Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Extra Part 2


__ADS_3

Teriakkan gadis itu membuat bayi Karen menangis kencang membuat Karen memaksakan diri untuk duduk.


" Akhhhhh... sakit..." Teriak Karen sambil mengeluarkan air matanya membuat Karen terpaksa berbaring lagi.


" Usir wanita dan bayi itu!!" Teriak gadis tanpa ada rasa iba sedikitpun.


" Baik nona." Jawab mereka serempak.


Dua orang bodyguard berjalan ke arah Karen dan hendak menyentuh ke dua tangan Karen namun terdengar suaran bentakkan seperti halilintar.


" Jangan sentuh istriku!!!" Bentak tuan muda David


Oooeeee


Oooeeee


Suara bentakkan tuan muda David membuat ke dua putranya menangis kencang. Karen sangat terkejut melihat suaminya datang bersama asisten Han dan dokter Sandra. Hatinya sangat bahagia bisa bertemu dengan belahan jiwanya yang sangat dicintainya.


" Sandra dan Han bawa ke dua putraku ke dalam mobil." Perintah tuan muda David


" Baik tuan." Jawab asisten Han


" Baik kak." Jawab dokter Sandra


Asisten Han berjalan ke arah Karen dan menggendong putra Karen dengan tuan muda David dan berjalan menuju ke tempat parkiran mobil sedangkan dokter Sandra membalikkan badannya menuju ke arah mobil.


" Tuan, istri tuan belum membayar sewa apartemen." Ucap gadis tersebut


" Memang berapa uang sewanya? Apakah ini cukup?" Tanya tuan muda David sambil melempar dua ribu dollar ke wajah gadis yang tidak punya rasa empati sedikitpun.


" Tenang saja hari ini juga istriku akan pergi dari apartemen murahanmu ini." Hina tuan muda David.


" Apa maksud tuan? Hei tuan jangan suka menghina apartemenku ya?" Ucap gadis itu dengan nada kesal.


plak


bruk


Tuan muda David yang sedang menahan kesal menampar gadis tersebut hingga gadis itu terjatuh membuat ke dua bodyguard gadis tersebut memasang kuda-kuda dan menyerang tuan muda David.


bugh


duag


bugh

__ADS_1


duag


Tuan muda David berusaha menghindar dan memukul kemudian menendang karena sedang emosi tingkat tinggi ke dua bodyguard itupun babak belur.


" Daddy... akhhhhh..." Ucap Karen sambil berusaha bangun dari tempat tidur bersamaan dirinya berteriak kesakitan pada punggungnya.


" Mommy." Panggil tuan muda David sambil berjalan dengan cepat ke arah istrinya.


" Mommy, mana yang sakit?" Tanya tuan muda David dengan nada kuatir.


" Punggungku dad, sakit banget." Ucap Karen sambil meringis menahan rasa sakit.


" Kita pergi ke rumah sakit saja." Ucap tuan muda David sambil duduk di ranjang bersiap menggendong tubuh istrinya.


Gadis yang habis di tampar tuan muda David mengambil pistol milik bodyguardnya dan pistol tersebut diarahkan ke tuan muda David. Tuan muda David yang fokus memikirkan istrinya kesakitan tidak tahu bahaya yang mengancam dirinya sedangkan Karen yang melihat kejadian tersebut mendorong tubuh suaminya dengan sekuat tenaganya.


bruk


dor


" Akhhhhh..." Teriak Karen


bruk


Tuan muda David yang belum ada persiapan terjatuh dari ranjang bersamaan dengan bunyi suara pistol dan mengenai dada Karen hingga Karen tidak sadarkan diri tapi tuan muda David cepat-cepat menangkap tubuh istrinya yang sudah mengeluarkan darah segar.


dor


bruk


Tuan muda David mengambil pistolnya dan menembak bahu gadis itu hingga jatuh ke lantai dengan darah segar keluar dari bahunya. Tuan muda David langsung menghubungi anak buahnya untuk mengurus gadis itu dan juga dua bodyguard milik gadis tersebut untuk di bawa ke mansion miliknya. Setelah selesai tuan muda David menggendong istrinya ala bridal style menuju ke parkiran mobil.


" Han, cepat ke rumah sakit." Perintah tuan muda David


" Baik tuan." Jawab asisten Han patuh


" Kak David, kenapa Karen terluka?" Tanya dokter Sandra


" Wanita si*lan itu menembak istriku." Ucap tuan muda David


" Apa?? apakah wanita itu sudah mendapatkan hukuman?" Tanya asisten Han sambil menahan amarahnya


" Sudah. Sandra bawa ke sini salah satu putraku." Ucap tuan muda David yang melihat dokter Sandra menggendong ke dua putranya dengan menggunakan ke dua tangannya kanan dan kiri


" Apakah tidak ribet kak?" Tanya dokter Sandra

__ADS_1


" Tidak, bawa ke sini putraku." Ucap tuan muda David


" Baik kak." Jawab dokter Sandra.


Dokter Sandra memberikan salah satu putranya tuan muda David. Tuan muda David menerima salah satu putranya.


" Wajahnya sama semua, aku sulit untuk membedakannya." Ucap dokter Sandra


Tuan muda David menatap putranya yang di gendong kemudian menatap putranya yang di gendong oleh dokter Sandra dan memang benar ke duanya sangat mirip.


" Kata orang jika anaknya mirip dengan suaminya maka istrinya sangat mencintai suaminya. Berarti Karen sangat mencintai kak David makanya ke dua anaknya mirip dengan kak David." Ucap dokter Sandra.


" Kamu memang benar, istriku sangat mencintaiku tadi saja bertemu istriku tidak marah padaku. Aku sangat beruntung memiliki istri sebaik Karen." Jawab tuan muda David.


Sepuluh menit kemudian asisten Han keluar dari mobil dan berteriak memanggil perawat setelah selesai berteriak asisten Han membuka pintu belakang pengemudi kemudian menggendong tuan muda kecil.


Tuan muda David turun dari mobil dan menggendong Karen ala bridal style dan dibaringkan ke brankar tersebut. Sampai di depan pintu operasi mereka duduk menunggu dengan hati yang gelisah terlebih tuan muda David.


" Kalian berdua istirahat di hotel dan titip ke dua putraku." Ucap tuan muda David


" Baik tuan." Jawab asisten Han patuh


" Baik kak David." Jawab dokter Sandra.


Dokter Sandra dan asisten Han meninggalkan tuan muda David sendirian di ruang operasi.


Tuan muda David menunggu hingga dua jam lamanya akhirnya tuan muda David berjalan ke arah kantin untuk membeli kopi tanpa memperdulikan tatapan lapar para gadis ataupun wanita karena dihatinya hanya ada satu nama wanita yang sangat dicintainya yaitu Karen.


Kini tuan muda David duduk di kursi sambil sesekali menyesap kopi panas hingga seorang gadis cantik dan memakai pakaian seksi mendekati tuan muda David.


" Boleh aku duduk tuan?" Tanya gadis itu


Tuan muda David tidak memperdulikan ucapan gadis itu dan tatapan matanya tidak pernah lepas menatap ke arah pintu operasi. Tanpa punya rasa malu gadis cantik tersebut duduk di samping tuan muda David dengan penuh percaya diri kalau tuan muda David akan tertarik akan kecantikan dan keseksian tubuhnya.


" Boleh kenalan? Namaku Claudia." Ucap Claudia sambil tangannya diarahkan ke tuan muda David


Tuan muda David tetap diam dan gadis itupun tanpa mengenal menyerah berbicara lagi.


" Tuan sedang menunggu siapa?" Tanya Claudia


Tuan muda David memalingkan wajahnya dan memasang wajah yang sangat menyeramkan seperti hendak membunuhnya membuat Claudia ketakutan dan langsung pergi tanpa berbicara sedikitpun.


ceklek


Seorang dokter keluar dari ruang operasi dan tuan muda David langsung berdiri dan berjalan ke arah dokter tersebut.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya tuan muda David.


" Pelurunya sudah di ambil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut


__ADS_2