
Malam berganti pagi suara burung saling bersahutan perlahan Karen membuka matanya dan melihat dirinya sudah memakai selimut.
" Perasaan semalam tidak pakai selimut apa suamiku yang memakaikan selimutnya?" Tanya Karen
" Iya aku yang pakaikan habis mommy menggigil kedinginan." Ucap tuan muda David yang masih memejamkan matanya.
" Dari mana daddy tahu?" Tanya Karen dengan nada bingung.
" Daddy tiap satu jam sekali bangun untuk melihat mommy menggigil atau tidak setelah mommy mulai menggigil baru daddy selimuti mommy." Ucap tuan muda David yang tetap memejamkan matanya karena dirinya sangat mengantuk
Karen perlahan bangun dari tidur dan mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya.
cup
" Maafkan mommy dad." Ucap Karen sambil mengecup bibir suaminya.
Tuan muda David membuka matanya dan melihat wajah cantik istrinya sambil tersenyum.
" Tidak apa-apa mommy, daddy hanya ingin memejamkan matanya sebentar saja tapi mommy temani daddy tidur ya." Pinta tuan muda David sambil membelai perut istrinya.
" Aduh." Rintih Karen singkat sambil memegang tangan suaminya yang sedang membelai perutnya.
" Kenapa mommy?" Tanya tuan muda David sambil membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya.
" Anak kita nendang dad." Ucap Karen
Tuan muda David terbangun kemudian mencium perut istrinya yang buncit.
" Anak-anak daddy jangan nakal ya? daddy ngantuk ingin di temani mommy kalian." ucap tuan muda David sambil membelai perut istrinya.
Seakan mengerti ke dua bayi yang masih di dalam perut Karen langsung berhenti menendang-nendang membuat tuan muda David tersenyum kemudian berbaring kembali.
Begitu pula dengan Karen, Karen kembali berbaring dengan posisi terlentang sedangkan suaminya tidur dengan posisi menghadap istrinya sambil memeluk perut istrinya. Tidak terasa di tangannya ada pergerakan kecil dari perut istrinya membuat tuan muda David tersenyum bahagia.
" Anak-anak kita dari tadi nendang-nendang terus tapi setelah daddy mengatakan ke anak-anak kita hanya menendang sebentar" Ucap tuan muda David
" Iya, sepertinya anak-anak kita sangat mencintai daddy sama seperti mommy yang sangat mencintai daddy." Ucap Karen sambil menggenggam tangan suaminya yang sedang membelai perutnya.
" Daddy juga sangat mencintai kalian dan daddy tidak sabar untuk melihatnya." Ucap tuan muda David.
Karen hanya tersenyum dan tidak lama terdengar suara dengkuran halus dari suaminya dan Karen ikut memejamkan matanya menemani suaminya tidur.
Satu jam setengah barulah Karen perlahan membuka matanya dan mengangkat tangan suaminya yang sedang memegang perutnya dan diletakkan ke arah samping. Karen perlahan turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena tubuhnya terasa lengket.
__ADS_1
Karen perlahan kini sudah selesai mandi dan berjalan keluar kamar untuk menyiapkan masakan untuk suaminya. Selesai masak Karen kembali ke kamarnya untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya.
ceklek
Karen membuka pintu dan melihat suaminya masih tertidur pulas. Karen berjalan ke arah kamar mandi menyiapkan air hangat kemudian memberikan aroma terapi. Setelah selesai Karen berjalan ke arah ranjang untuk membangunkan suaminya.
cup
" Sayang bangun." Ucap Karen sambil mengecup bibir suaminya.
" Masih ngantuk, sudah jam berapa?" Tanya tuan muda David yang masih memejamkan matanya.
" Sudah jam tujuh tiga puluh." Ucap Karen
" Sayang, jangan bercanda." Ucap tuan muda David
" Aku serius lihatlah jam di kamar." Ucap Karen sambil membelai wajah tampan suaminya.
Dengan malas tuan muda David membuka matanya dan melihat jam di dinding pukul tujuh tiga puluh.
" Benar kan aku tidak bercanda." Ucap Karen
" Sayang, satu ronde ya setelah itu aku mandi." Ucap tuan muda David sambil terbangun.
Tuan muda David membaringkan tubuh istrinya secara perlahan sedangkan istrinya hanya pasrah tanpa banyak protes. Mereka pun melakukan kegiatan suami istri setelah selesai tuan muda David menggendong istrinya ala bridal style kemudian merekapun mandi bersama.
Selesai berpakaian Karen dan tuan muda David berjalan ke luar kamar untuk sarapan pagi. Mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara hingga lima belas menit mereka sudah selesai makan.
" Sayang, daddy berangkat kerja dulu kamu jangan kemana-mana." Ucap tuan muda David
" Baik dad." Jawab Karen
cup
" Nanti siang daddy pulang kita makan bersama ." Ucap tuan muda David sambil mengecup bibir istrinya singkat.
" Lho katanya nanti siang ada ada janji dengan klien di hotel Santika?" Tanya Karen
" Habis makan siang daddy langsung ke hotel Santika." Ucap tuan muda David.
" Baiklah mommy akan menunggu daddy makan siang." Ucap Karen sambil tersenyum
cup
__ADS_1
Tuan muda David kembali mencium kening istrinya kemudian membalikkan badannya dan berjalan menuju ke mobil yang sudah ada asisten Han bersama bodyguard kepercayaannya.
" Ingat jangan kemana-mana." Ucap tuan muda David
" Ok daddy." Jawab Karen sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Tuan muda David membalas lambaian tangan istrinya kemudian Karen membalikkan badannya menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda seorang pria paruh baya berjalan dengan santai di jalanan yang sepi namun tanpa sepengetahuan dirinya dua orang memukul tengkuknya
bugh
bruk
Pria paruh baya itupun langsung tidak sadarkan diri dan dua orang itu pun membawanya ke dalam mobil. Mobil itupun melaju dengan kecepatan sedang dan membutuhkan lima belas menit mobil itu berhenti di rumah kosong.
Pria paruh baya itupun langsung di bawa ke dalam dan di dudukkan salah satu dari mereka mengikat ke dua tangan dan ke dua kakinya.
" Siram dengan air dingin." Perintah seorang wanita paruh baya dengan nada dingin
" Baik nyonya." Jawab pria itu.
byur
Pria itupun mengambil ember dan menyiram ke wajah pria paruh baya itu membuat pria paruh baya memaksakan dirinya untuk bangun.
" Di mana aku." Tanya pria itu sambil berusaha bangun.
Pria paruh baya itu sangat terkejut ke dua tangan dan ke dua kakinya terikat dengan erat membuat pria paruh baya itu menatap sekeliling ruangan dan melihat seorang wanita yang sangat dikenalnya sekaligus yang sangat dibencinya.
" Hallo mantan suamiku?" Tanya wanita paruh baya itu dengan senyum sinis.
" Tini, apa yang kamu lakukan padaku? dasar wanita murahan." Hina pria paruh baya itu sambil menatap tajam ke arah Tini.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hari Senin kan dapat vote buat author donkπ₯°π₯°π€π
Author meminta vote, like, komentar, hadiah dan tips ya dari para pembaca setia noveltoon. Terima kasih banyak.π€π€π₯°π
Terima kasih banyak juga yang sudah memberikan vote, like, komentar, hadiah dan tips.πππ
__ADS_1
Salam author,
Yayuk Triatmaja