lagi kalau bukan Karen dan Tono adik kandung Toni.


Tubuh Karen masih melemah akibat pukulan benda tumpul pada punggungnya waktu dirinya dan bodyguard suaminya di serang oleh para penjahat.


" Maafkan paman, tidak bisa melanjutkan biaya rumah sakit karena uang paman dan uang tabunganmu sudah habis paman pakai untuk biaya kita kabur, biaya kita makan dan biaya pengobatanmu." Ucap Tono


" Paman tidak merasakan direpotkan, maafkan paman dan ayahmu yang sering menyiksamu karena kami terpengaruh dengan ucapan wanita ular itu." Ucap Tono


" Lupakan paman yang terpenting Karen sangat bahagia karena ayah dan paman menyayangi Karen." Ucap Karen dengan nada tulus.


" Terima kasih, kamu memang ponakan yang sangat baik dan tidak dendam pada kami." Ucap Tono


" Oh ya paman, apakah paman sudah menghubungi ayah?" Tanya Karen


" Maafkan paman, ponsel paman dan ponselmu paman jual untuk membayar kekurangan rumah sakit. Terlebih sekarang paman bingung karena paman belum membayar sewa apartemen ini. Paman sudah janji nanti sore paman akan bayar sewa apartemen." Ucap Tono


" Paman rencana akan mencari pekerjaan, kamu tidak apa-apakan paman tinggal?" Tanya Tono merasa serba salah antara di tinggal atau menemani ponakannya.


Tono tahu tubuh Karen masih lemah apalagi ada bayi mungil yang butuh perhatian extra tapi di sisi lain dirinya harus bekerja jika tidak mereka akan di usir dari apartemen tersebut, sungguh pilihan yang sangat sulit buat Tono.


" Tidak apa-apa paman, aku bisa mengurus putraku." Ucap Karen sambil tersenyum dan menahan rasa sakit pada punggungnya karena efek obatnya sudah habis.


" Kamu yakin" Tanya Tono memastikan

__ADS_1


" Yakin paman." Jawab Karen


" Baiklah, paman akan kembali sekitar enam atau delapan jam lagi jika paman mendapatkan pekerjaan tapi jika tidak mendapatkan pekerjaan atau di suruh bekerja besok maka secepatnya paman akan kembali." Ucap Tono sambil membaringkan cucunya di sebelah Karen.


Tono pun pergi meninggalkan apartemen tersebut sambil memikirkan ponakannya dan berharap ponakannya baik-baik saja.


Dua jam kemudian bayinya menangis sambil menahan rasa sakit Karen berusaha memiringkan tubuhnya untuk menyusui putra bungsunya.


" Maafkan mommy sayang, semoga daddy secepatnya menjemput kita dan mommy berharap kakakmu bersama daddy." Ucap Karen sambil meringis menahan rasa sakit


Setelah setengah jam menyusu bayi bungsunya tertidur pulas Karen merapikan kembali pakaiannya. Karen memejamkan matanya agar bisa mengurangi rasa sakit pada punggungnya.


Dua jam kemudian terdengar suara gedoran pintu yang lumayan kenyang membuat putra bungsunya menangis kencang dan Karen memaksakan membuka matanya sambil berusaha memeluk putranya dari arah samping agar berhenti menangis.


brak


Pintu rumah itupun langsung di dobrak oleh dua orang bodyguard dan tampak gadis cantik arogant berkacak pinggang menatap tajam ke arah Karen.


" Mana pamanmu?" Tanya gadis cantik


" Paman pergi, nona siapa?" Tanya Karen


" Saya anak pemilik apartemen ini, mana uang sewanya?" Tanya gadis cantik itu tanpa basa basi sambil tangannya mengasah meminta uang ke arah Karen.


" Paman sedang bekerja, nanti kalau sudah dapat uang kami akan membayarnya." Ucap Karen sambil membelai punggung putra bungsunya agar berhenti menangis.


" Cih... aku rasa kamu dan pamanmu tidak akan mampu membayar sewa apartemen milik orang tuaku. Lebih baik kamu dan pamanmu pergi dari apartemen milik orangtuaku." Ucap gadis cantik itu


" Aku mohon beri kami waktu terlebih kita satu negara dan tinggal di negara lain. Punggungku masih sakit dan putraku masih bayi." Mohon Karen


" Tidak bisa karena sudah ada yang menyewa apartemen ini." Tolak gadis cantik tapi tak secantik hatinya.


" Apalagi aku tidak perduli walau kita satu negara sekalipun aku tidak perduli karena bagiku uang adalah segalanya." Sambung gadis itu lagi.


" Pengawal usir mereka dan buang barang-barangnya keluar dari apartemen ini" Ucap gadis itu dengan nada agak tinggi


" Baik nona." Jawab bodyguardnya serempak


" Nona, aku mohon punggungku masih sakit dan bayiku masih sangat kecil." Mohon Karen sambil berlinangan air mata agar gadis itu mau berempati padanya.


Mata hatinya yang tertutup tidak memperdulikan ucapan permohonan Karen karena bagi dirinya uang dan uang.

__ADS_1


" Tidak perlu dimasukkan pakaiannya ke dalam tas buang saja semuanya keluar!!" Teriak gadis itu lagi.


__ADS_2