Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Menahan Amarahnya


__ADS_3

Tuan muda David melihat di mata Karen tidak ada kebohongan membuatnya bahagia karena istrinya mencintai dirinya dengan tulus.


" Aku juga sangat mencintaimu dan aku semakin yakin kamu adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untukku." Ucap tuan muda David sambil kembali memeluk istrinya.


" Terima kasih sayang, cintaku tidak bertepuk sebelah tangan." Ucap Karen sambil membalas pelukan suaminya.


cup


" Sayang aku dengar dari Veni kalau kamu membentak Veni padahal Veni melindungimu karena ada orang yang memarahimu, apakah benar?" Tanya tuan muda David penasaran


" Benar sayang, apakah sayangku marah padaku?" Tanya Karen.


cup


" Tidak buat apa aku marah padamu, aku hanya bertanya saja. Memangnya siapa orang yang memarahimu?" Tanya tuan muda David sambil mencium bibir istrinya.


" Sahabatku." Jawab Karen singkat


" Wanita atau laki-laki? Kenapa dia marah padamu?" Tanya tuan muda David dengan nada cemburu


" Wanita sayang, dia marah karena aku menikah tidak mengundangnya karena itulah Veni memarahi sahabatku, awalnya aku bicara tidak begitu kasar tapi karena Veni membentak sahabatku jadi terpaksa aku juga ikut membentaknya. Apakah sayangku marah padaku karena telah membentak Veni?" Tanya Karen


" Tentu saja tidak sayang, kenapa kamu tidak cerita padaku hmmmm?" Tanya tuan muda David sambil membelai rambut istrinya.


" Aku pikir itu hanya masalah kecil dan aku tidak ingin mengganggu konsentrasi suamiku yang sibuk bekerja." Ucap Karen menjelaskan.


" Walau sesibuknya diriku ataupun seberapa pentingnya pekerjaanku kamu harus cerita apapun itu karena kamu orang yang paling penting dalam hidupku." Ucap tuan muda David


cup


Karen mengecup bibir suaminya kemudian membelai wajahnya.


" Baik sayang dan terima kasih suamiku sangat mencintaiku. Aku sangat beruntung bisa menikah denganmu" Ucap Karen dengan nada tulus


Tuan muda David membalas senyuman Karen kemudian mengecup bibir istrinya.


" Oh iya sayang, nanti periksa kandungan dengan dokter Sandra ya?" Tanya Karen


" Dokter Sandra, siapa dia?" Tanya tuan muda David

__ADS_1


" Dia sahabatku dan aku ingin dia memeriksaku." Ucap Karen


" Di rumah sakit mana?" Tanya tuan muda David


" Rumah sakit Pelita Kasih." Ucap Karen


" Rumah sakit Pelita Kasih?" Tanya ulang tuan muda David dengan nada terkejut.


" Iya rumah sakit Pelita Kasih, memangnya kenapa?" Tanya Karen melihat perubahan suaminya.


" Tidak ada apa-apa, kenapa tidak di rumah sakit Bunda Kasih ini saja sayang?" Tanya tuan muda David.


( " Bagaimana kabarnya sekarang ya? aku sangat berhutang budi padanya karena dokter Karen sangat perhatian dan bisa menenangkan hatiku yang sedang terluka saat itu. Tidak mungkin aku mengatakan ke istriku kalau aku jatuh cinta pada dokter Karen. Aduh David ingat jangan mikirin wanita lain kamu sudah janji untuk mencintai istrimu dengan tulus." Ucap tuan muda David dalam hati ).


" Sayang... sayang.." Panggil Karen sambil melambaikan tangannya ke wajah suaminya


" Eh... ada apa?" Tanya tuan muda David


" Sayangku mikirin siapa sih?" Tanya Karen dengan wajah di tekuk.


cup


" Maaf sayang, ada pekerjaan yang membuatku pusing." Ucap tuan muda David sambil mengecup bibir istrinya.


" Perlu bantuanku?" Tanya Karen


" Akhh... tidak perlu sayang." Jawab tuan muda David.


" Oh iya, kenapa tidak di rumah sakit Bunda Kasih ini saja sayang?" Tanya ulang tuan muda David.


" Kan sudah aku jawab." Jawab Karen


" Hmmm.. apa ya? kok aku lupa ya?" Tanya tuan muda David sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Aku bilang karena aku ingin sahabatku yang memeriksa keadaanku, bolehkan sayang?" Tanya Karen.


" Boleh saja sayang, coba tanya sahabatmu maukah dia bekerja di rumah sakit ini?" Tanya tuan muda David


" Nanti aku akan menanyakannya sayang." Jawab Karen

__ADS_1


" Ok, oh ya ada ada yang ingin aku kerjakan sebentar nanti aku akan kembali." Ucap tuan muda David


" Ok." Jawab Karen singkat


cup


" Jangan turun, nanti aku akan suruh orang yg yang membersihkan ruangan ini." Ucap tuan muda David kemudian mengeluarkan bibir istrinya.


" Baik sayang." Jawab Karen sambil tersenyum


Tuan muda David membelai rambut istrinya kemudian pergi meninggalkan Karen sendirian.


" Tuan muda." Panggil Veni


" Ada apa?" Tanya tuan muda David dengan nada dingin


" Tuan muda mau ke mana?" Tanya Veni kepo


" Apakah kamu istriku? sehingga setiap aku pergi kamu harus tahu, jika kamu masih ingin bekerja batasi dirimu karena kamu itu bekerja untuk diriku dan aku menugaskanmu untuk menjaga istriku. Jadi apapun yang dikatakan oleh istriku jangan sekali-kali mencoba untuk membantahnya dan jika itu terjadi lagi bukan hanya kamu saja yang di pecat, kamu juga pergi dari kehidupan dunia ini." ucap tuan muda David sambil berjalan meninggalkan Veni sendirian.


" Si*l wanita itu telah mempengaruhi tuan muda David sehingga membenciku. Baiklah aku akan bersabar dahulu sambil mencari waktu yang tepat." Ucap Veni sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.


Tuan muda David berjalan ke arah kantin sambil menahan amarahnya terhadap manager kantin.


" Selamat siang tuan, apakah istri tuan marah karena masakannya tidak enak dan memaki tuan muda?" Tebak manager kantin karena melihat wajah tidak bersahabat tuan muda David.


Tuan muda David tidak menjawab hanya masuk ke dalam ruangan milik manager kantin yang kedap suara dan duduk di kursi kebesaran sedangkan manager kantin duduk di kursi berhadapan dengan tuan muda David hanya dibatasi oleh meja.


" Dari mana kamu tahu kalau masakannya tidak enak?" Tanya tuan muda David


" Dari wajah tuan seperti menahan kesal. Sudahlah tuan lebih baik ceraikan istri tuan saja dan menikahlah denganku. Aku tidak akan menyuruh tuan untuk memasak. Aku sangat pintar memasak apalagi aku sangat cantik, seksi dan juga hebat dalam permainan ranjang daripada istri tuan." Ucap manager kantin sambil berdiri dan berjalan mendekati tuan muda David.


plak


Tuan muda David ikut berdiri kemudian menampar manager kantin setelah itu menggenggam erat dagu manager kantin membuatnya meringis kesakitan.


" Aku sudah menebak ini pasti rencana ulahmu agar istriku marah padaku dan kami bertengkar, benar bukan? Jawab!!" Bentak tuan muda David


" Itu tidak benar." Jawab manager kantin sambil meringis

__ADS_1


" Bohong!! jika kamu bohong lagi maka ke dua tanganmu aku potong." Ancam tuan muda David


" Iya benar, aku ingin hubungan tuan dan nyonya renggang karena itulah aku merencanakan agar tuan muda menambahkan garam." ucap manager kantin sambil memukul bahu tuan muda David karena dagunya terasa sangat sakit.


__ADS_2