Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Dokter Sandra dan Asisten Han


__ADS_3

" Aku juga terima kasih suamiku sangat mencintaiku dengan tulus." Ucap Karen


Tuan muda David membalas senyuman istrinya kemudian menggendongnya ke arah ranjang. Merekapun melakukan kegiatan suami istri hingga lahar milik tuan muda David barulah mereka masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka.


Singkat cerita kini mereka sudah memakai pakaian rapi dan berjalan ke luar ruang perawatan VVIP dengan diikuti Veni dan satu orang bodyguard pria.


Sepanjang jalan tuan muda David memeluk istrinya dari arah samping dan istrinya bersandar di dada bidang suaminya, sekali-kali mereka tertawa bersama membuat Veni yang duduk di depan samping pengemudi menahan amarahnya dengan menatap ke arah samping jalan raya melalui kaca mobil.


Untuk bodyguardnya yang merangkap sebagai sopir hanya tersenyum melihat sikap tuannya yang bucin terhadap istrinya.


( " ***Aku melihat tuan muda David tertawa lepas dan terlihat wajahnya menampilkan aura kebahagiaan ketika bersama dengan istrinya berbeda ketika bersama nona Celline jarang tersenyum dan masing-masing sibuk dengan ponselnya tapi ini sampai sekarang tuan muda David tidak pernah menyentuh ponselnya sama sekali." Ucap bodyguard dalam hati ).


( " Nyonya Karen selain cantik, nyonya Karen juga tidak pernah belanja barang-barang branded berbeda dengan nona Celinne, semoga tuan dan nyonya selalu bahagia." Ucap bodyguard tersebut dalam hati ).


( " Si*l bisa ngga sich mesraan jangan di mobil, dasar wanita murahan pamer kemesraan di depanku. Awas saja senyumanmu akan aku rubah menjadi senyuman kesedihan." Ucap Veni dalam hati*** ).


" Sayang, kamu tidak belanja?" Tanya tuan muda David


" Belanja apa sayang?" Tanya Karen dengan nada bingung


" Apa saja sayang seperti sepatu, tas, pakaian atau mobil." ucap tuan muda David


" Tidak." Jawab Karen singkat sambil menghirup parfum suaminya


" Kenapa?" Tanya tuan muda David sambil menahan hasratnya.


" Semua barang yang suamiku belikan masih ada yang belum kupakai jadi buat apa beli lagi." Ucap Karen.


" Sayang, jangan lakukan itu." Bisik tuan muda David


" Memangnya kenapa?" Tanya Karen sambil menatap wajah tampan suaminya dengan wajah cemberutnya.


cup


" Jangan cemberut, adik kecilku tegang lagi." Ucap tuan muda David


" Biarin." Jawab Karen singkat dan melanjutkan kembali menciumi aroma tubuh suaminya.


" Kenapa sih kamu suka banget menciumi bauku?" Tanya tuan muda David dengan nada bingung


" Bau badan suamiku bikin aku tenang dan nyaman karena itulah aku seperti ini." Ucap Karen menjelaskan.


Tuan muda David tersenyum dan mengecup rambut istrinya.


( " Mungkin bawaan hamil makanya istriku melakukan ini. Teruslah seperti ini daddy bahagia melihat mommymu memperlakukan diriku seperti ini." Ucap tuan muda David dalam hati ).


Tidak terasa mereka sudah sampai tuan muda David menggendong istrinya ala bridal style menuju ke arah kamar mereka.


" Sayang, aku bisa berjalan." Protes istrinya


" Biar cepat dan melanjutkan yang tadi tertunda." Bisik suaminya sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Karen hanya tersenyum dan menyadarkan kepalanya di dada bidang suaminya sedangkan ke dua tangannya memeluk leher suaminya.


" Sayang tolong bukakan pintunya." Pinta tuan muda David


ceklek


Tanpa menjawab Karen membuka pintu kemudian tuan muda David mendorong pintu kamarnya dengan menggunakan kaki kanannya.


Tuan muda David membaringkan istrinya ke ranjang dengan perlahan tiba-tiba perut Karen terasa keram.


" Sayang, perutku sakit." Rintih Karen sambil tangan kirinya memegang perutnya dan tangan kanannya meremas lengan suaminya.


" Sakit kenapa?" Tanya tuan muda David dengan nada panik.


" Perutku kram sa..." Ucapan Karen terputus karena tiba-tiba Karen tidak sadarkan diri.


" Karen!!... Karen!!!" Teriak tuan muda David sambil menepuk pipi Karen dengan lembut


Tuan muda David mendengar ponsel milik istrinya berdering tapi tuan muda David tidak memperdulikan panggilan telepon tersebut. Tuan muda David mengambil ponselnya dan menghubungi asisten Han untuk memanggil dokter setelah selesai tuan muda David meletakkan ponselnya di meja dekat ranjang.


" Sayang, kamu kenapa?" Tanya tuan muda David sambil menggenggam tangan istrinya


Sayang sadarlah, aku sangat takut kamu jika terjadi denganmu dan juga anak kita." Ucap tuan muda David lirih.


Ponsel milik Karen berdering kembali karena penasaran tuan muda David membuka tas istrinya dan mengambil ponselnya.


" Hallo Karen ini Sandra." Ucap dokter Sandra


" Iya benar, Karennya kemana?" Tanya dokter Sandra


" Karen tiba-tiba pingsan, bisakah kamu ke sini?" Tanya tuan muda David


" Pingsan kenapa?" Tanya dokter Sandra


" Aku tidak tahu tadi tiba-tiba bilang perutnya kram kemudian tidak sadarkan diri." Ucap tuan muda David


" Baik, aku akan ke sana." Ucap dokter Sandra


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus. Tuan muda David melepaskan sepatu yang masih dikenakan kemudian membelai wajah cantik istrinya.


" Wajahmu agak pucat sayang, cepatlah sadar. Aku sangat mencintaimu dan aku sangat takut kehilanganmu." Ucap tuan muda David


tok


tok


tok


" Masuk." Jawab tuan muda David

__ADS_1


ceklek


Asisten Han membuka pintu dan dokter pribadi keluarga masuk ke dalam untuk mengecek kondisi Karen.


" Silahkan tuan menunggu di luar." Ucap dokter tersebut


" Tidak saya ingin di sini menemani istriku." Ucap tuan muda David.


" Maaf tuan, silahkan menunggu di luar." Ucap dokter tersebut


Tuan muda David menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua.


" Apa yang terjadi tuan?" Tanya asisten Han ketika tuan muda David keluar dari kamarnya


" Aku tidak tahu tiba-tiba istriku mengatakan perutnya sakit setelah itu istriku tidak sadarkan diri." ucap tuan muda David


" Maaf tuan, kata dokter Sandra sudah ada janji dengan tuan." Ucap kepala pelayan


" Suruh naik ke atas." Ucap tuan muda David


" Baik tuan, permisi." Jawab kepala pelayan


Tuan muda David hanya diam sedangkan kepala pelayan meninggalkan mereka berdua.


" Tuan muda, kenapa memanggil dokter lagi?" Tanya asisten Han dengan nada bingung


" Dia sahabat istriku." Ucap tuan muda David


Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Dia dokter kandungan dan istriku ingin dia yang akan memeriksa kandungan istriku. Aku akan memintanya untuk bekerja di rumah sakitku dan kamu atur semuanya." Ucap tuan muda David


" Baik tuan." Jawab asisten Han patuh


Kepala pelayan menaiki anak tangga dan diikuti oleh seorang gadis cantik dengan memakai pakaian jas dokter.


" Maaf tuan, dokter Sandra sudah datang." Ucap kepala pelayan


" Baik, pergilah." Ucap tuan muda David


" Selamat siang tuan." Ucap dokter Sandra


deg


deg


Jantung asisten Han berdetak kencang suara yang sudah sangat lama dirindukannya tapi tidak sempat ditemuinya karena kesibukannya.


" Kamu..." Ucap asisten Han dengan nada terkejut menatap wajah cantik yang sudah lama dirindukannya.


" Tuan..." ucap dokter Sandra dengan nada yang sama terkejutnya karena setelah sekian lama bertemu lagi dengan pria sombong dan dingin.

__ADS_1


__ADS_2