Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Aku tidak tahan lagi


__ADS_3

plak


Dokter Sandra menampar Sarah dengan kencang hingga membuat sudut bibir Sarah mengeluarkan darah segar.


" Kamu bilang aku wanita murahan? Bagaimana denganmu? Kamu tidur dengan mantan tunanganku bukankah kamu yang pantas di sebut wanita murahan." Ucap dokter Sandra sambil menunjuk ke dada Sarah dengan menggunakan jari telunjuknya.


" Kamu sahabat baikku tapi teganya menusukku dari belakang dengan merebut mantan tunanganku." Sambung dokter Sandra sambil menarik tangan asisten Han.


" Cih beraninya menamparku, apa kamu tidak takut di pecat oleh ayahku?" Tanya Sarah


" Aku sudah mengundurkan diri jadi buat apa aku takut." Jawab dokter Sandra


" Aku akan meminta pertolongan ayahku supaya kamu tidak di terima di rumah sakit manapun." Ancam Sarah


" Silahkan saja, aku tidak takut." Jawab dokter Sandra sambil melanjutkan langkahnya.


Sampai di parkiran mobil dokter Sandra duduk di samping pengemudi sedangkan asisten Han duduk di kursi pengemudi.


" Hiks... hiks... hiks..." Tangis dokter Sandra


grep


Asisten Han memeluk dokter Sandra sambil membelai punggung dokter Sandra agar rasa sesaknya berkurang.


" Hiks.. hiks.. dia sahabat baikku tega menyakiti perasaanku. Hiks... hiks.. hiks... Seminggu lagi kami akan menikah tapi gagal karena sahabat baikku selingkuh dengan mantan tunanganku." Ucap dokter Sandra sambil membalas pelukan asisten Han.


Asisten Han hanya diam dan setia mendengarkan ucapan dokter Sandra. Setelah agak tenang dokter Sandra melepaskan pelukannya begitu pula dengan asisten Han.


" Kalau ingin cerita aku siap mendengarkan tapi setelah itu lupakan dan jangan menangis lagi." Ucap asisten Han.


Dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya.


" Ketika aku pergi ke apartemennya untuk memberikan kejutan ulang tahun, aku melihat mereka tanpa menggunakan sehelai benang sedang melakukan hubungan suami istri. Ketika aku menanyakan kenapa tega melakukan itu, pria itu mengatakan karena selama pacaran aku tidak mau melakukan hubungan suami istri karena itulah dirinya selingkuh." Ucap dokter Sandra.


" Saat itu juga aku melemparkan cincin pertunangan dan aku memutuskan hubungan pertunangan kami." Ucap dokter Sandra menjelaskan.


" Laki- laki itu tidak pantas untuk diperjuangkan lebih baik putus sekarang daripada setelah menikah laki-laki itu selingkuh." Ucap asisten Han dengan nada bijaknya.


" Terima kasih atas nasehatnya kak." Jawab dokter Sandra


Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap jalan raya.


" Oh iya apakah wanita itu anak pemilik rumah sakit?" Tanya asisten Han


" Iya benar." Jawab dokter Sandra

__ADS_1


" Pantas saja dia berani mengancammu, kamu tenang saja besok bekerja di rumah sakit milik tuan muda David." Ucap asisten Han


" Terima kasih kak." Jawab dokter Sandra


Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya.


" Sekarang mau kemana lagi?" Tanya asisten Han


" Aku laper kak kita mampir ke rumah makan yuk?" Ajak dokter Sandra.


" Ok. Mau makan di mana?" Jawab asisten Han singkat


" Terserah kak Han saja." Jawab dokter Sandra.


Asisten Han menganggukkan kepalanya, sepuluh menit kemudian asisten Han menghentikan mobilnya di restoran favoritnya. Mereka berdua masuk ke dalam restoran dan memesan makanan.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua dua pasang mata memperhatikan dokter Sandra dan asisten Han dengan tatapan tajam. Asisten Han memesan makanan dan minuman selesai memesan mereka mengobrol kembali.


" Kak Han, ceritakan tentang keluarga kak Han." Pinta dokter Sandra


" Orang tuaku tinggal di pedesaan bersama adik perempuanku." Ucap asisten Han


" Hmm... Jadi ingin merasakan tinggal di pedesaan kata orang-orang hawanya sejuk dan nyaman." Ucap dokter Sandra sambil mengkhayal dirinya tinggal di desa.


" Memangnya kamu belum pernah tinggal di desa?" Tanya asisten Han


" Kapan-kapan aku ajak ke desa." Jawab asisten Han


" Benarkah?" Tanya dokter Sandra dengan mata berbinar.


" Iya benar. Oh ya kriteria menantu orang tuamu apakah pria kaya dan orangtuanya tinggal di ibukota atau pria sederhana sepertiku yang orang tuanya tinggal di pedesaan?" Tanya asisten Han


" Orang tuaku membebaskan aku mencari jodohnya asalkan pria itu tanggung jawab dan tidak menyakiti perasaanku." Jawab dokter Sandra


" Berarti kamu bersedia kan menjadi kekasihku?" Tanya asisten Han.


" Aduh kak, seperti yang tadi aku katakan kita jalani saja dulu." Ucap dokter Sandra


" Iya sih tapi aku ingin sekali kamu menjadi kekasihku." Ucap asisten Han sambil menatap mata indah dokter Sandra.


Dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah tampan asisten Han.


" Baiklah kita pasangan kekasih." Jawab dokter Sandra yang tidak tega menolak permintaan asisten Han.


" Benarkah?" Tanya asisten Han tidak percaya

__ADS_1


" Iya, tapi sebelumnya ajarkan aku agar aku bisa jatuh cinta padamu." Ucap dokter Sandra.


" Terima kasih, aku akan berusaha agar kamu bisa jatuh cinta padaku." Ucap asisten Han.


Tidak berapa lama pesanan makanan dan minuman datang. Merekapun makan dalam diam hingga setengah jam kemudian mereka selesai makan dan minum.


" Sudah sore, kita pulang yuk." Ajak dokter Sandra.


" Ok." Jawab asisten Han singkat


Asisten Han berjalan ke arah kasir sambil menggenggam tangan dokter Sandra. Selesai membayar mereka meninggalkan restoran tersebut.


" Oh iya kamu pernah makan di pinggir jalan?" Tanya asisten Han


" Pernah, dulu aku sering makan di pinggir jalan bersama sahabatku Karen." Ucap dokter Sandra sambil membuka kancing kemejanya.


" Oh iya, kapan-kapan aku ajak makan di pinggir jalan." Ucap asisten Han


" Ok, tapi aku yang traktir ya." Ucap dokter Sandra sambil menyalakan AC mobil.


" Kenapa?" Tanya asisten Han sambil mengusap keringat di wajahnya.


" Tidak enak kalau di bayarin terus." Jawab dokter Sandra sambil mengipasi wajahnya dengan ke dua tangannya.


" Bisa masak?" Tanya asisten Han sambil membuka dasinya.


" Iya bisa masak, kenapa hawanya terasa panas ya?" Tanya dokter Sandra


" Iya aku juga." Jawab asisten Han


cittttt


Asisten Han menghentikan mobilnya secara mendadak dan hampir saja dokter Sandra wajahnya terbentur dasboard mobil tapi dadanya di tahan oleh tangan kiri asisten Han.


" Si*l siapa mereka." Ucap asisten Han sambil melepaskan sealbeltnya dan keluar dari mobil.


Dokter Sandra melihat ke arah depan dan melihat enam pria berdiri di depan mobil mereka. Dokter Sandra melepaskan sealbeltnya dan keluar dari mobil.


" Sandra masuklah ke dalam mobil." Perintah asisten Han


" Tidak." Jawab dokter Sandra tegas


" Siapa kalian?" Tanya asisten Han dengan nada dingin


" Kalian tidak perlu tahu siapa kami, yang pasti kalian berdua akan kami tangkap." Ucap salah satu pria tersebut.

__ADS_1


Ke enam pria tersebut mendekati dokter Sandra dan asisten Han. Merekapun saling menyerang dan menghindar. Asisten Han dengan di bantu dokter Sandra dapat mengalahkan ke enam pria tersebut dalam waktu setengah jam.


" Si*l aku tidak tahan lagi." Ucap dokter Sandra sambil berjalan mendekati asisten Han.


__ADS_2