
" Iya benar, karena itulah aku sengaja meracuni kakek sebelum kakek memindahkan semua warisannya." Ucap Rizky
" Bagus kak, aku setuju aku juga membenci adik tiriku." Ucap Celline.
" Baiklah sekarang kita istirahat dan mulai besok kita menjalankan rencana kita." Ucap Tini.
" Ibu dan Celline kenapa dengan wajah kalian?" Tanya Rizky dengan nada terkejut karena baru sekarang menyadarinya.
Tini menceritakan apa yang terjadi setelah selesai bercerita giliran Celline mendengar hal tersebut membuat Rizky membenci Karen dan mantan suami ibunya. Rasa benci dan dendam Rizky terhadap Karen semakin menumpuk dan ingin segera memberikan pelajaran padahal Karen tidak melakukan kesalahan.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda tuan muda David sedang memeluk istrinya setelah mereka melakukan hubungan suami istri.
" Sayang, perasaan mommy tidak enak sepertinya akan terjadi sesuatu dengan mommy apalagi beberapa hari ini mommy bermimpi buruk." Ucap Karen sambil kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.
" Mimpi buruk apa?" Tanya tuan muda David penasaran.
" Dalam mimpi mommy, daddy mengusir mommy dan mommy pergi jauh sekali." Ucap Karen dan tidak berapa lama air matanya keluar.
" Sssttt... sudah jangan menangis itu hanya mimpi buktinya kita masih bersama bukan." Ucap tuan muda David
" Daddy, kalau seandainya suatu saat hal itu terjadi mommy hanya minta daddy menjaga kesehatan, makan tepat waktu dan carilah wanita yang tulus mencintai daddy." Ucap Karen
" Mommy kok ngomongnya seperti itu sih, daddy tidak suka." Ucap tuan muda David
" Daddy kan mommy hanya bilang seandainya, daddy maukan memenuhi permintaan mommy?" Tanya Karen sambil mengangkat kepalanya dan menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu.
" Ti.." Ucap tuan muda David terpotong oleh Karen
" Aku mohon, jika daddy tidak bersedia mommy akan berlutut di hadapan daddy agar daddy mau memenuhi permintaan mommy." Ucap Karen
Tuan muda David hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah cantik istrinya sambil menghapus air mata istrinya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
__ADS_1
" Baiklah, sudah malam sekarang kita tidur." Ucap tuan muda David sambil membaringkan tubuhnya.
" Baik." Jawab Karen singkat.
Karen pun membaringkan tubuhnya sambil memeluk suaminya dan tidak berapa lama Karen sudah tertidur dengan pulas. Tuan muda David membuka matanya kemudian melepaskan pelukan tangan istrinya kemudian bangun dari ranjangnya sambil mengambil ponselnya yang berada di meja dekat ranjang.
Tuan muda David berjalan ke arah balkon kemudian menutupnya agar istrinya tidak terkena angin malam yang masuk lewat pintu balkon. Tuan muda David menekan tombol kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya, panggilan pertama langsung terhubung.
Selesai berbicara dengan seseorang tuan muda David mematikan ponselnya secara sepihak kemudian membuka pintu balkon dan menguncinya. Tuan muda David berjalan ke arah ranjang kemudian meletakkan ponselnya ke meja dekat ranjang kemudian kembali berbaring di samping istrinya.
cup
" Aku sangat mencintaimu." Ucap tuan muda David sambil mengecup bibir istrinya singkat kemudian memejamkan matanya.
Mereka saling berpelukan dan masuk ke dalam dunia mimpi. Kepala Karen bersandar di dada bidang suaminya sedangkan tuan muda David memeluk istrinya dari arah samping.
Tidak berapa lama Karen membuka matanya dan melihat suaminya sudah setia memejamkan matanya.
" Aku kok panas banget." Ucap Karen sambil melepaskan pelukannya kemudian membuka selimutnya yang menampakkan perutnya yang sangat buncit dan polos tanpa sehelai benangpun.
" Nah gini kan enak terasa sejuk." Ucap Karen sambil menghapus keringatnya di keningnya dan tidak berapa lama Karen tertidur pulas lagi.
Baru lima belas menit memejamkan mata tuan muda David merasakan tubuhnya tidak di peluk lagi oleh istrinya membuat tuan muda David meraba di samping ranjang istrinya tapi tetap tidak ada membuat tuan muda David memaksakan membuka matanya.
" Istriku kemana ya kok tidak ada?" Tanya tuan muda David.
Tuan muda David terpaksa bangun dan melihat sekelilingnya matanya membulat sempurna melihat istrinya tidur dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun.
" Kenapa istriku tidur di sofa? Apa marah padaku? Tapi perasaan tadi kami tidak bertengkar." Ucap tuan muda David.
Tuan muda David turun dari ranjang dan berjalan ke arah istrinya dengan tubuh sama-sama polos. Tuan muda David dengan perlahan menggendong istrinya dan berjalan ke arah ranjang.
Tuan muda David perlahan meletakkan tubuh istrinya di ranjang berlanjut dirinya berbaring. Baru saja di selimuti tubuh istrinya, istrinya membuka matanya sedangkan tuan muda David baru saja memejamkan matanya kembali.
__ADS_1
" Perasaan tadi tidur di sofa kenapa tidur di ranjang?" Tanya Karen sambil bangun dari ranjangnya.
" Mommy kenapa bangun lagi? Kenapa ingin tidur di sofa?" Tanya tuan muda David dengan mata terpejam.
" Mommy kepanasan dad makanya tidur di sofa." Ucap Karen sambil duduk di kepala ranjang.
Tuan muda David membuka matanya dan ikut duduk di kepala ranjang sambil menatap wajah cantik istrinya.
" Kepanasan? Daddy saja kedinginan masa mommy kepanasan?" Tanya tuan muda David dengan nada bingung pasalnya ke duanya sama-sama tidak menggunakan sehelai benang pun dan juga AC di kamar lumayan dingin.
" Mommy tidak tahu dad mommy merasakan panas, lihat saja tubuh mommy penuh keringat." Ucap Karen
Tuan muda David melihat memang benar wajah istrinya penuh keringat.
" Apa ac-nya kurang dingin ya?" Tanya Karen sambil menghapus keringat di wajahnya sambil melepaskan selimut tebal.
" Ya sudah gini aja daddy tambahin suhunya sangat dingin dan mommy tidak usah pakai selimut biar daddy yang pakai selimut tapi kalau mommy sudah kedinginan mommy pakai selimut ya?" Pinta tuan muda David
" Nanti daddy masuk angin gimana?" Tanya Karen yang tidak tega dengan suaminya kalau suaminya kedinginan dan sakit.
" Kan daddy pakai selimut, daddy saja kuatir mommy tidak pakai selimut tapi lebih kuatir lagi mommy tidur di sofa." Ucap tuan muda David.
Karen mendekati suaminya kemudian wajahnya diarahkan ke wajah suaminya.
cup
" Terima kasih dad, sudah mengkuatirkan mommy." Ucap Karen sambil tersenyum.
" Mommy kan istriku jadi sebagai suami tentu saja kuatir. Sekarang mommy tidur ya sudah malam, apalagi besok pagi ada meating di kantor dan siangnya daddy ada janji dengan klien di hotel Santika." Ucap tuan muda David sambil mengambil remote dan menekan tombol agar suhunya semakin dingin.
cup
Tuan muda David mengecup kening istrinya kemudian berbaring sambil menutupi tubuhnya yang dingin begitu pula dengan Karen ikut berbaring di samping suaminya hanya saja Karen tidak memakai selimut.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama Karen sudah tertidur dengan pulas Karen tidur dengan posisi terlentang karena jika tidur miring ke dua bayinya menendang-nendang.
" Aku sangat mencintaimu sayang." Ucap tuan muda David sambil memandangi wajah cantik istrinya dan tidak lama dirinya ikut tertidur pulas.