Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Dave William dan Darren William


__ADS_3

Toni yang sedari tadi menatap tajam ke arah Tini mantan istri ke duanya dengan tatapan ingin menyiksanya karena akibat ulah Tini yang menghasutnya jika istrinya selingkuh dan mempunyai anak dari selingkuhannya dirinya kehilangan istrinya yang dicintainya.


Bukan itu saja Toni sampai gelap mata menyiksa putri kandungnya yang di kira adalah anak dari selingkuhan istrinya sampai tega menjualnya.


" Ini hukuman pertama karena kamu melukai istri dan putri kandungku!!!" Teriak Toni.


plak


plak


bruk


" Akhhhhhhhh... sakit." Teriak Tini


Toni menampar pipi kanan dan kiri dengan sepenuh tenaganya hingga kursi yang di duduki Tini jatuh terjungkal ke belakang dengan ke dua pipinya memerah bekas tamparan Toni dan ke dua ujung bibirnya pecah.


" Kau ratu iblis, aku sangat membencimu!!!" Teriak Toni


duag


akhhhhh


" Ini hukuman ke dua karena kecantikanmu kamu menggodaku hingga aku menyakiti hati istriku yang tulus mencintaiku." Ucap Toni sambil menendang wajah mantan istrinya


duag


akhhhhh


" Ini hukuman ke tiga karena kamu berani memfitnah istriku kalau istriku berselingkuh dengan pria lain." Ucap Toni sambil menendang bagian sensitif wanita


duag


akhhhhh


Ini hukuman ke empat karena kamu berani memfitnah istriku kalau istriku hamil dengan pria selingkuhannya." Ucap Toni sambil menendang telinga mantan istrinya.


duag


akhhhhh


" Ini hukuman ke lima gara-gara ulahmu aku menyiksa putri kandungku yang aku kira anak dari pria selingkuhannya." Ucap Toni sambil menendang tubuh mantan istrinya.


duag


akhhhhh

__ADS_1


" Ini hukuman ke enam karena ulahmu aku menjual putrimu." Ucap Toni sambil memukul kaki mantan istrinya


duag


akhhhhh


" Ini hukuman ke tujuh karena ulahmu kamu berhasil merusak hubungan putriku dengan suaminya sama seperti yang kamu lakukan padaku dan istriku." Ucap Toni sambil menendang kembali wajah mantan istrinya tanpa punya rasa iba sedikitpun.


Toni yang seperti dirasuki iblis menendang mantan istrinya secara bertubi-tubi hingga darah segar keluar dari mulut, hidung, telinga dan tubuhnya.


duag


" Ini hukuman terakhir dariku yaitu wajahmu harus hancur seperti hatiku hancur karena ulahmu." Ucap Toni sambil menendang lehernya dengan kencang hingga mantan istrinya langsung tidak sadarkan diri akibat pukulan bertubi-tubi.


Hosh... hosh... hosh ...


Nafas Toni tersengal-sengal dan berusaha mengatur pernafasan karena menendang tanpa henti. Tuan muda David dan asisten Han yang melihat Toni memukul wanita itu tanpa ampun hanya diam dan tidak ada keinginan untuk menolong wanita malang itu karena bagi tuan muda David dan asisten Han merasa pantas jika Tini mendapatkan hukuman sekejam itu.


" Tuan apa yang akan kita lakukan dengan mereka?" Tanya asisten Han setelah melihat Toni sudah selesai memberikan hukuman untuk wanita ular itu.


" Gali lubang yang besar dan buang mereka ke dalam lubang itu. Biarkan mereka mati kehabisan darah dan mengalami kesakitan yang luar biasa akibat ulahnya sendiri, jika mereka sudah mati barulah kubur mereka." Ucap tuan muda David dengan nada dingin sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut.


" Baik tuan." Jawab asisten Han


" Baik tuan." Jawab anak buahnya serempak


Toni yang melihat tuan muda David dan asisten Han keluar dirinya juga ikut keluar. Mereka berjalan menuju ke pintu utama tanpa ada yang bicara sedikitpun.


Sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di pintu utama dan berjalan menaiki anak tangga.


" Han, putraku biar tidur bersamaku dan besok aku akan pergi ke negara S untuk mencari istriku." Ucap tuan muda David


" Baik tuan." Jawab asisten Han


Tuan muda David melanjutkan kembali langkahnya menuju ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terkena cipratan darah dari mereka.


ceklek


Tuan muda David membuka pintunya dan melihat kamarnya sudah rapi dan tidak berantakan seperti kapal pecah akibat ulah dirinya. Tuan muda David melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian tuan muda David sudah selesai mandi dan memakai pakaian tidur bersamaan pintunya di ketuk.


tok tok tok tok


" Masuk." Panggil tuan muda David

__ADS_1


ceklek


Asisten Han membuka pintu dan di belakangnya ada dokter Sandra sambil menggendong bayi mungil.


" Tuan, ini tuan muda kecil." Ucap asisten Han


" Tuan muda, tuan muda kecil sudah tertidur aku letakkan di mana?" Tanya dokter Sandra


" Letakkan di ranjangku, aku ingin tidur bersama putraku." Ucap tuan muda David


" Baik tuan." Jawab dokter Sandra sambil berjalan ke arah ranjang dan membaringkan bayi mungil tersebut secara perlahan.


" Tuan, ini dot yang baru dibikin oleh istriku. Jika tuan muda kecil terbangun dan menangis tuan bisa memberikan dot ini." Ucap asisten Han


" Han, mulai besok siapkan semua pakaian dan perlengkapan bayi dan letakkan semuanya di kamarku." Ucap tuan muda David


" Baik tuan." Jawab asisten Han


" Untuk Sandra, tolong ajarin aku untuk mengasuh putraku karena aku ingin mengasuh putraku tanpa baby sister karena aku ingin menebus rasa bersalah pada istriku." Ucap tuan muda David


" Baik tuan dengan senang hati saya akan membantunya terlebih Karen adalah sahabat baikku." Ucap dokter Sandra


" Kalian pergilah istirahat." Ucap tuan muda David.


" Baik tuan." Jawab dokter Sandra dan asisten Han bersamaan.


Dokter Sandra dan asisten Han membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu keluar dan menutup pintunya dengan sangat pelan karena takut bayinya terbangun dan menangis.


Tuan muda David berbaring di ranjang dengan perlahan dan menatap wajah tampan putranya yang sangat mirip dengannya membuat hatinya terlalu sakit.


" Sayang, maafkan daddy.. karena ulah daddy kamu berpisah dengan mommy dan adikmu. Semoga daddy bisa secepatnya menemukan mereka agar kita dapat berkumpul kembali." ucap tuan muda David sambil membelai pipi putranya yang sangat mulus dan lembut.


Seakan mengerti ucapan daddynya, putranya tersenyum membuat hatinya menghangat.


" Aku akan memberikan nama Dave William dan adikmu akan daddy beri nama Darren William. Walau adikmu belum ditemukan tapi daddy akan tetap memberikan nama itu." Ucap tuan muda David


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ada yang mengatakan tuan muda David sangat kejam dan ada juga yang bilang tuan muda David psycho itu memang benar adanya karena di bab pertama dijelaskan kalau David William adalah :


Seorang CEO yang sangat tampan, pintar, angkuh, kejam, membunuh tanpa ampun, paling membenci dengan kata pengkhianat dan tidak ada satupun musuh yang hidup jika berhadapan dengan David walau musuh itu memohon ampun sekalipun.


David menguasai ilmu bela diri dan juga berbagai senjata karena banyaknya musuh yang mengincar dirinya.


Karena itulah kenapa author menceritakan tentang hukuman untuk musuh-musuhnya yang terbilang sadis dan tanpa kenal ampun.

__ADS_1


__ADS_2